{"id":51875,"date":"2017-10-02T10:00:00","date_gmt":"2017-10-02T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=51875"},"modified":"2018-02-07T15:47:24","modified_gmt":"2018-02-07T08:47:24","slug":"melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia","title":{"rendered":"Melawan kebakaran dan asap di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"National Policy Dialogue: Laws and Best Practices for Reducing Fire and Haze\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/Gc3Su1KLyQA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Di Indonesia, sebagian orang telah melupakan kebakaran lahan gambut dan sesak asap yang menerpa wilayah tersebut selama beberapa bulan pada 2014-2015.<\/p>\n<p>Kebakaran perkebunan di Sumatera, Kalimantan dan Papua saat itu berdampak pada jutaan hektar lahan dan puluhan ribu manusia, bersama dengan menyebarnya asap beracun, yang mencapai hingga tetangga Singapura  dan Malaysia.<\/p>\n<p>Presiden Joko Widodo merespon dengan menetapkan larangan total pembersihan atau pembakaran lahan gambut secara nasional, dan membentuk Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk memperbaiki lahan rusak.<\/p>\n<p>Namun, untuk masalah kompleks yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan \u2013 mulai dari pemerintah hingga peneliti, perusahaan multinasional hingga petani dan masyarakat \u2013 upaya di lapangan dalam mencegah bencana di masa depan baru dimulai.<\/p>\n<p>Pada dialog kebijakan nasional, lebih dari 300 perwakilan dari berbagai sektor mendiskusikan cara untuk memperkuat regulasi lokal dan belajar dari pengalaman lapangan.  Dialog ini digelar oleh <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional <\/a>(CIFOR) yang bekerjasama dengan Universitas Riau, di Pekanbaru, bulan lalu.<\/p>\n<p>Dialog \u2018Regulasi dan Praktik Terbaik untuk Mengurangi Kebakaran dan Asap\u2019 ini mengajak peserta berbagi tantangan dan kisah sukses mereka dalam memutus ancaman siklus tahunan ini.<\/p>\n\n<div style=\"aspect-ratio:16\/9;min-height:unset;\" class=\"wp-block-cover alignfull has-parallax has-custom-content-position is-position-bottom-center has-aspect-ratio\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-51894 size-full has-parallax\" style=\"background-position:50% 50%;\n\t\t\t\tbackground-image:url(https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/35976669624_42fcd2289f_c-1.jpg)\">\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n\t\t\t\t\t<p class=\"has-text-align-center has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-c7274f9a76ff948295c72066c2502b23\">&#039;Ilmu buruk&#039; pengeringan dan pembakaran lahan gambut sebagai metode pembersihan telah menyebar di seluruh Indonesia sejak setidaknya tahun 1990an.<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>HUKUM LAHAN<\/strong><\/p>\n<p>Keputusan presiden terkait lahan gambut menabuh irama perubahan dalam praktik tata kelola lahan secara nasional. Meski <a href=\"https:\/\/www.cifor.org\/library\/6470\/from-perceptions-and-discourses-to-policy-content-a-mixed-method-analysis-of-peatland-fire-management-in-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penelitian<\/a> menemukan bahwa regulasi lokal \u2013 yang dikeluarkan di tingkat provinsi, kabupaten atau kota \u2013 dapat memberi dampak lebih besar dalam mengurangi risiko bencana.<\/p>\n<p>Yulwiriawati Moesa, Kepala Badan Kehutanan dan Lingkungan Hidup Riau, dalam dialog tersebut mengingatkan peserta atas telah dikeluarkannya regulasi provinsi mengenai perlindungan dan tata kelola lahan gambut tahun lalu. Ia mengatakan bahwa prosesnya kini tengah menuju implementasi penuh di lapangan.<\/p>\n<p>Meskipun begitu, ia memuji upaya pencegahaan bencana lebih besar yang telah dilakukan sejauh ini.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>\u201cProvinsi Riau telah berhasil mengatasi ancaman bencana kebakaran dan asap dalam dua tahun terakhir, setelah 18 tahun terbelenggu,\u201d katanya saat pidato pembukaan.<\/p>\n<p>Ilmuwan CIFOR, Herry Purnomo menyarankan agar setiap legistasi baru di provinsi atau di manapun seharusnya berdasar pada bukti ilmiah dan mendukung aksi tingkat masyarakat dalam mencegah kebakaran dan restorasi lahan.<\/p>\n<p>\u201cKami gembira bahwa hasil penelitian kami dapat dimanfaatkan oleh seluruh pemangku kepentingan sebagai informasi publik, kebijakan, regulasi dan praktik terbaik,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>AKSI MASYARAKAT<\/strong><\/p>\n<p>Upaya yang efektif telah dilaksanakan di tingkat lapangan oleh masyarakat lokal, antara lain petani, pemilik lahan dan relawan pemadam kebakaran.