{"id":37516,"date":"2015-11-12T10:49:13","date_gmt":"2015-11-12T03:49:13","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=37516"},"modified":"2018-02-07T15:36:53","modified_gmt":"2018-02-07T08:36:53","slug":"dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global","title":{"rendered":"Dapatkan kita percaya data tingkat-negara hasil penilaian hutan global?"},"content":{"rendered":"<p>Kita semua didorong oleh komitmen politik terbaru untuk \u201cmengakhiri deforestasi\u201d atau \u201cmenghentikan kehilangan hutan alam\u201d di dekade berikut. Komitmen tersebut dinyatakan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (<a href=\"http:\/\/www.un.org\/ga\/search\/view_doc.asp?symbol=A\/69\/L.85&amp;Lang=E\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tujuan 15, target 2<\/a>), <a href=\"http:\/\/www.un.org\/climatechange\/summit\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2014\/07\/New-York-Declaration-on-Forest-%E2%80%93-Action-Statement-and-Action-Plan.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Deklarasi Hutan New York<\/a> dan keputusan Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB.<\/p>\n<p>Tetapi, dengan rujukan apa kita seharusnya memantau kemajuan menuju target yang dinyatakan dalam komitmen tersebut? Dan apakah kita sudah memiliki proses dalam menghasilkan temuan yang akurat?<\/p>\n<p>Di <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/32995\/the-new-global-assessments-and-the-forest#.VgEo37TbTaE\">artikel sebelumnya<\/a> saya menganalogikan upaya menilai perubahan hutan dunia dengan cerita mengenai orang buta dan gajah. Perbedaan metode, definisi, kelengkapan dan verifikasi lapangan mengarah pada hasil yang sama sekali tak bisa dibandingkan antara <a href=\"http:\/\/www.globalforestwatch.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Global Forest Watch<\/a> dan <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/forest-resources-assessment\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">FAO Global Forest Resources Assessment<\/a>.<\/p>\n<p>Hasil-hasil itu dikomunikasikan secara luas dan digunakan sebagai rujukan banyak analisis politik dan ekonomi. Faktanya memang sedikit sumber alternatif informasi perubahan hutan dunia.<\/p>\n<p>Walaupun, dengan informasi saling bertentangan, risiko mispersepsi dan kesalahan konklusi jelas ada. Untuk menentukan seberapa dalam kebingungan, kita perlu lebih jauh memeriksa laporan penilaian yang didanai publik ini.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Di sini, saya mendalami data tingkat-negara hasil FRA 2015 dan GFW. Untuk FRA 2015 saya menggunakan rata-rata perubahan area hutan tahunan 2010-2015, dan untuk GFW rata-rata \u201ckehilangan tutupan pohon\u201d 2010-2014, sebagaimana dilaporkan menggunakan 30% ambang tutupan kanopi dalam algoritma.<\/p>\n<p>Data total dunia adalah -3,3 Mha\/tahun untuk FRA 2015 dan -19,8 Mha\/tahun untuk GFW, dengan catatan bahwa rata-rata lima tahun GFW lebih tinggi -18 Mha yang dilaporkan 2014.<\/p>\n<p>Agar data lebih mudah dicerna, saya mengeluarkan 29 negara yang memiliki lebih dari 20 Mha hutan pada 2015, merujuk FRA 2005. Digabungkan, negara-negara tersebut memiliki 85% hutan dunia. Perubahan total area hutan mereka dalam periode menurut FRA adalah -2,2 Mha\/tahun, dan \u201ckehilangan tutupan pohon\u201d GFW 16,4 Mha\/tahun. Lihat tabel data di <a href=\"https:\/\/dl.dropboxusercontent.com\/u\/106629579\/FRA2015-GFW%20comparison%2028%20Sep%202015.xlsx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sini<\/a>.<\/p>\n<p>Dari data per negara, jelas bahwa perbedaan disebabkan oleh situasi tak sama di lapangan. Saya memutuskan membagi 29 negara dalam lima kategori untuk menandai mengapa celah perbedaan ini sangat signifikan.<\/p>\n<p><strong>Kategori 1. Kontradiksi sempurna <\/strong>\u2013 negara di mana FRA menunjukkan wilayah hutan yang stabil atau meningkat, GFW melaporkan kehilangan besar tutupan pohon. Meliputi: Australia, Kanada, China, Finlandia, Gabon, India, Malaysia, Rusia, Swedia dan AS, yang memiliki sekitar separuh hutan dunia.<\/p>\n<p>\u2013 FRA 2015: total kenaikan 2,4 Mha\/tahun<\/p>\n<p>\u2013 GFW: total kehilangan 9,6 Mha\/tahun<\/p>\n<div class='short-image short-image--left'>\n\t\t\t\t<a class='fancybox-image GTMshortImage' href='' target='_self'>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__thumb'>\n\t\t\t\t\t\t<img src='' width='260'>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__type'><h3><\/h3><\/div>\n\t\t\t\t\t<div class='short-image__title'><h4><\/h4><\/div>\n\t\t\t\t<\/a>\n\t\t\t<\/div>\n<p><em>Penjelasan yang mungkin<\/em>: Negara-negara tersebut menunjukkan kehilangan hutan yang luas, terutama dari pengambilan kayu. Namun, wilayah hutan biasanya tidak terpengaruh oleh pengambilan tersebut, selain karena jenis pemanfaatan lahan tetap \u201chutan\u201d, dan tegakan dibiarkan tumbuh kembali secara alami atau secara aktif ditanami kembali. Sebagai tambahan, sebagian negara tersebut melaporkan target peningkatan area hutan \u2013 sesuatu yang tidak dihitung GFW. Sebagian besar negara tersebut memiliki sistem inventarisasi hutan nasional canggih, dan akan melaporkan angka akurat kepada FRA 2015.