{"id":38093,"date":"2015-11-25T13:49:04","date_gmt":"2015-11-25T06:49:04","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=38093"},"modified":"2015-11-25T13:49:04","modified_gmt":"2015-11-25T06:49:04","slug":"riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota","title":{"rendered":"Riset: Pola baru migrasi mengubah makna \u2018desa\u2019 atau \u2018kota\u2019"},"content":{"rendered":"<p>Dengan meninggalkan desa dan mengirim uang ke daerah asal, para migran yang tinggal di negara hutan tropis, seperti Indonesia berperan merubah masa depan hutan, demikian temuan <a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/5762\/people-in-motion-forests-in-transition-trends-in-migration-urbanization-and-remittances-and-their-effects-on-tropical-forests\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penelitian baru<\/a>.<\/p>\n<p>Sayangnya kaitan yang dapat membentuk masa depan bentang alam dan masyarakat hutan belum terurai jelas dan miskin pemahaman \u2014 termasuk sedikitnya informasi aktual dan terlalu sederhana, kata peneliti.<\/p>\n<p>\u201cTanpa pemahaman yang baik, kita benar-benar tidak mengerti siapa sesungguhnya masyarakat hutan itu,\u201d kata Christine Padoch, salah seorang peneliti yang menjabat direktur penelitian <a href=\"\/\/www.cifor.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional<\/a> (CIFOR).<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>\u201cPara migran adalah bagian inti dari hampir setiap tempat yang kita hadapi, dan sejauh ini kita belum memberi perhatian cukup bagi kerumitan dan variasi dalam tren ini.\u201d<\/p>\n<p>Usia migrasi sama tuanya dengan umur kehidupan manusia, walaupun terjadi dalam skala tak terduga: <a href=\"http:\/\/hdr.undp.org\/en\/content\/human-development-report-2009\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">UNDP memperkirakan<\/a> bahwa satu miliar orang terlibat dalam migrasi, baik internasional dan domestik. Perubahan dalam komunikasi, transportasi dan kemampuan mengirim remitansi menciptakan pola baru dalam \u201ckonteks hiper-global\u201d abad 21.<\/p>\n<p>Pola baru ini membutuhkan pemahaman baru dampak sosial, lingkungan dan ekonomi lebih luas, kata Padoch.<\/p>\n<p>\u201cKetika orang memikirkan hubungan antara hutan dan migrasi, mereka berpikir wilayah seberang. Mereka pikir masyarakat bermigrasi ke area di mana tidak ada orang, atau tidak ada orang yang mempraktikkan pertanian,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cJadi ditemukan ada pemahaman migrasi bisa menyebabkan deforestasi, walaupun terdapat banyak sekali kaitan lain. Banyak area di mana hutan berubah komposisi dan pemanfaatannya \u2014 dan banyak yang terkait dengan migrasi.\u201d<\/p>\n<p><strong>SATU HAL YANG TERLUPA<\/strong><\/p>\n<p>Satu aspek penting migrasi yaitu adanya perubahan komposisi masyarakat desa, yang pada gilirannya mengarah pada perubahan siapa yang memanfaatkan lahan, dan bagaimana.<\/p>\n<p>Akibat migrasi  \u2014 meninggalkan lahan dan tenaga kerja pada orang tua\u2014beragam, tetapi beberapa penelitian menunjuk hasil penelantaran lahan dan penurunan produktivitas. Penelitian lain memantau munculnya pola panen bersama dan sewa, pemanfaatan strategis remitansi dan konsolidasi lahan ke pemilik lebih besar.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Sejalan dengan itu, fakta bahwa di banyak area sebagian besar migran adalah lelaki mengubah komposisi masyarakat hutan.<\/p>\n<p>Di Amerika Latin\u2014dan sebagian Asia dan Afrika\u2014menjadi tidak aneh ketika masyarakat kehilangan 60 persen kelompok muda. Salah satu akibatnya lain adalah lompatan proporsi perempuan dalam tenaga pertanian di negara berkembang, tulis penelitian ini.<\/p>\n<p>\u201cKetika masyarakat desa tidak punya atau kekurangan jumlah lelaki, atau ketika perempuan kurang mempunyai peluang bermigrasi \u2014 hal itu dapat mengubah pemahaman masyarakat mengenai peran dan hubungan jender,\u201d kata Padoch. \u201cPerubahan sosial ini dapat membuat perempuan lebih memiliki pilihan atau suara.\u201d<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/22274\/study-paints-nuanced-picture-of-gender-roles-in-forestry?fnl=en\">Penelitian terbaru<\/a> menunjukkan bahwa baik lelaki maupun perempuan desa memanfaatkan hutan \u2014 walaupun caranya berbeda. Perubahan komposisi jender di masyarakat oleh karena itu akan mempengaruhi hutan, kata Padoch, walaupun luasan dampaknya tetap belum diketahui.<\/p>\n<p>Ketika para migran mengirimkan uang kepada keluarga, remitansi juga berdampak pada masyarakat. Dan pada gilirannya, berdampak pula pada hutan dan pemanfaatan lahan.<\/p>\n<p>Remitansi menjadi sumber penting penghasilan ekstra di banyak area hutan. Uang tidak hanya untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga untuk investasi lahan, peternakan dan tenaga kerja, tulis peneliti.<\/p>\n<p>Efek ini pada hutan lagi-lagi beragam dan kompleks \u2014 dan jelas data-data tersedia masih kurang.