{"id":51380,"date":"2017-09-12T11:00:43","date_gmt":"2017-09-12T04:00:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/?p=51380"},"modified":"2018-02-07T15:47:28","modified_gmt":"2018-02-07T08:47:28","slug":"di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk","title":{"rendered":"Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk"},"content":{"rendered":"<p>Perubahan adalah kenyataan hidup. Namun bagi mereka yang tinggal dalam bentang alam hutan dan pertanian, saat ini, perubahan terjadi sangat cepat.<\/p>\n<p>Makin tingginya kebutuhan pangan, produk kayu dan daging, berarti berubahnya kestabilan mosaik pohon, rumah, lahan pertanian, ladang gembala dan lainnya.<\/p>\n<p>Penelitian terbaru mencoba memahami dampak transformasi tersebut pada masyarakat yang tinggal di bentang alam tersebut \u2013 masyarakat pengelola lahan, peternakan, pengumpul buah dan kayu.<\/p>\n<p>Kita tahu, 40 hingga 60 persen pangan dunia dibudidayakan oleh petani di berbagai bentang alam. Dari mereka dan dari bentang alam ini lah kita perlu mencoba untuk lebih memahami,\u201d kata Ilmuwan Utama <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional<\/a> (CIFOR), Terry Sunderland.<\/p>\n<p>Pada <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/cifor-at-atbc-2017\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pertemuan Asosiasi Biologi dan Konservasi Tropis<\/a> di Merida, Meksiko, para peneliti yang terlibat dalam inisiatif Perubahan Agraria Bentang Alam Tropis CIFOR <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/library\/6472\/a-methodological-approach-for-assessing-cross-site-landscape-change-understanding-socio-ecological-systems\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mempresentasikan temuan<\/a> penelitian di tujuh negara, ribuan rumah tangga dan dari beberapa dekade data satelit.<\/p>\n\n<p>Seluruh presentasi ini menjadi masukan atas pertanyaan mendasar penelitian: \u201cApakah perubahan agraria di bentang alam tropis menghasilkan penghidupan yang lebih baik?\u201d Pertanyaan ini mencakup soal praktis dan filosofis: \u201cApakah perubahan selalu untuk kebaikan?\u201d<\/p>\n<p><strong>HIDUP DI PERBATASAN<\/strong><\/p>\n<p>\u201cPerubahan pada tingkat bentang alam bisa sangat bermanfaat dalam jangka pendek, namun kita tertarik mengenai apa yang terjadi dalam jangka panjang. Di situ ada dampak konservasi, dampak penghidupan, dampak ketahanan pangan \u2013 yang ingin kita lihat dalam penelitian ini.<\/p>\n<p>\u201cTerentang manfaat dan timbal balik di bentang alam tersebut, namun satu hal yang pasti \u2013 konteks menjadi sangat penting. Tidak ada \u2018model satu untuk semua\u2019,\u201d kata Sunderland.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Melalui survei lebih dari 2.000 rumah tangga di berbagai bentang alam campuran tutupan hutan, pertanian dan terintegrasi dengan komoditas pasar lokal dan global, dari Nikaragua hingga Burkina Faso dan Indonesia, para peneliti memasang jala yang besar untuk memahami apa yang terjadi ketika masyarakat kehilangan hutan terdekatnya, dan bertransisi menjadi pertanian atau menemukan keseimbangan di antara kedua pilihan itu.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu lebih memahami bagaimana pertanian dan lingkungan berinteraksi. Misalnya, di Ethiopia, kita melihat kehilangan hutan menimbulkan <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/library\/6506\/indirect-contributions-of-forests-to-dietary-diversity-in-southern-ethiopia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dampak penghidupan melalui hilangnya ladang gembala<\/a>, dan di Indonesia dapat dengan jelas kita lihat, <a href=\"http:\/\/journals.plos.org\/plosone\/article?id=10.1371\/journal.pone.0154139\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">transisi diet yang tidak lantas positif, di bentang alam yang dikonversi menjadi sawit<\/a>,\u201d kata Sunderland.<\/p>\n\n<p><strong>INTERAKSI DEKAT<\/strong><\/p>\n<p>Pada konferensi ATBC, para ilmuwan mempresentasikan berbagai penelitian yang menggabungkan pemanfaatan teknologi satelit. Profesor dari Universtias British Columbia <a href=\"https:\/\/www.slideshare.net\/CIFOR\/mapping-forest-loss-and-fragmentation-for-improved-comparative-analyses-of-livelihoods-and-ecosystem-services\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Sarah Gergel memberi pertanyaan menggoda<\/a>: \u201cSeberapa tepat estimasi hilangnya hutan dari penginderaan jarak jauh mampu mencerminkan persepsi lokal?