{"id":43013,"date":"2016-08-26T03:00:15","date_gmt":"2016-08-25T20:00:15","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=43013"},"modified":"2018-02-07T15:49:54","modified_gmt":"2018-02-07T08:49:54","slug":"bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak","title":{"rendered":"Bentang alam dan sumber makanan sehat anak"},"content":{"rendered":"<p>Kembang tumbuh anak-anak tentu memerlukan menu makanan sehat untuk menjaga kekuatan badan, pikiran, dan perlindungan melawan infeksi mematikan. Di Indonesia, khususnya, memberi makanan sehat pada anak adalah langkah penting mengatasi kekerdilan dan kematian.<\/p>\n<p>Tetapi apakah menu makanan anak terkait jenis bentang alam tempat tinggal?<\/p>\n<p>Pertanyaan ini dijawab dalam <a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/6121\/forests-trees-and-micronutrient-rich-food-consumption-in-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penelitian terbaru<\/a> ilmuwan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). Penelitian ini mencari tahu tentang hubungan antara menu anak-anak dengan bentang alam.<\/p>\n<p>Dari penelitian ditemukan bahwa anak-anak yang tinggal di bentang alam dominan pepohonan memiliki menu lebih sehat daripada anak yang tinggal di wilayah sama, namun jarang ditumbuhi pepohonan. Perbedaan terbesar ditemukan di Kalimantan Barat yaitu menu makanan jauh lebih sehat ditemukan pada anak yang tinggal di sekitar bentang alam ladang berpindah dan agroforestri, dibandingkan anak yang tinggal menetap di provinsi tersebut.<\/p>\n<p>Temuan tersebut mendorong agar kita mengubah pola pikir kebijakan terkait nutrisi anak, ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>BAGAIMANA MENU YANG SEHAT?<\/strong><\/p>\n<p>Menu yang sehat tentu terkait dengan kualitas dan kuantitas.<\/p>\n<p>Makanan pokok telah lama menjadi fokus tradisional keamanan pangan. Kebijakan mengarah pada peningkatan hasil panen dan asupan kalori masyarakat semata. Padahal pangan kaya nutrisi mikro sama pentingnya bagi kesehatan, khususnya anak-anak.<\/p>\n<p>\u201cDi dunia ini, lebih banyak orang menderita defisiensi nutrisi mikro dibandingkan dengan kelaparan,\u201d kata peneliti utama Amy Ickowitz.<\/p>\n<p>Salah satu nutrisi mikro penting bagi kesehatan, kekebalan dan perkembangan kognitif anak adalah vitamin A.  Vitamin ini dikonversi dari beta-karoten (pigmen yang ada dalam buah dan sayuran berwarna oranye).<\/p>\n<p>Mikronutrisi penting lain adalah zat besi. Zat besi ditemukan dari pangan berasal dari hewan, kacang-kacangan dan sayuran hijau.<\/p>\n<p>Vitamin A dan zat besi membantu meningkatkan kekebalan, yang diperlukan oleh anak-anak untuk melawan infeksi dan penyakit yang berpotensi mematikan.<\/p>\n<p>Selain itu, variasi makanan juga penting. Terlalu bergantung pada makanan pokok juga dapat menyebabkan asupan karbohidrat yang berlebihan.<\/p>\n<p>Biasanya, menu makanan Indonesia sangat bergantung pada beras sebagai makanan pokok. Hal ini membuat konsumsi pangan dari kelompok lain menjadi penting sebagai sumber nutrisi mikro.<\/p>\n\n<p>Banyak pangan lokal adalah sumber yang kaya vitamin A dan zat besi. Buah seperti mangga dan pepaya adalah sumber utama vitamin A. Sementara zat besi dapat ditemukan di pangan di rumpun kacang-kacangan, antara lain kacang, tahu dan tempe, selain sumber pangan berbasis hewan seperti daging, ikan dan telur.<\/p>\n<p>Penelitian ini juga memeriksa seberapa sering anak-anak mengkonsumsi pangan dari kelompok kaya-nutrisi mikro, berbasis pada data dari Survei Demografi Kesehatan Indonesia (DHS). Survei DHS terbaru yang digunakan mencakup data detail lokasi spasial masyarakat.<\/p>\n<p><strong>APA KAITANNYA DENGAN BENTANG ALAM?<\/strong><\/p>\n<p>Para peneliti menggunakan data koordinat GPS dari DHS, dan mengkaitkannya dengan informasi satelit mengenai berbagai jenis pemanfaatan lahan di Indonesia. Dengan pola ini peneliti mampu melakukan selusur jejak hubungan antara pola konsumsi anak-anak dengan berbagai jenis dominasi pohon di bentang alam.<\/p>\n<p>Empat provinsi dipilih sebagai representasi setiap jenis bentang alam. Provinsi Sulawesi Tengah terpilih mewakili hutan alam, provinsi Jawa Tengah mewakili perkebunan kayu keras, provinsi Riau mewakili tanaman industri seperti sawit, dan provinsi Kalimantan Barat untuk perladangan berpindah dan agroforestri.<\/p>\n<p>Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pola makan sangat berbeda pada anak-anak yang tinggal dekat dengan tiap jenis bentang alam di empat provinsi tersebut. Anak-anak yang tinggal dekat perkebunan kayu keras di Jawa Tengah lebih sering mengkonsumsi daging dibandingkan anak-anak yang tinggal jauh dari perkebunan. Di Riau, sayuran sumber vitamin A lebih sering dikonsumsi oleh anak yang tinggal dekat hutan tanaman industri. Sementara anak yang tinggal dekat dengan hutan alam di Sulawesi Tengah mendapat nilai tinggi untuk buah, sayuran dan daun hijau.