{"id":30978,"date":"2015-07-15T09:00:49","date_gmt":"2015-07-15T02:00:49","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=30978"},"modified":"2015-10-13T11:03:25","modified_gmt":"2015-10-13T04:03:25","slug":"menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan","title":{"rendered":"Menjerat \u201cikan besar\u201d: Peran Perbankan menghentikan kejahatan lingkungan"},"content":{"rendered":"<p>Berau, Kalimantan Timur memulai inisiatif pembangunan hijau dan menjadi subyek penelitian Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). Wilayah ini merupakan tempat populasi orangutan terbesar di dunia, selain owa, bekantan, beruang berkalung dan lebih dari 80 tanaman langka. Foto James Maiden\/CIFOR<\/p>\n<p>Uang sejumlah 100 juta dolar AS di rekening bank membuatnya bebas.<\/p>\n<p>Tidak ada alasan kuat mengapa Labora Sitorus, seorang polisi di Sorong, provinsi Papua Barat Indonesia, bisa menjadi kaya raya.<\/p>\n<p>Setelah diselidiki, Sitorus memiliki pendapatan sampingan \u2013 hasil penebangan ilegal.<\/p>\n<p>Pada 2013, polisi <a href=\"http:\/\/news.mongabay.com\/2014\/0221-dparker-labora-case.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menangkap <\/a>115 kontainer merbau, kayu tropis yang dilindungi dan langka \u2013 ditebang secara ilegal, dikapalkan dari Sorong menuju Tiongkok \u2013 diperkirakan harga jualnya 20 juta dolar AS.<\/p>\n<p>Polisi juga menemukan 400.000 liter bahan bakar selundupan dalam perahu atas nama Sitorus.<\/p>\n<p>Dan kemudian, investigasi <a href=\"http:\/\/www.ppatk.go.id\/index_eng.php\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPTAK) Indonesia<\/a> mengungkap bahwa Labora telah <a href=\"http:\/\/eia-international.org\/flawed-court-case-highlights-failings-of-legal-timber-system\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">membayar<\/a> hingga 1 juta dolar AS untuk menyuap pejabat polisi lokal, regional dan nasional hanya dalam tiga bulan \u2013 dan lebih dari 127 juta dolar transaksi mencurigakan melewati rekening bank-nya dalam lima tahun terakhir.<\/p>\n<p>Sitorus awalnya divonis 2 tahun penjara dan denda 4.000 dolar AS. Tetapi sidang Mahkamah Agung tahun lalu <a href=\"http:\/\/www.thejakartapost.com\/news\/2014\/09\/19\/ppatk-praises-harsh-ma-sentence-sitorus.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menyatakan dia bersalah<\/a> atas penebangan ilegal, penyelundupan BBM dan  pencucian uang, serta mengirimnya ke penjara selama 15 tahun.<\/p>\n<p>Kasus ini adalah contoh peran integral bank dan penyedia layanan keuangan dalam memfasilitasi kejahatan lingkungan \u2013 dan menunjukkan bagaimana pemantauan kelayakan dapat membantu menghentikannya, demikian menurut <a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/5588\/forests-financial-services-and-customer-due-diligence-efforts-to-target-illegality-money-laundering-and-corruption-in-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penelitian<\/a> baru.<\/p>\n<p><strong>PENDANAAN, ORGANISASI DAN KORUPSI<\/strong><\/p>\n<p>\u201cAda masalah mengakar di sektor kehutanan: kejahatan terburuk seringkali melibatkan pelaku yang dengan mudah melepaskan diri,\u201d kata Jacob Phelps, ilmuwan <a href=\"\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR)<\/a> dan salah seorang penulis laporan penelitian ini.<\/p>\n<blockquote><p><em>Hukum cenderung tajam menghadapi kalangan kecil yang ditemukan dengan kapak atau korek api di tangan \u2026tetapi bukan bosnya, bukan orang yang menaruh uang atau politisi yang mengangkangi  kayu atau konsesi pertanian ilegal<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>\u201cHukum cenderung tajam menghadapi kalangan kecil yang ditemukan dengan kapak atau korek api di tangan, tetapi tidak pada mereka yang mengeruk keuntungan terbesar dari ilegalitas \u2013 bukan bosnya, bukan orang yang menaruh uang atau politisi yang melindungi kayu atau konsesi pertanian ilegal.\u201d<\/p>\n<p>Para \u2018aktor intelektual\u2019 \u2013 yang bertanggungjawab dalam pendanaan, organisasi atau korupsi yang memungkinkan adanya aktivitas lingkungan ilegal \u2013 bergantung pada layanan sektor finansial saat menyimpan keuntungan, mengeluarkan dan menerima pembayaran, serta mencuci uang.<\/p>\n<p>\u201cBerlangsungnya penggundulan hutan, penebangan ilegal dan perdagangan satwa liar yang kita saksikan hari ini tidak akan terjadi tanpa sektor finansial,\u201d kata Phelps.<\/p>\n<p>Ada peningkatan momentum dalam sektor perbankan global menuju komitmen keberlanjutan sukarela \u2013 seperti terlihat pada <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/london\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">konferensi<\/a> London yang diselenggarakan CIFOR, kata Sophia Gnych, peneliti CIFOR yang juga menulis penelitian ini.