{"id":52145,"date":"2017-10-19T12:24:16","date_gmt":"2017-10-19T05:24:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=52145"},"modified":"2018-02-07T10:59:59","modified_gmt":"2018-02-07T03:59:59","slug":"modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita","title":{"rendered":"Modal untuk petani: Dapatkah dana sawit membantu selamatkan hutan kita?"},"content":{"rendered":"<p>Sawit: ada yang mencintainya, membencinya, atau mungkin tanpa sadar menggunakannya. Minyak sawit yang kontroversial ini terkandung dalam ribuan produk harian, mulai dari sabun hingga lipstik, pizza beku, es krim hingga bahan bakar.<\/p>\n<p>Kebutuhan dunia terus meningkat pesat dan pada gilirannya menekan hutan, terutama di Indonesia. Namun, sementara ini, komoditas yang menguntungkan ini akan terus ada.<\/p>\n<p>Jadi apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap hutan? Berbagai upaya dilakukan untuk menghentikan laju kerusakan hutan tropis melalui praktik bisnis lebih lestari.<\/p>\n<p>Pada 2004, <a href=\"http:\/\/www.rspo.org\/about\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Roundtable on Sustainable Palm Oil<\/a> (RSPO) diresmikan dengan visi \u201ctransformasi pasar untuk menegakkan norma sawit lestari\u201d. Tekanan aktivis pada perusahaan besar yang menggunakan sawit dalam produk mereka juga berdampak pada komitmen suplai berkelanjutan dan nol deforestasi.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, sebagian besar aksi terfokus pada seberapa besar perusahaan mengelola sawit, meski mulai juga diikuti dengan meningkatnya sorotan mengenai implikasi bagi petani dan bagaimana petani dapat memetik keuntungan lebih besar dengan masuk rantai suplai sawit.<\/p>\n<p>Di Indonesia \u2013 salah satu negara produsen terbesar sawit bersama Malaysia \u2013 hingga 40 persen lahan sawit dibudidayakan oleh petani, yang rata-rata mengelola dua hektare lahan.<\/p>\n<p>Pertimbangan mengenai keberlanjutan sektor sawit ini juga memicu pemerintah Indonesia mengambil langkah untuk menyempurnakan kebijakan lingkungan untuk memperluas inklusi petani, dan menyalurkan sumber daya untuk petani dalam rangka membenahi manajemen, dan tanam ulang. Terdapat pula upaya memperkuat standar sawit lestari (ISPO).<\/p>\n<p>Tiga tim peneliti dari <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional<\/a> (CIFOR) dan mitra institusi memproduksi serangkaian <em>infobrief<\/em> yang membedah bagaimana petani dapat meningkatkan kehidupannya dan, pada saat yang sama, melindungi hutan tersisa. Tantangan utamanya, menurut temuan mereka adalah? Uang.<\/p>\n<p>\u201cSawit memberi keuntungan ekonomi yang lebih bagi petani daripada tanaman lain, hingga terus meluas,\u201d kata Pablo Pacheco, Ilmuwan Utama CIFOR. \u201cPetani harus mengadopsi praktik lebih lestari. Penelitian harus berkontribusi untuk ini, dan mengidentifikasi opsi bagi petani dalam membenahi praktik mereka, selain mengidentifikasi sumber daya apa yang dibutuhkan agar perubahan terjadi.\u201d<\/p>\n<p>\u201cDi sinilah permodalan diperlukan, dan menjadi sumber daya kunci bagi petani untuk dapat mengaksesnya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p><em><span id=\"result_box\" class=\"\" lang=\"id\"><span class=\"\">Pablo Pacheco berbicara mengenai topik ini pada tanggal 18 Oktober 2017 di sebuah acara di Jakarta yang diselenggarakan oleh Innova Forum dan TFA2020, berjudul &#8216;Bagaimana bisnis dapat mengatasi deforestasi&#8217;.<\/span> Cari tahu lebih lanjut <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/event\/how-business-can-tackle-deforestation\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">di sini<\/a>.<\/span><\/em><\/p>\n\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>TANTANGAN TANAM ULANG<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah Indonesia memperkirakan total 175.000 hektare sawit yang dikelola petani kecil perlu dilakukan tanam ulang setiap tahun. Hal ini saja sudah menjadi tantangan besar bagi petani.<\/p>\n<p>Hans Harmen Smit, koordinator sawit global Organisasi Pembangunan Belanda (SNV), salah satu organisasi mitra di balik penelitian ini, menjadi bagian dari tim yang mengeksaminasi praktik permodalan yang ada. Tim ini terfokus pada Indonesia dan Malaysia, yang secara bersama memproduksi sekitar 85 persen sawit dunia.<\/p>\n<p>Smit menyatakan, tanpa permodalan yang tepat, petani hanya menanam ulang sesuai kemampuan.<\/p>\n<p>\u201cMasalahnya, setelah tanam ulang, mereka harus menunggu setidaknya tiga tahun sampai berproduksi, dan sepanjang itu mereka tidak punya penghasilan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Penghasilan petani dari sawit beragam. Rata-rata, petani dengan lahan dua hektare mendapat pemasukan kotor bulanan antara 290 hingga 400 dolar AS.