<\/p>\n<p>Rozi, ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) desa Dompas, kabupaten Bengkalis, memimpin patroli rutin untuk memadamkan api sebelum menjadi besar. Ia bekerja sama dengan masyarakatnya untuk menghijaukan dan membasahi kembali lahan gambut terdegradsi, antara lain dengan pembendungan kanal agar air tertahan di lahan.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Secara rutin ia memadamkan kebakaran kecil akibat puntung rokok atau obat nyamuk, khususnya pada musim kering.<\/p>\n<p>\u201cKetika kami berpatroli, kami tidak dibayar,\u201d katanya di sela dialog. \u201cNamun di desa yang tidak ada patroli, pasti ada kebakaran.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSulit meyakinkan orang lain untuk ikut patroli karena berarti mereka tidak bisa bekerja di hari itu, mereka tidak dibayar, dan tidak bisa menafkahi keluarga. Masalah ekonomi adalah kendala utama kami,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Pekerjaan yang terus dijalankan bersama para ilmuwan CIFOR adalah mendorong air kembali ke lahan kering dengan membendung kanal yang sebelumnya digali untuk mengeringkan lahan. Praktik pengeringan dan pembakaran lahan gambut dalam membersihkan lahan untuk perkebunan merupakan penyebab utama deforestasi, degradasi lahan dan kebakaran di Riau.<\/p>\n\n<div style=\"aspect-ratio:16\/9;min-height:unset;\" class=\"wp-block-cover alignfull has-parallax has-custom-content-position is-position-bottom-center has-aspect-ratio\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-51886 size-full has-parallax\" style=\"background-position:50% 50%;\n\t\t\t\tbackground-image:url(https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/35084001833_8966f77060_c.jpg)\">\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n\t\t\t\t\t<p class=\"has-text-align-center has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-c7274f9a76ff948295c72066c2502b23\">Bahaya dari kebakaran lahan gambut merupakan bencana bagi kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak.<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>BISNIS PEMBAKARAN<\/strong><\/p>\n<p>Dalam dekade terakhir, jutaan hektare lahan gambut dikonversi menjadi lahan perkebunan, terutama perkebunan komersial seperti sawit. Metode paling efektif untuk membersihkan lahan gambut luas adalah dengan membakar, meski krisis pada 2014-2015 menunjukkan, bahwa cara ini bukan opsi berkelanjutan.<\/p>\n<p>Bambang Setiadi, dari Dewan Penelitian Nasional menyatakan, praktik buruk pembakaran lahan gambut dimulai di Kalimantan pada 1990, dan diikuti wilayah lain Indonesia, seperti Riau dan Palembang.<\/p>\n<p>Sebagai pakar lahan gambut, Bambang mengingatkan, tidak ada dasar ilmiah dalam pengeringan dan pembakaran lahan gambut, dan \u201cilmu buruk\u201d era 90-an ini harus dihentikan.<\/p>\n<p>\u201cMengeringkan lahan gambut adalah kesalahan utama, karena sekitar 95% gambut adalah air,\u201d katanya dalam sebuah wawancara di sela dialog. \u201cKita bisa melihat dampaknya di tempat seperti Banjarmasin dan Pontianak, yang pada masa lalu tidak pernah banjir. Kini, saat hujan, kota itu terendam.\u201d<\/p>\n<p>Ia mengatakan bahwa bisnis yang masih menggunakan pembakaran sebagai metode pembersihan lahan harus diberikan sanksi dalam regulasi pemerintah.<\/p>\n<p>\u201cBisnis seperti itu berkilah, \u2018Tetapi saya bayar pajak, saya pekerjakan masyarakat\u2019. Pertarungan ini berlanjut. Tapi saya katakan pada mereka, \u2018Jika Anda menjalankan bisnis dengan wajar, kita tidak akan mengalami kebakaran seperti pada 2015\u2019.\u201d<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Tiur Rumondang, Direktur Indonesia pada Meja Bundar Sawit Lestari (Roundtable on Sustainable Palm Oil\/RSPO), menyatakan bahwa pembakaran terlarang bagi perusahaan yang ingin mematuhi standar dan kriteria mereka.<\/p>\n<p>\u201cIni yang kita sebut \u2018sangat tidakpatuh\u2019. Jika perusahaan melakukan ini, kami memandangnya sebagai pelanggaran keras,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Iman Santoso dari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menyatakan, tanggung jawab menghentikan kebakaran terletak pada semua pihak, dari perusahaan dan petani hingga seluruh pemangku kepentingan yang terlibat di dalam dan terpengaruh keputusan kehutanan dan pemanfaatan lahan.