<\/p>\n<p><strong>Kategori 2. Keserupaan beralasan <\/strong>\u2013 negara-negara dimana terjadi perubahan area hutan negatif dan besaran perubahan area FRA dan GFW yang sama. Meliputi: Angola, Argentina, Bolivia dan Peru, yang memiliki 6% hutan dunia.<\/p>\n<ul>\n<li>FRA 2015: kehilangan total 0,9 Mha\/tahun<\/li>\n<li>GFW: kehilangan total 1.0 Mha\/tahun<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Penjelasan yang mungkin<\/em>: Di negara-negara itu, kehilangan tutupan pohon umumnya tampaknya terkait dengan deforestasi. Tidak satu pun negara tersebut tampak melakukan perluasan lahan hutan, walaupun hutan yang ada di lahan non-pemerintah mungkin luput dari FRA.<\/p>\n\n<p><strong>Kategori 3. Perubahan area negatif (kecepatan lebih tinggi dinyatakan GFW) <\/strong>\u2013 negara di mana perubahan area negatif, dan kehilangan tutupan pohon GFW tampaknya memperbesar perubahan lahan. Meliputi: Brasil, Kolombia, Republik Demokratik Kongo, Indonesia dan Meksiko, memiliki sekitar 20% hutan dunia.<\/p>\n<ul>\n<li>FRA 2015: kehilangan total 2,1 Mha\/tahun<\/li>\n<li>GFW: kehilangan total 5,0 Mha\/tahun<\/li>\n<\/ul>\n<p><em>Penjelasan yang mungkin<\/em>: Mengingat beberapa negara ini memiliki sistem pemantauan hutan nasional canggih, agak tidak mungkin perubahan signifikan area hutan mereka tak tercatat. Jadi, tampaknya GFW melaporkan kehilangan tutupan pohon yang tidak terkait deforestasi. Beberapa di antaranya terkait dengan siklus tata kelola hutan (seperti Kategori 1), dan sebagian lain terkait perubahan di luar hutan, misal perkebunan sawit atau kawasan pertanian lain.<\/p>\n<p><strong>Kategori 4. Perubahan area negatif (kecepatan lebih tinggi dinyatakan FAO) <\/strong>\u2013 negara dengan tren negatif, dan perubahan area hutan FAO lebih besar dari kehilangan tutupan hutan GFW. Meliputi: Kamerun, Myanmar, Sudan, Tanzania, Venezuela dan Zambia, memiliki sekitar 6% dari hutan dunia.<\/p>\n<ul>\n<li>FRA 2015: kehilangan total 1,6 Mha\/tahun<\/li>\n<li>GFW: kehilangan total 0,6 Mha\/tahun<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kategori ini menarik, karena satu-satunya di mana kehilangan GFW lebih kecil daripada FAO. Mengingat sulit membayangkan kejadian deforestasi tanpa kehilangan tutupan pohon (walaupun secara teoritis mungkin), tampaknya karena kehilangan FAO terlalu dibesar-besarkan. Negara-negara ini umumnya lemah dalam sistem pemantauan nasional, jadi kesalahan pelaporan data mungkin lebih besar. Negara-negara Afrika di atas tampaknya memiliki sejarah membesar-besarkan perubahan area hutan dalam wilayah itu secara keseluruhan, seperti yang dalam FRA 2000 (<a href=\"ftp:\/\/ftp.fao.org\/docrep\/fao\/003\/Y1997E\/FRA%202000%20Main%20report.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">p. 316, fig 46\u201311<\/a>).<\/p>\n<p><strong>Kategori 5. Perubahan relatif kecil dilaporkan FRA dan GFW <\/strong>\u2013 negara di mana perubahan area relatif kecil. Meliputi: Republik Afrika Tengah, Jepang, Papua Nugini dan Republik Kongo, memiliki 3% dari hutan dunia.<\/p>\n<ul>\n<li>FRA 2015: kehilangan total 0,04 Mha\/tahun<\/li>\n<li>GFW: kehilangan total 0.2 Mha\/tahun.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n<p>Tingkat korespondensi antara dua sumber data ini sangat rendah, menggambarkan bahwa angka-angka dicatat menggunakan metode dan asumsi berbeda. Gambar 1 menunjukkan korespondensi relatif terhadap keseluruhan area hutan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_37669\" aria-describedby=\"caption-attachment-37669\" style=\"width: 314px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-37669\" src=\"\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/HOLMGREN-FRA-GFW-blog-Fig-1.jpg\" alt=\"Gambar 1. Area hutan berdasar korespondensi antara perubahan area hutan FRA 2015 dan kehilangan tutupan hutan GFW pada tingkat negara untuk kategori 1-5. Merah=tren bertentangan. Kuning=arah perubahan sama tetapi beda besaran. Hijau=data saling berkorespondensi\" width=\"314\" height=\"271\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-37669\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1. Area hutan berdasar korespondensi antara perubahan area hutan FRA 2015 dan kehilangan tutupan hutan GFW pada tingkat negara untuk kategori 1-5. Merah=tren bertentangan. Kuning=arah perubahan sama tetapi beda besaran. Hijau=data saling berkorespondensi<\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk kategori 1 (merah), ada kontradiksi nyata; untuk kategori 3 dan 4 (kuning) hasil menunjukkan tren ke arah sama, tetapi beda besaran; dan kategori 2 dan 5 (hijau) kaitannya kuat.