<\/p>\n<p>Menurut para peneliti, tanpa dukungan permodalan, petani tidak punya sumber daya untuk melakukan tanam ulang setiap tahun di petak yang sama. Mereka cenderung berpindah ke lahan gambut dan lahan berhutan.  \u2018Menebang dan membakar\u2019 lahan untuk menanam tanaman yang tersedia, yang varietasnya seringkali berkualitas rendah.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Smit mencontohkan, di Malaysia, sektor ini memiliki sistem tanam ulang yang lebih baik. Petani lebih mudah mendapatkan dukungan finansial. Di Indonesia, ada Dana Minyak Sawit Mentah (CPO) yang menyediakan pinjaman untuk tanam ulang, namun sering kali sulit diakses, khususnya bagi petani dengan modal terbatas.<\/p>\n<p>\u201cPembelajarannya adalah bahwa tabungan untuk tanam ulang seringkali tidak berjalan seperti seharusnya. Pemerintah perlu lebih terlibat dan mengelola program untuk membantu petani menabung untuk tanam ulang,\u201d kata Smit.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa salah satu masalah utama adalah kurangnya informasi bagi Penyedia Jasa Keuangan (FSPs) dalam mengevaluasi risiko pinjaman dan menetapkan suku bunga yang tepat. Menurut  Smit, pada tingkat individu petani, pinjaman seringkali terlalu kecil, hingga menyebabkan biaya asli pinjaman terlalu tinggi dibandingkan nilainya.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu mulai mendukung pengumpulan data aliran uang petani yang lebih baik. Jika data ini tersedia, kita dapat menyusun portofolio layak investasi untuk para investor,\u201d kata Smit.<\/p>\n\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>MEMBIAYAI  KESENJANGAN<\/strong><\/p>\n<p>Para peneliti juga mengidentifikasi kesenjangan besar antara skema kredit yang ada dengan kebutuhan petani. Mengatasi kesenjangan ini bisa menjadi jalan bagi petani untuk mengelola sawit lebih lestari.<\/p>\n<p>Salah satu temuan kuncinya adalah, pemberi pinjaman hanya memberi kredit jangka pendek. Apa yang dibutuhkan petani adalah modal kerja dan kredit jangka panjang untuk tanam ulang serta membiayai praktik pengelolaan lainnya.<\/p>\n<p>Masalah lain adalah pembayaran pinjaman. Saat petani \u2018berhutang\u2019 yang juga berada di bawah kontrak dengan perkebunan sawit, mengakses modal melalui koperasi, keuntungan panen digunakan untuk membayar pinjaman. Namun ketika petani mandiri mencari pinjaman, mereka harus membayar kontan.<\/p>\n<p>Petani yang mencoba mengakses pinjaman juga menghadapi tantangan besar saat berupaya memenuhi sebagian besar persyaratan FSPs.<\/p>\n<p>\u201cSeringkali mereka tidak punya rekening tabungan atau lahan, jadi tidak punya agunan,\u201d kata Smit.<\/p>\n<p>Harga FFB, biji buah segar sawit, juga menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Harga FFB ditetapkan oleh pemerintah dan perusahaan sawit. Petani \u2018berhutang\u2019 membayar lebih besar dibanding petani mandiri.<\/p>\n<p>Namun masih ada jalan untuk membantu petani mengatasi tantangan ini. Insentif dan dukungan teknis untuk memenuhi persyaratan berkelanjutan, keamanan tenurial lahan, dan dukungan bagi FSPs untuk menilai dan mengelola risiko, serta meningkatkan kapasitas organisasi petani, menurut temuan penelitian, bisa memberi dampak.<\/p>\n\n<p><strong>MENCARI PERMODALAN LESTARI<\/strong><\/p>\n<p>Sebagian besar permodalan untuk perusahaan sawit besar berasal dari FSPs yang berbasis di negara-negara Asia, seperti Jepang, Malaysia, Indonesia dan Singapura. Dan secara keseluruhan, menurut penelitian, permodalan ini tidak menerapkan kebijakaan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) yang cukup.<\/p>\n<p>\u201cKebijakan FSB berbasis AS dan Eropa lebih maju, namun tetap tidak sepenuhnya mengatasi masalah bagaimana sumber daya lebih disalurkan pada petani,\u201d kata Pacheco.<\/p>\n<p>Ia mengingatkan, ancaman perkembangan pasar kelas dua: satu di Asia, di mana kurang ada tekanan konsumen untuk sawit lestari, dan kedua, terfokus pada pasar AS dan Eropa yang mengadopsi praktik lebih lestari.<\/p>\n\n<p><strong>INVESTASI SUMBER DAYA MANUSIA<\/strong><\/p>\n<p>Pacheco menyatakan, masa depan petani menyimpan dilema. Jika mereka makin terintegrasi pada rantai suplai yang ada, makin produktif, menjalankan praktik lebih baik dan memiliki akses permodalan dan pasar, mereka akan makin bergantung pada rantai suplai dan perusahaan bagi penghidupan mereka.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>\u201cKita ingin petani membenahi sistem praktik, pengetahuan soal pupuk, panen dan lain-lain, tetapi tanpa menghilangkan kemerdekaan mereka,\u201d kata Pacheco.<\/p>\n<p>Kemerdekaan ini berupa bagaimana petani berdaya untuk menegosiasi harga, kondisi hubungan dengan perusahaan dan selanjutnya, tambahnya.