{"id":38623,"date":"2015-12-10T11:24:53","date_gmt":"2015-12-10T04:24:53","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=38623"},"modified":"2015-12-10T11:28:33","modified_gmt":"2015-12-10T04:28:33","slug":"bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik","title":{"rendered":"Bentang alam menawarkan langkah maju bagi kebijakan politik"},"content":{"rendered":"<p>Pendekatan holistik pemanfaatan lahan berkelanjutan memberikan dimensi ekstra penting terkait kebijakan iklim global yang dibentuk di COP21, demikian dikatakan para pembicara pada upacara penutupan  <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/glf-2015\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forum Bentang Alam Global 2015<\/a>, Minggu lalu di Paris.<\/p>\n<p>Forum yang dihadiri  lebih dari 3000 peserta dari berbagai lintas sektor kehutanan, pertanian, finansial dan lainnya, baik negara maju dan berkembang, bertemu dan mendiskusikan peran pemanfaatan lahan berkelanjutan dalam mencapai tujuan iklim dan pembangunan.<\/p>\n<div class='short-video sv_new short-video--left' >\n            <a class='short-video-trigger GTMshortVideo' href='#' data-video-url=''>\n                <div class='short-video__thumb'>\n                    <img src='' width='260' alt=''>\n                    <div class='short-video__icon'><i class='fa fa-play-circle-o'><\/i><\/div>\n                <\/div>\n                <div class='short-video__type'><\/div>\n                <div class='short-video__title'><\/div>\n            <\/a>\n        <\/div>\n<p><a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/achim-steiner-closing-keynote-way-forward-glf-2015\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Achim Steiner<\/a>, Direktur Eksekutif UNEP dan Wakil Sekretaris Jenderal PBB, menarik hubungan antara Forum Bentang Alam Global dan COP21 Paris.<\/p>\n<p>\u201cTransisi yang didiskusikan di Le Bourget terfokus pada masalah terkait dekarbonisasi, teknologi bersih,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cUpaya terbaik telah kita kerahkan, namun infrastruktur ekologi bumi, pertanian dan kehutanan, yang merupakan bagian integral dari kemampuan dunia mengatasi tantangan-tantangan, nyatanya belum cukup diakui. Forum ini berperan menjalankan tugas itu.\u201d<\/p>\n<p>Menurut Achim Steiner, keterkaitan diskusi keragaman topik di Forum Bentang Alam Global, mulai dari restorasi ke rantai nilai hingga tenurial dan hak lahan, merupakan cara yang sehat menghadapi kompleksitas tak terhindarkan \u201cwilayah \u2013wilayah kita mengelola sumber daya dan melakukan praktik produksi\u201d.<\/p>\n\n<p>\u201cPenduduk dunia saat ini 7 miliar orang, memberikan tekanan kepada sumber daya, kebutuhan-kebutuhan, kurangnya kemajuan kebijakan publik di tingkat lokal, nasional dan internasional pada hal-hal tertentu, kompleksitas menjadi, jika Anda inginkan, sebagai area menentukan yang perlu kita gerakkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cAda berbagai tantangan besar menemukan pola menang-menang dalam membicarakan perubahan iklim, keamanan pangan, peternakan, kehutanan serta bagaimana kita mengelola ekosistem secara keseluruhan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p><strong>PENDANAAN HIJAU<\/strong><\/p>\n<p>Pendanaan juga menjadi agenda utama Forum, dibicarakan pada sesi pembuka pada Sabtu dan memberi perhatian lebih pada investasi yang diperlukan bagai pemanfaatan lahan berkelanjutan.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/mark-burrows-closing-keynote-way-forward-glf-2015\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Mark Burrows<\/a>, Direktur Pelaksana dan Wakil Ketua investasi perbankan global Credit Suisse, memberi catatan penutup bahwa \u201chal paling signifikan\u201d dari COP21 sejauh ini adalah pengumuman oleh China yang akan menempatkan pendanaan hijau pada agenda kepresidenan G20 tahun 2016.<\/p>\n<p>\u201cHal ini merupakan aliran kerja baru yang masuk ke G20 dalam empat tahun, dan China akan memimpinnya dengan Bank Rakyat China dan Bank Inggris. Hal ini sangat signifikan dan berita besar,\u201d kata Burrows.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Menteri lingkungan hidup Australia <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/greg-hunt-closing-keynote-way-forward-glf-2015\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Greg Hunt<\/a>, salah seorang delegasi tingkat tinggi dari 197 pihak pada Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB akan mengetuk palu kesepakatan iklim global pada tenggat waktu 11 Desember, juga merujuk COP21 pada pidato penutupan.<\/p>\n<p>\u201cSaya sangat percaya bahwa pada Jumat esok \u2014mungkin Minggu, mungkin Sabtu \u2014 akan terjadi kesepakatan Paris pada COP21,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>MASA DEPAN SEMPURNA<\/strong><\/p>\n<p>Di luar dari hasil pertemuan, Hunt memberikan perhatian pada peserta muda Forum dan menyatakan bahwa masa depan langkah pengaturan iklim akan berada di tangan mereka, melalui inisiatif seperti dua hal yang diluncurkan sebelumnya: satu tentang perbaikan hutan hujan global, dan satu lain tentang potensi \u201ckarbon\u201d biro ekosistem pesisir.