<\/p>\n<p>\u201cKehutanan tidak bisa dipandang sebagai masalah kehutanan semata. Seperti keamanan bukan tanggung jawab tunggal tentara, namun tanggung jawab seluruh negeri,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cIni mengapa APHI gembira bisa menerapkan pendekatan bentang alam untuk meningkatkan pemanfaatan lahan dalam bentang alam yang memiliki beragam fungsi \u2013 tidak hanya untuk bubur kertas dan kertas, tidak hanya untuk sawit, tetapi seluruh tanaman lokal yang telah ada. Sebagai konsekuensinya, kita perlu melibatkan berbagai aktor, disiplin dan beragam sektor dalam menemukan solusinya.\u201d<\/p>\n\n<div style=\"aspect-ratio:16\/9;min-height:unset;\" class=\"wp-block-cover alignfull has-parallax has-custom-content-position is-position-bottom-center has-aspect-ratio\">\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-51888 size-full has-parallax\" style=\"background-position:50% 50%;\n\t\t\t\tbackground-image:url(https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/35998531645_a5e032f318.jpg)\">\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow\">\n\t\t\t\t\t<p class=\"has-text-align-center has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-c7274f9a76ff948295c72066c2502b23\">35998531645_a5e032f318<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di Indonesia, sebagian orang telah melupakan kebakaran lahan gambut dan sesak asap yang menerpa wilayah tersebut selama beberapa bulan pada 2014-2015. Kebakaran perkebunan di Sumatera, Kalimantan dan Papua saat itu berdampak pada jutaan hektar lahan dan puluhan ribu manusia, bersama dengan menyebarnya asap beracun, yang mencapai hingga tetangga Singapura dan Malaysia. Presiden Joko Widodo merespon [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":221,"featured_media":51876,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,182,6090,13,95,1072,180,190],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[6545],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[6538],"class_list":["post-51875","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-community-forestry","category-forests-news","category-governance","category-human-wellbeing","category-landscapes","category-mitigating-climate-change","category-peatlands","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","type-bahasa-liputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Melawan kebakaran dan asap di Indonesia - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Melawan kebakaran dan asap di Indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di Indonesia, sebagian orang telah melupakan kebakaran lahan gambut dan sesak asap yang menerpa wilayah tersebut selama beberapa bulan pada 2014-2015. Kebakaran perkebunan di Sumatera, Kalimantan dan Papua saat itu berdampak pada jutaan hektar lahan dan puluhan ribu manusia, bersama dengan menyebarnya asap beracun, yang mencapai hingga tetangga Singapura dan Malaysia. Presiden Joko Widodo merespon [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-10-02T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:47:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/35724174452_a1957e87ce_c.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"531\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Catriona Croft-Cusworth\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia\"},\"author\":{\"name\":\"Catriona Croft-Cusworth\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/f35814b7624c461123485a4cba48f021\"},\"headline\":\"Melawan kebakaran dan asap di Indonesia\",\"datePublished\":\"2017-10-02T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:47:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia\"},\"wordCount\":919,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/35724174452_a1957e87ce_c.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Community forestry\",\"Forests News\",\"Governance\",\"Human well-being\",\"Landscapes\",\"Mitigation\",\"Peatlands\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2017\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia\",\"name\":\"Melawan kebakaran dan asap di Indonesia - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/35724174452_a1957e87ce_c.jpg\",\"datePublished\":\"2017-10-02T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:47:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/35724174452_a1957e87ce_c.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/35724174452_a1957e87ce_c.jpg\",\"width\":800,\"height\":531},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Melawan kebakaran dan asap di Indonesia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/f35814b7624c461123485a4cba48f021\",\"name\":\"Catriona Croft-Cusworth\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g77fddd7045adb9631a1f5570fbaec8b8\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Catriona Croft-Cusworth\"},\"description\":\"Catriona Croft-Cusworth is an editor and writer. She was formerly editor of Forests News (2017-2018). She has worked in media and communications in Indonesia since 2010, and holds degrees in Arts and Asian Studies from the Australian National University.