<\/p>\n<p>Untuk kategori 1, 2, 3 dan 5, tidak ada alasan mengasumsikan bahwa estimasi FAO mengenai perubahan area hutan jauh dari kenyataan. Untuk kategori 4, tidak ada alasan percaya bahwa FAO melakukan estimasi berlebihan terhadap berkurangnya area hutan hingga 1Mha\/tahun. Jika ini benar, artinya perubahan bersih area hutan dunia lebih rendah dari -3,3 Mha\/tahun yang dilaporkan FAO \u2013 mungkin berada pada kisaran -2 hingga -2,5 Mha\/tahun. Angka ini bisa lebih rendah jika data menghitung hutan skala kecil yang berkembang dari lahan pertanian. Tampaknya baik FRA atau GFW tidak siap mendeteksi peningkatan itu, meski signifikansinya jelas.<\/p>\n<div class='short-quote'>\n\t\t\t<blockquote>\n\t\t\t\t<p><\/p>\n\t\t\t\t<footer>\n\t\t\t\t\t<cite title='Source Title'><\/cite>\n\t\t\t\t<\/footer>\n\t\t\t<\/blockquote>\n\t\t<\/div>\n<p>Dan akhirnya, tidak GFW, tidak pula FRA memberi data deforestasi, tetapi memang berbeda walau dalam variabel yang sama. Terlepas seberapa pun akurat atau tidaknya penilaian, kealpaan ini berarti mereka tidak lantas cocok untuk memantau kemajuan ke arah komitmen politik mengurangi atau mengakhiri deforestasi.<\/p>\n<p>Jelas, ada kebutuhan meningkatkan dan mengkonsolidasikan <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/docrep\/005\/y4001e\/Y4001E02.htm#P0_0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">statistik internasional perubahan hutan<\/a>, yang mencakup:<\/p>\n<ul>\n<li>Lembaga pelaporan hutan di tingkat internasional seharusnya lebih terbuka mengenai perbedaan dan ketidakpastian hasil.<\/li>\n<li>Dengan menggabungkan secara lebih kolaboratif keterlibatan lembaga nasional dan para pakar, serta penerapan teknologi indera jarak jauh secara internasional, ketidakpastian dapat dikurangi dan kejernihan meningkat.<\/li>\n<li>Komitmen oleh negara-negara, sektor swasta dan masyarakat sipil, seperti dalam <a href=\"http:\/\/www.un-redd.org\/portals\/15\/documents\/ForestsDeclarationText.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Deklarasi Hutan New York<\/a>, seharusnya dikawal dengan komitmen pemantauan kemajuan yang akurat.<\/li>\n<li>Investasi arus ditingkatkan untuk memungkinkan lembaga nasional mengimplementasikan pemantauan hutan dan lanskap dalam jangka panjang. Hal ini seharusnya tentu saja tidak dibatasi pada tren area hutan, tetapi meliputi semua jenis kontribusi hutan dan lanskap bagi pembangunan.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kita semua didorong oleh komitmen politik terbaru untuk \u201cmengakhiri deforestasi\u201d atau \u201cmenghentikan kehilangan hutan alam\u201d di dekade berikut. Komitmen tersebut dinyatakan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Tujuan 15, target 2), Deklarasi Hutan New York dan keputusan Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB. Tetapi, dengan rujukan apa kita seharusnya memantau kemajuan menuju target yang dinyatakan dalam komitmen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":37637,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,161,11],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2522,2597],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[2967],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[680],"class_list":["post-37516","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-deforestation","category-mrv-2","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-pemetaan","type-bahasa-kolom-dirjen"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Dapatkan kita percaya data tingkat-negara hasil penilaian hutan global? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dapatkan kita percaya data tingkat-negara hasil penilaian hutan global?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kita semua didorong oleh komitmen politik terbaru untuk \u201cmengakhiri deforestasi\u201d atau \u201cmenghentikan kehilangan hutan alam\u201d di dekade berikut. Komitmen tersebut dinyatakan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Tujuan 15, target 2), Deklarasi Hutan New York dan keputusan Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB. Tetapi, dengan rujukan apa kita seharusnya memantau kemajuan menuju target yang dinyatakan dalam komitmen [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-11-12T03:49:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:36:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Yoke-Village.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Peter Holmgren\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global\"},\"author\":{\"name\":\"Peter Holmgren\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\"},\"headline\":\"Dapatkan kita percaya data tingkat-negara hasil penilaian hutan global?\",\"datePublished\":\"2015-11-12T03:49:13+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:36:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global\"},\"wordCount\":1117,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/Yoke-Village.