{"id":40098,"date":"2016-02-16T14:23:35","date_gmt":"2016-02-16T07:23:35","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=40098"},"modified":"2018-02-07T15:29:54","modified_gmt":"2018-02-07T08:29:54","slug":"keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis","title":{"rendered":"Keterampilan pemantauan menjadi prioritas negara pemilik hutan tropis"},"content":{"rendered":"<p>Sebagian besar negara menjadikan <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/39224\/kesepakatan-paris-meski-tidak-sempurna-tapi-ini-pencapaian-terbaik?fnl=id\">hutan dan pemanfaatan lahan <\/a>sebagai salah satu upaya mengurangi emisi karbondioksida dan gas rumah kaca lain\u2014 tetapi seperti ungkapan dalam dunia perhitungan karbon, negara-negara belum dapat mengelola sesuatu hal yang tidak bisa diukur dan dipantau.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/8518\/global-community-needs-to-invest-in-mrv-capacity-in-forest-rich-developing-countries-to-make-redd-work?fnl=en\">Di masa lalu <\/a>banyak negara berkembang belum memiliki keterampilan yang baik untuk melakukan pemantauan hutan dan emisi karbon terkait.<\/p>\n<p><a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/5714\/assessing-change-in-national-forest-monitoring-capacities-of-99-tropical-countries\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Riset terbaru<\/a> memperlihatkan bahwa dalam dekade terakhir terlihat kemajuan penting yang didorong oleh perjuangan untuk menahan laju perubahan iklim.<\/p>\n<p>\u201cBila terjadi peningkatan keterampilan pemantauan hutan di sebuah negara, hal itu terjadi karena adanya suatu alasan,\u201d kata Martin Herold, mitra peneliti senior Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) dan salah seorang penulis <a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/5714\/assessing-change-in-national-forest-monitoring-capacities-of-99-tropical-countries\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">laporan baru<\/a> mengenai penilaian keterampilan pemantauan di 99 negara.<\/p>\n<p>\u201cMelakukan pengawasan perubahan area hutan, termasuk karena deforestasi dan reforestasi, yang bertujuan bagi perubahan iklim adalah hal yang relatif baru. Di masa lalu, negara berkembang tidak punya cukup insentif untuk melakukan hal itu.\u201d<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Pemantauan hutan menjadi prioritas bagi banyak negara hutan tropis sejak tahun 1970-an dan 1980-an seiring ledakan industri kayu. Ketika dukungan global untuk penebangan menurun di pergantian milenium, begitu pula dengan kepentingan negara untuk menjaga kelestarian hutan mereka.<\/p>\n<p>Kemudian perubahan iklim \u2014 dan skema berbasis hasil seperti <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/25751\/karbon-101-berhadapan-dengan-suatu-topik-rumit-ilmuwan-harus-kreatif?fnl=id\">REDD+<\/a> memberi insentif baru pemantauan nasional hutan.<\/p>\n<p>\u201cPenting untuk mengetahui seberapa banyak dan di mana hutan berubah serta juga penyebab proses deforestasi atau reforestasi,\u201d kata <a href=\"http:\/\/www.wageningenur.nl\/en\/Persons\/ing.-JE-Erika-Romijn-MSc.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Erika Romijn<\/a>, penulis utama laporan <a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/5714\/assessing-change-in-national-forest-monitoring-capacities-of-99-tropical-countries\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penelitian ini<\/a>. \u201cKarena jika negara mengetahui akan hal ini, maka mereka dapat menerapkan kebijakan lebih baik, dan memulai tindakan mitigasi perubahan iklim.\u201d<\/p>\n<p><strong>BERNILAI TINGGI<\/strong><\/p>\n<p>Hutan tropis sangat penting bagi iklim, karena dapat menyimpan <a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/5714\/assessing-change-in-national-forest-monitoring-capacities-of-99-tropical-countries\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">50 persen<\/a> lebih banyak karbon di pohon dibanding jenis hutan lain.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Romijn, Herold dan rekan-rekannya memeriksa data dari 99 negara tropis dan sub-tropis. Mereka menganalisa data dan hasil Penilaian Sumber Daya Hutan Global (<a href=\"http:\/\/www.fao.org\/forest-resources-assessment\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">FRA<\/a>) dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB untuk mengevaluasi kemampuan negara memantau perubahan umum area hutan. Mereka juga menilai kapasitas negara melakukan penelitian lapangan tentang spesies dan jumlah pohon, biomassa hutan, tanah, dan faktor lain, serta kemampuan melaporkan beragam kolam karbon, memeringkat kapasitas pada skala \u201csangat baik\u201d hingga \u201crendah\u201d.<\/p>\n<p>Perbandingan dengan temuan 10 tahun lalu mengungkap kemajuan besar. Porsi hutan tropis dunia dengan pemantauan perubahan area hutan \u201cbaik\u201d atau \u201csangat baik\u201d dan kapasitas penginderaan jarak jauh meningkat dari 69 persen pada 2005 menjadi 83 persen pada 2015, mencakup hampir 1.700 juta hektare hutan pada 2015. Kemampuan melakukan inventarisasi lapangan juga meningkat, dari 38 persen pada 2005 menjadi 66 persen pada 2015.<\/p>\n\n<p>Peningkatan juga terjadi pada tiap negara. Pada tahun 2015, 54 dari 99 negara memiliki pemantauan perubahan area hutan baik atau sangat  baik,  lebih tinggi dibandingkan tahun 2005 dengan hanya 37 negara. Hal ini berarti negara-negara tersebut mampu menghasilkan peta perubahan hutan secara mandiri.