{"id":29288,"date":"2015-06-24T14:04:01","date_gmt":"2015-06-24T07:04:01","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=29288"},"modified":"2018-02-07T16:36:31","modified_gmt":"2018-02-07T09:36:31","slug":"mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal","title":{"rendered":"Mulai bergulir, rancangan perda kayu lokal untuk menekan penggunaan kayu ilegal"},"content":{"rendered":"<p>Bogor (24 Juni 2015) _ Meningkatnya jumlah kayu ilegal di pasar kayu lokal seringkali menjadi hambatan bagi pemerintah daerah untuk menselaraskan pembangunan dengan tata kelola hukum dan pemerintahan yang baik. Untuk mengatasi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Berau berinisiatif merancang peraturan daerah (Perda) tentang pemanfaatan kayu lokal.<\/p>\n<p>Inisiatif ini, menurut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten, Syarifatul Sya\u2019diah dimaksudkan untuk mengurangi penggunaan kayu ilegal sekaligus menekan harga. \u201cKami ingin peraturan daerah ini berpihak kepada masyarakat. Dengan adanya Perda, otomatis akan mengurangi dan menekan harga. Jadi masyarakat bisa menggunakan kayu dengan aman dan dengan status yang legal,\u201d kata Syarifatul, pada acara dengar pendapat di DPRD Kabupaten Berau, Senin (15\/6\/2015) lalu.<\/p>\n<p>Salah satu cara mengatasi hal ini, lanjut Syarifatul adalah dengan memanfaatkan 5 persen kewajiban Hak Pengusahaan Hutan (HPH) memasok kayu produksinya untuk memenuhi kebutuhan lokal. Hal ini sesuai dengan peraturan menteri kehutanan no. 7 tahun 2009 mewajibkan industri kayu HPH mendistribusikan kayu produksinya bagi kegiatan pembangunan sarana pemerintahan dan umum.<\/p>\n<p>\u201cHPH bisa menyisihkan 5 persen untuk kebutuhan kayu lokal. Masyarakat berhak juga untuk mendapatkan bagian dari IPK tanpa mereka harus melakukan penebangan illegal yang bisa membahayakan diri mereka sendiri dengan keuntungan yang minim,\u201d ujarnya.<\/p>\n<blockquote><p><em>HPH bisa menyisihkan 5 persen untuk kebutuhan kayu lokal. Masyarakat juta berhak untuk mendapatkan bagian dari IPK tanpa mereka harus melakukan penebangan illegal <\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Berau yang membidangi pertambangan, ekonomi dan perdagangan, M. Yunus, mengatakan, saat ini kabupaten Berau memerlukan 4,9 juta kubik\/pertahun untuk kebutuhan kayu. Masalah terjadi karena ada ketidakseimbangan angka produksi kayu dengan lahan yang dibuka oleh industri baik itu HPH atau IPK.<\/p>\n<p>Merujuk pada riset Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) pada 2012 tentang kebutuhan kayu olahan di kabupaten Berau, Yunus mengatakan, bahwa  hampir seluruhnya dipasok dari kegiatan illegal logging.  \u201cJumlah kayu lokal yang dihasilkan di Berau berbanding terbalik. Jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan lahan yang dibuka. Artinya ada sumber-sumber ilegal. Jika ini terjadi terus, masyarakat Berau akan mengalami peningkatan harga kayu,\u201d ujar M. Yunus.<\/p>\n<p>Dalam acara yang dilaksanakan di ruang rapat besar kantor DPRD, DPRD mengundang (CIFOR), Yayasan TNC dan Kelompok Kerja REDD+ Berau sebagai perwakilan lembaga nir-laba yang melakukan penelitian di Kabupaten Berau.<\/p>\n<p><strong>Masukan CIFOR<\/strong><\/p>\n<p>Krystof Obidzinski, peneliti utama CIFOR dalam proyek <a href=\"http:\/\/www1.cifor.org\/pro-formal\/home.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">ProFORMAL<\/a> mempaparkan hasil temuan tentang sebab terjadinya <a href=\"http:\/\/bit.ly\/1LyqYF2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">gap legalitas stok kayu<\/a> di Berau.  Menurut Krystof, hampir 90 persen produksi kayu diekspor ke luar Berau. Mahalnya harga kayu bersertifikasi juga disebabkan keterbatasan informasi dan skema sertifikasi dengan harga terjangkau bagi pemasok kayu kecil, selain adanya pungutan liar dan lemahnya pengawasan pengangkutan kayu.<\/p>\n<p>Menurut Krystof, sebenarnya ada potensi <em>standing stock<\/em> dari sumber-sumber kayu dari 10 industri kayu IUPHHK-HA yang bisa berkontribusi memenuhi kebutuhan kayu legal di Berau.<\/p>\n<p>\u201cAda kurang lebih 0,6 juta kubik kayu bisa disediakan dari HPH, 1,5 juta dari HTI dan 2,5 juta dari IPK. Jelas tersedia potensi besar dari industri untuk memenuhi tingginya kebutuhan kayu lokal,\u201d ujar Krystof.