{"id":31153,"date":"2015-07-28T11:53:49","date_gmt":"2015-07-28T04:53:49","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=31153"},"modified":"2015-10-13T10:58:38","modified_gmt":"2015-10-13T03:58:38","slug":"potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim","title":{"rendered":"MANGROVE INDONESIA: Potong emisi, jangan hutan mangrove"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia _ Mangrove Indonesia, lumbung besar penyimpan karbon, merupakan kartu negosiasi penting dalam perundingan perubahan iklim di Paris, demikian menurut para penulis <span style=\"text-decoration: line-through;\"> <\/span>riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal <em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/5669\/the-potential-of-indonesian-mangrove-forests-for-global-climate-change-mitigation\/\" target=\"_blank\">Nature Climate Change<\/a><\/em><\/p>\n<p>\u201cPara pembuat kebijakan Indonesia seharusnya menjadikan wacana perlindungan dan keberlanjutan pengelolaan mangrove sebagai potensi solusi mitigasi perubahan iklim,\u201d kata Daniel Murdiyarso ketua peneliti dan ilmuwan utama <a href=\"\/\/www.cifor.org\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR)<\/a>.<\/p>\n<p>\u201cNamun untuk mencapai kemajuan itu, amatlah penting untuk melindungi dan mengelola mangrove secara berkelanjutan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Sejumlah wilayah mangrove di Indonesia ditebangi dalam dekade terakhir, walaupun mungkin belum pernah ada waktu yang lebih baik \u2013 bukan pula motivasi politik mencolok \u2013 untuk merubah dinamika yang terjadi.<\/p>\n<blockquote><p><em>Penyimpanan karbon global dalam ekosistem jenis ini sekitar 10 miliar ton, jadi Indonesia memiliki sepertiga dari total tersebut di dalam mangrove<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Penelitian baru memperkuat temuan sebelumnya bahwa dalam luas yang sama, mangrove <a href=\"http:\/\/www.nature.com\/ngeo\/journal\/v4\/n5\/abs\/ngeo1123.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menyimpan 3 \u2013 5 kali lebih banyak karbon<\/a> dibandingkan hutan hujan, menunjukkan bahwa mangrove Indonesia berada di papan atas daftar densitas karbon \u2013 menyimpan 3,14 miliar ton karbon, terutama di dalam tanah.<\/p>\n<p>\u201cPenyimpanan karbon global dalam ekosistem jenis ini sekitar 10 miliar ton, jadi Indonesia memiliki sepertiga dari total tersebut di dalam mangrove,\u201d kata Murdiyarso.<\/p>\n<p>Hal ini menjadi penting karena pada saat mangrove ditebang, dan tanahnya dikeringkan atau digali, karbon teroksidasi dan terlepas ke atmosfer, yang berkontribusi pada perubahan iklim.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Hasil riset dapat dibaca di tautan berikut:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/5669\/the-potential-of-indonesian-mangrove-forests-for-global-climate-change-mitigation\/\" target=\"_blank\">The potential of Indonesian mangrove forests for global climate change mitigation<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p>Fakta ini menegaskan, <a href=\"http:\/\/riel.cdu.edu.au\/blog\/2015\/04\/indonesia%E2%80%99s-vast-mangroves-are-treasure-worth-saving\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Indonesia menebangi kawasan mangrovenya lebih cepat<\/a> dibandingkan negara manapun di bumi, kecuali satu (Republik Dominika), kata para peneliti.<\/p>\n<p>Dalam skala global, penelitian baru ini melaporkan, pelepasan karbon akibat hilangnya hutan mangrove Indonesia menyumbang 42% emisi gas rumah kaca global akibat rusaknya ekosistem pesisir.<\/p>\n<p><strong>HARTA KARUN TERSEMBUNYI<\/strong><\/p>\n<p>Para ilmuwan mengukur karbon di beragam lokasi pulau-pulau di Indonesia.<\/p>\n<p>Mereka menemukan bahwa mangrove sepanjang pesisir berpenduduk padat di pulau Jawa hanya menyimpan 500 ton karbon per hektare, sementara di tempat terpencil dan jarang penduduk di Papua menyimpan hampir 1.500 ton.<\/p>\n<p>Dengan begitu kayanya simpanan karbon, 2,9 juta hektare mangrove Indonesia merupakan \u201ctempat serapan karbon penting bagi dunia\u201d.<\/p>\n<p>Hal ini berarti, Indonesia harus mengutamakan konservasi mangrove di dalam daftar upaya nasional mengurangi emisi karbon.