{"id":28525,"date":"2015-05-15T14:05:23","date_gmt":"2015-05-15T07:05:23","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=28525"},"modified":"2015-10-13T13:15:56","modified_gmt":"2015-10-13T06:15:56","slug":"diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani","title":{"rendered":"Diperlukan keseriusan menangani konservasi dan perdagangan liar botani"},"content":{"rendered":"<p>Manajemen dan upaya konservasi botani seringkali tertinggal di balik upaya yang tertuju hanya pada fauna karismatik.<\/p>\n<p>Di banyak tempat, tanaman liar dan produk hutan non-kayu terkait terus menjadi bagian penting <a href=\"http:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S0305750X14000722\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mata pencaharian desa<\/a>, menu, obat dan praktik kultural.<\/p>\n<p>Ini khususnya terjadi di beberapa wilayah daratan Asia Tenggara, episenter keragaman botani yang secara mengejutkan hanya sedikit menjadi subjek asesmen dan upaya konservasi.<\/p>\n<p>Di tengah meluasnya ancaman destruksi habitat, pengambilan dan perdagangan komersial, intensitas tekanan terhadap banyak jenis tanaman makin tinggi.<\/p>\n<p><strong>\u201cTAK TERLIHAT\u201d<\/strong><\/p>\n<p>Tidak seperti banyak praktik tradisional hanya sedikit mengambil dan menggunakan untuk kebutuhan lokal, untuk kebutuhan komersial banyak tanaman liar melampaui suplai.<\/p>\n<p>Perdagangan botani sering sekali diabaikan.<\/p>\n<p>Hal ini terjadi pada perdagangan tanaman ornamental liar untuk pasar hortikultura Asia Tenggara.<\/p>\n<p><a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/5550\/invisible-wildlife-trades-southeast-asias-undocumented-illegal-trade-in-wild-ornamental-plants\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Penelitian<\/a> terbaru CIFOR tidak menunjukkan perdagangan alam liar menjadi hasil kunci survei pasar alam liar ilegal di Thailand, termasuk perbatasannya dengan PRD Lao dan Myanmar.<\/p>\n<p>Survey mengungkap lebih dari 400 spesies ornamental diperdagangkan secara komersial ilegal di pasar umum, termasuk beberapa <a href=\"https:\/\/www.google.co.id\/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=2&amp;ved=0CCQQFjAB&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.researchgate.net%2Fprofile%2FJacob_Phelps%2Fpublication%2F267573657_Notes_on_Bulbophyllum_%2528Dendrobiinae_Epidendroideae_Orchidaceae%2529_two_new_species_and_the_dilemmas_of_species_discovery_via_illegal_trade%2Flinks%2F54535c5a0cf26d5090a3c70a.pdf&amp;ei=dZU8VbLzA5DnuQTv3YH4CQ&amp;usg=AFQjCNFrkpgb2Q-pNgw9Nyra7ydko_KfFw&amp;sig2=uMAVVXiPgcYE2lN126iEeQ&amp;bvm=bv.91665533,d.c2E&amp;cad=rja\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">spesies baru secara ilmiah<\/a>.<\/p>\n<p>Sebagian besar tanaman dijual adalah anggrek, satu dari keluarga besar tanaman bunga yang secara luas dihargai peminat tanaman karena kecantikan, keharuman dan keunikan bunganya.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, perdagangan internasional anggrek dari alam liar \u2013 setidaknya di atas kertas \u2013 termasuk kelompok perdagangan alam liar yang diatur ketat.<\/p>\n<p><strong>TERANCAM DAN NYARIS PUNAH<\/strong><\/p>\n<p>Banyak anggrek dilindungi legislasi nasional, dan perdagangan internasional anggrek liar dilarang keras di bawah <a href=\"http:\/\/www.cites.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Konvensi Internasional Perdagangan Spesies Terancam Punah (CITES).<\/a><\/p>\n<p>Temuan ini mengkhawatirkan, mungkin diabaikan di beberapa lingkaran karena hal ini lebih melibatkan tanaman bukan binatang.<\/p>\n<p>Memang, perdagangan ini \u2013 hingga saat ini \u2013 secara formal \u201ctak terlihat\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/bbbbbbbbbbbbbbbbbbb.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-28496 size-full\" src=\"\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/bbbbbbbbbbbbbbbbbbb.png\" alt=\"\" width=\"409\" height=\"283\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/bbbbbbbbbbbbbbbbbbb.png 409w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/bbbbbbbbbbbbbbbbbbb-352x244.png 352w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/bbbbbbbbbbbbbbbbbbb-165x115.png 165w\" sizes=\"auto, (max-width: 409px) 100vw, 409px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Statistik pemerintah mengenai perdagangan internasional tanaman, dikelola oleh lembaga bea cukai dan penegakan hukum, dokumen perdagangan internasional sangat terbatas untuk tanaman hasil perambahan liar di Asia Tenggara.<\/p>\n<p>Sementara kita tahu sangat sedikit sejarah hidup banyak spesies diperdagangkan, sebagiannya adalah terancam atau nyaris punah.<\/p>\n<p>Laporan pedagang juga menyatakan banyak spesies makin sulit mereka temukan di alam liar.<\/p>\n<p>Di tengah kekhawatiran mengenai konservasi keragaman hayati dan perdagangan alam liar ilegal, ada risiko tanaman itu terus diabaikan dalam aksi konservasi domestik dan forum internasional, termasuk <a href=\"http:\/\/www.unitedforwildlife.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">United for Wildlife<\/a> dan <a href=\"http:\/\/www.asean-wen.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">ASEAN Wildlife Enforcement Network<\/a>.<\/p>\n<p>Muncul kebutuhan menempatkan konservasi botani secara serius.<\/p>\n<p>Hal ini memerlukan perluasan pandangan yang mempertimbangkan tidak hanya megafauna karismatik seperti gajah, badak dan harimau, tetapi sejumlah besar spesies tanaman yang menjadi subyek perdagangan.<\/p>\n<p>Kami menyeru peningkatan perhatian pada perdagangan dan konservasi botani di Asia Tenggara, dan menyatakan bahwa upaya mencegah perdagangan alam liar ilegal harus menjamin dimasukannya tanaman.