{"id":28419,"date":"2015-05-11T13:31:00","date_gmt":"2015-05-11T06:31:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=28419"},"modified":"2015-10-13T13:19:24","modified_gmt":"2015-10-13T06:19:24","slug":"satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam","title":{"rendered":"Satu peta bagi masa depan yang lebih baik: Konferensi Bentang Alam"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, Indonesia \u2014 Kurang dari setahun setelah 250 perusahaan <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/24536\/new-york-declaration-on-forests-elicits-praise-concerns\">menandatangani komitmen nol deforestasi<\/a>, mengiring kita untuk berpikir bahwa kemajuan dalam upaya meredam deforestasi telah dilakukan.<\/p>\n<p>Namun, dari suatu sesi di <a href=\"http:\/\/www.summit2015.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Konferensi Bentang Alam Tropis 2015<\/a> yang terdengar adalah bahwa kita baru bisa melihat dampak kebijakan, dan perlu lebih banyak lebih untuk menjaga kelangsungan proses secara transparan dan akuntabel.<\/p>\n<p>Suatu panel terdiri dari kalangan pemerintah, sektor industri dan LSM menggelar sesi bertajuk \u201cMenjaga Keberlanjutan Bentang Alam Tropis: Pandangan Jangka Panjang\u201d. Daniel Nepstad, Direktur Eksekutif <a href=\"http:\/\/earthinnovation.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Earth Innovation Institute<\/a>, menyatakan bahwa ia telah tinggal di Brasil selama 30 tahun ketika negara itu dikoyak perebutan lahan. Baru pada 2014, katanya, negara tersebut mencapai titik balik.<\/p>\n<p>\u201cTerdapat upaya besar lintas-kementerian untuk menegakkan hukum-hukum yang ada,\u201d katanya pada audiens. \u201cSejak itu, deforestasi Brasil turun 76 persen \u2013 penurunan deforestasi terbesar di dunia. Dan hal itu terjadi akibat ditegakkannya hukum.\u201d<\/p>\n<blockquote><p><em>Hukum dibuat tanpa perhatian cukup bagaimana diterapkan, atau bagaimana justru menghambat inovasi. Kita sering berpikir bahwa aturan disusun untuk dilawan<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Tetapi hukum sendiri tidak cukup, tegas Nepstad. Sebagian kegagalan menegakkan hukum Brasil selain karena hukum itu sendiri terlalu berat, lanjutnya, dan menjadi bagian dari sebuah \u201clumpuh, dan kakunya birokrasi\u201d.<\/p>\n<p>\u201cHukum dibuat tanpa perhatian cukup bagaimana akan diterapkan, atau bagaimana bisa menghambat inovasi,\u201d katanya. \u201cdan itu berarti bahwa orang sering berpikir bahwa aturan disusun untuk melawan mereka. Mereka merasa hukum dibuat di tingkat nasional dan tidak ada urusannya dengan realitas mereka.\u201d<\/p>\n<p>Nepstad menyatakan, masyarakat desa sering mampu menjadi hakim terbaik apa yang bekerja. Dan apa yang paling mereka inginkan adalah transparansi dan akuntabilitas dari orang yang membuat kebijakan dan hukum.<\/p>\n<p>Tetapi Indonesia berbeda dari Brasil, ujar Heru Prasetyo, pendiri <a href=\"http:\/\/www.ibl.or.id\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Indonesia Business Link<\/a>. Tidak hanya karena Brasil memiliki hukum federal yang diterapkan di seluruh negara (Indonesia memiliki hukum berbasis provinsi), tetapi, tambahnya, \u201cBrasil transparan dan Indonesia tidak transparan, walau sebenarnya ini bukanlah alasan.\u201d<\/p>\n<p>Buruknya manajemen data seringkali menghambat transparansi, katanya. Peta tumpang tindih, data tak lengkap dan sistem kuno sering berarti bahwa informasi vital hilang atau tertinggal. Pengambilan kebijakan dan penegakkan hukum menjadi tantangan ketika lembaga berbeda bekerja dengan peta berbeda, dengan data beragam.<\/p>\n<p>Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia, Ferry Mursyidan Baldan, menyatakan bahwa Indonesia tengah berupaya menerapkan kebijakan <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/22534\/new-tech-better-map-on-tap-to-protect-indonesian-forests#.VUB0D1Wqqko\">Satu Peta<\/a> yang akan membuat langkah signifikan menuju penyelesaian konflik kepemilikan lahan, degradasi lahan, konversi penggunaan lahan, dan bahkan kemiskinan dan pengangguran. Ini juga akan membantu kerja petugas penegakkan hukum dalam melakukan pemantauan.<\/p>\n<blockquote><p><em>Brasil transparan dan Indonesia tidak transparan, walaupun ini bukan alasan<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>\u201cSolusi Satu Peta bisa berharga, tidak sekadar menghukum pelanggar aturan, tetapi juga untuk tata ruang dan legislasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Komitmen pemerintah Indonesia mereformasi sektor kehutanan telah dipuji masyarakat internasional, dan seharusnya begitu, kata Nigel Sizer dari <a href=\"http:\/\/www.wri.org\/our-work\/topics\/forests\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">World Resources Institute<\/a>.