<\/p>\n<p><strong>TARGET IKLIM INDONESIA<\/strong><\/p>\n<p>Dalam tahun-tahun terakhir, Indonesia membuat komitmen kuat memotong gas rumah kacanya. Sebelum perundingan perubahan iklim di <a href=\"http:\/\/unfccc.int\/meetings\/copenhagen_dec_2009\/meeting\/6295.php\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kopenhagen pada 2009<\/a>, Indonesia berkomitmen <a href=\"http:\/\/www.climateinstitute.org.au\/verve\/_resources\/24_Brief_for_Minister_-_Indonesia_2020_emission_reduction_target_October_2009.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mengurangi emisi <span style=\"text-decoration: line-through;\">emsisi <\/span>sebesar 26 persen pada 2020<\/a>. Pada 2011, pemerintah menaikkan lagi potensi <a href=\"http:\/\/www.thejakartapost.com\/news\/2011\/10\/31\/plan-laid-out-indonesia-upbeat-about-its-2020-emission-target.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pengurangan 41 persen<\/a> dalam periode yang sama, dengan dukungan internasional.<\/p>\n<p>Untuk mencapai kedua target ini, Indonesia perlu mengurangi deforestasi, karena penggunaan lahan adalah sumber utama emisi gas rumah kaca.<\/p>\n<p>Dan emisi tahunan Indonesia dari penggundulan mangrove menyumbang hingga 20 persen emisi total penggunaan lahan.<\/p>\n<p>\u201cKhususnya menuju perundingan perubahan iklim Paris, inilah saat yang baik untuk mendorong potensi mangrove untuk mitigasi,\u201d kata Murdiyarso.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>FAKTA PENTING MANGROVE:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"http:\/\/bit.ly\/1Mw3tjA\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kekayaan nasional dalam ancamant<\/a><\/li>\n<li><a href=\"http:\/\/bit.ly\/1h1rdiy\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">5 Fakta penting untuk peduli mangrove<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<hr \/>\n<p>Dan ini solusi terhadap terus berlangsungnya kerusakan mangrove Indonesia.<\/p>\n<p>Sangat tingginya kepadatan karbon yang membuat kerusakan karbon mengecilkan kontribusi emisi karbon Indonesia, sekaligus juga menjadi potensi menggiurkan.<\/p>\n<p>Direktur Jenderal Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Nur Masripatin, sangat sadar potensi tersebut.<\/p>\n<blockquote><p><em>Semua menyetujui pentingnya ekosistem mangrove, baik bagi perubahan iklim maupun penghidupan penduduk di sekitar mangrove<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>\u201cSemua menyetujui pentingnya ekosistem mangrove, baik bagi perubahan iklim maupun penghidupan penduduk di sekitar mangrove,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cDalam konteks perubahan iklim, mangrove adalah satu tempat di mana mitigasi dan adaptasi bisa diupayakan bersama.\u201d<\/p>\n<p>Apa yang menjadi titik terang dari penelitian Daniel Murdiyarso ini \u2013 dan juga ada di dalam benak ilmuwan dan pengambil kebijakan utama \u2013 yaitu mengurangi laju, atau secara signifikan melambatkan hilangnya mangrove memberi<del><span style=\"text-decoration: line-through;\"> <\/span><\/del>harapan, mengantar Indonesia melakukan langkah raksasa menuju target reduksi emisi, yang tenggatnya lima tahun lagi.<\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>VIDEO:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tanya jawab dengan Daniel Murdiyarso<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/I8_XdPz6toY\" width=\"450\" height=\"216\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>SIAPA YANG BERUNTUNG?<\/strong><\/p>\n<p>Membalikkan tren berarti memahami siapa yang mengambil manfaat hilangnya mangrove.<\/p>\n<p>Jawabannya: akuakultur, terutama pertambakan udang, sebagai industri yang dalam tiga dekade terakhir mencapai angka kotor 1,5 miliar dolar AS per tahun secara nasional. Ini bisa seperti kemenangan sektor perikanan Indonesia, tetapi tidak sesederhana itu.<\/p>\n<p>\u201cOrang lupa bahwa mangrove berperan sangat penting menyediakan lahan bertelur ikan,\u201d kata Murdiyarso.<\/p>\n<p>Dengan ada risiko penangkanan ikan liar terjadi ketika mangrove digunduli untuk akuakultur, menjadi tidak jelas tangkapan bersih perikanan Indonesia, belum lagi dampak penghidupan masyarakatnya.<\/p>\n<p>\u201cMangrove adalah pencetak lahan yang efektif. Kemampuan mangrove memerangkap sedimen aliran hulu dan serasah menawarkan jasa signifikan melindungi zona pesisir dan interior dari kenaikan permukaan air,\u201d kata Murdiyarso.