<\/p>\n<p>Negara-negara sering menggunakan data satelit untuk memantau area hutan mereka, seperti citra dari program <a href=\"http:\/\/landsat.gsfc.nasa.gov\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Landsat NASA<\/a>. Data satelit diarsipkan dan dibuat terbuka, namun menganalisa data membutuhkan kemampuan perangkat lunak, koneksi internet terpercaya dan infrastruktur penyimpanan data.<\/p>\n<p>Di beberapa negara, khususnya di Afrika, mengunduh dokumen dengan data besar dapat menjadi kendala teknis, kata Romijn.<\/p>\n<p><strong>MATERI PELATIHAN GLOBAL<\/strong><\/p>\n<p>Penelitian menemukan, program global mendukung peningkatan, khususnya Program Nasional <a href=\"http:\/\/www.un-redd.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">UN-REDD <\/a>dan program <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/forestry\/fma\/73408\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pemantauan dan Penilaian Hutan Nasional FAO<\/a>: Negara yang berpartisipasi dalam program FAO mengalami peningkatan kapasitas sebanyak 86 persen, dan pada partisipasi UN-REDD  juga terjadi peningkatan 79 persen.<\/p>\n<p>Tetapi program ini tidak bekerja untuk semuanya: Beberapa negara partisipan program nasional UN-REDD, misalnya, belum menunjukkan peningkatan dalam laporan Penilaian Hutan Nasional pada FAO.<\/p>\n<p>\u201cTidak semua negara memiliki kapasitas bagus. Masih banyak upaya perlu dilakukan meningkatkan dan menjaga kapasitas negara-negara tersebut,\u201d kata Romijn. \u201cProgram internasional seperti dari FAO dan UN-REDD serta Bank Dunia membantu mendukung negara-negara tersebut, dan mereka seharusnya meneruskannya di masa datang.\u201d<\/p>\n<p>Area yang paling memerlukan peningkatan adalah kapasitas memantau dan melaporkan kolam karbon hutan, yang membutuhkan pengukuran biomasa di lapangan, materi organik dalam tanah, puing kayu dan serasah di lantai hutan. Pada 2015, hanya 15 negara memiliki pelaporan kolam karbon berkualitas \u2014 meskipun peningkatan di tiga negara dari 2005, masih jauh dari apa yang diperlukan untuk membuat keputusan kebijakan global mengenai iklim.<\/p>\n<p>\u201cIni informasi penting jika kita mau mengelola hutan dengan baik,\u201d kata Herold.<\/p>\n<p>\u201cJika kita tidak dapat mengukurnya, kita tidak dapat memantaunya, dan jika tidak dapat memantaunya, kita tidak bisa mengelolanya.\u201d<\/p>\n\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagian besar negara menjadikan hutan dan pemanfaatan lahan sebagai salah satu upaya mengurangi emisi karbondioksida dan gas rumah kaca lain\u2014 tetapi seperti ungkapan dalam dunia perhitungan karbon, negara-negara belum dapat mengelola sesuatu hal yang tidak bisa diukur dan dipantau. Di masa lalu banyak negara berkembang belum memiliki keterampilan yang baik untuk melakukan pemantauan hutan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":195,"featured_media":40113,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,161,11,151],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2503,2522,2500,6399,4770,3127,2819],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[2211],"class_list":["post-40098","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-deforestation","category-mrv-2","category-redd-2","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-cadangan-karbon","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-emisi-karbon","tag-bahasa-erika-romijn","tag-bahasa-martin-herold","tag-bahasa-mrv","tag-bahasa-redd","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Keterampilan pemantauan menjadi prioritas negara pemilik hutan tropis - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Keterampilan pemantauan menjadi prioritas negara pemilik hutan tropis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagian besar negara menjadikan hutan dan pemanfaatan lahan sebagai salah satu upaya mengurangi emisi karbondioksida dan gas rumah kaca lain\u2014 tetapi seperti ungkapan dalam dunia perhitungan karbon, negara-negara belum dapat mengelola sesuatu hal yang tidak bisa diukur dan dipantau. Di masa lalu banyak negara berkembang belum memiliki keterampilan yang baik untuk melakukan pemantauan hutan dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-02-16T07:23:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:29:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/8452194563_6143501f1f.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Laura Dattaro\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ldattaro\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis\"},\"author\":{\"name\":\"Laura Dattaro\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/9937a9354654cedc76da29c0799ed4a0\"},\"headline\":\"Keterampilan pemantauan menjadi prioritas negara pemilik hutan tropis\",\"datePublished\":\"2016-02-16T07:23:35+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:29:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis\"},\"wordCount\":691,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/02\\\/8452194563_6143501f1f.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Deforestation\",\"MRV\",\"REDD+\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2016\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis\",\"name\":\"Keterampilan pemantauan menjadi prioritas negara pemilik hutan tropis - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/02\\\/8452194563_6143501f1f.jpg\",\"datePublished\":\"2016-02-16T07:23:35+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:29:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/02\\\/8452194563_6143501f1f.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/02\\\/8452194563_6143501f1f.