\u201d<\/p>\n<p>Meski tujuan komparatifnya tampak sederhana, pertanyaan ini memotong lebih dalam, menyoroti variasi cara para peneliti menggunakan bukti pada proposal mereka.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Membandingkan apa yang telah dilaporkan mengenai kehilangan hutan hingga estimasi satelit, Gergel mencatat \u201ctemuan mengejutkan\u201d \u2013 bahwa perubahan persepsi di lapangan mengungkap sedikit kemiripan dengan data dari luar angkasa.<\/p>\n<p>Tetapi, ketika pertanyaan mengenai aktivitas pertanian dan perubahan dibandingkan, terdapat korespondensi yang jelas dengan estimasi penginderaan jarak jauh.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.slideshare.net\/CIFOR\/agrarian-changes-and-rural-livelihoods-in-an-upland-landscape-of-bangladesh\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Penelitian di dataran tinggi Bangladesh<\/a> yang dilakukan oleh Ronju Ahammad menawarkan satu bukti pada inkonsistensi ini, bahwa memahami kehilangan hutan tidak semata mengenai pencitraan satelit tutupan hutan, tetapi dinamika historis dan pengalaman hidup lah yang berperan penting.<\/p>\n<p>Dan apa yang terjadi pada kehidupan individu, keluarga dan masyarakat adalah kunci dalam melihat perubahan agraria dan dampaknya. Gergel mencatat bahwa <a href=\"http:\/\/www.conservationmagazine.org\/2015\/03\/70-of-earths-forests-lie-within-one-kilometer-of-an-edge\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">70 persen hutan dunia berjarak kurang satu kilometer dari ujung hutannya.<\/a><\/p>\n<p><strong>SENI KONSUMSI<\/strong><\/p>\n<p>Mereka yang hidup dalam mosaik hutan dan berbatasan dengan hutan, berarti memiliki kedekatan dengan produk hutan dan pangan seperti daging hewan liar, ikan, sayuran dan buah.<\/p>\n<p>Apa makna hal tersebut bagi penghasilan dan diet merupakan pertanyaan inti inisiatif ini.<\/p>\n<p>Mendiskusikan penelitian pertama yang dipresentasikan dalam <a href=\"http:\/\/www.cifor.org\/library\/5867\/agrarian-change-in-tropical-landscapes\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Perubahan Agraria di Bentang Alam Tropis<\/a> di ATBC, Sunderland menyatakan bahwa tujuannya adalah \u201cmembongkar beberapa mitos\u201d mengenai diet dan ekspansi pertanian.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>\u201cTemuan terbaru menunjukkan bahwa kita perlu bergerak lebih dari mengikuti pikiran linier yang menyamakan kebutuhan beban konsumsi dunia dengan kebutuhan lebih banyak pangan. Ketahanan pangan lebih baik tidak lantas berarti produksi lebih banyak, tidak pula berarti membutuhkan ekspansi ke lahan hutan. Penelitian ini <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/news\/a-new-global-research-agenda-for-food-1.21052\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mendukung seruan<\/a> bahwa kita perlu fokus pada kualitas diet dan tidak selalu pada kuantitas,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Van Vianen mencatat, terlepas dari negaranya, bentang alam atau pekerjaan di rentang spektrum pengumpulan atau budi daya hutan, bagi mereka yang mengunjungi hutan secara lebih rutin umumnya memiliki keragaman diet lebih tinggi.<\/p>\n<p>\u201cTinggal dekat hutan berarti diet lebih bervariasi dan nutrisi lebih baik, meski kurang dari segi ketahanan pangan umumnya,\u201d katanya.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Namun, apa yang menyebabkan pola kelangkaan dan ketahanan? Dalam sebuah wawancara, Van Vianen menyatakan bahwa pertanyaan global ini perlu jawaban global, dan menyatakan bahwa peristiwa El Nino besar pada 2015-2016 sangat berpengaruh, menyebabkan penurunan global sumber daya hutan yang berdampak pada jaring pengaman petani di lahan berhutan.<\/p>\n<p>Perubahan global dan lokal juga dipertimbangkan dalam penelitian ini. Sunderland menekankan bahwa dunia membutuhkan perubahan makanan, begitu pula gagasan kita mengenai cara memproduksi makanan.<\/p>\n<p>\u201cBentang alam kaya seringkali cenderung lebih resilien secara ekonomi dan lingkungan, serta lebih mampu melayani kebutuhan rumah tangga desa,\u201d kata Sunderland. \u201cBagaimana kita mendapatkan resiliensi itu akan sangat ditentukan bagaimana pertanian dan lingkungan berkelindan, terutama dalam iklim yang berubah.