{"id":48141,"date":"2017-02-10T13:00:09","date_gmt":"2017-02-10T06:00:09","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=48141"},"modified":"2017-02-10T13:30:34","modified_gmt":"2017-02-10T06:30:34","slug":"pangan-hutan-dan-diet-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat","title":{"rendered":"Pangan hutan dan diet sehat"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/6261\/forest-foods-and-healthy-diets-quantifying-the-contributions\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Penelitian terbaru<\/a> CIFOR menunjukkan bahwa hutan berperan penting bagi diet keluarga dan masyarakat yang tinggal dekat hutan tropis.<\/p>\n<p>Temuan ini berkontribusi menguatkan bukti bahwa deforestasi dan konversi hutan menjadi tanaman monokultur merupakan ancaman bagi masyarakat yang mendapat kecukupan nutrisi dari hutan.<\/p>\n<p>Penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan doktoral Dominic Rowland ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan metode survei terstandarisasi di berbagai lokasi berbeda untuk menghitung konsumsi pangan hutan dan dibandingkan dengan panduan asupan makanan. Tim peneliti memeriksa konsumsi pangan hutan liar oleh para petani dekat hutan di 37 lokasi di 24 negara tropis.<\/p>\n<p>Menurut Rowland, meski telah banyak <a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC3241784\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penelitian<\/a> mengenai pangan hutan dan nutrisi, belum ada yang menerapkan kriteria seragam untuk mendapatkan perspektif komparatif global.<\/p>\n<p>\u201cSejauh yang kami tahu, ini yang pertama,\u201d katanya. \u201cKami menguji hipotesis bahwa konsumsi pangan hutan  memberi kontribusi penting terhadap kualitas makanan di berbagai lokasi di wilayah tropis.\u201d<\/p>\n<p>Menggunakan data <a href=\"http:\/\/www1.cifor.org\/pen\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Jejaring Kemiskinan dan Lingkungan Hidup<\/a> (PEN) \u2014 sebuah proyek penelitian kolaboratif yang dipimpin CIFOR \u2014 tim peneliti mampu melakukan estimasi kontribusi pangan hutan terhadap nutrisi, dengan membandingkan asupan berbagai rekomendasi diet dan pola konsumsi rata-rata.<\/p>\n\n<p>\u201cHutan menghasilkan seluruh jenis makanan, mulai dari siput darat hingga buah liar dan primata,\u201d kata Rowland. \u201cKami berfokus pada kelompok pangan bernutrisi penting yang sering kurang dalam rata-rata kandungan diet di negara-negara tersebut. Dalam kelompok pangan ini, daging, ikan, buah-buahan, dan sayuran sangat bergantung pada hutan.\u201d<\/p>\n<p>Menurut Rowland, penelitian masih belum menghitung kuantitas konsumsi pangan hutan, karena hanya menganalisis konsumsi makanan yang dikumpulkan keluarga, dan tidak memasukkan makanan yang dikumpulkan untuk diperdagangkan, diberikan sebagai hadiah atau dibarterkan \u2013 praktik yang biasa dilakukan di banyak masyarakat hutan.<\/p>\n<p><strong>HASIL BERVARIASI <\/strong><\/p>\n<p>Meski kontribusi gizi pangan hutan terhadap kecukupan nutrisi sangat substansial di lokasi survei, hasil yang diperoleh sangat bervariasi.<\/p>\n<p>Kelompok seperempat teratas pengonsumsi pangan hutan mendapatkan 106 persen kebutuhan daging dan ikan dari hutan. Meski pada kelompok masyarakat lain, tingkat kontribusi pangan hutan juga tidak bisa diabaikan.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Mengingat cakupan penelitian ini bersifat global, sangat beragamnya pola konsumsi pangan hutan yang teridentifikasi tidak mengejutkan, meski terdapat pula beberapa keseragaman. Walaupun begitu, Rowland dan para peneliti menyusun kategorisasi untuk menyederhanakan temuan mereka. Masyarakat \u201cbergantung pada pangan hutan\u201d ditempatkan salah satu ujung skala, dan mereka yang \u201cmemanfaatkan hutan secara terbatas\u201d di ujung skala lain.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak bisa menyatakan bahwa secara universal pangan hutan memang penting. Namun, kita juga tidak bisa menyatakan bahwa pangan hutan tidak banyak pengaruhnya dalam diet,\u201d kata Rowland.<\/p>\n<p>\u201cTidak bisa dibuat generalisasi menyeluruh. Ini sangat bergantung pada konteks lokal. Ada penelitian <a href=\"http:\/\/journals.plos.org\/plosone\/article?id=10.1371%2Fjournal.pone.0154139\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">terbaru lain CIFOR<\/a> mengenai hutan dan diet di Indonesia yang juga menemukan perbedaan substansial di berbagai wilayah.\u201d<\/p>\n<p><strong>DAMPAK PERUBAHAN LAHAN TERHADAP DIET<\/strong><\/p>\n<p>Namun, di wilayah yang memiliki tingkat ketergantungan nutrisi tinggi terhadap hutan, deforestasi atau konversi menyeluruh menjadi tanaman monokultur bisa menjadi ancaman terhadap diet masyarakat lokal.