{"id":37999,"date":"2015-11-24T17:13:22","date_gmt":"2015-11-24T10:13:22","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=37999"},"modified":"2015-11-24T17:17:48","modified_gmt":"2015-11-24T10:17:48","slug":"saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla","title":{"rendered":"Saatnya bekerja \u2013 mewaspadai ancaman karhutla"},"content":{"rendered":"<p>Musim hujan sudah tiba, mengantikan musim kering, menurunkan air berlimpah dan memadamkan kebakaran di Sumatera dan Kalimantan. Alam telah menyelesaikan masalah kebakaran dan kabut asap  \u2014 namun sesungguhnya ancaman masih mengintai.<\/p>\n<p>\u201cSebagian wilayah secara alam akan lebih kering di bulan Februari dan Maret\u2014  seperti di wilayah Sumatera dan KalimantanTimur \u2014 dan dalam tahun El Nino, ini akan lebih menonjol,\u201d kata Louis Verchot, Direktur Hutan dan Lingkungan Hidup di Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR).<\/p>\n<p>\u201cKemungkinan besar akan terjadi periode kebakaran susulan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<div class='short-video sv_new short-video--left' >\n            <a class='short-video-trigger GTMshortVideo' href='#' data-video-url=''>\n                <div class='short-video__thumb'>\n                    <img src='' width='260' alt=''>\n                    <div class='short-video__icon'><i class='fa fa-play-circle-o'><\/i><\/div>\n                <\/div>\n                <div class='short-video__type'><\/div>\n                <div class='short-video__title'><\/div>\n            <\/a>\n        <\/div>\n<p>Kebakaran dan emisi <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/36467\/dont-inhale-scientists-look-at-what-the-indonesian-haze-is-made-of?fnl=en\">kabut asap beracun<\/a> berdampak besar pada manusia dan lingkungan. <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/37016\/clearing-the-smoke-the-causes-and-consequences-of-indonesias-fires?fnl=en\">Diperkirakan <\/a>sekitar 1,7 juta hektare hutan Indonesia terkena dampaknya. Kerugian ekonomi mencapai miliaran dolar, dan emisi gas rumah kaca Indonesia bisa mencapai tingkatan baru. Lebih dari setengah juta penduduk dirawat akibat gejala pernafasan; sementara efek kesehatan jangka panjang lain-lain masih belum diketahui.<\/p>\n<p><strong>JALUR KANAL AIR<\/strong><\/p>\n<p>Pemerintah menghadapi tugas besar memerangi kebakaran hutan dan lahan, termasuk dengan dukungan dari internasional. Intensitas kebakaran yang  semakin banyak, mengidentifikasi tindakan apa yang berhasil atau gagal menjadi tidak penting lagi.<\/p>\n<p>Satu masalah yang tengah dipertimbangkan yaitu menggali kanal, atau parit.<\/p>\n<p>\u201cAlasan pemerintah menggali kanal adalah membuat akses air, sayangnya sumber air berasal dari lahan gambut,\u201d kata Verchot.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/26254\/indonesia-peatland-forest-carbon-emissions-model?fnl=en\">Gambut<\/a> adalah materi organik dengan kandungan air sangat tinggi di dalamnya; hal ini memperlambat terjadinya dekomposisi (perombakan), inilah alasan akumulasi karbon di lahan gambut.<\/p>\n\n<p>\u201cKetika Anda menggali kanal, semua air keluar dan masuk ke dalam kanal, artinya gambut menjadi lebih kering, lebih dalam, dan menjadi lebih mudah terbakar,\u201d kata Louis Verchot.<\/p>\n<p>Louis Verchot dan para ilmuwan CIFOR lainnya bekerja sama dengan para pakar dari Universitas Palangka Raya Kalimantan Tengah mengukur dampak jangka panjang pengeringan dan kebakaran di lahan gambut. Mereka memasang 22 alat teknik lapang, dikenal sebagai R-SET-MH, untuk mengamati perubahan bawah tanah dalam serangkaian waktu.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin melihat proses pelepasan karbon akibat terjadinya pengeringan serta proses yang berlangsung di permukaan dalam,\u201d kata Sigit Sasmito, peneliti CIFOR.<\/p>\n<p>\u201cKami juga mengukur manfaat pembasahan kembali lahan gambut dengan air.\u201d<\/p>\n<p>Data ini menjadi satu contoh penelitian yang dapat mendukung strategi untuk mengatasi masalah.<\/p>\n<p>Tetapi Louis Verchot menyerukan bahwa solusi jangka panjang harus dilakukan lebih cepat sebelum terlambat.<\/p>\n<p>\u201cKejadian kebakaran dan asap, bisa diprediksi. Seharusnya masalah ini bisa diatasi,\u201d katanya.<\/p>\n\n<p>\u201cDiperlukan kemauan politik kuat. Membutuhkan banyak orang untuk melakukan hal berbeda. Dan perlu fasilitasi agar masyarakat melakukan secara berbeda.\u201d<\/p>\n<p>Dan keberhasilan memerlukan lebih dari penegakkan hukum.<\/p>\n<p>\u201cDibutuhkan pula insentif, dan menciptakan peluang agar masyarakat pindah dari lahan gambut, dan tetap punya penghasilan untuk menjamin penghidupan masa depan keluarga mereka,\u201d tambah Verchot.<\/p>\n<p>\u201cInilah soalnya\u2014harus lebih mengarah pada cerita kemanusiaan. Menyelesaikan masalah ini berarti secara bersungguh-sungguh menempatkan manusia sebagai inti solusi.