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"CIFOR melakukan studi atas tanah dan di bawah tanah biomassa di ekosistem mangrove di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Saat ini terjadi peningkatan kapasitas pengawasan dan pemantauan hutan.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Keterampilan pemantauan menjadi prioritas negara pemilik hutan tropis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/9937a9354654cedc76da29c0799ed4a0\",\"name\":\"Laura Dattaro\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/948df80b7c3fc75bc1382aedbeb1b2306a1e911b0e5d475b7b659f58db35871b?s=96&d=mm&r=g6651c890652e4e3f33866381f7c487c2\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/948df80b7c3fc75bc1382aedbeb1b2306a1e911b0e5d475b7b659f58db35871b?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/948df80b7c3fc75bc1382aedbeb1b2306a1e911b0e5d475b7b659f58db35871b?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Laura Dattaro\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@ldattaro\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/laurad\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/40098\\\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Keterampilan pemantauan menjadi prioritas negara pemilik hutan tropis - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Keterampilan pemantauan menjadi prioritas negara pemilik hutan tropis","og_description":"Sebagian besar negara menjadikan hutan dan pemanfaatan lahan sebagai salah satu upaya mengurangi emisi karbondioksida dan gas rumah kaca lain\u2014 tetapi seperti ungkapan dalam dunia perhitungan karbon, negara-negara belum dapat mengelola sesuatu hal yang tidak bisa diukur dan dipantau. Di masa lalu banyak negara berkembang belum memiliki keterampilan yang baik untuk melakukan pemantauan hutan dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2016-02-16T07:23:35+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:29:54+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/8452194563_6143501f1f.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Laura Dattaro","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ldattaro","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis"},"author":{"name":"Laura Dattaro","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/9937a9354654cedc76da29c0799ed4a0"},"headline":"Keterampilan pemantauan menjadi prioritas negara pemilik hutan tropis","datePublished":"2016-02-16T07:23:35+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:29:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis"},"wordCount":691,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/8452194563_6143501f1f.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Deforestation","MRV","REDD+"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#respond"]}],"copyrightYear":"2016","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis","name":"Keterampilan pemantauan menjadi prioritas negara pemilik hutan tropis - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/8452194563_6143501f1f.jpg","datePublished":"2016-02-16T07:23:35+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:29:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/8452194563_6143501f1f.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/8452194563_6143501f1f.jpg","width":500,"height":332,"caption":"CIFOR melakukan studi atas tanah dan di bawah tanah biomassa di ekosistem mangrove di Kubu Raya, Kalimantan Barat. Saat ini terjadi peningkatan kapasitas pengawasan dan pemantauan hutan."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Keterampilan pemantauan menjadi prioritas negara pemilik hutan tropis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/9937a9354654cedc76da29c0799ed4a0","name":"Laura Dattaro","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/948df80b7c3fc75bc1382aedbeb1b2306a1e911b0e5d475b7b659f58db35871b?s=96&d=mm&r=g6651c890652e4e3f33866381f7c487c2","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/948df80b7c3fc75bc1382aedbeb1b2306a1e911b0e5d475b7b659f58db35871b?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/948df80b7c3fc75bc1382aedbeb1b2306a1e911b0e5d475b7b659f58db35871b?s=96&d=mm&r=g","caption":"Laura Dattaro"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/@ldattaro"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/laurad"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/40098\/keterampilan-pemantauan-menjadi-prioritas-negara-pemilik-hutan-tropis#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2016\/02\/8452194563_6143501f1f.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40098","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/195"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40098"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40098\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40113"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40098"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40098"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40098"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=40098"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=40098"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=40098"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=40098"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=40098"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=40098"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=40098"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=40098"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=40098"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=40098"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}