\u201d<\/p>\n<p>Jadi, jawaban atas pertanyaan apakah perubahan di dalam dan di dekat hutan itu baik bagi masyarakat masih tetap rumit.<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perubahan adalah kenyataan hidup. Namun bagi mereka yang tinggal dalam bentang alam hutan dan pertanian, saat ini, perubahan terjadi sangat cepat. Makin tingginya kebutuhan pangan, produk kayu dan daging, berarti berubahnya kestabilan mosaik pohon, rumah, lahan pertanian, ladang gembala dan lainnya. Penelitian terbaru mencoba memahami dampak transformasi tersebut pada masyarakat yang tinggal di bentang alam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":220,"featured_media":51386,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[182,188,6090,95,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2587,7099,7165,2489,2550,7166,2590,2589,2586],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[6428],"class_list":["post-51380","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-community-forestry","category-food-and-diets","category-forests-news","category-human-wellbeing","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-diet-sehat","tag-bahasa-ekspansi-pertanian","tag-bahasa-keanekaragaman-hayati","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-kualitas-diet","tag-bahasa-masyarakat-lokal","tag-bahasa-mata-pencaharian","tag-bahasa-pendekatan-bentang-alam","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perubahan adalah kenyataan hidup. Namun bagi mereka yang tinggal dalam bentang alam hutan dan pertanian, saat ini, perubahan terjadi sangat cepat. Makin tingginya kebutuhan pangan, produk kayu dan daging, berarti berubahnya kestabilan mosaik pohon, rumah, lahan pertanian, ladang gembala dan lainnya. Penelitian terbaru mencoba memahami dampak transformasi tersebut pada masyarakat yang tinggal di bentang alam [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-09-12T04:00:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:47:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/36827416006_6ba4c72cc3-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Deanna Ramsay\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@deanna_ramsay\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk\"},\"author\":{\"name\":\"Deanna Ramsay\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/d7263907b1c701110691c35c363abae3\"},\"headline\":\"Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk\",\"datePublished\":\"2017-09-12T04:00:43+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:47:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk\"},\"wordCount\":848,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/36827416006_6ba4c72cc3-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Community forestry\",\"Food &amp; diets\",\"Forests News\",\"Human well-being\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2017\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk\",\"name\":\"Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/36827416006_6ba4c72cc3-1.jpg\",\"datePublished\":\"2017-09-12T04:00:43+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:47:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/36827416006_6ba4c72cc3-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/09\\\/36827416006_6ba4c72cc3-1.jpg\",\"width\":500,\"height\":333,\"caption\":\"Riset bentang alam mencoba memahami apa yang terjadi ketika masyarakat kehilangan hutan terdekatnya dan bertransisi menjadi pertanian.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/d7263907b1c701110691c35c363abae3\",\"name\":\"Deanna Ramsay\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/4a58923c8d571e4894e78b887d4db2d6ef406420e6e6fc2a7dc8a3f62f016966?s=96&d=mm&r=gf6091d5fdccd228828f3038fb51bc7c6\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/4a58923c8d571e4894e78b887d4db2d6ef406420e6e6fc2a7dc8a3f62f016966?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/4a58923c8d571e4894e78b887d4db2d6ef406420e6e6fc2a7dc8a3f62f016966?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Deanna Ramsay\"},\"description\":\"Deanna Ramsay is a writer.