<\/p>\n<p>\u201cSkala dan urgensi pemanfaatan pangan dari alam liar harus turut dipertimbangkan saat membuat keputusan mengenai pemanfaatan lahan berskala bentang alam,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Merujuk pada penelitian <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/docrep\/014\/i2011e\/i2011e00.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Badan Pangan dan Pertanian<\/a> Perserikatan Bangsa Bangsa, masyarakat termiskin lah yang kebutuhan pangannya seringkali sangat bergantung pada hutan. Mereka yang hidup di sekitar ambang kemiskinan dapat menjadi korban ketidakamanan pangan ketika terjadi kekurangan pangan dan kelaparan, atau ketika stok dari musim sebelumnya telah habis. Bagi kelompok masyarakat ini, hutan merupakan jaring pengaman penting.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Konversi bentang alam dari tetumbuhan campuran menjadi monokultur juga berisiko menimbulkan ketidakamanan pangan, dan membuat masyarakat tidak dapat memenuhi kecukupan nutrisi.<\/p>\n<p>Contohnya, penelitian terpisah yang baru-baru ini dilakukan CIFOR di Kamerun selatan menguatkan kekhawatiran bahwa konversi besar-besaran lahan menjadi sawit mengancam keamanan pangan lokal. Walaupun petani sawit menyambut konversi menjadi tanaman bernilai ekonomi tinggi, masyarakat lain tidak mampu memetik manfaatnya. Keterbatasan penghasilan juga mempersulit akses terhadap pangan.<\/p>\n<p>\u201cTemuan kami menyatakan, deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan dapat menimbulkan konsekuensi tak terduga terhadap kualitas diet masyarakat lokal,\u201d kata Rowland.<\/p>\n<p>\u201cSaya pikir implikasi kebijakannya adalah ketika menyusun keputusan mengenai pertanian, kita perlu pula menghitung dampak terhadap diet masyarakat lokal \u2013 karena monokultur  tidak lantas memberi masyarakat sumber pangan yang baik.\u201d<\/p>\n<p>\u201cPenelitian seperti ini makin menegaskan validitas <a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/4136\/ten-principles-for-a-landscape-approach-to-reconciling-agriculture-conservation-and-other-competing-land-uses\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">\u2018pendekatan bentang alam\u2019<\/a> \u2014 yang mengutamakan pengembangan bentang alam ragam-manfaat.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penelitian terbaru CIFOR menunjukkan bahwa hutan berperan penting bagi diet keluarga dan masyarakat yang tinggal dekat hutan tropis. Temuan ini berkontribusi menguatkan bukti bahwa deforestasi dan konversi hutan menjadi tanaman monokultur merupakan ancaman bagi masyarakat yang mendapat kecukupan nutrisi dari hutan. Penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan doktoral Dominic Rowland ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":182,"featured_media":48143,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2587,6886,2550,2615,2586],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[2078],"class_list":["post-48141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-diet","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-nutrisi","tag-bahasa-pendekatan-bentang-alam","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Pangan hutan dan diet sehat - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pangan hutan dan diet sehat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penelitian terbaru CIFOR menunjukkan bahwa hutan berperan penting bagi diet keluarga dan masyarakat yang tinggal dekat hutan tropis. Temuan ini berkontribusi menguatkan bukti bahwa deforestasi dan konversi hutan menjadi tanaman monokultur merupakan ancaman bagi masyarakat yang mendapat kecukupan nutrisi dari hutan. Penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan doktoral Dominic Rowland ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-02-10T06:00:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-02-10T06:30:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6901017374_5512e4b8eb.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jack Hewson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@jack_s_hewson\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat\"},\"author\":{\"name\":\"Jack Hewson\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/3a64a92c6a0f90742c52e31196d3bd78\"},\"headline\":\"Pangan hutan dan diet sehat\",\"datePublished\":\"2017-02-10T06:00:09+00:00\",\"dateModified\":\"2017-02-10T06:30:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat\"},\"wordCount\":669,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/6901017374_5512e4b8eb.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2017\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat\",\"name\":\"Pangan hutan dan diet sehat - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/6901017374_5512e4b8eb.jpg\",\"datePublished\":\"2017-02-10T06:00:09+00:00\",\"dateModified\":\"2017-02-10T06:30:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/6901017374_5512e4b8eb.