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Perbedaan terbesar ditemukan di Kalimantan Barat. Anak-anak yang tinggal di bentang alam ladang berpindah dan agroforestri mengkonsumsi lebih banyak daging, buah, sayur, dedaunan  hijau dan kacang-kacangan dibanding anak-anak di wilayah bentang alam yang lain di provinsi tersebut.<\/p>\n<p>Alasannya dapat ditemukan dalam karakter intrinsik bentang alam perladangan berpindah. Rotasi ladang menciptakan ragam mosaik pemanfaatan lahan. Misalnya, tanaman pokok biasanya disilang dengan sayuran dan buah-buahan. Hutan dan lahan kosong menjadi sumber daging buruan dan tanaman hijau liar.<\/p>\n<p>\u201cTerlihat jelas bahwa petani ladang tidak hanya menanam padi dan membeli kebutuhan lain. Mereka menanam padi, kacang, sayuran, dan menjaga pohon buah, serta juga berburu di lahan kosong,\u201d kata Ichowitz.<\/p>\n<p><strong>NARASI BARU<\/strong><\/p>\n<p>Temuan ini mempertanyakan narasi lama mengenai nutrisi, ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan bagi para pengambil kebijakan.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>\u201cJika kita meminta masyarakat di Kalimantan Barat mengubah ladang menjadi sawit atau sistem intensifikasi yang lain, karena kami pikir dapat meningkatkan pendapatan dan bahwa ketahanan pangan lebih terjamin, maka kita harus berpikir ulang \u2013 setidaknya dari perspektif konsumsi. Soalnya hal ini dapat menjadikan pola makanan anak-anak menjadi lebih buruk,\u201d kata Ickowitz.<\/p>\n<p>Bukti bahwa manfaat konsumsi berbanding lurus dengan pepohonan menyadarkan kita untuk berpikir ulang mengenai asumsi bahwa hutan harus dikorbankan untuk ketersediaan pangan. Kebijakan mendorong intensifikasi produksi beras, atau melarang ladang berpindah, juga perlu ditimbang ulang.<\/p>\n<p>Diperlukan lebih banyak lagi penelitian, bagaimana merancang lebih baik bentang alam untuk meningkatkan kesehatan anak dalam mengatasi masalah kekerdilan dan kematian anak -anak di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kembang tumbuh anak-anak tentu memerlukan menu makanan sehat untuk menjaga kekuatan badan, pikiran, dan perlindungan melawan infeksi mematikan. Di Indonesia, khususnya, memberi makanan sehat pada anak adalah langkah penting mengatasi kekerdilan dan kematian. Tetapi apakah menu makanan anak terkait jenis bentang alam tempat tinggal? Pertanyaan ini dijawab dalam penelitian terbaru ilmuwan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":221,"featured_media":43016,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[188,95,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2481,2876,2587,6616,2803,2489,2550,6615,2615,2586,2806,6612,6613,6614],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[6538],"class_list":["post-43013","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-food-and-diets","category-human-wellbeing","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-agroforestri","tag-bahasa-amy-ickowitz","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-jawa-tengah","tag-bahasa-kalimantan-barat","tag-bahasa-keanekaragaman-hayati","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-menu-diet","tag-bahasa-nutrisi","tag-bahasa-pendekatan-bentang-alam","tag-bahasa-provinsi-riau","tag-bahasa-sulawesi-tengah","tag-bahasa-survei-demografi-kesehatan-indonesia","tag-bahasa-vitamin-a","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Bentang alam dan sumber makanan sehat anak - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bentang alam dan sumber makanan sehat anak\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kembang tumbuh anak-anak tentu memerlukan menu makanan sehat untuk menjaga kekuatan badan, pikiran, dan perlindungan melawan infeksi mematikan. Di Indonesia, khususnya, memberi makanan sehat pada anak adalah langkah penting mengatasi kekerdilan dan kematian. Tetapi apakah menu makanan anak terkait jenis bentang alam tempat tinggal? Pertanyaan ini dijawab dalam penelitian terbaru ilmuwan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-25T20:00:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:49:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/12201565604_5cb9a79bd1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Catriona Croft-Cusworth\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak\"},\"author\":{\"name\":\"Catriona Croft-Cusworth\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/f35814b7624c461123485a4cba48f021\"},\"headline\":\"Bentang alam dan sumber makanan sehat anak\",\"datePublished\":\"2016-08-25T20:00:15+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:49:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak\"},\"wordCount\":815,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/12201565604_5cb9a79bd1.jpg\",\"articleSection\":[\"Food &amp; diets\",\"Human well-being\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2016\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak\",\"name\":\"Bentang alam dan sumber makanan sehat anak - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/12201565604_5cb9a79bd1.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-25T20:00:15+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:49:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/12201565604_5cb9a79bd1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/08\\\/12201565604_5cb9a79bd1.