<\/p>\n<p>\u201cWalaupun jasa ekosistem ini belum dimonetisasi (ditampilkan, untuk diketahui), mangrove tetap harus dimasukkan dalam hitungan.\u201d<\/p>\n<p><strong>TANTANGAN TATA KELOLA <\/strong><\/p>\n<p>Menghentikan penggundulan mangrove tampaknya menjadi tantangan kebijakan yang kompleks dan tidak mudah.<\/p>\n<p>Daniel Murdiyarso secara sadar melakukan dan mengukur penelitian ini .<\/p>\n<p>\u201cTata kelola mangrove berkelanjutan adalah tantangan besar,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cMangrove dikelola oleh banyak sekali badan berbeda yang tidak lantas berkomunikasi satu sama lain. Penting bagi badan-badan ini duduk bersama dan menyusun aturan, kebijakan menangani mangrove secara layak.\u201d<\/p>\n<p>Dr. Masripatin sepakat.<\/p>\n<p>\u201cTantangannya adalah menciptakan kebijakan yang konsisten,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cDan menyakinkan pemerintah lokal juga penting. Ketika kita ke lapangan, banyak pemerintah lokal tidak berpikir bahwa wilayah mangrove adalah ekosistem penting, atau satu yang perlu dilindungi.\u201d<\/p>\n<p>Ilmuwan dan pengambil kebijakan perlu sepakat untuk melindungi mangrove Indonesia secara lebih baik akan memerlukan pendekatan kembali ke hal mendasar, mengkoordinasi kementerian terkait di tingkat nasional sambil melakukan pendekatan kepada pemerintah lokal mengenai pentingnya ekosistem ini. CIFOR telah merancang <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/26781\/swamp-toolbox-tropical-wetlands-mangroves-peatlands#.VZ8ODnwcSFl\">modul pembelajaran lahan basah berkelanjutan<\/a> untuk membantu mengatasi sebagian tantangan tersebut.<\/p>\n<p>Dan dengan adanya penelitian baru yang mengklarifikasi potensi penting mangrove Indonesia guna mencapai target<span style=\"text-decoration: line-through;\">nya<\/span> reduksi emisi, pengambil kebijakan bisa mendapatkan pengetahuan dan alasan untuk membalikkan gelombang menghadapi perubahan iklim.<\/p>\n<p>Untuk informasi lebih lanjut tentang riset ini, silahkan untuk menghubungi Daniel Murdiyarso di d.murdiyarso@cgiar.org.<\/p>\n<p><strong>Proyek SWAMP &#8211; CIFOR didukung sebagian oleh USAID dan US Forest Service dan merupakan bagian dari program penelitian <a href=\"http:\/\/www.foreststreesagroforestry.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">CGIAR tentang Hutan, Pohon dan Agroforestri.<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia _ Mangrove Indonesia, lumbung besar penyimpan karbon, merupakan kartu negosiasi penting dalam perundingan perubahan iklim di Paris, demikian menurut para penulis riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change \u201cPara pembuat kebijakan Indonesia seharusnya menjadikan wacana perlindungan dan keberlanjutan pengelolaan mangrove sebagai potensi solusi mitigasi perubahan iklim,\u201d kata Daniel Murdiyarso ketua peneliti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":35816,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,161,137,13,95,1072,96,180],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2476,2503,2891,2522,2500,2721,3138,2680,2596,2604,3139,2958,2538],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[739],"class_list":["post-31153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-deforestation","category-forest-management-restoration","category-governance","category-human-wellbeing","category-landscapes","category-mangroves","category-mitigating-climate-change","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-adaptasi","tag-bahasa-cadangan-karbon","tag-bahasa-daniel-murdiyarso","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-emisi-karbon","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-kementerian-lingkungan-hidup-dan-kehutanan","tag-bahasa-lahan-basah","tag-bahasa-mangrove","tag-bahasa-mitigasi","tag-bahasa-nur-masripatin","tag-bahasa-program-lestari-dalam-kerangka-adaptasi-dan-mitigasi-lahan-basah","tag-bahasa-target-pengurangan-emisi","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>MANGROVE INDONESIA: Potong emisi, jangan hutan mangrove - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"MANGROVE INDONESIA: Potong emisi, jangan hutan mangrove\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia _ Mangrove Indonesia, lumbung besar penyimpan karbon, merupakan kartu negosiasi penting dalam