<\/p>\n<p>\u201cBagi saya, pemberdayaan sosial sangat penting, dan saya pikir hal ini perlu termasuk dalam debat. Hingga saat ini, baru terfokus pada efisiensi, keberlanjutan, dampak minimal pada hutan \u2013 dan tidak cukup perhatian pada pemberdayaan pemain penting ini, para petani, yang mencoba meraih sebanyak mungkin manfaat di pasar,\u201d simpulnya.<\/p>\n<p><em>Penelitian ini dilaksanakan oleh CIFOR, bermitra dengan Profundo, Pusat Penelitian Keuangan dan Ekonomi Internasional (International Center for Applied Finance and Economics\/InterCafe) Institut Pertanian Bogor (IPB), Organisasi Pembangunan Belanda (SNV) dan Akses Finansial (Financial Access\/FA).<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sawit: ada yang mencintainya, membencinya, atau mungkin tanpa sadar menggunakannya. Minyak sawit yang kontroversial ini terkandung dalam ribuan produk harian, mulai dari sabun hingga lipstik, pizza beku, es krim hingga bahan bakar. Kebutuhan dunia terus meningkat pesat dan pada gilirannya menekan hutan, terutama di Indonesia. Namun, sementara ini, komoditas yang menguntungkan ini akan terus ada. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":214,"featured_media":52153,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,184],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[7248,2721,2580,7246,7247,2616,2547,7245,2726,2618,2626,2659,2676,6374],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[6193],"class_list":["post-52145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-value-chains-finance","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-bisnis-berkelanjutan","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-investasi","tag-bahasa-ispo","tag-bahasa-keberlanjutan","tag-bahasa-kelapa-sawit","tag-bahasa-keuangan","tag-bahasa-kredit","tag-bahasa-malaysia","tag-bahasa-minyak-kelapa-sawit","tag-bahasa-perkebunan","tag-bahasa-petani-kecil","tag-bahasa-rantai-nilai","tag-bahasa-rspo","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Modal untuk petani: Dapatkah dana sawit membantu selamatkan hutan kita? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Modal untuk petani: Dapatkah dana sawit membantu selamatkan hutan kita?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sawit: ada yang mencintainya, membencinya, atau mungkin tanpa sadar menggunakannya. Minyak sawit yang kontroversial ini terkandung dalam ribuan produk harian, mulai dari sabun hingga lipstik, pizza beku, es krim hingga bahan bakar. Kebutuhan dunia terus meningkat pesat dan pada gilirannya menekan hutan, terutama di Indonesia. Namun, sementara ini, komoditas yang menguntungkan ini akan terus ada. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-19T05:24:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T03:59:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/36642839182_87595c4b4a_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1367\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Suzanna Dayne\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita\"},\"author\":{\"name\":\"Suzanna Dayne\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd\"},\"headline\":\"Modal untuk petani: Dapatkah dana sawit membantu selamatkan hutan kita?\",\"datePublished\":\"2017-10-19T05:24:16+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T03:59:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita\"},\"wordCount\":1150,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/36642839182_87595c4b4a_k.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Value chains &amp; finance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2017\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita\",\"name\":\"Modal untuk petani: Dapatkah dana sawit membantu selamatkan hutan kita? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/36642839182_87595c4b4a_k.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-19T05:24:16+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T03:59:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/36642839182_87595c4b4a_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/10\\\/36642839182_87595c4b4a_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1367,\"caption\":\"Buah sawit di Jambi, Indonesia. Bisnis besar sawit mendapat sorotan internasional, meski bagi Indonesia, sebagai produsen sawit besar dunia, hampir 40 persen lahan sawit dibudidayakan oleh petani.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Modal untuk petani: Dapatkah dana sawit membantu selamatkan hutan kita?