{"id":43227,"date":"2016-08-27T13:00:12","date_gmt":"2016-08-27T06:00:12","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=43227"},"modified":"2018-02-07T15:18:38","modified_gmt":"2018-02-07T08:18:38","slug":"laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan","title":{"rendered":"Laporan Khusus 1,5\u00b0C IPCC: Lebih banyak pertanyaan soal pemanfaatan lahan dan hutan"},"content":{"rendered":"<p>Konferensi Para Pihak ke-21 (COP21) di Prancis tahun lalu meminta Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyampaikan <a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/report\/sr15\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Laporan Khusus<\/a> tahun 2018, mengenai dampak pemanasan global 1.5\u00b0C di atas tingkat pra-industrial dan terkait dengan proyeksi emisi gas rumah kaca dunia.<\/p>\n<p>April tahun ini, IPCC menerima tantangan UNFCCC tersebut. Komite pelaksana kemudian dibentuk. Dipimpin oleh Wakil Ketua IPCC Dr. Thelma Krug dari Brasil, yang juga anggota baru Dewan Pengawas CIFOR.<\/p>\n<p>Dalam menyusun cakupan dan garis besar Laporan Khusus 1,5\u00b0C, <a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/report\/sr15\/pdf\/sr15_scoping_background_doc.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pertemuan pembahasan cakupan<\/a> telah dilaksanakan di Jenewa, Swiss tanggal 15 hingga 17 Agustus yang lalu. Pertemuan ini rencananya akan menghasilkan \u2018Laporan Pembahasan Cakupan\u2019 yang memaparkan tujuan, proses dan kerangka waktu.<\/p>\n<p>Agenda pertemuan ini cukup luas, dan mencakup topik seperti iklim global dan model karbon, mitigasi pertanian, sistem pangan, kehutanan dan pemanfaatan lahan, selain kerentanan dan adaptasi sistem alam dan manusia.<\/p>\n<p>Kurang lebih <a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/report\/sr15\/pdf\/sr15_scoping_final_list.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">83 ilmuwan terpilih<\/a><u> khusus<\/u> dari seluruh dunia berpartisipasi dalam pertemuan ini. Perlu kita ketahui tentang apa makna pertemuan ini bagi hutan dan perubahan pemanfaatan lahan?<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Pertama, mari kita perinci asal geografis peserta. Keseimbangan antara negara maju dan berkembang adalah pertanda baik, hampir 50\/50. Amerika Serikat menjadi peserta terbanyak dengan 11 ilmuwan, diikuti Jerman dengan enam ilmuwan. Di sisi lain, China yang memiliki penduduk terbanyak di dunia dan pengemisi karbon terbesar dunia, hanya diwakili tiga ilmuwan.<\/p>\n<p>Sejumlah pakar pemanfaatan lahan, khususnya yang terkait dengan pertanian dan keamanan pangan hadir. Pakar kehutanan kurang terwakili, hanya sedikit dari yang hadir memiliki latar belakang kehutanan dan perubahan iklim. Agar adil, fokus perlu lebih banyak pada kehutanan dan pemanfaatan lahan muncul dari IPCC dalam laporan khusus berikutnya. Dengan tingkat ketergantungan tinggi pada \u2018serapan karbon\u2019 sebagai elemen inti tujuan jangka panjang Perjanjian Paris (tertulis dalam <a href=\"https:\/\/unfccc.int\/resource\/docs\/2015\/cop21\/eng\/l09r01.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pasal 4.1<\/a>), dan penyempurnaan investasi dan kebijakan dalam UNFCCC untuk REDD+, kehadiran sedikit ahli kehutanan merupakan hal yang mengejutkan.<\/p>\n<p>Tidak ada keraguan, bahwa target temperatur 1,5\u00b0C di Paris menjadi kejutan bagi dunia ilmu pengetahuan. Tidak terkecuali, ilmuwan yang terlibat dalam upaya terkait perubahan lahan dan hutan, karena sangat sedikitnya literatur mengenai peran hutan dan lahan dalam proyeksi mencapai 1.5\u00b0C. Kini, banyak organisasi dan pemerintahan melakukan kajian internal untuk memutuskan cara terbaik mengatasi masalah ini.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p><strong>Perhatian Pada Pangan<\/strong><\/p>\n<p>Hasil 1.5\u00b0C dipandang skeptis oleh sebagian kalangan. Sementara sebagian lain mencari solusi, yang banyak terkait pada <a href=\"http:\/\/www.geoengineeringmonitor.org\/2016\/02\/ipcc-beccs\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">bioenergi serta tangkapan dan simpanan karbon<\/a> (BECCS). Pada titik inilah terdapat lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Ada kebutuhan mendesak investasi dalam memperkuat basis bukti ilmiah, setidaknya untuk menentukan dampak sosial dan lingkungan ketergantungan pada bioenergi skala besar.