{"id":51463,"date":"2017-09-08T14:44:37","date_gmt":"2017-09-08T07:44:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=51463"},"modified":"2018-02-07T14:53:45","modified_gmt":"2018-02-07T07:53:45","slug":"mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas","title":{"rendered":"Mengevaluasi perlindungan sosial REDD+ melalui data manfaat ponsel, kompor gas"},"content":{"rendered":"<p>Program UN REDD yang diluncurkan pada 2008 bertujuan \u201cmengurangi emisi dan meningkatkan stok karbon hutan, serta berkontribusi pada pembangunan nasional berkelanjutan\u201d. Tiga tahun kemudian Perlindungan Cancun disepakati sebagai panduan bagi pemerintah nasional dalam melindungi masyarakat lokal dari potensi dampak politik, sosial, ekonomi dan lingkungan terkait REDD+.<\/p>\n<p>Pemantauan dan evaluasi dampak upaya REDD+ oleh pemerintah dan LSM menjadi kunci dalam memahami prosesnya. Namun, hingga saat ini, sebagian besar aktivitas pemantauan dan evaluasi terfokus pada tingkat deforestasi dan emisi karbon. Hanya sedikit yang dilakukan untuk membangun sistem pemantauan dampak sosial pada masyarakat yang hidup di bentang alam tersebut.<\/p>\n<p>\u201cAda sejumlah makalah yang telah mengungkap kurangnya penelitian mengenai dampak sosial pada era awal proyek karbon hutan di paruh 1990-an  hingga 2000-an,\u201d kata Pamela Jagger, peneliti Universitas North Carolina.<\/p>\n<p>\u201cSeringkali, penelitian besar mengenai tutupan hutan dan dampak keragaman hayati terkendala sejumlah wawancara kualitatif tak terstruktur dengan beberapa tokoh desa mengenai dampak sosial,\u201d tambahnya.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p><strong>MEMANFAATKAN YANG ADA<\/strong><\/p>\n<p>Dengan sangat terbatasnya dana dan dukungan teknis untuk mengembangkan sistem pemantauan dan evaluasi perlindungan sosial REDD+, Jagger dan Rana bergerak mencari sumber data yang ada untuk memahami dampak REDD+ pada masyarakat yang tinggal di area berhutan.<\/p>\n<p>Mereka ingin mengeksplorasi apakah ada upaya pengumpulan data yang tidak secara langsung terkait REDD+ bisa membantu memberi gambaran bagaimana partisipasi masyarakat, tenurial dan kemiskinan terkena dampak REDD+.<\/p>\n<p>Mulailah mereka menggali data yang tersedia secara publik dengan rujukan geografis hingga bisa dikaitkan secara spasial pada lokasi proyek REDD, data tutupan nasional atau subnasional, dan ketersediaannya dalam periode waktu sebelum dan setelah implementasi REDD+.<\/p>\n\n<p>Mereka memfokuskan penelitian di Kalimantan, Indonesia, pulau dengan hutan tertua dan terkaya di dunia \u2013 meski sebagiannya telah rusak akibat penebangan, kebakaran hutan dan perkebunan sawit.<\/p>\n<p>\u201cApa yang kita temukan untuk Indonesia, ternyata terdapat banyak data yang bisa membantu menggambarkan dampak sosial REDD+,\u201d kata Jagger.<\/p>\n<p>Tim memeriksa berbagai data yang tersedia secara publik, mulai dari asuransi kesehatan masyarakat, tenurial lahan dan penggunaan telepon seluler, serta seluruh potensi indikator dampak sosial.<\/p>\n<p>\u201cContohnya, data peningkatan penggunaan kompor LPG di desa bisa menunjukkan peningkatan kesejahteraan dan menurunnya ketergantungan pada hutan dan kayu bakar untuk memasak,\u201d papar Jagger.<\/p>\n<p><strong>CANCUN 3 &amp; 5<\/strong><\/p>\n<p>Tim menemukan bahwa data yang ada memungkinkan mereka melakukan evaluasi dua dari lima perlindungan sosial Cancun \u2013 menghormati pengetahuan dan hak masyarakat adat dan komunitas lokal (perlindungan nomor 3), dan mengindari konversi hutan alami dan menjamin bahwa aktivitas yang dilakukan melindungi hutan, keragaman hayati, jasa lingkungan, dan meningkatkan manfaat sosial lain (nomor 5).<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Secara keseluruhan, tim menemukan bahwa masyarakat lebih merasakan keamanan tenurial, selain itu hak kepemilikan mereka terlindung sebagai hasil REDD+. Hal ini dideduksi dengan melihat data bagaimana petani memanfaatkan lahan mereka.<\/p>\n<p>\u201cMisalnya, kami mencatat peningkatan intensifikasi pertanian di Kalimantan Tengah, sebagai bentuk mekanisme reduksi deforestasi, karena menurunkan kebutuhan mengkonversi hutan menjadi lahan pertanian,\u201d kata Jagger.<\/p>\n<p>Penggunaan telepon seluler adalah contoh lain. Peningkatan jumlah masyarakat pengguna telepon seluler menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih baik pada masyarakat desa tersebut.<\/p>\n<p>Tim juga memeriksa penggunaan surat keterangan miskin, yang dikeluarkan kepala desa agar masyarakat bisa mengakses skema bantuan sosial.<\/p>\n<p>\u201cPenelitian menunjukkan meningkatnya jumlah surat keterangan miskin di desa REDD+, yang menunjukkan peningkatan kemiskinan,\u201d kata Jagger.<\/p>\n<p>\u201cTetapi, bisa juga disebabkan meningkatnya kesadaran hak masyarakat dalam mengakses pelayanan sosial sebagai hasil REDD+. Perlu penelitian lebih di area ini,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n<p><strong>DATA YANG TEPAT DAN PENGEMBANGANNYA<\/strong><\/p>\n<p>Untuk langkah ke depan, tim merekomendasikan tidak perlunya merancang sebuah sistem pemantauan dan evaluasi REDD+ yang sepenuhnya baru untuk pengumpulan data dampak sosial. Meskipun, menambahkan bahwa metode ini tidak menghalangi metode pemantauan dan evaluasi lain yang bisa saja penting dalam memahami dampak lokal REDD+, termasuk upaya proyek REDD+ memasukkan komponen dampak sosial dalam evaluasinya.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Penelitian menunjukkan bahwa pemerintah dapat memantau dan mengevaluasi REDD+ melalui data yang telah ada. Data ini juga dapat dikembangkan jika lebih banyak indikator dalam pengumpulan data di masa depan.