{"id":41565,"date":"2016-05-20T09:30:02","date_gmt":"2016-05-20T02:30:02","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=41565"},"modified":"2018-02-07T16:36:26","modified_gmt":"2018-02-07T09:36:26","slug":"mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan","title":{"rendered":"Mengawal praktik sawit berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<p>Banyak orang ingin melakukan hal yang benar dalam hidup. Tetapi seringkali melakukan hal yang benar berarti perlu berkorban atau mengurangi kenyamanan. Diperlukan insentif untuk mendorong perilaku baik.<\/p>\n<p>Tidak ada yang paling transparan dalam hal ini kecuali industri sawit.<\/p>\n<p>Memproduksi sawit secara berkelanjutan mengharuskan produsen, antara lain, mencegah punahnya keragaman hayati, menahan laju deforestasi, mencegah eksploitasi karyawan, meminimalkan polusi serta emisi gas rumah kaca (GRK). Tetapi hal ini seringkali berada di luar jangkauan peraturan negara di tempat perusahaan-perusahaan kelapa sawit beroperasi dan lebih memakan biaya serta lebih kompleks daripada upaya biasa antar kompetitor.<\/p>\n<p>Jadi, selain berkontribusi pada masa depan lingkungan lebih baik dan mengklaim beberapa hektare moralitas, apa yang memotivasi industri memenuhi standar?<\/p>\n<p>\u201cKami temukan dua pendorong utama, yaitu, pertama dan terpenting, risiko bisnis yang dihadapi produsen, terkait praktik tidak berkelanjutan. Dan kedua, hubungan dan aliansi yang dibentuk bisnis,\u201d kata Sophia Gnych, ilmuwan Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) sekaligus penulis utama <a href=\"\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/OccPapers\/OP-139.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penelitian yang baru dipublikasikan<\/a> tentang hal ini.<\/p>\n\n<p><strong>MEMBANGUN JALAN MASUK<\/strong><\/p>\n<p>Kelompok masyarakat sipil dan konsumen memainkan peran penting meningkatkan reputasi dan risiko pasar bagi perusahaan yang beroperasi secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Hasilnya, standar seperti Roundtable on Sustainable Palm Oil (<a href=\"http:\/\/www.rspo.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">RSPO<\/a>), yang mensertifikasi praktik berkelanjutan industri, membangun jalan dalam signifikan dalam industri.<\/p>\n<p>Sawit bersertifikat RSPO <a href=\"http:\/\/www.rspo.org\/about\/impacts\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sebanyak 21 persen<\/a> dari 13,47 juta ton produksi minyak sawit global tahun lalu \u2013 kenaikan impresif sejak sertifikat sawit pertama dibawa ke pasar pada 2008.<\/p>\n<p>Tetapi disamping hasil ini, sertifikasi memerlukan aksi dan berbiaya yang hanya bisa dipenuhi sebagian pengembang. Oleh karena itu, sertifikasi seluruh basis suplai tidak <em>feasible.<\/em><\/p>\n<p>\u201cSaat ini, peningkatan standar sertifikasi terbatas pada perusahaan besar,\u201d kata Sophia Gnych, merujuk produsen sawit besar seperti Golden Agri Resources dan Wilmar.<\/p>\n<p>Perusahaan sebesar itu menghadapi risiko bisnis jika diketahui produksi perusahaan bersumber dari sawit tidak berkelanjutan. Perusahaan tersebut juga memiliki kapasitas untuk memenuhi kriteria keberlanjutan serta tetap menghasilkan keuntungan. Bagaimanapun, hal serupa tidak selalu bisa dilakukan pada petani kecil yang menjadi sumber penyedia bahan baku bagi perusahaan-perusahaan tersebut.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p><strong>MENCARI AKAR MASALAH<\/strong><\/p>\n<p>Produsen kecil kurang termotivasi oleh risiko reputasi, karena mereka tidak memiliki merek untuk dipertahankan. Meski akses ke pabrik dan pasar internasional amat penting.<\/p>\n<p>Produsen kecil, yang memproduksi sekitar 40 persen sawit Indonesia, dan merupakan pendorong signifikan deforestasi dan tantangan keberlanjutan lain-lain, tampaknya kurang menyukai perubahan. Banyak produsen kecil tidak memiliki pengetahuan, kapasitas teknis, modal atau fleksibilitas finansial untuk meningkatkan standar.<\/p>\n<p>Tetapi komitmen terbaru pedagang sawit besar global untuk menghapus deforestasi menjadi ancaman karena bisa mengeluarkan produsen kecil dari rantai suplai.<\/p>\n<p>Penelitian di Kalimantan Barat menunjukkan bahwa produsen kecil akan kehilangan hingga 70 persen potensi pemasukan akibat \u2018biaya perkebunan\u2019 dan pembayaran kredit. Dalam konteks ini, dapat dimengerti bahwa ada tambahan biaya praktik berkelanjutan \u2013 seperti standar pemantauan dan pelaporan serta pelatihan praktik pertanian  \u2013 memberikan hambatan besar tersendiri terhadap perubahan.<\/p>\n<p>Tambahan hambatan tersebut seperti sikap yang sudah berurat akar dan praktik birokrasi dan banyak pengelola dan staf dalam industri ini \u2013 dari petani ke pemilik pabrik pengolahan \u2013 yang belum sepenuhnya mengerti pertimbangan keberlanjutan, atau apa maknanya dalam praktik.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Kaitan antar faktor-faktor tersebut menimbulkan \u201cpatahan dan kerumitan bentang kebijakan sosial dan lingkungan, standar dan regulasi,\u201d kata Sophia Gnych.<\/p>\n<p>Dan, tampaknya bukan hal mengejutkan, solusi jadi hal yang rumit pula.