<\/p>\n<p>Kajian singkat dari beberapa literatur yang dihasilkan dalam topik ini sejak tahun 2015 mengidentifikasi beberapa prioritas penelitian kunci terkait peran lahan dalam mencapai 1.5\u00b0C.<\/p>\n<p>Berbagai pertanyaan yang dipaparkan di bawah ini, bisa memberi titik awal yang bagus sebagai masukan pada Laporan Khusus IPCC dan agar agenda ilmiah iklim bergerak maju.<\/p>\n<ol>\n<li>Bagaimana potensi suplai berkelanjutan untuk bioenergi primer, dan sampai tingkat mana potensi ini dapat ditingkatkan melalui bioenergi generasi kedua dan ketiga?<\/li>\n<li>Apakah penerapan BECCS diperlukan untuk mencapai kelayakan 1.5\u00b0C, dan pada skala waktu apa?<\/li>\n<li>Ketika BECCS diterapkan, dampak apa yang terjadi pada ketahanan pangan, mempertimbangkan tingkat kemiskinan, pertumbuhan penduduk dan apa yang disebut kaitan antar iklim-pangan-energi?<\/li>\n<li>Bagaimana prakondisi tata kelola teknologi, sosial dan lingkungan yang perlu dipenuhi untuk menghindari dampak merugikan pada lingkungan, keragaman hayati dan penghidupan dari penerapan BECCS.<\/li>\n<li>Bagaimana keterbatasan ketersediaan nutrisi, air dan lahan untuk dapat meningkatkan aforestasi dan reforestasi?<\/li>\n<li>Bagaimana peran restorasi ekosistem alami, dan pada tingkat mana hal ini menurunkan ketergantungan pada aforestasi, reforestasi dan teknologi seperti BECCS?<\/li>\n<li>Sampai tingkat mana variasi non-permanen antara ekosistem alam, hutan tanaman, dan tanah pertanian, serta bagaimana dampaknya pada proyeksi 1,5\u00b0C?<\/li>\n<li>Bagaimana ancaman meningkatnya penguasaan lahan dan perambahan pada hak tenurial lahan masyarakat adat dan masyarakat lokal akibat dari perkebunan bioenergi dan kayu?<\/li>\n<li>Apakah ada peran mekanisme offsett dalam rentang neraca karbon 1.5\u00b0C, dan apa hubungan antara offsett dengan pencapaian emisi negatif?<\/li>\n<li>Bagaimana implikasi penghitungan karbon untuk emisi negatif, dan bagaimana sistem penghitungan menjamin emisi bioenergi turut dihitung?<\/li>\n<li>Sampai tahap mana kelangsungan komersial BECCS bergantung pada pemulihan minyak, dan bagaimana hal ini terkait dengan penghitungan karbon serta justifikasi pendaan iklim dalam pengembangan teknologi BECCS<\/li>\n<li>Berbekal pada pengalaman REDD+ hingga saat ini, apa peran yang dapat dimainkan pendekatan ini dalam mencapai tujuan 1,5\u00b0C? Dapatkan target 1,5\u00b0C dicapai tanpa mengakhiri deforestasi tropis.<\/li>\n<\/ol>\n\n<p>Agenda penelitian terkait peran pemanfaatan lahan dan hutan dalam mencapai target 1,5\u00b0C memerlukan impementasi segera. Pertanyaan-pertanyaan di atas hanya sebagian dari banyak pertanyaan yang memerlukan jawaban ketika kita bergerak maju, baik dalam kaitan implemntasi Perjanjian Paris dalam putaran perundingan UNFCCC berikutnya, maupun proses IPCC menyusun Laporan Asesmen Ke-Enam.<\/p>\n<p>Cakupan pertanyaan tersebut menggarisbawahi perlunya masukan interdisiplin, dan pelibatan luas pemangku kepentingan, ketika mempertimbangkan peran lahan dan hutan dalam dunia 1,5\u00b0C.<\/p>\n<p>Langkah berikut bagi IPCC setelah pertemuan pembahasan berikutnya di bulan Oktober 2016. Pada saat itu, IPCC akan mengkaji rumusan sementara Laporan Pembahasan Cakupan dan akan memutuskan upaya berikutnya terkait Laporan Khusus ini.<\/p>\n<p>Kami berharap bahwa proses itu bergerak maju, lebih banyak kepakaran dan masukan terkait peran lahan dan hutan, agar berbagai pertanyaan kunci dapat dijawab. Selain itu, agar masyarakat ilmiah dapat membangun fondasi bukti yang diperlukan untuk memahami target dan proyeksi mitigasi dalam melaksanakan Perjanjian Paris.<\/p>\n<p><em><strong>*Analisa ini ditulis bersama dengan Kate Dooley and Markku Kanninen.<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konferensi Para Pihak ke-21 (COP21) di Prancis tahun lalu meminta Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyampaikan Laporan Khusus tahun 2018, mengenai dampak pemanasan global 1.5\u00b0C di atas tingkat pra-industrial dan terkait dengan proyeksi emisi gas rumah kaca dunia. April tahun ini, IPCC menerima tantangan UNFCCC tersebut. Komite pelaksana kemudian dibentuk. Dipimpin oleh Wakil