<\/p>\n<p>Ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pemantauan dan penegakan hukum perdagangan botani. Bahkan ketika tanaman secara legal sudah dilindungi, seperti dalam kasus tanaman ornamental target seperti anggrek, palem sikas dan tanaman pemakan serangga (<em>Nepenthes<\/em><em> <\/em>spp.), aturan yang ada seringkali tidak diterapkan.<\/p>\n<p>Ada kebutuhan respon lebih luas, dan multifaset terhadap perdagangan ilegal dan konservasi botani, seperti pemantauan dasar dan penegakan hukum untuk membantu mengoperasionalisasi komitmen konservasi yang ada.<\/p>\n<p>Upaya meredam perdagangan alam liar ilegal juga harus memasukkan sorotan pada tanaman.<\/p>\n<p><strong>Jacob Phelps adalah salah seorang peneliti CIFOR, berbasis di Bogor.  Untuk keterangan lebih lanjut dapat dihubungi di <\/strong><a href=\"mailto:J.Phelps@cgair.org\">J.Phelps@cgair.org<\/a><\/p>\n<p><em>Penelitian CIFOR dalam perdagangan alam liar menjadi bagian dari <\/em><a href=\"http:\/\/www.foreststreesagroforestry.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Program Penelitian CGIAR mengenai Hutan, Pohon dan Agroforestri<\/em><\/a><em>.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manajemen dan upaya konservasi botani seringkali tertinggal di balik upaya yang tertuju hanya pada fauna karismatik. Di banyak tempat, tanaman liar dan produk hutan non-kayu terkait terus menjadi bagian penting mata pencaharian desa, menu, obat dan praktik kultural. Ini khususnya terjadi di beberapa wilayah daratan Asia Tenggara, episenter keragaman botani yang secara mengejutkan hanya sedikit [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":131,"featured_media":35861,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[137,13,1072,180,184],"tags":[],"language":[2171],"location":[12251],"tag-bahasa":[2495,2833,2489,2520,2588,2578],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1468],"class_list":["post-28525","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forest-management-restoration","category-governance","category-landscapes","category-mitigating-climate-change","category-value-chains-finance","language-bahasa-indonesia","location-asia-pacific","tag-bahasa-botani","tag-bahasa-cites","tag-bahasa-keanekaragaman-hayati","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-penegakan-hukum","tag-bahasa-perdagangan-internasional","type-bahasa-analisis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Diperlukan keseriusan menangani konservasi dan perdagangan liar botani - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Diperlukan keseriusan menangani konservasi dan perdagangan liar botani\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Manajemen dan upaya konservasi botani seringkali tertinggal di balik upaya yang tertuju hanya pada fauna karismatik. Di banyak tempat, tanaman liar dan produk hutan non-kayu terkait terus menjadi bagian penting mata pencaharian desa, menu, obat dan praktik kultural. Ini khususnya terjadi di beberapa wilayah daratan Asia Tenggara, episenter keragaman botani yang secara mengejutkan hanya sedikit [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-05-15T07:05:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-13T06:15:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Ochrid-Garden-500x332_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jacob Phelps\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@_JPhelps\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani\"},\"author\":{\"name\":\"Jacob Phelps\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b853fce73545f527eaece2748d2d1956\"},\"headline\":\"Diperlukan keseriusan menangani konservasi dan perdagangan liar botani\",\"datePublished\":\"2015-05-15T07:05:23+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T06:15:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani\"},\"wordCount\":529,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/05\\\/Ochrid-Garden-500x332_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Forest management &amp; restoration\",\"Governance\",\"Landscapes\",\"Mitigation\",\"Value chains &amp; finance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani\",\"name\":\"Diperlukan keseriusan menangani konservasi dan perdagangan liar botani - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/05\\\/Ochrid-Garden-500x332_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2015-05-15T07:05:23+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T06:15:56+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/05\\\/Ochrid-Garden-500x332_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/05\\\/Ochrid-Garden-500x332_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"Taman anggrek Selimbau di danau Sentarum, Kalimantan Barat. Dibangun atas inisasi CIFOR dan masyarakat lokal. Ramadian Bachtiar\\\/CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Diperlukan keseriusan menangani konservasi dan perdagangan liar botani\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b853fce73545f527eaece2748d2d1956\",\"name\":\"Jacob Phelps\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/77e8a3c2d38efdb6463af53d8d04a7a3621982e14b2899c48bc03f48b49d11bf?s=96&d=mm&r=g616b4ce8359fed2ae816e458fc993080\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/77e8a3c2d38efdb6463af53d8d04a7a3621982e14b2899c48bc03f48b49d11bf?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/77e8a3c2d38efdb6463af53d8d04a7a3621982e14b2899c48bc03f48b49d11bf?