<\/p>\n<p>Sebagai solusi, CIFOR memberikan usul adanya depot untuk menampung kayu yang berasal dari IUPHHK-HA dan IPK sebagai kewajiban pemegang hak mengalokasikan hasil kayunya sebesar 5 persen untuk kebutuhan lokal. Kayu-kayu di depot tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh industri kecil, setelah tentunya ada penepatan harga patokan yang ditetapkan oleh pemerintah.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Peranan Sektor Perkayuan Berau Menuju Pembangunan Hijau\" src=\"https:\/\/www.slideshare.net\/slideshow\/embed_code\/key\/dnPQbjod4rT27Q\" width=\"427\" height=\"356\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" style=\"border:1px solid #CCC; border-width:1px; margin-bottom:5px; max-width: 100%;\" allowfullscreen> <\/iframe> <\/p>\n<div style=\"margin-bottom:5px\"> <strong> <a href=\"https:\/\/www.slideshare.net\/CIFOR\/peranan-sektor-perkayuan-berau-menuju-pembangunan-hijau\" title=\"Peranan Sektor Perkayuan Berau Menuju Pembangunan Hijau\" target=\"_blank\">Peranan Sektor Perkayuan Berau Menuju Pembangunan Hijau<\/a> <\/strong> from <strong><a href=\"https:\/\/www.slideshare.net\/CIFOR\" target=\"_blank\">CIFOR-ICRAF<\/a><\/strong> <\/div>\n<p>Sementara itu, Manajer Improved Forest Management (IFM) Yayasan TNC, Bambang Wahyudi, menuturkan, tingginya ongkos produksi juga menjadi salah satu kendala stok kayu legal di kabupaten Berau. \u201cBiaya produksi sekarang sekitar Rp 1,2  juta perkubik.  Harga kayu hanya sekitar Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta perkubik. <em>Margin<\/em> perusahaan untuk mendapatkan profit sangat kecil,\u201d kata Bambang.<\/p>\n<p>Krystof juga melihat perlunya menyediakan skema legal untuk usaha kayu bagi masyarakat dan membuat rasional izin usaha kayu yang sudah ada. Masyarakat perlu didorong untuk tergabung dalam kelompok dan difasilitasi agar status mereka menjadi formal.<\/p>\n<blockquote><p><em>Perlu disediakan skema legal untuk usaha kayu bagi masyarakat dan membuat rasional izin usaha kayu yang sudah ada agar status usaha mereka menjadi formal<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>\u201cDengan status usaha legal dan dengan berkelompok akan lebih mudah untuk diatur dan memperoleh kemudahan-kemudahan dalam memperoleh bahan baku, mendapatkan sertifikat legalitas  dan memperjual belikan hasil kayunya,\u201d kata Krystof.<\/p>\n<p>DPRD selanjutnya akan mengadakan rapat internal khusus komisi II dan mengundang SKPD yang berkepentingan termasuk seluruh pemangku kepentingan yang ada. Hal ini terkait dengan dukungan pelaksaan regulasi dari semua pihak, termasuk dari dari LSM dan lembaga nirlaba.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin CIFOR memberikan masukan bagi kami di pemerintah daerah, khususnya di DPRD, bagaimana cara melegalkan kebijakan pemanfaatan kayu dengan tetap memperhatikan tata kelola lingkungan dan kehutanan yang baik,\u201d terang Syarifatul.<\/p>\n<p>Terkait dengan dikeluarkannya UU no. 23 tahun 2014 tentang kewenangan kabupaten yang akan diambil alih oleh pemerintah propinsi, DPRD Kabupaten Berau berharap adanya percepatan kewenangan kepada daerah dengan membuat unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Kehutanan.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap ada celah positif dalam peraturan pemerintah tentang turunan dari undang-undang tersebut,\u201d kata M. Yunus.<\/p>\n<p>Yunus mencontohkan, dalam regulasi yang dibuat peraturan daerah, atau peraturan-peraturan lain, seperti peraturan gubernur atau keputusan gubernur, peraturan bupati atau keputusan bupati bisa dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat. \u201cJadi kita memaknainya ketika betul-betul ada regulasi itu, kita berlakukan regulasi tersebut maka semua akan mendukung,\u201d katanya.<\/p>\n<p><strong>Untuk informasi lebih mengenai topik penelitian, silahkan hubungi Krystof Obidzinski di k. <a href=\"mailto:Obidzinski@cgiar.org\">Obidzinski@cgiar.org<\/a>, Heru Komarudin di <a href=\"mailto:h.komarudin@cgiar.org\">h.komarudin@cgiar.org<\/a> dan Agus Andrianto di <a href=\"mailto:a.andrianto@cgiar.org\">a.andrianto@cgiar.org<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p>Penelitian ini merupakan bagian dari<em> <\/em><a href=\"http:\/\/foreststreesagroforestry.