<\/p>\n<p>Satu hal yang jelas: para peneliti menyatakan data yang secara rutin dikumpulkan perlu disempurnakan untuk memberi gambaran lebih luas dampak REDD+.<\/p>\n<p>\u201cMeski banyak sumber data sosioekonomi di Indonesia, data itu mungkin tidak berisi periode waktu yang tepat, tidak merujuk kebumian, atau tidak memiliki indikator penting,\u201d kata Jagger.<\/p>\n<p>Misalnya, di Kalimantan Barat, para peneliti memiliki sampel lebih dari 5.000 desa. Ketika diteliti pada tingkat desa, datanya tidak lengkap. Jadi lebih dari separuh desa tidak bisa dimasukkan dalam penelitian mereka.<\/p>\n<p>\u201cIni peluang besar,\u201d kata Jagger.<\/p>\n<p>\u201cJika pemerintah mau membangun sistem yang dapat bergantung dengan melanjutkan upaya pengumpulan data tersedia untuk menganalisis dampak sosial REDD+, mereka bisa dengan mudah menambahkan beberapa pertanyaan terarah pada aktivitas pengumpulan data reguler,\u201d tambahnya.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Jagger menyatakan bahwa hal ini akan cukup membantu dengan variabel-variabel yang ada dan memberi informasi yang nyata untuk dampak sosial REDD+ terhadap masyarakat.<\/p>\n<p>Amy Duchelle, ilmuwan senior <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional <\/a> (CIFOR) yang juga meneliti perlindungan sosial sebagai bagian dari <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/gcs\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Studi Komparatif Global mengenai REDD+<\/a>, menyatakan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian seperti ini.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah penelitian penting, karena memberi masukan bagi pemantauan perlindungan sosial di berbagai bentang alam secara kuat, namun efektif dari segi biaya,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>POTRET BESAR<\/strong><\/p>\n<p>REDD+ disebut sebagai solusi \u2018menang-menang-menang\u2019, menangani iklim, lingkungan dan kesejahteraan manusia. Namun, Jagger mengatakan, penting untuk memahami timbal balik, dan sulit melakukannya jika kita tidak memiliki data yang benar-benar baik, terfokus pada dampak sosial masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKita bisa saja menyelamatkan banyak pohon, tetapi apa yang dikorbankan? Jika masyarakat dibuat susah oleh REDD+, kita perlu tahu itu,\u201d katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Program UN REDD yang diluncurkan pada 2008 bertujuan \u201cmengurangi emisi dan meningkatkan stok karbon hutan, serta berkontribusi pada pembangunan nasional berkelanjutan\u201d. Tiga tahun kemudian Perlindungan Cancun disepakati sebagai panduan bagi pemerintah nasional dalam melindungi masyarakat lokal dari potensi dampak politik, sosial, ekonomi dan lingkungan terkait REDD+. Pemantauan dan evaluasi dampak upaya REDD+ oleh pemerintah dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":214,"featured_media":51464,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,6090,180,11,151,184],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2522,2500,2721,7174,2516,3680,2819,2538],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[6193],"class_list":["post-51463","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-forests-news","category-mitigating-climate-change","category-mrv-2","category-redd-2","category-value-chains-finance","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-emisi-karbon","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-keamanan-tenurial","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-perubahan-iklim","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-target-pengurangan-emisi","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Mengevaluasi perlindungan sosial REDD+ melalui data manfaat ponsel, kompor gas - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengevaluasi perlindungan sosial REDD+ melalui data manfaat ponsel, kompor gas\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Program UN REDD yang diluncurkan pada 2008 bertujuan \u201cmengurangi emisi dan meningkatkan stok karbon hutan, serta berkontribusi pada pembangunan nasional berkelanjutan\u201d. Tiga tahun kemudian Perlindungan Cancun disepakati sebagai panduan bagi pemerintah nasional dalam melindungi masyarakat lokal dari potensi dampak politik, sosial, ekonomi dan lingkungan terkait REDD+. Pemantauan dan evaluasi dampak upaya REDD+ oleh pemerintah dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-08T07:44:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T07:53:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/4493946673_c517f34939_z.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"426\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Suzanna Dayne\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas\"},\"author\":{\"name\":\"Suzanna Dayne\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd\"},\"headline\":\"Mengevaluasi perlindungan sosial REDD+ melalui data manfaat ponsel, kompor gas\",\"datePublished\":\"2017-09-08T07:44:37+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T07:53:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas\"},\"wordCount\":891,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/4493946673_c517f34939_z.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Forests News\",\"Mitigation\",\"MRV\",\"REDD+\",\"Value chains &amp; finance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2017\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas\",\"name\":\"Mengevaluasi perlindungan sosial REDD+ melalui data manfaat ponsel, kompor gas - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/4493946673_c517f34939_z.