<\/p>\n\n<p>\u201cBeberapa peneliti menyatakan remitansi dapat berujung pada percepatan ekspansi pertanian, atau, misalnya, menyebabkan pergeseran kegiatan pada peternakan saat masyarakat memiliki uang lebih untuk investasi,\u201d kata Padoch.<\/p>\n<p>\u201cDan penelitian lain menemukan, lain halnya di beberapa tempat di Amerika Latin, penghasilan tambahan dari remitansi bisa meredam kegiatan pertanian dan mendorong kebangkitan kembali hutan.\u201d<\/p>\n<p><strong>PENGUBAH PERMAINAN<\/strong><\/p>\n<p>Temuan kunci riset ini adalah perlunya mempertanyakan kembali gagasan siapa masyarakat &#8220;desa&#8221; atau&#8221;hutan&#8221; itu. Riset-riset yang dilakukan mengkaji, keterkaitan antara hutan dan migrasi sudah terlalu sederhana dan perlu diperbaharui.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat di wilayah desa, atau di wilayah hutan, seringkali merupakan masyarakat yang berada di kota dan desa yang sama dalam waktu bersamaan juga,&#8221; kata Padoch. \u201cEkonomi keluarga mereka bergantung baik pada produk kota maupun desa.\u201d<\/p>\n<p>Hal ini mengubah makna migrasi karena banyak keluarga memiliki jumlah tempat tinggal lebih dari satu.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>\u201cBanyak migrasi saat ini tidak benar-benar permanen. Hasilnya bukan orang meninggalkan satu tempat dan pergi ke tempat lain untuk tidak kembali,\u201d kata Padoch. \u201cNyatanya, banyak yang berputar saja.\u201d<\/p>\n<p>Dengan adanya celah besar pada data, khususnya remitansi dan dinamika demografik, mencoba menarik implikasi penuh migrasi hutan dan masyarakat hutan adalah tugas sulit \u2014 walaupun sangat dibutuhkan, kata para peneliti.<\/p>\n<p>\u201cJujur saja, penelitian seperti ini adalah pengubah permainan jika bermaksud memahami hutan, memahami pembangunan dan masyarakat desa,\u201d kata Padoch.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu memahami apa yang terjadi saat ini dan di mana celahnya, serta bagaimana hal ini mempengaruhi masyarakat dan hutan di masa depan.\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan meninggalkan desa dan mengirim uang ke daerah asal, para migran yang tinggal di negara hutan tropis, seperti Indonesia berperan merubah masa depan hutan, demikian temuan penelitian baru. Sayangnya kaitan yang dapat membentuk masa depan bentang alam dan masyarakat hutan belum terurai jelas dan miskin pemahaman \u2014 termasuk sedikitnya informasi aktual dan terlalu sederhana, kata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":202,"featured_media":38126,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215,12222],"tag-bahasa":[2560,2589],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[4715],"class_list":["post-38093","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","location-global","location-indonesia","tag-bahasa-jender","tag-bahasa-mata-pencaharian","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Riset: Pola baru migrasi mengubah makna \u2018desa\u2019 atau \u2018kota\u2019 - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Riset: Pola baru migrasi mengubah makna \u2018desa\u2019 atau \u2018kota\u2019\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dengan meninggalkan desa dan mengirim uang ke daerah asal, para migran yang tinggal di negara hutan tropis, seperti Indonesia berperan merubah masa depan hutan, demikian temuan penelitian baru. Sayangnya kaitan yang dapat membentuk masa depan bentang alam dan masyarakat hutan belum terurai jelas dan miskin pemahaman \u2014 termasuk sedikitnya informasi aktual dan terlalu sederhana, kata [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-11-25T06:49:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/imigrasi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"334\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Harry Pearl\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@harry_pearl\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota\"},\"author\":{\"name\":\"Harry Pearl\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/429fcb28b0ffe00b5e8d2a450362037e\"},\"headline\":\"Riset: Pola baru migrasi mengubah makna \u2018desa\u2019 atau \u2018kota\u2019\",\"datePublished\":\"2015-11-25T06:49:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota\"},\"wordCount\":733,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/imigrasi.