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Program Penelitian CGIAR mengenai Hutan, Pohon dan Agroforestri<\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor (24 Juni 2015) _ Meningkatnya jumlah kayu ilegal di pasar kayu lokal seringkali menjadi hambatan bagi pemerintah daerah untuk menselaraskan pembangunan dengan tata kelola hukum dan pemerintahan yang baik. Untuk mengatasi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Berau berinisiatif merancang peraturan daerah (Perda) tentang pemanfaatan kayu lokal. Inisiatif ini, menurut Ketua Dewan Perwakilan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":29291,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[182,161,137,13,95,186,184],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[3754,2721,2516,2670,3246,2574,2564,2672,2507,2861],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[222],"class_list":["post-29288","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-community-forestry","category-deforestation","category-forest-management-restoration","category-governance","category-human-wellbeing","category-production-forests","category-value-chains-finance","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-bambang-wahyudi","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-kepemilikan-dan-hak-atas-lahan","tag-bahasa-krystof-obidzinski","tag-bahasa-pembalakan-liar","tag-bahasa-pemerintahan","tag-bahasa-perdagangan-kayu","tag-bahasa-sertifikasi","tag-bahasa-tnc","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Mulai bergulir, rancangan perda kayu lokal untuk menekan penggunaan kayu ilegal - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mulai bergulir, rancangan perda kayu lokal untuk menekan penggunaan kayu ilegal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bogor (24 Juni 2015) _ Meningkatnya jumlah kayu ilegal di pasar kayu lokal seringkali menjadi hambatan bagi pemerintah daerah untuk menselaraskan pembangunan dengan tata kelola hukum dan pemerintahan yang baik. Untuk mengatasi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Berau berinisiatif merancang peraturan daerah (Perda) tentang pemanfaatan kayu lokal. Inisiatif ini, menurut Ketua Dewan Perwakilan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-06-24T07:04:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T09:36:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Log-kayu.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budhy Kristanty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal\"},\"author\":{\"name\":\"Budhy Kristanty\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733\"},\"headline\":\"Mulai bergulir, rancangan perda kayu lokal untuk menekan penggunaan kayu ilegal\",\"datePublished\":\"2015-06-24T07:04:01+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T09:36:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal\"},\"wordCount\":868,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/06\\\/Log-kayu.jpg\",\"articleSection\":[\"Community forestry\",\"Deforestation\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Governance\",\"Human well-being\",\"Production forests\",\"Value chains &amp; finance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal\",\"name\":\"Mulai bergulir, rancangan perda kayu lokal untuk menekan penggunaan kayu ilegal - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/06\\\/Log-kayu.jpg\",\"datePublished\":\"2015-06-24T07:04:01+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T09:36:31+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/06\\\/Log-kayu.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/06\\\/Log-kayu.jpg\",\"width\":500,\"height\":375,\"caption\":\"Perda pemanfaatan kayu lokal akan mengurangi dan menekan harga. Jadi masyarakat bisa menggunakan kayu dengan aman dan dengan status yang legal.