<\/p>\n<p>Hak tenurial dan tempat bagi masyarakat adat juga mendapat sorotan di banyak sesi di Forum Bentang Alam Global,  <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/abdon-nababan-closing-keynote-way-forward-glf-2015\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Abdon Nababan<\/a>, perwakilan Forum Masyarakat Adat Internasional mengenai Perubahan Iklim (IIPFCC), juga membuat hubungan dengan COP21.<\/p>\n<p>Seraya menyatakan bahwa masyarakat adat sebagai penjaga terbaik hutan, ia mengingatkan: \u201cUntuk melanjutkan tugas ini, dunia perlu mengakui hak kami sebagai bagian setiap kesepakatan perubahan iklim.\u201d<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/38390\/landscapes-for-sustainability-potential-yes-finance-not-so-much?fnl=en\"><strong>Bentang Alam untuk keberlanjutan: Potensi, ya. Pendanaan, tidak cukup.<\/strong><\/a><\/p>\n<p>Nababan menambahkan bahwa kini ilmuwan memandang hak masyarakat adat sebagai strategi operasional untuk melindungi hutan.<\/p>\n<p>\u201cTanpa hutan dan orang yang melindunginya, kita akan gagal mencapai tujuan menyelamatkan bumi dari cepatnya perubahan iklim yang menempatkan manusia dalam risiko,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia kemudian bertanya pada peserta Forum untuk sejenak berhenti dan menarik nafas dalam. Dalam keheningan total, ia bertanya: \u201cDapatkah Anda mendengar bumi menangis?\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendekatan holistik pemanfaatan lahan berkelanjutan memberikan dimensi ekstra penting terkait kebijakan iklim global yang dibentuk di COP21, demikian dikatakan para pembicara pada upacara penutupan Forum Bentang Alam Global 2015, Minggu lalu di Paris. Forum yang dihadiri lebih dari 3000 peserta dari berbagai lintas sektor kehutanan, pertanian, finansial dan lainnya, baik negara maju dan berkembang, bertemu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":97,"featured_media":38626,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[3184,6306,2587,2919,2530,6307,2554,2822],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3086],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1041],"class_list":["post-38623","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-abdon-nababan","tag-bahasa-achim-steiner","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-mark-burrows","tag-bahasa-pertumbuhan-ekonomi","tag-bahasa-salina-abraham","tag-bahasa-tata-kelola-hutan","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-berkelanjutan","type-bahasa-peliputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Bentang alam menawarkan langkah maju bagi kebijakan politik - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bentang alam menawarkan langkah maju bagi kebijakan politik\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pendekatan holistik pemanfaatan lahan berkelanjutan memberikan dimensi ekstra penting terkait kebijakan iklim global yang dibentuk di COP21, demikian dikatakan para pembicara pada upacara penutupan Forum Bentang Alam Global 2015, Minggu lalu di Paris. Forum yang dihadiri lebih dari 3000 peserta dari berbagai lintas sektor kehutanan, pertanian, finansial dan lainnya, baik negara maju dan berkembang, bertemu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-12-10T04:24:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-12-10T04:28:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Abdon-Nababan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Thomas Hubert\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@tom_hubert\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik\"},\"author\":{\"name\":\"Thomas Hubert\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/6bc131e53dfe93de1243f49aef0b9077\"},\"headline\":\"Bentang alam menawarkan langkah maju bagi kebijakan politik\",\"datePublished\":\"2015-12-10T04:24:53+00:00\",\"dateModified\":\"2015-12-10T04:28:33+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik\"},\"wordCount\":580,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Abdon-Nababan.jpg\",\"articleSection\":[\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik\",\"name\":\"Bentang alam menawarkan langkah maju bagi kebijakan politik - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Abdon-Nababan.jpg\",\"datePublished\":\"2015-12-10T04:24:53+00:00\",\"dateModified\":\"2015-12-10T04:28:33+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Abdon-Nababan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/12\\\/Abdon-Nababan.jpg\",\"width\":500,\"height\":333,\"caption\":\"Masyarakat adat termasuk salah satu unsur bentang alam yang dapat menjadi pengerak kebijakan iklim. Pilar Valbuena\\\/CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bentang alam menawarkan langkah maju bagi kebijakan politik\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/6bc131e53dfe93de1243f49aef0b9077\",\"name\":\"Thomas Hubert\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g1da90ffdcb089d054a1e50a0bb6dd967\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Thomas Hubert\"},\"description\":\"Thomas Hubert is a journalist who has spent the last decade between France, Ireland and the Democratic Republic of Congo. Following a two-year stint as Kinshasa correspondent for the BBC, he is now based in Paris, covering issues ranging from human rights to farm policy and the environment for French- and English-speaking media houses and NGOs.