<\/p>\n<p><strong>BACA PENELITIANNYA:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/5588\/forests-financial-services-and-customer-due-diligence-efforts-to-target-illegality-money-laundering-and-corruption-in-indonesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Hutan, jasa finansial dan uji kelayakan pelanggan: Upaya mengincar ilegalitas, pencucian uang dan korupsi di Indonesia<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p>Tetapi pendekatan sukarela kurang berdampak jika bank mengijinkan masuknya mereka yang melakukan kejahatan lingkungan untuk terus menggunakan layanannya.<\/p>\n<p>\u201cStruktur legal membuat kebijakan sukarela lebih berdasar dan memberi investor keberlanjutan kerangka solid untuk diikuti,\u201d kata Gnych.<\/p>\n<p>\u201cUmumnya inisiatif sukarela harus berjuang keras untuk bertahan dan berkembang tanpa dukungan legal \u2013 Anda perlu wortel dan kayu sekaligus.\u201d<\/p>\n<p><strong>PELAJARAN DARI PENGEDAR NARKOBA DAN TERORIS<\/strong><\/p>\n<p>Jadi apa yang bank \u2013 dan pemerintah sebagai regulator \u2013 dapat lakukan untuk menangkap \u201cikan besar\u201d yang memetik keuntungan dari penebangan ilegal dan kejahatan hutan lain?<\/p>\n<blockquote><p><em>Struktur legal membuat kebijakan sukarela lebih bergigi dan memberi investor berkelanjutan kerangka kokoh untuk diikuti<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Jacob Phelps menyatakan bahwa sejumlah alat berguna seperti protokol \u2018uji kelayakan pelanggan\u2019 yang dirancang untuk mengatasi pencucian uang sebagai bagian <a href=\"http:\/\/www.pwc.com\/gx\/en\/financial-services\/publications\/anti-money-laundering-know-your-customer-quick-reference-guide.jhtml\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">regulasi \u2018ketahui pelanggan anda\u2019<\/a> sudah ada di banyak negara.<\/p>\n<p>Hal ini mendorong penyedia jasa finansial secara independen memverifikasi identitas pelanggan  dalam mengincar pendanaan terorisme dan perdagangan obat terlarang.<\/p>\n<p>Regulasi serupa diperlukan, kata Phelps, untuk mendeteksi pencucian uang terkait aktivitas ilegal hutan.<\/p>\n<p>\u201cJika bank bisa tidak membantu pendanaan terorisme, mengapa bank membantu penebang liar untuk menebang secara ilegal atau membantu investor sawit menggunduli lahan untuk perkebunan secara ilegal, atau membayar suap untuk konsesi ilegal?\u201d katanya bertanya.<\/p>\n<p>\u201cTidak perlu membuat alat baru \u2013 ini soal mengembangkan cakupan ke masalah lingkungan.\u201d<\/p>\n<p>Indonesia sudah melakukan pengaturan kelembagaan untuk ini, katanya, dan ada beberapa contoh terpisah ini sudah digunakan.<\/p>\n<p>Negara ini juga telah memiliki regulator independen <a href=\"http:\/\/www.ojk.go.id\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Otoritas Jasa Keuangan (OJK)<\/a> yang menempatkan keberlanjutan secara serius.<\/p>\n<p>Tetapi tantangannya banyak.<\/p>\n<p><strong>MAU DAN BISA. TAPI MAMPUKAH?<\/strong><\/p>\n<p>Untuk memenuhi persyaratan protokol uji kelayakan, penyedia jasa finansial perlu informasi terbaru mengenai izin, batas konsesi, dan kepemilikan lahan \u2013 informasi yang tidak selalu tersedia dari badan pemerintah Indonesia atau otoritas regional terdesentralisasi di wilayah pinggir kepulauan.<\/p>\n<p>Dan menginvestigasi penyimpangan di sektor kehutanan membutuhkan pengetahuan khusus \u2013 mulai dari sistem perizinan, pemantauan pencucian uang hingga teknologi GIS untuk menjejak deforestasi ilegal.<\/p>\n<p>\u201cSatu hambatan terbesar implementasi alat ini bukanlah kemauan melakukan, atau mengakui persyaratan legal \u2013 tetapi sebenarnya adalah kapasitas bank, dalam hal ini pelatihan sumber daya manusia untuk memahami alat ini, dan mengumpulkan data yang diperlukan,\u201d kata Gnych.<\/p>\n<blockquote><p><em>Kita meminta pada elit berkuasa untuk membuat pilihan yang berdampak pada elit berkuasa \u2013 jadi ini tidak akan mudah<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>\u201cKapasitas adalah batu sandungan besar.\u201d<\/p>\n<p>Dan ada hambatan politik juga.<\/p>\n<p>\u201cKita meminta pada elit berkuasa untuk membuat pilihan yang berdampak pada elit berkuasa \u2013 jadi ini tidak akan mudah,\u201d kata Phelps.<\/p>\n<p>Tetapi ia yakin di Indonesia, setidaknya publik masih memiliki selera besar untuk melawan segala bentuk korupsi.<\/p>\n<p>Dan ini titik awal yang kuat dalam upaya menghentikan penjahat hutan seperti Labora Sitorus dan mitranya mencuri miliaran dari penebangan ilegal.<\/p>\n<p>\u201cPesannya adalah kita tidak bisa hanya bergantung pada standar sukarela industri jasa finansial,\u201d kata Phelps.<\/p>\n<p>\u201cPada akhirnya kecil sekali minat bank mengadopsi panduan ketat mengenai siapa yang bisa berbisnis. Bank cenderung bukan regulator yang baik untuk dirinya \u2013 dan ini benar-benar menjadi sorotan bagi peran regulator perbankan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKita bisa mendukung bank dengan komitmen lingkungan sukarela \u2013 tetapi kita juga perlu menjaga kaki mereka dari api jika kita ingin mereka mengadopsi standar bermakna.