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd\",\"name\":\"Suzanna Dayne\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g8f9b7cd57542c3c1abe44e5e11afc6e7\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Suzanna Dayne\"},\"description\":\"Suzanna Dayne is a communication consultant and writer\\\/producer. She currently works with UN agencies and non profits on issues linked to the SDGs, including the environment and climate change. She is a former writer\\\/producer for CNN International and international broadcaster for Voice of America radio.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/suzanna\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/52145\\\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Modal untuk petani: Dapatkah dana sawit membantu selamatkan hutan kita? - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Modal untuk petani: Dapatkah dana sawit membantu selamatkan hutan kita?","og_description":"Sawit: ada yang mencintainya, membencinya, atau mungkin tanpa sadar menggunakannya. Minyak sawit yang kontroversial ini terkandung dalam ribuan produk harian, mulai dari sabun hingga lipstik, pizza beku, es krim hingga bahan bakar. Kebutuhan dunia terus meningkat pesat dan pada gilirannya menekan hutan, terutama di Indonesia. Namun, sementara ini, komoditas yang menguntungkan ini akan terus ada. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2017-10-19T05:24:16+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T03:59:59+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1367,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/36642839182_87595c4b4a_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Suzanna Dayne","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita"},"author":{"name":"Suzanna Dayne","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd"},"headline":"Modal untuk petani: Dapatkah dana sawit membantu selamatkan hutan kita?","datePublished":"2017-10-19T05:24:16+00:00","dateModified":"2018-02-07T03:59:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita"},"wordCount":1150,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/36642839182_87595c4b4a_k.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Value chains &amp; finance"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#respond"]}],"copyrightYear":"2017","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita","name":"Modal untuk petani: Dapatkah dana sawit membantu selamatkan hutan kita? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/36642839182_87595c4b4a_k.jpg","datePublished":"2017-10-19T05:24:16+00:00","dateModified":"2018-02-07T03:59:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/36642839182_87595c4b4a_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/36642839182_87595c4b4a_k.jpg","width":2048,"height":1367,"caption":"Buah sawit di Jambi, Indonesia. Bisnis besar sawit mendapat sorotan internasional, meski bagi Indonesia, sebagai produsen sawit besar dunia, hampir 40 persen lahan sawit dibudidayakan oleh petani."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Modal untuk petani: Dapatkah dana sawit membantu selamatkan hutan kita?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd","name":"Suzanna Dayne","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g8f9b7cd57542c3c1abe44e5e11afc6e7","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g","caption":"Suzanna Dayne"},"description":"Suzanna Dayne is a communication consultant and writer\/producer. She currently works with UN agencies and non profits on issues linked to the SDGs, including the environment and climate change. She is a former writer\/producer for CNN International and international broadcaster for Voice of America radio.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/suzanna"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/52145\/modal-untuk-petani-dapatkah-dana-sawit-membantu-selamatkan-hutan-kita#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/10\/36642839182_87595c4b4a_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/214"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52145"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52145\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52145"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=52145"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=52145"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=52145"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=52145"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=52145"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=52145"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=52145"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=52145"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=52145"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=52145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}