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2017\\\/02\\\/6901017374_5512e4b8eb.jpg\",\"width\":500,\"height\":375,\"caption\":\"Sagu mentah, Kali Salawai di Desa Sawai, Seram Utara, Maluku Tengah. Konversi hutan menjadi tanaman monokultur bisa menjadi ancaman terhadap diet masyarakat lokal.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pangan hutan dan diet sehat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/3a64a92c6a0f90742c52e31196d3bd78\",\"name\":\"Jack Hewson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=gbf00a2bf5110f830d8c59b9822f45205\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Jack Hewson\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@jack_s_hewson\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/jackhewson\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/48141\\\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pangan hutan dan diet sehat - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pangan hutan dan diet sehat","og_description":"Penelitian terbaru CIFOR menunjukkan bahwa hutan berperan penting bagi diet keluarga dan masyarakat yang tinggal dekat hutan tropis. Temuan ini berkontribusi menguatkan bukti bahwa deforestasi dan konversi hutan menjadi tanaman monokultur merupakan ancaman bagi masyarakat yang mendapat kecukupan nutrisi dari hutan. Penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan doktoral Dominic Rowland ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2017-02-10T06:00:09+00:00","article_modified_time":"2017-02-10T06:30:34+00:00","og_image":[{"width":500,"height":375,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6901017374_5512e4b8eb.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Jack Hewson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@jack_s_hewson","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat"},"author":{"name":"Jack Hewson","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/3a64a92c6a0f90742c52e31196d3bd78"},"headline":"Pangan hutan dan diet sehat","datePublished":"2017-02-10T06:00:09+00:00","dateModified":"2017-02-10T06:30:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat"},"wordCount":669,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6901017374_5512e4b8eb.jpg","articleSection":["Forests News","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#respond"]}],"copyrightYear":"2017","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat","name":"Pangan hutan dan diet sehat - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6901017374_5512e4b8eb.jpg","datePublished":"2017-02-10T06:00:09+00:00","dateModified":"2017-02-10T06:30:34+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6901017374_5512e4b8eb.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6901017374_5512e4b8eb.jpg","width":500,"height":375,"caption":"Sagu mentah, Kali Salawai di Desa Sawai, Seram Utara, Maluku Tengah. Konversi hutan menjadi tanaman monokultur bisa menjadi ancaman terhadap diet masyarakat lokal."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pangan hutan dan diet sehat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/3a64a92c6a0f90742c52e31196d3bd78","name":"Jack Hewson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=gbf00a2bf5110f830d8c59b9822f45205","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Jack Hewson"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/@jack_s_hewson"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/jackhewson"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/48141\/pangan-hutan-dan-diet-sehat#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2017\/02\/6901017374_5512e4b8eb.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/182"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48141"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48141\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48143"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48141"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=48141"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=48141"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=48141"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=48141"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=48141"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=48141"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=48141"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=48141"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=48141"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=48141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}