{"id":38801,"date":"2015-12-15T13:01:03","date_gmt":"2015-12-15T06:01:03","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=38801"},"modified":"2018-02-07T15:36:38","modified_gmt":"2018-02-07T08:36:38","slug":"citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya","title":{"rendered":"Citra satelit penting, tapi perlu kejelian untuk menerjemahkannya"},"content":{"rendered":"<p>Fungsi data satelit dan ragam data lainnya untuk memantau kesehatan hutan dan bentang alam semakin canggih. Namun bila informasi hasil analisa citra tidak ditransmisikan kepada pengambil keputusan, maka kumpulan informasi tersebut menjadi tidak efektif. Demikian menurut para pakar di bidang ilmu pengetahuan dan kebijakan.<\/p>\n<p>\u201cKami mencoba mempelajari masalah ini,\u201d kata Christopher Martius, Ilmuwan Utama perubahan iklim di Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) pada sebuah <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/glf-2015\/agenda-item\/2015-glf-day-2-sunday-6-december-2\/6-parallel-discussion-forums\/assessing-policy-impacts-across-landscapes-the-nexus-between-agriculture-international-trade-biodiversity-and-ghg-emissions\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">panel ilmuwan dan pengambil kebijakan<\/a> di <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/glf-2015\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forum Bentang Alam Global 2015<\/a> di Paris, 6 Desember lalu.<\/p>\n<p>Hal ini merupakan pertanyaan penting bagi dunia komunikasi dan ilmu pengetahuan. \u201cBagaimana meningkatkan transparansi dan reliabilitas data?\u201d<\/p>\n<p>Selain akibat adanya kesenjangan ilmu pengetahuan\u2014kebijakan, menurut para pengambil keputusan, mereka memerlukan panduan untuk memahami pesan tersembunyi dalam data-data.<\/p>\n<p>\u201cPengambil kebijakan \u2026 perlu diberikan pengetahuan bagaimana memanfaatkan model citra dan sejauh mana kita dapat mengandalkan model tersebut,\u201d kata Nur Masripatin, Direktur Jenderal Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.<\/p>\n\n<p><strong>MELIHAT KE JALAN<\/strong><\/p>\n<p>Bill Laurance, Direktur Pusat Ilmu Pengetahuan Lingkungan Tropis dan Keberlanjutan Universitas James Cook Australia, memberi contoh studi kasus pembangunan jalan dan infrastruktur. Keputusan dengan latar belakang kecukupan informasi dan informasi kemanfaatan akan memberikan dasar pemahaman lebih baik akan dampak langsung dari rencana pembangunan, kata Laurance.<\/p>\n<p>\u201cKita benar-benar memerlukan data baik tentang kondisi jalan,\u201d katanya. \u201cAkan sangat fundamental di dalam setiap hal yang coba kita lakukan. Dan dengan menggunakan model dampak jalan, kita dapat memahami dampak dari setiap jalan yang akan dibangun.\u201d<\/p>\n<p>Infrastuktur jalan sebagai penghubung transportasi petani ke pasar sangat penting bagi keberhasilan ekonomi sebuah negara. Sisi buruknya, pembukaan jalan akan membuka area baru perburuan, deforestasi, dan ekstraksi sumber alam yang dapat merusak lingkungan.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Dan tren ini meningkat.<\/p>\n<p>Laurance menunjuk pada \u201ctsunami ekspansi jalan dan infrastruktur yang terjadi di banyak tempat, beresiko terhadap kerusakan alam.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKita hidup di era ekspansi jalan \u2013 dan  dari semua jenis infrastruktur \u2013 paling dramatis dalam sejarah manusia, tambahnya. \u201cDiproyeksikan di paruh abad ini, kita akan menyaksikan sekitar 25 juta kilometer pembukaan jalan baru\u201d \u2013 cukup untuk berkeliling bumi sebanyak 625 kali.<\/p>\n<p>Jika tidak dipertimbangkan secara benar, dampaknya dapat sangat merusak, imbuhnya.<\/p>\n<p>\u201cDalam situasi genting seperti saat ini, kita benar-benar memerlukan perencanaan strategis dan proaktif ke mana pembangunan jalan seharusnya diarahkan, mana yang diperbolehkan dan mana yang tidak,\u201d kata Laurance.<\/p>\n<p>\u201cKarena jika tidak, dapat menyebabkan kita ada di dalam masalah.\u201d<\/p>\n<div class='short-video sv_new short-video--left' >\n            <a class='short-video-trigger GTMshortVideo' href='#' data-video-url=''>\n                <div class='short-video__thumb'>\n                    <img src='' width='260' alt=''>\n                    <div class='short-video__icon'><i class='fa fa-play-circle-o'><\/i><\/div>\n                <\/div>\n                <div class='short-video__type'><\/div>\n                <div class='short-video__title'><\/div>\n            <\/a>\n        <\/div>\n<p>Laurance dan rekan-rekannya telah meneliti topik ini secara ekstensif. Mereka mempublikasikan <a href=\"http:\/\/www.cell.com\/current-biology\/abstract\/S0960-9822(15)01309-3\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">laporannya<\/a> dalam jurnal <em>Current Biology.<\/em> Mengeksaminasi 33 \u201ckoridor pembangunan\u201d yang direncanakan atau telah dilaksanakan di Afrika. Biasanya, koridor tersebut dibangun di seputar sarana transportasi \u2013 jalan atau rel \u2013 yang dirancang untuk memberikan stimulan ekonomi dengan menghubungkan pasar dan investasi pembuka lapangan kerja dalam sektor seperti pertambangan.<\/p>\n<p>Masalahnya adalah, pembangunan ini tidak selalu berimbang: memaksimalkan manfaat ekonomi dan meminimalkan dampak pada bentang alam.