\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/\\\/\\\/www.cifor.org\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/deanna_ramsay\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/deanna\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/51380\\\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk","og_description":"Perubahan adalah kenyataan hidup. Namun bagi mereka yang tinggal dalam bentang alam hutan dan pertanian, saat ini, perubahan terjadi sangat cepat. Makin tingginya kebutuhan pangan, produk kayu dan daging, berarti berubahnya kestabilan mosaik pohon, rumah, lahan pertanian, ladang gembala dan lainnya. Penelitian terbaru mencoba memahami dampak transformasi tersebut pada masyarakat yang tinggal di bentang alam [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2017-09-12T04:00:43+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:47:28+00:00","og_image":[{"width":500,"height":333,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/36827416006_6ba4c72cc3-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Deanna Ramsay","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@deanna_ramsay","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk"},"author":{"name":"Deanna Ramsay","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/d7263907b1c701110691c35c363abae3"},"headline":"Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk","datePublished":"2017-09-12T04:00:43+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:47:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk"},"wordCount":848,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/36827416006_6ba4c72cc3-1.jpg","articleSection":["Community forestry","Food &amp; diets","Forests News","Human well-being","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#respond"]}],"copyrightYear":"2017","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk","name":"Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/36827416006_6ba4c72cc3-1.jpg","datePublished":"2017-09-12T04:00:43+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:47:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/36827416006_6ba4c72cc3-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/36827416006_6ba4c72cc3-1.jpg","width":500,"height":333,"caption":"Riset bentang alam mencoba memahami apa yang terjadi ketika masyarakat kehilangan hutan terdekatnya dan bertransisi menjadi pertanian."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Di ujung hutan, perubahan terjadi dalam berbagai bentuk"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/d7263907b1c701110691c35c363abae3","name":"Deanna Ramsay","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4a58923c8d571e4894e78b887d4db2d6ef406420e6e6fc2a7dc8a3f62f016966?s=96&d=mm&r=gf6091d5fdccd228828f3038fb51bc7c6","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4a58923c8d571e4894e78b887d4db2d6ef406420e6e6fc2a7dc8a3f62f016966?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4a58923c8d571e4894e78b887d4db2d6ef406420e6e6fc2a7dc8a3f62f016966?s=96&d=mm&r=g","caption":"Deanna Ramsay"},"description":"Deanna Ramsay is a writer.","sameAs":["http:\/\/\/\/www.cifor.org","https:\/\/x.com\/deanna_ramsay"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/deanna"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/51380\/di-ujung-hutan-perubahan-terjadi-dalam-berbagai-bentuk#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/36827416006_6ba4c72cc3-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51380","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/220"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51380"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51380\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/51386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51380"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=51380"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=51380"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=51380"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=51380"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=51380"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=51380"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=51380"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=51380"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=51380"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=51380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}