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak berpikir ada satu respon yang sesuai untuk semuanya,\u201d kata Sophia Gnych, \u2018tetapi saat ini produser sawit tidak memenuhi standar legal minimum.\u201d<\/p>\n<p>Penelitian Sophia Gnych memberikan sejumlah saran untuk meningkatkan keberlanjutan dalam industri sawit. Beberapa di antaranya mencakup penegakkan hukum regulasi yang ada, perencanaan pemanfaatan lahan dari pemerintah, mengangkat wacana keberlanjutan pada tingkat lokal dan memberikan bantuan teknis yang terjangkau dan layanan yang berkualitas tinggi bagi produsen kecil.<\/p>\n<p>Penelitian ini juga memeriksa sisi lain persamaan \u2013 sisi permintaan \u2013 yang seringkali diabaikan.<\/p>\n<p><strong>SUPLAI DAN PERMINTAAN<\/strong><\/p>\n<p>Berbicara pada <a href=\"http:\/\/www.eco-business.com\/news\/indonesia-to-europe-pay-for-sustainable-palm-oil\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Konferensi Internasional Sawit dan Lingkungan Hidup (ICOPE)<\/a> di Bali pada Maret lalu, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Darmin Nasution menunjuk sisi permintaan sebagai lokus masalah.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa negara Eropa tidak ragu untuk menyuarakan boikot pada sawit tidak berkelanjutan, namun, mereka harus mau membayar  harga premium untuk produk berkelanjutan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak akan menanggung beban sendiri, biaya keberlanjutan tidak hanya tanggungjawab produsen, tetapi juga tanggungjawab konsumen.\u201d<\/p>\n<p>Jadi bagaimana menanggapi ucapan menteri? Jika konsumen ingin lebih berkelanjutan, akankah mereka menanggung beban tambahan sawit berkelanjutan pula?<\/p>\n<p>\u201cSetiap orang perlu memainkan perannya. Saya tidak berpikir ini lantas soal konsumen membayar lebih. Ini soal mendistribusikan biaya secara adil pada rantai nilai,\u201d kata Sophia Gnych.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini, banyak keuntungan pada tahap eceran, pabrik, pengolahan dan perdagangan. Mendorong peningkatan dalam hal ini akan berpusat pada meluruskan rantai nilai dan redistribusi kesejahteraan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cPada dasarnya, ini soal orang besar memberi tawaran lebih baik pada orang kecil, dan mengakui biaya sebenarnya produksi berkelanjutan.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak orang ingin melakukan hal yang benar dalam hidup. Tetapi seringkali melakukan hal yang benar berarti perlu berkorban atau mengurangi kenyamanan. Diperlukan insentif untuk mendorong perilaku baik. Tidak ada yang paling transparan dalam hal ini kecuali industri sawit. Memproduksi sawit secara berkelanjutan mengharuskan produsen, antara lain, mencegah punahnya keragaman hayati, menahan laju deforestasi, mencegah eksploitasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":182,"featured_media":41572,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,161,184],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2522,2565,2500,2721,2489,2616,2520,2659,2507],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[2078],"class_list":["post-41565","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-deforestation","category-value-chains-finance","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-ekonomi-hijau","tag-bahasa-emisi-karbon","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-keanekaragaman-hayati","tag-bahasa-kelapa-sawit","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-petani-kecil","tag-bahasa-sertifikasi","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Mengawal praktik sawit berkelanjutan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengawal praktik sawit berkelanjutan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Banyak orang ingin melakukan hal yang benar dalam hidup. Tetapi seringkali melakukan hal yang benar berarti perlu berkorban atau mengurangi kenyamanan. Diperlukan insentif untuk mendorong perilaku baik. Tidak ada yang paling transparan dalam hal ini kecuali industri sawit. Memproduksi sawit secara berkelanjutan mengharuskan produsen, antara lain, mencegah punahnya keragaman hayati, menahan laju deforestasi, mencegah eksploitasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-05-20T02:30:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T09:36:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/25221437930_f05685d2a4-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jack Hewson\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@jack_s_hewson\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan\"},\"author\":{\"name\":\"Jack Hewson\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/3a64a92c6a0f90742c52e31196d3bd78\"},\"headline\":\"Mengawal praktik sawit berkelanjutan\",\"datePublished\":\"2016-05-20T02:30:02+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T09:36:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan\"},\"wordCount\":761,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/05\\\/25221437930_f05685d2a4-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Deforestation\",\"Value chains &amp; finance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2016\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan\",\"name\":\"Mengawal praktik sawit berkelanjutan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/05\\\/25221437930_f05685d2a4-1.jpg\",\"datePublished\":\"2016-05-20T02:30:02+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T09:36:26+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/05\\\/25221437930_f05685d2a4-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/05\\\/25221437930_f05685d2a4-1.jpg\",\"width\":500,\"height\":333,\"caption\":\"Pendistribusian tambahan biaya keberlanjutan di seluruh rantai nilai produksi dapat membantu kontinuitas praktik sawit lestari.