<\/p>\n<p>Enam dari 33 yang ada merupakan \u201cgagasan sangat buruk,\u201d kata Laurance, seringkali karena mereka mendorong serbuan populasi ke sebuah lahan tanpa memberi cukup manfaat pertanian, selain berpotensi merusak bentang alam yang bernilai. Sebagian besar lainnya menciptakan kompromi yang tidak seimbang antara manfaat bagi manusia dan kerusakan lingkungan, hingga diperlukan kajian lebih mendalam, kata Laurance.<\/p>\n<p><strong>DUNIA LUAS, DATA BESAR<\/strong><\/p>\n<p>Satu cara untuk meningkatkan reliabilitas data adalah dengan teknologi. Bianca Hoersch, Manajer Misi Sentinel-2 Badan Luar Angkasa Eropa (ESA), menjelaskan bahwa satelit Sentinel-2 akan memberi ilmuwan \u201cdata tak terduga.\u201d<\/p>\n<p>Pada akhir tahun ini, ESA berencana memiliki dua satelit di orbit, kata Hoersch. Dengan resolusi hingga 10 meter, elemen bentang alam seperti pohon dan rumah akan jelas terbedakan.<\/p>\n<p>\u201cKita juga bisa membedakan setiap jalanan,\u201d katanya.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Walaupun beberapa satelit di luar angkasa memberi resolusi lebih baik, satelit Sentinel-2 tidak terandingi dalam luas liputan bentang alam, yang katanya, \u201cmeliput hampir 300 kilometer petak\u201d ketika melintas bumi.<\/p>\n<p>Bahkan, satelit ini akan menyediakan data baru di area yang sama di ekuator setiap lima hari.<\/p>\n<p>Hal paling menarik, data tersebut akan \u201cbebas dan terbuka bagi semua orang\u201d.<\/p>\n<p>\u201cHanya diperlukan hard disk besar,\u201d tambah Hoersch, \u201ckarena datanya sangat besar.\u201d<\/p>\n<p><strong>MELIHAT DENGAN LEBIH JELAS<\/strong><\/p>\n<p>Para panelis sepakat, transparansi dalam menyajikan informasi ini kepada para pengambil kebijakan menjadi penting.<\/p>\n<p>\u201cDalam masyarakat demokratis, transparansi sangat mendasar agar masyarakat sipil menekan pemerintah menjalankan tugasnya,\u201d kata Gilberto Camara, Peneliti Senior  Direktorat Observasi Bumi Lembaga Penelitian Luar Angkasa Brasil.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Untuk menjamin adanya kemauan poitik menghadapi masalah seperti ini, keterpercayaan, reliabilitas dan transparansi data menjadi penting dalam membangun solusi nyata terhadap masalah seperti perubahan iklim, kemiskinan dan degradasi hutan.<\/p>\n<p>David Cooper, Wakil Sekretaris Eksekutif Konvensi Keragaman Hayati, melengkapi urgensi diskusi dengan menyatakan bahwa ilmuwan perlu bertanya pada diri sendiri \u201cbagaimana menyempurnakan apa yang dilakukan, mengurangi ketidak pastian, (dan) meningkatkan kepercayaan para pengambil kebijakan dan investor untuk menyadari peran hutan dalam mitigasi iklim, adaptasi iklim, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan lebih luas.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fungsi data satelit dan ragam data lainnya untuk memantau kesehatan hutan dan bentang alam semakin canggih. Namun bila informasi hasil analisa citra tidak ditransmisikan kepada pengambil keputusan, maka kumpulan informasi tersebut menjadi tidak efektif. Demikian menurut para pakar di bidang ilmu pengetahuan dan kebijakan. \u201cKami mencoba mempelajari masalah ini,\u201d kata Christopher Martius, Ilmuwan Utama perubahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":208,"featured_media":38810,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,161,6090,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[],"tag-bahasa":[2446,6322,6323,3181,6325,4224,2522,6324,2520,3139,5423,2554],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3086],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[5295],"class_list":["post-38801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-deforestation","category-forests-news","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","tag-bahasa-2015-forum-bentang-alam-global","tag-bahasa-bianca-hoersch","tag-bahasa-bill-laurance","tag-bahasa-christopher-martius","tag-bahasa-citra-satelit","tag-bahasa-david-cooper","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-gilberto-camara","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-nur-masripatin","tag-bahasa-penginderaan-jarak-jauh","tag-bahasa-tata-kelola-hutan","type-bahasa-peliputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Citra satelit penting, tapi perlu kejelian untuk menerjemahkannya - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Citra satelit penting, tapi perlu kejelian untuk menerjemahkannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Fungsi data satelit dan ragam data lainnya untuk memantau kesehatan hutan dan bentang alam semakin canggih. Namun bila informasi hasil analisa citra tidak ditransmisikan kepada pengambil keputusan, maka kumpulan informasi tersebut menjadi tidak efektif. Demikian menurut para pakar di bidang ilmu pengetahuan dan kebijakan. \u201cKami mencoba mempelajari masalah ini,\u201d kata Christopher Martius, Ilmuwan Utama perubahan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-12-15T06:01:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:36:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/citra2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"415\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"John Cannon\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya\"},\"author\":{\"name\":\"John Cannon\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/92576f4c5a522b0efa0298f75b032760\"},\"headline\":\"Citra satelit penting, tapi perlu kejelian untuk menerjemahkannya\",\"datePublished\":\"2015-12-15T06:01:03+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:36:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya\"},\"wordCount\":774,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/citra2.