perundingan perubahan iklim di Paris, demikian menurut para penulis riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change \u201cPara pembuat kebijakan Indonesia seharusnya menjadikan wacana perlindungan dan keberlanjutan pengelolaan mangrove sebagai potensi solusi mitigasi perubahan iklim,\u201d kata Daniel Murdiyarso ketua peneliti [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-07-28T04:53:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-13T03:58:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Mangrove-3-500x375_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Samuel McGlennon\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim\"},\"author\":{\"name\":\"Samuel McGlennon\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/e5c7569b7487878cd61b205e7c87b613\"},\"headline\":\"MANGROVE INDONESIA: Potong emisi, jangan hutan mangrove\",\"datePublished\":\"2015-07-28T04:53:49+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T03:58:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim\"},\"wordCount\":945,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Mangrove-3-500x375_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Deforestation\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Governance\",\"Human well-being\",\"Landscapes\",\"mangroves\",\"Mitigation\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim\",\"name\":\"MANGROVE INDONESIA: Potong emisi, jangan hutan mangrove - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Mangrove-3-500x375_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2015-07-28T04:53:49+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T03:58:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Mangrove-3-500x375_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/Mangrove-3-500x375_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":375,\"caption\":\"Wacana konservasi hutan mangrove sebagai potensi besar penyimpan karbon perlu mendapat perhatian pemerintah. Foto: Sigit Deni Sasmito\\\/CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"MANGROVE INDONESIA: Potong emisi, jangan hutan mangrove\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/e5c7569b7487878cd61b205e7c87b613\",\"name\":\"Samuel McGlennon\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3e3abf4b4afdde1787340ced4484408442ef86f40931673ae82dc838d38e540f?s=96&d=mm&r=g474079956933a261229c4b90fc0b68f2\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3e3abf4b4afdde1787340ced4484408442ef86f40931673ae82dc838d38e540f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/3e3abf4b4afdde1787340ced4484408442ef86f40931673ae82dc838d38e540f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Samuel McGlennon\"},\"description\":\"Dr Samuel McGlennon was awarded his PhD from the Australian National University in December, 2015. His research explored \u200bthe limitations and possibilities of \u200battempts to govern trade in the so-called 'deforestation commodities'\u200b,\u200bthrough certification schemes and Roundtables, illegal logging legislation and biofuels standards, among other innovations. These supply chain responses from overseas businesses, industries and governments \u200bhave \u200bemerge\u200bd\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200bduring an 'age of experimentation' in which actors \u200bare seeking to address their connection to 'distant' problems such as tropical deforestation. Sam was based at CIFOR in Bogor, Indonesia for almost two years during his research, and now lives in Auckland, New Zealand.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/sam-mcglennon\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/31153\\\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"MANGROVE INDONESIA: Potong emisi, jangan hutan mangrove - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"MANGROVE INDONESIA: Potong emisi, jangan hutan mangrove","og_description":"BOGOR, Indonesia _ Mangrove Indonesia, lumbung besar penyimpan karbon, merupakan kartu negosiasi penting dalam perundingan perubahan iklim di Paris, demikian menurut para penulis riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change \u201cPara pembuat kebijakan Indonesia seharusnya menjadikan wacana perlindungan dan keberlanjutan pengelolaan mangrove sebagai potensi solusi mitigasi perubahan