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota\",\"name\":\"Riset: Pola baru migrasi mengubah makna \u2018desa\u2019 atau \u2018kota\u2019 - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/imigrasi.jpg\",\"datePublished\":\"2015-11-25T06:49:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/imigrasi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/imigrasi.jpg\",\"width\":500,\"height\":334,\"caption\":\"Migrasi skala besar di pedesaan menimbulkan perbedaaan komposisi masyarakat desa. Yayan Indriatmoko\\\/CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Riset: Pola baru migrasi mengubah makna \u2018desa\u2019 atau \u2018kota\u2019\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/429fcb28b0ffe00b5e8d2a450362037e\",\"name\":\"Harry Pearl\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cf672feeaf4c217fb1c9bf0d3f39057c8f006419f1f4ae4180e1aadd477ad507?s=96&d=mm&r=gd7971a4f274730521e70fd79c4f012d9\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cf672feeaf4c217fb1c9bf0d3f39057c8f006419f1f4ae4180e1aadd477ad507?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/cf672feeaf4c217fb1c9bf0d3f39057c8f006419f1f4ae4180e1aadd477ad507?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Harry Pearl\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@harry_pearl\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/harryp\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/38093\\\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Riset: Pola baru migrasi mengubah makna \u2018desa\u2019 atau \u2018kota\u2019 - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Riset: Pola baru migrasi mengubah makna \u2018desa\u2019 atau \u2018kota\u2019","og_description":"Dengan meninggalkan desa dan mengirim uang ke daerah asal, para migran yang tinggal di negara hutan tropis, seperti Indonesia berperan merubah masa depan hutan, demikian temuan penelitian baru. Sayangnya kaitan yang dapat membentuk masa depan bentang alam dan masyarakat hutan belum terurai jelas dan miskin pemahaman \u2014 termasuk sedikitnya informasi aktual dan terlalu sederhana, kata [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-11-25T06:49:04+00:00","og_image":[{"width":500,"height":334,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/imigrasi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Harry Pearl","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@harry_pearl","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota"},"author":{"name":"Harry Pearl","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/429fcb28b0ffe00b5e8d2a450362037e"},"headline":"Riset: Pola baru migrasi mengubah makna \u2018desa\u2019 atau \u2018kota\u2019","datePublished":"2015-11-25T06:49:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota"},"wordCount":733,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/imigrasi.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota","name":"Riset: Pola baru migrasi mengubah makna \u2018desa\u2019 atau \u2018kota\u2019 - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/imigrasi.jpg","datePublished":"2015-11-25T06:49:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/imigrasi.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/imigrasi.jpg","width":500,"height":334,"caption":"Migrasi skala besar di pedesaan menimbulkan perbedaaan komposisi masyarakat desa. Yayan Indriatmoko\/CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Riset: Pola baru migrasi mengubah makna \u2018desa\u2019 atau \u2018kota\u2019"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/429fcb28b0ffe00b5e8d2a450362037e","name":"Harry Pearl","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf672feeaf4c217fb1c9bf0d3f39057c8f006419f1f4ae4180e1aadd477ad507?s=96&d=mm&r=gd7971a4f274730521e70fd79c4f012d9","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf672feeaf4c217fb1c9bf0d3f39057c8f006419f1f4ae4180e1aadd477ad507?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/cf672feeaf4c217fb1c9bf0d3f39057c8f006419f1f4ae4180e1aadd477ad507?s=96&d=mm&r=g","caption":"Harry Pearl"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/@harry_pearl"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/harryp"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/38093\/riset-pola-baru-migrasi-mengubah-makna-desa-atau-kota#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/imigrasi.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38093","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/202"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38093"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/38093\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38093"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=38093"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=38093"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=38093"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=38093"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=38093"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=38093"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=38093"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=38093"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=38093"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=38093"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=38093"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=38093"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}