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Deforestation\",\"MRV\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global\",\"name\":\"Dapatkan kita percaya data tingkat-negara hasil penilaian hutan global? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/Yoke-Village.jpg\",\"datePublished\":\"2015-11-12T03:49:13+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:36:53+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/Yoke-Village.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/11\\\/Yoke-Village.jpg\",\"width\":500,\"height\":375,\"caption\":\"Adanya perbedaan metode, definisi, kelengkapan dan verifikasi lapangan mengarah pada perbedaan hasil data tutupan hutan. Mokhammad Edliadi\\\/CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dapatkan kita percaya data tingkat-negara hasil penilaian hutan global?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\",\"name\":\"Peter Holmgren\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Peter Holmgren\"},\"description\":\"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/peter-holmgren\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/37516\\\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dapatkan kita percaya data tingkat-negara hasil penilaian hutan global? - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dapatkan kita percaya data tingkat-negara hasil penilaian hutan global?","og_description":"Kita semua didorong oleh komitmen politik terbaru untuk \u201cmengakhiri deforestasi\u201d atau \u201cmenghentikan kehilangan hutan alam\u201d di dekade berikut. Komitmen tersebut dinyatakan dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Tujuan 15, target 2), Deklarasi Hutan New York dan keputusan Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB. Tetapi, dengan rujukan apa kita seharusnya memantau kemajuan menuju target yang dinyatakan dalam komitmen [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-11-12T03:49:13+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:36:53+00:00","og_image":[{"width":500,"height":375,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Yoke-Village.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Peter Holmgren","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global"},"author":{"name":"Peter Holmgren","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122"},"headline":"Dapatkan kita percaya data tingkat-negara hasil penilaian hutan global?","datePublished":"2015-11-12T03:49:13+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:36:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global"},"wordCount":1117,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Yoke-Village.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Deforestation","MRV"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global","name":"Dapatkan kita percaya data tingkat-negara hasil penilaian hutan global? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Yoke-Village.jpg","datePublished":"2015-11-12T03:49:13+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:36:53+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Yoke-Village.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Yoke-Village.jpg","width":500,"height":375,"caption":"Adanya perbedaan metode, definisi, kelengkapan dan verifikasi lapangan mengarah pada perbedaan hasil data tutupan hutan. Mokhammad Edliadi\/CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dapatkan kita percaya data tingkat-negara hasil penilaian hutan global?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122","name":"Peter Holmgren","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Peter Holmgren"},"description":"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/peter-holmgren"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/37516\/dapatkan-kita-percaya-data-tingkat-negara-hasil-penilaian-hutan-global#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/11\/Yoke-Village.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37516","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37516"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37516\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37516"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37516"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37516"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=37516"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=37516"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=37516"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=37516"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=37516"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=37516"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=37516"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=37516"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=37516"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=37516"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}