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKita perlu menggunakan semua alat di kotak alat bukan hanya satu atau dua saja.\u201d<\/p>\n<p><strong>Untuk informasi lebih mengenai keterlibatan sektor perbankan dalam perang melawan korupsi silahkan hubungi Jacob Phelps di <\/strong><a href=\"mailto:J.Phelps@cgiar.org\"><strong>J.Phelps@cgiar.org<\/strong><\/a><strong> atau Sophia Gnych di <\/strong><a href=\"mailto:S.Gnych@cgiar.org\"><strong>S.Gnych@cgiar.org<\/strong><\/a><\/p>\n<p><em>Penelitian ini dilakukan CIFOR sebagai bagian <\/em><a href=\"http:\/\/www.cgiar.org\/our-strategy\/cgiar-research-programs\/cgiar-research-program-on-forests-trees-and-agroforestry\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Program Penelitian CGIAR mengenai Hutan, Pohon dan Agroforestri. <\/em><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berau, Kalimantan Timur memulai inisiatif pembangunan hijau dan menjadi subyek penelitian Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). Wilayah ini merupakan tempat populasi orangutan terbesar di dunia, selain owa, bekantan, beruang berkalung dan lebih dari 80 tanaman langka. Foto James Maiden\/CIFOR Uang sejumlah 100 juta dolar AS di rekening bank membuatnya bebas. Tidak ada alasan kuat mengapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":63,"featured_media":35822,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,13,180,184],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[3609,2721,2548,3607,2521,2574,2564,3606],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[545],"class_list":["post-30978","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-governance","category-mitigating-climate-change","category-value-chains-finance","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-finansial","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-kebakaran-hutan","tag-bahasa-kejahatan-uang","tag-bahasa-korupsi","tag-bahasa-pembalakan-liar","tag-bahasa-pemerintahan","tag-bahasa-pencucian-uang"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Menjerat \u201cikan besar\u201d: Peran Perbankan menghentikan kejahatan lingkungan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menjerat \u201cikan besar\u201d: Peran Perbankan menghentikan kejahatan lingkungan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berau, Kalimantan Timur memulai inisiatif pembangunan hijau dan menjadi subyek penelitian Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). Wilayah ini merupakan tempat populasi orangutan terbesar di dunia, selain owa, bekantan, beruang berkalung dan lebih dari 80 tanaman langka. Foto James Maiden\/CIFOR Uang sejumlah 100 juta dolar AS di rekening bank membuatnya bebas. Tidak ada alasan kuat mengapa [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-07-15T02:00:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-13T04:03:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/BANKWIKI-500x375_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kate Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan\"},\"author\":{\"name\":\"Kate Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e\"},\"headline\":\"Menjerat \u201cikan besar\u201d: Peran Perbankan menghentikan kejahatan lingkungan\",\"datePublished\":\"2015-07-15T02:00:49+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T04:03:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan\"},\"wordCount\":988,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/BANKWIKI-500x375_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Governance\",\"Mitigation\",\"Value chains &amp; finance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan\",\"name\":\"Menjerat \u201cikan besar\u201d: Peran Perbankan menghentikan kejahatan lingkungan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/BANKWIKI-500x375_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2015-07-15T02:00:49+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T04:03:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/BANKWIKI-500x375_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/07\\\/BANKWIKI-500x375_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":375,\"caption\":\"Korupsi seringkali bergantung pada peran. Dengan alat yang tepat, perbankan merupakan bagian penting melawan korupsi. Foto: wikicommons\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menjerat \u201cikan besar\u201d: Peran Perbankan menghentikan kejahatan lingkungan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e\",\"name\":\"Kate Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g3f27c3c2db0b6432a0c0a78c2749a7a0\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kate Evans\"},\"description\":\"Kate Evans is a freelance journalist originally from New Zealand. After studying journalism at the University of Sydney and international relations at the Australian National University, she worked as a multimedia journalist at the Australian Broadcasting Corporation for three years...and then ran off to West Africa armed with a video camera and a love of African dance. She is now a writer, filmmaker and photographer.