iklim,\u201d kata Daniel Murdiyarso ketua peneliti [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-07-28T04:53:49+00:00","article_modified_time":"2015-10-13T03:58:38+00:00","og_image":[{"width":500,"height":375,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Mangrove-3-500x375_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Samuel McGlennon","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim"},"author":{"name":"Samuel McGlennon","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/e5c7569b7487878cd61b205e7c87b613"},"headline":"MANGROVE INDONESIA: Potong emisi, jangan hutan mangrove","datePublished":"2015-07-28T04:53:49+00:00","dateModified":"2015-10-13T03:58:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim"},"wordCount":945,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Mangrove-3-500x375_bhs.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Deforestation","Forest management &amp; restoration","Governance","Human well-being","Landscapes","mangroves","Mitigation"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim","name":"MANGROVE INDONESIA: Potong emisi, jangan hutan mangrove - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Mangrove-3-500x375_bhs.jpg","datePublished":"2015-07-28T04:53:49+00:00","dateModified":"2015-10-13T03:58:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Mangrove-3-500x375_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Mangrove-3-500x375_bhs.jpg","width":500,"height":375,"caption":"Wacana konservasi hutan mangrove sebagai potensi besar penyimpan karbon perlu mendapat perhatian pemerintah. Foto: Sigit Deni Sasmito\/CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"MANGROVE INDONESIA: Potong emisi, jangan hutan mangrove"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/e5c7569b7487878cd61b205e7c87b613","name":"Samuel McGlennon","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3e3abf4b4afdde1787340ced4484408442ef86f40931673ae82dc838d38e540f?s=96&d=mm&r=g474079956933a261229c4b90fc0b68f2","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3e3abf4b4afdde1787340ced4484408442ef86f40931673ae82dc838d38e540f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/3e3abf4b4afdde1787340ced4484408442ef86f40931673ae82dc838d38e540f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Samuel McGlennon"},"description":"Dr Samuel McGlennon was awarded his PhD from the Australian National University in December, 2015. His research explored \u200bthe limitations and possibilities of \u200battempts to govern trade in the so-called 'deforestation commodities'\u200b,\u200bthrough certification schemes and Roundtables, illegal logging legislation and biofuels standards, among other innovations. These supply chain responses from overseas businesses, industries and governments \u200bhave \u200bemerge\u200bd\u200b\u200b\u200b\u200b\u200b\u200bduring an 'age of experimentation' in which actors \u200bare seeking to address their connection to 'distant' problems such as tropical deforestation. Sam was based at CIFOR in Bogor, Indonesia for almost two years during his research, and now lives in Auckland, New Zealand.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/sam-mcglennon"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/31153\/potong-emisi-jangan-mangrove-harapan-terbaik-bagi-indonesia-untuk-memperlambat-perubahan-iklim#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/Mangrove-3-500x375_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31153"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31153\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35816"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31153"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=31153"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=31153"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=31153"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=31153"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=31153"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=31153"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=31153"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=31153"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=31153"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=31153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}