\u201d<\/p>\n<p><strong>PERTANYAAN JUTAAN DOLAR<\/strong><\/p>\n<p>Hasil riset menunjukkan jutaan ton karbon dioksida teremisi saat kebakaran tahun 1997-1998 \u2013 berkontribusi signifikan terhadap perubahan iklim global. Di tahun ini, volume emisi menjadi yang terburuk kedua dalam catatan sejarah.<\/p>\n<p>Para delegasi akan mengikuti konferensi iklim PBB Paris 2015 dengan tujuan menjaga agar pemanasan global berada di bawah 2<sup>0<\/sup>C melalui upaya kesepakatan iklim yang mengikat secara hukum dan universal. Hutan dan tata guna lahan bisa menjadi bagian dari kesepakatan melalui REDD+, pengurangan emisi melalui deforestasi dan degradasi hutan.<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p>Tahun 2010, Norwegia berjanji untuk memberikan Indonesia sampai dengan US $ 1 miliar untuk REDD +.<\/p>\n<p>Menurut Louis Verchot, Indonesia telah membuat beberapa komitmen kuat untuk REDD +, tetapi reformasi struktural masih diperlukan \u2013 dan masih memerlukan dukungan dana.<\/p>\n<p>&#8220;Ada satu miliar dolar di atas meja saat ini dari pemerintah Norwegia dan bisa mendorong banyak tindakan. Tapi satu miliar dolar jika dibandingkan dengan nilai industri hasil hutan, industri pulp dan kertas dan kelapa sawit. Jumlah ini sebenarnya agak kecil, &#8220;katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi tanpa jaminan ketersediaan rencana keuangan jangka panjang berkelanjutan untuk melihat mekanisme REDD melalui untuk mencapai tujuan tersebut, akan sulit bagi Indonesia untuk berinvestasi dalam semua reformasi struktural yang diperlukan guna mewujudkan hal itu. &#8221;<\/p>\n\n<p>Indonesia bekerja sama dengan para ahli untuk mengatasi masalah itu. Sebagai langkah pertama, Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk tidak mengeluarkan izin baru untuk eksploitasi lahan gambut. Presiden Widodo mengatakan bahwa momentum saat ini harus digunakan untuk mencegah kebakaran di masa depan.<\/p>\n<p>Verchot setuju.<\/p>\n<p>&#8220;Jika krisis berlalu dan tindakan tidak dilakukan, masalah ini akan dilupakan dan kesempatan juga akan hilang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>&#8220;Ada pepatah: Janganlah Anda mensia-siakan masa krisis. Dan krisis di Indonesia sekarang menarik perhatian nasional dan internasional yang cukup besar untuk masalah kebakaran hutan dan lahan. &#8220;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Musim hujan sudah tiba, mengantikan musim kering, menurunkan air berlimpah dan memadamkan kebakaran di Sumatera dan Kalimantan. Alam telah menyelesaikan masalah kebakaran dan kabut asap \u2014 namun sesungguhnya ancaman masih mengintai. \u201cSebagian wilayah secara alam akan lebih kering di bulan Februari dan Maret\u2014 seperti di wilayah Sumatera dan KalimantanTimur \u2014 dan dalam tahun El Nino, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":214,"featured_media":38032,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2503,2548,2680,2622,2588],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[6193],"class_list":["post-37999","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-cadangan-karbon","tag-bahasa-kebakaran-hutan","tag-bahasa-lahan-basah","tag-bahasa-lahan-gambut","tag-bahasa-penegakan-hukum","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Saatnya bekerja \u2013 mewaspadai ancaman karhutla - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Saatnya bekerja \u2013 mewaspadai ancaman karhutla\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Musim hujan sudah tiba, mengantikan musim kering, menurunkan air berlimpah dan memadamkan kebakaran di Sumatera dan Kalimantan. Alam telah menyelesaikan masalah kebakaran dan kabut asap \u2014 namun sesungguhnya ancaman masih mengintai. \u201cSebagian wilayah secara alam akan lebih kering di bulan Februari dan Maret\u2014 seperti di wilayah Sumatera dan KalimantanTimur \u2014 dan dalam tahun El Nino, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-11-24T10:13:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-11-24T10:17:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Fire.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Suzanna Dayne\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla\"},\"author\":{\"name\":\"Suzanna Dayne\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd\"},\"headline\":\"Saatnya bekerja \u2013 mewaspadai ancaman karhutla\",\"datePublished\":\"2015-11-24T10:13:22+00:00\",\"dateModified\":\"2015-11-24T10:17:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla\"},\"wordCount\":727,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/Fire.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla\",\"name\":\"Saatnya bekerja \u2013 mewaspadai ancaman karhutla - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/Fire.jpg\",\"datePublished\":\"2015-11-24T10:13:22+00:00\",\"dateModified\":\"2015-11-24T10:17:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/Fire.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/Fire.