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Deforestation\",\"Forests News\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya\",\"name\":\"Citra satelit penting, tapi perlu kejelian untuk menerjemahkannya - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/citra2.jpg\",\"datePublished\":\"2015-12-15T06:01:03+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:36:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/citra2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/citra2.jpg\",\"width\":832,\"height\":415,\"caption\":\"Kita berada pada era ekspansi pembukaan jalur-jalur baru jalan terbanyak di abad ini. Bill Laurence. Photo NASA\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Citra satelit penting, tapi perlu kejelian untuk menerjemahkannya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/92576f4c5a522b0efa0298f75b032760\",\"name\":\"John Cannon\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9f76925269601d60e65cac1a5fce2aa21575fe9ac9507e60c7fa1ee2063881a1?s=96&d=mm&r=g5fd431806ce6858f84b46cc2c67edfec\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9f76925269601d60e65cac1a5fce2aa21575fe9ac9507e60c7fa1ee2063881a1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9f76925269601d60e65cac1a5fce2aa21575fe9ac9507e60c7fa1ee2063881a1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"John Cannon\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/jcannon\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38801\\\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Citra satelit penting, tapi perlu kejelian untuk menerjemahkannya - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Citra satelit penting, tapi perlu kejelian untuk menerjemahkannya","og_description":"Fungsi data satelit dan ragam data lainnya untuk memantau kesehatan hutan dan bentang alam semakin canggih. Namun bila informasi hasil analisa citra tidak ditransmisikan kepada pengambil keputusan, maka kumpulan informasi tersebut menjadi tidak efektif. Demikian menurut para pakar di bidang ilmu pengetahuan dan kebijakan. \u201cKami mencoba mempelajari masalah ini,\u201d kata Christopher Martius, Ilmuwan Utama perubahan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-12-15T06:01:03+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:36:38+00:00","og_image":[{"width":832,"height":415,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/citra2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"John Cannon","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya"},"author":{"name":"John Cannon","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/92576f4c5a522b0efa0298f75b032760"},"headline":"Citra satelit penting, tapi perlu kejelian untuk menerjemahkannya","datePublished":"2015-12-15T06:01:03+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:36:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya"},"wordCount":774,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/citra2.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Deforestation","Forests News","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya","name":"Citra satelit penting, tapi perlu kejelian untuk menerjemahkannya - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/citra2.jpg","datePublished":"2015-12-15T06:01:03+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:36:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/citra2.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/citra2.jpg","width":832,"height":415,"caption":"Kita berada pada era ekspansi pembukaan jalur-jalur baru jalan terbanyak di abad ini. Bill Laurence. Photo NASA"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Citra satelit penting, tapi perlu kejelian untuk menerjemahkannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/92576f4c5a522b0efa0298f75b032760","name":"John Cannon","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9f76925269601d60e65cac1a5fce2aa21575fe9ac9507e60c7fa1ee2063881a1?s=96&d=mm&r=g5fd431806ce6858f84b46cc2c67edfec","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9f76925269601d60e65cac1a5fce2aa21575fe9ac9507e60c7fa1ee2063881a1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9f76925269601d60e65cac1a5fce2aa21575fe9ac9507e60c7fa1ee2063881a1?s=96&d=mm&r=g","caption":"John Cannon"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/jcannon"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38801\/citra-satelit-penting-tapi-perlu-kejelian-untuk-menerjemahkannya#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/citra2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/208"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38801"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38801\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38810"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38801"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=38801"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=38801"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=38801"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=38801"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=38801"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=38801"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=38801"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=38801"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=38801"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=38801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}