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/c-cusworth\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51875\\\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Melawan kebakaran dan asap di Indonesia - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Melawan kebakaran dan asap di Indonesia","og_description":"Di Indonesia, sebagian orang telah melupakan kebakaran lahan gambut dan sesak asap yang menerpa wilayah tersebut selama beberapa bulan pada 2014-2015. Kebakaran perkebunan di Sumatera, Kalimantan dan Papua saat itu berdampak pada jutaan hektar lahan dan puluhan ribu manusia, bersama dengan menyebarnya asap beracun, yang mencapai hingga tetangga Singapura dan Malaysia. Presiden Joko Widodo merespon [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2017-10-02T03:00:00+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:47:24+00:00","og_image":[{"width":800,"height":531,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/35724174452_a1957e87ce_c.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Catriona Croft-Cusworth","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia"},"author":{"name":"Catriona Croft-Cusworth","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/f35814b7624c461123485a4cba48f021"},"headline":"Melawan kebakaran dan asap di Indonesia","datePublished":"2017-10-02T03:00:00+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:47:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia"},"wordCount":919,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/35724174452_a1957e87ce_c.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Community forestry","Forests News","Governance","Human well-being","Landscapes","Mitigation","Peatlands"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#respond"]}],"copyrightYear":"2017","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia","name":"Melawan kebakaran dan asap di Indonesia - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/35724174452_a1957e87ce_c.jpg","datePublished":"2017-10-02T03:00:00+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:47:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/35724174452_a1957e87ce_c.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/35724174452_a1957e87ce_c.jpg","width":800,"height":531},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Melawan kebakaran dan asap di Indonesia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/f35814b7624c461123485a4cba48f021","name":"Catriona Croft-Cusworth","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g77fddd7045adb9631a1f5570fbaec8b8","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Catriona Croft-Cusworth"},"description":"Catriona Croft-Cusworth is an editor and writer. She was formerly editor of Forests News (2017-2018). She has worked in media and communications in Indonesia since 2010, and holds degrees in Arts and Asian Studies from the Australian National University.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/c-cusworth"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51875\/melawan-kebakaran-dan-asap-di-indonesia#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/35724174452_a1957e87ce_c.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51875","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51875"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51875\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51876"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51875"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51875"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51875"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=51875"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=51875"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=51875"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=51875"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=51875"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=51875"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=51875"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=51875"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=51875"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=51875"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}