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/kate-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/30978\\\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menjerat \u201cikan besar\u201d: Peran Perbankan menghentikan kejahatan lingkungan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menjerat \u201cikan besar\u201d: Peran Perbankan menghentikan kejahatan lingkungan","og_description":"Berau, Kalimantan Timur memulai inisiatif pembangunan hijau dan menjadi subyek penelitian Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). Wilayah ini merupakan tempat populasi orangutan terbesar di dunia, selain owa, bekantan, beruang berkalung dan lebih dari 80 tanaman langka. Foto James Maiden\/CIFOR Uang sejumlah 100 juta dolar AS di rekening bank membuatnya bebas. Tidak ada alasan kuat mengapa [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-07-15T02:00:49+00:00","article_modified_time":"2015-10-13T04:03:25+00:00","og_image":[{"width":500,"height":375,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/BANKWIKI-500x375_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kate Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan"},"author":{"name":"Kate Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e"},"headline":"Menjerat \u201cikan besar\u201d: Peran Perbankan menghentikan kejahatan lingkungan","datePublished":"2015-07-15T02:00:49+00:00","dateModified":"2015-10-13T04:03:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan"},"wordCount":988,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/BANKWIKI-500x375_bhs.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Governance","Mitigation","Value chains &amp; finance"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan","name":"Menjerat \u201cikan besar\u201d: Peran Perbankan menghentikan kejahatan lingkungan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/BANKWIKI-500x375_bhs.jpg","datePublished":"2015-07-15T02:00:49+00:00","dateModified":"2015-10-13T04:03:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/BANKWIKI-500x375_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/BANKWIKI-500x375_bhs.jpg","width":500,"height":375,"caption":"Korupsi seringkali bergantung pada peran. Dengan alat yang tepat, perbankan merupakan bagian penting melawan korupsi. Foto: wikicommons"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menjerat \u201cikan besar\u201d: Peran Perbankan menghentikan kejahatan lingkungan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e","name":"Kate Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g3f27c3c2db0b6432a0c0a78c2749a7a0","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kate Evans"},"description":"Kate Evans is a freelance journalist originally from New Zealand. After studying journalism at the University of Sydney and international relations at the Australian National University, she worked as a multimedia journalist at the Australian Broadcasting Corporation for three years...and then ran off to West Africa armed with a video camera and a love of African dance. She is now a writer, filmmaker and photographer.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/kate-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/30978\/menjerat-ikan-besar-peran-perbankan-menghentikan-kejahatan-lingkungan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/BANKWIKI-500x375_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30978","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/63"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30978"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30978\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30978"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30978"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30978"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=30978"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=30978"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=30978"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=30978"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=30978"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=30978"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=30978"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=30978"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=30978"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=30978"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}