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Jacob Phelps\"},\"description\":\"Jacob Phelps is a scientist in CIFOR's Forest Governance Portfolio. He has broad research interests, including related to forest sector law enforcement, the illegal wildlife\\\/timber trade, and the design of Payment for Ecosystem Services schemes. Prior to joining CIFOR, he was based in Thailand, where he conducted research on region's illegal botanical trade. He holds a Ph.D. in biology from the National University of Singapore, and completed his M.Phil. in geography at the University of Cambridge and his B.S. in Environmental Science and Management at Michigan State University.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@_JPhelps\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/jacob-phelps\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28525\\\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Diperlukan keseriusan menangani konservasi dan perdagangan liar botani - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Diperlukan keseriusan menangani konservasi dan perdagangan liar botani","og_description":"Manajemen dan upaya konservasi botani seringkali tertinggal di balik upaya yang tertuju hanya pada fauna karismatik. Di banyak tempat, tanaman liar dan produk hutan non-kayu terkait terus menjadi bagian penting mata pencaharian desa, menu, obat dan praktik kultural. Ini khususnya terjadi di beberapa wilayah daratan Asia Tenggara, episenter keragaman botani yang secara mengejutkan hanya sedikit [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-05-15T07:05:23+00:00","article_modified_time":"2015-10-13T06:15:56+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Ochrid-Garden-500x332_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Jacob Phelps","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@_JPhelps","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani"},"author":{"name":"Jacob Phelps","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b853fce73545f527eaece2748d2d1956"},"headline":"Diperlukan keseriusan menangani konservasi dan perdagangan liar botani","datePublished":"2015-05-15T07:05:23+00:00","dateModified":"2015-10-13T06:15:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani"},"wordCount":529,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Ochrid-Garden-500x332_bhs.jpg","articleSection":["Forest management &amp; restoration","Governance","Landscapes","Mitigation","Value chains &amp; finance"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani","name":"Diperlukan keseriusan menangani konservasi dan perdagangan liar botani - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Ochrid-Garden-500x332_bhs.jpg","datePublished":"2015-05-15T07:05:23+00:00","dateModified":"2015-10-13T06:15:56+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Ochrid-Garden-500x332_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Ochrid-Garden-500x332_bhs.jpg","width":500,"height":332,"caption":"Taman anggrek Selimbau di danau Sentarum, Kalimantan Barat. Dibangun atas inisasi CIFOR dan masyarakat lokal. Ramadian Bachtiar\/CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Diperlukan keseriusan menangani konservasi dan perdagangan liar botani"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b853fce73545f527eaece2748d2d1956","name":"Jacob Phelps","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/77e8a3c2d38efdb6463af53d8d04a7a3621982e14b2899c48bc03f48b49d11bf?s=96&d=mm&r=g616b4ce8359fed2ae816e458fc993080","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/77e8a3c2d38efdb6463af53d8d04a7a3621982e14b2899c48bc03f48b49d11bf?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/77e8a3c2d38efdb6463af53d8d04a7a3621982e14b2899c48bc03f48b49d11bf?s=96&d=mm&r=g","caption":"Jacob Phelps"},"description":"Jacob Phelps is a scientist in CIFOR's Forest Governance Portfolio. He has broad research interests, including related to forest sector law enforcement, the illegal wildlife\/timber trade, and the design of Payment for Ecosystem Services schemes. Prior to joining CIFOR, he was based in Thailand, where he conducted research on region's illegal botanical trade. He holds a Ph.D. in biology from the National University of Singapore, and completed his M.Phil. in geography at the University of Cambridge and his B.S. in Environmental Science and Management at Michigan State University.","sameAs":["https:\/\/x.com\/@_JPhelps"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/jacob-phelps"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28525\/diperlukan-keseriusan-menangani-konservasi-dan-perdagangan-liar-botani#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Ochrid-Garden-500x332_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28525","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/131"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28525"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28525\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28525"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=28525"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=28525"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=28525"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=28525"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=28525"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=28525"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=28525"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=28525"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=28525"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=28525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}