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"Bentang alam sangat terkait dengan menu makanan anak.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bentang alam dan sumber makanan sehat anak\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/f35814b7624c461123485a4cba48f021\",\"name\":\"Catriona Croft-Cusworth\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g77fddd7045adb9631a1f5570fbaec8b8\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Catriona Croft-Cusworth\"},\"description\":\"Catriona Croft-Cusworth is an editor and writer. She was formerly editor of Forests News (2017-2018). She has worked in media and communications in Indonesia since 2010, and holds degrees in Arts and Asian Studies from the Australian National University.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/c-cusworth\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/43013\\\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bentang alam dan sumber makanan sehat anak - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bentang alam dan sumber makanan sehat anak","og_description":"Kembang tumbuh anak-anak tentu memerlukan menu makanan sehat untuk menjaga kekuatan badan, pikiran, dan perlindungan melawan infeksi mematikan. Di Indonesia, khususnya, memberi makanan sehat pada anak adalah langkah penting mengatasi kekerdilan dan kematian. Tetapi apakah menu makanan anak terkait jenis bentang alam tempat tinggal? Pertanyaan ini dijawab dalam penelitian terbaru ilmuwan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2016-08-25T20:00:15+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:49:54+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/12201565604_5cb9a79bd1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Catriona Croft-Cusworth","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak"},"author":{"name":"Catriona Croft-Cusworth","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/f35814b7624c461123485a4cba48f021"},"headline":"Bentang alam dan sumber makanan sehat anak","datePublished":"2016-08-25T20:00:15+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:49:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak"},"wordCount":815,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/12201565604_5cb9a79bd1.jpg","articleSection":["Food &amp; diets","Human well-being","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#respond"]}],"copyrightYear":"2016","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak","name":"Bentang alam dan sumber makanan sehat anak - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/12201565604_5cb9a79bd1.jpg","datePublished":"2016-08-25T20:00:15+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:49:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/12201565604_5cb9a79bd1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/12201565604_5cb9a79bd1.jpg","width":500,"height":332,"caption":"Bentang alam sangat terkait dengan menu makanan anak."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bentang alam dan sumber makanan sehat anak"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/f35814b7624c461123485a4cba48f021","name":"Catriona Croft-Cusworth","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g77fddd7045adb9631a1f5570fbaec8b8","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41f574f15320751606cc8609c99c5f07245c52bb9eb9f3f255f4265d480dbaa5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Catriona Croft-Cusworth"},"description":"Catriona Croft-Cusworth is an editor and writer. She was formerly editor of Forests News (2017-2018). She has worked in media and communications in Indonesia since 2010, and holds degrees in Arts and Asian Studies from the Australian National University.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/c-cusworth"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/43013\/bentang-alam-dan-sumber-makanan-sehat-anak#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/12201565604_5cb9a79bd1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/221"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43013"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43013\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43016"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43013"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=43013"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=43013"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=43013"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=43013"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=43013"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=43013"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=43013"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=43013"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=43013"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=43013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}