Ketua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":138,"featured_media":43229,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,180],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2500,2567,6367,2512,2848,6368,3680],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1513],"class_list":["post-43227","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-mitigating-climate-change","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-emisi-karbon","tag-bahasa-gas-rumah-kaca","tag-bahasa-kesepakatan-paris","tag-bahasa-negosiasi-iklim","tag-bahasa-panel-antarpemerintah-tentang-perubahan-iklim","tag-bahasa-perjanjian-paris","tag-bahasa-perubahan-iklim","type-bahasa-analisis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Laporan Khusus 1,5\u00b0C IPCC: Lebih banyak pertanyaan soal pemanfaatan lahan dan hutan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Laporan Khusus 1,5\u00b0C IPCC: Lebih banyak pertanyaan soal pemanfaatan lahan dan hutan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konferensi Para Pihak ke-21 (COP21) di Prancis tahun lalu meminta Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyampaikan Laporan Khusus tahun 2018, mengenai dampak pemanasan global 1.5\u00b0C di atas tingkat pra-industrial dan terkait dengan proyeksi emisi gas rumah kaca dunia. April tahun ini, IPCC menerima tantangan UNFCCC tersebut. Komite pelaksana kemudian dibentuk. Dipimpin oleh Wakil Ketua [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-27T06:00:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:18:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/22351963295_44ec4a1e35.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Stephen Leonard\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@svleo1111\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan\"},\"author\":{\"name\":\"Stephen Leonard\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/47487173542c6138e7349d42c8f45f15\"},\"headline\":\"Laporan Khusus 1,5\u00b0C IPCC: Lebih banyak pertanyaan soal pemanfaatan lahan dan hutan\",\"datePublished\":\"2016-08-27T06:00:12+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:18:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan\"},\"wordCount\":866,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/22351963295_44ec4a1e35.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Mitigation\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2016\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan\",\"name\":\"Laporan Khusus 1,5\u00b0C IPCC: Lebih banyak pertanyaan soal pemanfaatan lahan dan hutan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/22351963295_44ec4a1e35.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-27T06:00:12+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:18:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/22351963295_44ec4a1e35.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/22351963295_44ec4a1e35.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"Agenda penelitian terkait peran pemanfaatan lahan dan hutan dalam mencapai target 1,5\u00b0C memerlukan impementasi segera.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Laporan Khusus 1,5\u00b0C IPCC: Lebih banyak pertanyaan soal pemanfaatan lahan dan hutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/47487173542c6138e7349d42c8f45f15\",\"name\":\"Stephen Leonard\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/66263878c9615416eb508e5f3e3f08c2edfdeefd30066bd4543a7c84557f16f8?s=96&d=mm&r=g138326f6106bd0b4ccd6764f1a2ef80e\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/66263878c9615416eb508e5f3e3f08c2edfdeefd30066bd4543a7c84557f16f8?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/66263878c9615416eb508e5f3e3f08c2edfdeefd30066bd4543a7c84557f16f8?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Stephen Leonard\"},\"description\":\"Stephen Leonard is Senior Policy Analyst at the Center for International Forestry Research and World Agroforestry. He has a background in international environmental and human rights law and policy, and more than a decade of engagement in U.N. climate policy processes.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@svleo1111\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/stephen-leonard\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43227\\\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Laporan Khusus 1,5\u00b0C IPCC: Lebih banyak pertanyaan soal pemanfaatan lahan dan hutan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Laporan Khusus 1,5\u00b0C IPCC: Lebih banyak pertanyaan soal pemanfaatan lahan dan hutan","og_description":"Konferensi Para Pihak ke-21 (COP21) di Prancis tahun lalu meminta Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menyampaikan Laporan Khusus tahun 2018, mengenai dampak pemanasan global 1.5\u00b0C di atas tingkat pra-industrial dan terkait dengan proyeksi emisi gas rumah kaca dunia. April tahun ini, IPCC menerima tantangan UNFCCC tersebut. Komite pelaksana kemudian dibentuk. Dipimpin oleh Wakil Ketua [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2016-08-27T06:00:12+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:18:38+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/22351963295_44ec4a1e35.