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mulai bergulir, rancangan perda kayu lokal untuk menekan penggunaan kayu ilegal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733\",\"name\":\"Budhy Kristanty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg23bc88b7d2728bdf8c186603339d3390\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg\",\"caption\":\"Budhy Kristanty\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/budhykristanty\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/29288\\\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mulai bergulir, rancangan perda kayu lokal untuk menekan penggunaan kayu ilegal - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mulai bergulir, rancangan perda kayu lokal untuk menekan penggunaan kayu ilegal","og_description":"Bogor (24 Juni 2015) _ Meningkatnya jumlah kayu ilegal di pasar kayu lokal seringkali menjadi hambatan bagi pemerintah daerah untuk menselaraskan pembangunan dengan tata kelola hukum dan pemerintahan yang baik. Untuk mengatasi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten Berau berinisiatif merancang peraturan daerah (Perda) tentang pemanfaatan kayu lokal. Inisiatif ini, menurut Ketua Dewan Perwakilan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-06-24T07:04:01+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T09:36:31+00:00","og_image":[{"width":500,"height":375,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Log-kayu.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budhy Kristanty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal"},"author":{"name":"Budhy Kristanty","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733"},"headline":"Mulai bergulir, rancangan perda kayu lokal untuk menekan penggunaan kayu ilegal","datePublished":"2015-06-24T07:04:01+00:00","dateModified":"2018-02-07T09:36:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal"},"wordCount":868,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Log-kayu.jpg","articleSection":["Community forestry","Deforestation","Forest management &amp; restoration","Governance","Human well-being","Production forests","Value chains &amp; finance"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal","name":"Mulai bergulir, rancangan perda kayu lokal untuk menekan penggunaan kayu ilegal - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Log-kayu.jpg","datePublished":"2015-06-24T07:04:01+00:00","dateModified":"2018-02-07T09:36:31+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Log-kayu.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Log-kayu.jpg","width":500,"height":375,"caption":"Perda pemanfaatan kayu lokal akan mengurangi dan menekan harga. Jadi masyarakat bisa menggunakan kayu dengan aman dan dengan status yang legal."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mulai bergulir, rancangan perda kayu lokal untuk menekan penggunaan kayu ilegal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733","name":"Budhy Kristanty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg23bc88b7d2728bdf8c186603339d3390","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg","caption":"Budhy Kristanty"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/budhykristanty"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/29288\/mulai-bergulir-rancangan-perda-kayu-lokal-untuk-menekan-penggunaan-kayu-ilegal#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Log-kayu.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29288","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29288"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29288\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29291"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29288"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29288"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29288"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=29288"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=29288"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=29288"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=29288"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=29288"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=29288"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=29288"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=29288"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=29288"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=29288"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}