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengawal praktik sawit berkelanjutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/3a64a92c6a0f90742c52e31196d3bd78\",\"name\":\"Jack Hewson\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=gbf00a2bf5110f830d8c59b9822f45205\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Jack Hewson\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@jack_s_hewson\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/jackhewson\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/41565\\\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengawal praktik sawit berkelanjutan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengawal praktik sawit berkelanjutan","og_description":"Banyak orang ingin melakukan hal yang benar dalam hidup. Tetapi seringkali melakukan hal yang benar berarti perlu berkorban atau mengurangi kenyamanan. Diperlukan insentif untuk mendorong perilaku baik. Tidak ada yang paling transparan dalam hal ini kecuali industri sawit. Memproduksi sawit secara berkelanjutan mengharuskan produsen, antara lain, mencegah punahnya keragaman hayati, menahan laju deforestasi, mencegah eksploitasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2016-05-20T02:30:02+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T09:36:26+00:00","og_image":[{"width":500,"height":333,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/25221437930_f05685d2a4-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Jack Hewson","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@jack_s_hewson","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan"},"author":{"name":"Jack Hewson","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/3a64a92c6a0f90742c52e31196d3bd78"},"headline":"Mengawal praktik sawit berkelanjutan","datePublished":"2016-05-20T02:30:02+00:00","dateModified":"2018-02-07T09:36:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan"},"wordCount":761,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/25221437930_f05685d2a4-1.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Deforestation","Value chains &amp; finance"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#respond"]}],"copyrightYear":"2016","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan","name":"Mengawal praktik sawit berkelanjutan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/25221437930_f05685d2a4-1.jpg","datePublished":"2016-05-20T02:30:02+00:00","dateModified":"2018-02-07T09:36:26+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/25221437930_f05685d2a4-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/25221437930_f05685d2a4-1.jpg","width":500,"height":333,"caption":"Pendistribusian tambahan biaya keberlanjutan di seluruh rantai nilai produksi dapat membantu kontinuitas praktik sawit lestari."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengawal praktik sawit berkelanjutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/3a64a92c6a0f90742c52e31196d3bd78","name":"Jack Hewson","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=gbf00a2bf5110f830d8c59b9822f45205","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3baba62d79359dcb0cdf81cd0611fca07997b4c843f360a1434f51ba644473c5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Jack Hewson"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/@jack_s_hewson"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/jackhewson"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/41565\/mengawal-praktik-sawit-berkelanjutan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/25221437930_f05685d2a4-1.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41565","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/182"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41565"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41565\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41572"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41565"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41565"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41565"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=41565"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=41565"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=41565"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=41565"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=41565"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=41565"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=41565"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=41565"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=41565"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=41565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}