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@tom_hubert\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/thomas-hubert\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38623\\\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bentang alam menawarkan langkah maju bagi kebijakan politik - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bentang alam menawarkan langkah maju bagi kebijakan politik","og_description":"Pendekatan holistik pemanfaatan lahan berkelanjutan memberikan dimensi ekstra penting terkait kebijakan iklim global yang dibentuk di COP21, demikian dikatakan para pembicara pada upacara penutupan Forum Bentang Alam Global 2015, Minggu lalu di Paris. Forum yang dihadiri lebih dari 3000 peserta dari berbagai lintas sektor kehutanan, pertanian, finansial dan lainnya, baik negara maju dan berkembang, bertemu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-12-10T04:24:53+00:00","article_modified_time":"2015-12-10T04:28:33+00:00","og_image":[{"width":500,"height":333,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Abdon-Nababan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Thomas Hubert","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@tom_hubert","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik"},"author":{"name":"Thomas Hubert","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/6bc131e53dfe93de1243f49aef0b9077"},"headline":"Bentang alam menawarkan langkah maju bagi kebijakan politik","datePublished":"2015-12-10T04:24:53+00:00","dateModified":"2015-12-10T04:28:33+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik"},"wordCount":580,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Abdon-Nababan.jpg","articleSection":["Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik","name":"Bentang alam menawarkan langkah maju bagi kebijakan politik - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Abdon-Nababan.jpg","datePublished":"2015-12-10T04:24:53+00:00","dateModified":"2015-12-10T04:28:33+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Abdon-Nababan.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Abdon-Nababan.jpg","width":500,"height":333,"caption":"Masyarakat adat termasuk salah satu unsur bentang alam yang dapat menjadi pengerak kebijakan iklim. Pilar Valbuena\/CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bentang alam menawarkan langkah maju bagi kebijakan politik"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/6bc131e53dfe93de1243f49aef0b9077","name":"Thomas Hubert","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g1da90ffdcb089d054a1e50a0bb6dd967","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Thomas Hubert"},"description":"Thomas Hubert is a journalist who has spent the last decade between France, Ireland and the Democratic Republic of Congo. Following a two-year stint as Kinshasa correspondent for the BBC, he is now based in Paris, covering issues ranging from human rights to farm policy and the environment for French- and English-speaking media houses and NGOs.","sameAs":["https:\/\/x.com\/@tom_hubert"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/thomas-hubert"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38623\/bentang-alam-menawarkan-langkah-maju-bagi-kebijakan-politik#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/12\/Abdon-Nababan.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38623","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/97"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38623"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38623\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38626"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38623"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=38623"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=38623"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=38623"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=38623"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=38623"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=38623"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=38623"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=38623"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=38623"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=38623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}