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"Penggalian kanal di lahan gambut bisa membuat gambut lebih kering, lebih dalam, dan menjadi lebih mudah terbakar. Aulia Erlangga\\\/CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Saatnya bekerja \u2013 mewaspadai ancaman karhutla\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd\",\"name\":\"Suzanna Dayne\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g8f9b7cd57542c3c1abe44e5e11afc6e7\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Suzanna Dayne\"},\"description\":\"Suzanna Dayne is a communication consultant and writer\\\/producer. She currently works with UN agencies and non profits on issues linked to the SDGs, including the environment and climate change. She is a former writer\\\/producer for CNN International and international broadcaster for Voice of America radio.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/suzanna\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37999\\\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Saatnya bekerja \u2013 mewaspadai ancaman karhutla - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Saatnya bekerja \u2013 mewaspadai ancaman karhutla","og_description":"Musim hujan sudah tiba, mengantikan musim kering, menurunkan air berlimpah dan memadamkan kebakaran di Sumatera dan Kalimantan. Alam telah menyelesaikan masalah kebakaran dan kabut asap \u2014 namun sesungguhnya ancaman masih mengintai. \u201cSebagian wilayah secara alam akan lebih kering di bulan Februari dan Maret\u2014 seperti di wilayah Sumatera dan KalimantanTimur \u2014 dan dalam tahun El Nino, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-11-24T10:13:22+00:00","article_modified_time":"2015-11-24T10:17:48+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Fire.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Suzanna Dayne","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla"},"author":{"name":"Suzanna Dayne","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd"},"headline":"Saatnya bekerja \u2013 mewaspadai ancaman karhutla","datePublished":"2015-11-24T10:13:22+00:00","dateModified":"2015-11-24T10:17:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla"},"wordCount":727,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Fire.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla","name":"Saatnya bekerja \u2013 mewaspadai ancaman karhutla - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Fire.jpg","datePublished":"2015-11-24T10:13:22+00:00","dateModified":"2015-11-24T10:17:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Fire.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Fire.jpg","width":500,"height":332,"caption":"Penggalian kanal di lahan gambut bisa membuat gambut lebih kering, lebih dalam, dan menjadi lebih mudah terbakar. Aulia Erlangga\/CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Saatnya bekerja \u2013 mewaspadai ancaman karhutla"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/58a733990351598cdbdb28584f5f3abd","name":"Suzanna Dayne","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g8f9b7cd57542c3c1abe44e5e11afc6e7","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c29181bddd0ffefe3699042513c74c7ab9ae0054fd6d5dfbfcd1fecf62127869?s=96&d=mm&r=g","caption":"Suzanna Dayne"},"description":"Suzanna Dayne is a communication consultant and writer\/producer. She currently works with UN agencies and non profits on issues linked to the SDGs, including the environment and climate change. She is a former writer\/producer for CNN International and international broadcaster for Voice of America radio.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/suzanna"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37999\/saatnya-bekerja-mewaspadai-ancaman-karhutla#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Fire.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37999","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/214"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37999"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37999\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/38032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37999"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37999"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37999"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=37999"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=37999"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=37999"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=37999"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=37999"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=37999"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=37999"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=37999"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=37999"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=37999"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}