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-08T07:44:37+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T07:53:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/4493946673_c517f34939_z.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/4493946673_c517f34939_z.jpg\",\"width\":640,\"height\":426,\"caption\":\"Distribusi tabung LPG di Indonesia. Sebuah studi baru tentang perlindungan sosial terlihat pada data yang tersedia untuk umum, seperti catatan penerapan kompor gas, sebagai indikator dampak sosial REDD+.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengevaluasi perlindungan sosial REDD+ melalui data manfaat ponsel, kompor gas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd\",\"name\":\"Suzanna Dayne\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g8f9b7cd57542c3c1abe44e5e11afc6e7\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Suzanna Dayne\"},\"description\":\"Suzanna Dayne is a communication consultant and writer\\\/producer. She currently works with UN agencies and non profits on issues linked to the SDGs, including the environment and climate change. She is a former writer\\\/producer for CNN International and international broadcaster for Voice of America radio.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/suzanna\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51463\\\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengevaluasi perlindungan sosial REDD+ melalui data manfaat ponsel, kompor gas - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengevaluasi perlindungan sosial REDD+ melalui data manfaat ponsel, kompor gas","og_description":"Program UN REDD yang diluncurkan pada 2008 bertujuan \u201cmengurangi emisi dan meningkatkan stok karbon hutan, serta berkontribusi pada pembangunan nasional berkelanjutan\u201d. Tiga tahun kemudian Perlindungan Cancun disepakati sebagai panduan bagi pemerintah nasional dalam melindungi masyarakat lokal dari potensi dampak politik, sosial, ekonomi dan lingkungan terkait REDD+. Pemantauan dan evaluasi dampak upaya REDD+ oleh pemerintah dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2017-09-08T07:44:37+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T07:53:45+00:00","og_image":[{"width":640,"height":426,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/4493946673_c517f34939_z.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Suzanna Dayne","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas"},"author":{"name":"Suzanna Dayne","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd"},"headline":"Mengevaluasi perlindungan sosial REDD+ melalui data manfaat ponsel, kompor gas","datePublished":"2017-09-08T07:44:37+00:00","dateModified":"2018-02-07T07:53:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas"},"wordCount":891,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/4493946673_c517f34939_z.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Forests News","Mitigation","MRV","REDD+","Value chains &amp; finance"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#respond"]}],"copyrightYear":"2017","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas","name":"Mengevaluasi perlindungan sosial REDD+ melalui data manfaat ponsel, kompor gas - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/4493946673_c517f34939_z.jpg","datePublished":"2017-09-08T07:44:37+00:00","dateModified":"2018-02-07T07:53:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/4493946673_c517f34939_z.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/4493946673_c517f34939_z.jpg","width":640,"height":426,"caption":"Distribusi tabung LPG di Indonesia. Sebuah studi baru tentang perlindungan sosial terlihat pada data yang tersedia untuk umum, seperti catatan penerapan kompor gas, sebagai indikator dampak sosial REDD+."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengevaluasi perlindungan sosial REDD+ melalui data manfaat ponsel, kompor gas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd","name":"Suzanna Dayne","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g8f9b7cd57542c3c1abe44e5e11afc6e7","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g","caption":"Suzanna Dayne"},"description":"Suzanna Dayne is a communication consultant and writer\/producer. She currently works with UN agencies and non profits on issues linked to the SDGs, including the environment and climate change. She is a former writer\/producer for CNN International and international broadcaster for Voice of America radio.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/suzanna"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51463\/mengevaluasi-perlindungan-sosial-redd-melalui-data-manfaat-ponsel-kompor-gas#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/4493946673_c517f34939_z.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51463","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/214"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51463"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51463\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51464"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51463"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=51463"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=51463"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=51463"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=51463"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=51463"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=51463"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=51463"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=51463"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=51463"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=51463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}