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Stephen Leonard","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@svleo1111","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan"},"author":{"name":"Stephen Leonard","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/47487173542c6138e7349d42c8f45f15"},"headline":"Laporan Khusus 1,5\u00b0C IPCC: Lebih banyak pertanyaan soal pemanfaatan lahan dan hutan","datePublished":"2016-08-27T06:00:12+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:18:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan"},"wordCount":866,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/22351963295_44ec4a1e35.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Mitigation"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#respond"]}],"copyrightYear":"2016","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan","name":"Laporan Khusus 1,5\u00b0C IPCC: Lebih banyak pertanyaan soal pemanfaatan lahan dan hutan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/22351963295_44ec4a1e35.jpg","datePublished":"2016-08-27T06:00:12+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:18:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/22351963295_44ec4a1e35.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/22351963295_44ec4a1e35.jpg","width":500,"height":332,"caption":"Agenda penelitian terkait peran pemanfaatan lahan dan hutan dalam mencapai target 1,5\u00b0C memerlukan impementasi segera."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Laporan Khusus 1,5\u00b0C IPCC: Lebih banyak pertanyaan soal pemanfaatan lahan dan hutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/47487173542c6138e7349d42c8f45f15","name":"Stephen Leonard","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/66263878c9615416eb508e5f3e3f08c2edfdeefd30066bd4543a7c84557f16f8?s=96&d=mm&r=g138326f6106bd0b4ccd6764f1a2ef80e","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/66263878c9615416eb508e5f3e3f08c2edfdeefd30066bd4543a7c84557f16f8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/66263878c9615416eb508e5f3e3f08c2edfdeefd30066bd4543a7c84557f16f8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Stephen Leonard"},"description":"Stephen Leonard is Senior Policy Analyst at the Center for International Forestry Research and World Agroforestry. He has a background in international environmental and human rights law and policy, and more than a decade of engagement in U.N. climate policy processes.","sameAs":["https:\/\/x.com\/@svleo1111"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/stephen-leonard"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43227\/laporan-khusus-15c-ipcc-lebih-banyak-pertanyaan-soal-pemanfaatan-lahan-dan-hutan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/22351963295_44ec4a1e35.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43227","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/138"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43227"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43227\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43229"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43227"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43227"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43227"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=43227"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=43227"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=43227"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=43227"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=43227"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=43227"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=43227"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=43227"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=43227"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=43227"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}