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, ia mengingatkan, bahwa Indonesia tidak mencapai target pertumbuhan \u2013 sebagian karena ketidakstabilan ekonomi. Tetapi, katanya, rencana baru menerapkan pajak ekspor 50 dolar per ton minyak sawit, sebagai insentif desa karena meningkatkan tutupan desa, serta implementasi sistem Satu peta adalah jalan terpuji yang telah dimulai di Indonesia.<\/p>\n<p>Terdapat kemajuan yang \u201cbenar-benar menakjubkan\u201d dalam membangun ketersedian informasi, kata Peter Holmgren, Direktur Jenderal <a href=\"\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR)<\/a>, tetapi kita perlu berhati-hati tidak \u201cmembangun satu monolit besar penampakan dunia seperti yang kita inginkan\u201d.<\/p>\n<p>Keragaman, demografi dan dinamika harus menjadi kata penentu kebijakan masa depan, lanjut Holmgren, agar terhindar dari mewarnai \u201ckehidupan desa dengan cara tertentu. Kita tidak bisa memiliki foto kartu pos apa yang seharusnya. Ini berubah sepanjang waktu\u201d.<\/p>\n<p>Rancangan kebijakan yang benar, transparansi, penatalayanan dan perencanaan jangka panjang sangat penting bagi perlindungan hutan, dan terdapat sumber daya cukup mengatasi masalah yang dihadapi, kata panel sepakat.<\/p>\n<p>\u201cBentang alam tropis kita sangat berharga,\u201d kata Ferry Mursyidan Baldan. \u201cDengan perencanaan lebih baik, hidup jadi lebih baik\u201d.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, Indonesia \u2014 Kurang dari setahun setelah 250 perusahaan menandatangani komitmen nol deforestasi, mengiring kita untuk berpikir bahwa kemajuan dalam upaya meredam deforestasi telah dilakukan. Namun, dari suatu sesi di Konferensi Bentang Alam Tropis 2015 yang terdengar adalah bahwa kita baru bisa melihat dampak kebijakan, dan perlu lebih banyak lebih untuk menjaga kelangsungan proses secara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":167,"featured_media":28185,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,161,13,1072,180],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2587,2892,2522,2837,3891,3104,3577,3892,3893,2588,3894],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3086],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1942],"class_list":["post-28419","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-deforestation","category-governance","category-landscapes","category-mitigating-climate-change","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-daniel-nepstad","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-earth-innovation-insitute","tag-bahasa-ferry-mursyidan-baldan","tag-bahasa-heru-prasetyo","tag-bahasa-inisiatif-satu-peta","tag-bahasa-kementerian-agraria-dan-tata-ruang","tag-bahasa-nigel-sizer","tag-bahasa-penegakan-hukum","tag-bahasa-world-resources-institute","type-bahasa-peliputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Satu peta bagi masa depan yang lebih baik: Konferensi Bentang Alam - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Satu peta bagi masa depan yang lebih baik: Konferensi Bentang Alam\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, Indonesia \u2014 Kurang dari setahun setelah 250 perusahaan menandatangani komitmen nol deforestasi, mengiring kita untuk berpikir bahwa kemajuan dalam upaya meredam deforestasi telah dilakukan. Namun, dari suatu sesi di Konferensi Bentang Alam Tropis 2015 yang terdengar adalah bahwa kita baru bisa melihat dampak kebijakan, dan perlu lebih banyak lebih untuk menjaga kelangsungan proses secara [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-05-11T06:31:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-13T06:19:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/146a.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"706\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Virginia M. Moncrieff\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@vmmoncrieff\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam\"},\"author\":{\"name\":\"Virginia M. Moncrieff\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/3596764009424da1dad74f3c2a2b6d62\"},\"headline\":\"Satu peta bagi masa depan yang lebih baik: Konferensi Bentang Alam\",\"datePublished\":\"2015-05-11T06:31:00+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T06:19:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam\"},\"wordCount\":606,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/04\\\/146a.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Deforestation\",\"Governance\",\"Landscapes\",\"Mitigation\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam\",\"name\":\"Satu peta bagi masa depan yang lebih baik: Konferensi Bentang Alam - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/04\\\/146a.jpg\",\"datePublished\":\"2015-05-11T06:31:00+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T06:19:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/04\\\/146a.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/04\\\/146a.jpg\",\"width\":1000,\"height\":706,\"caption\":\"Peta menunjukkan stok karbon butan, Indonesia. Konferensi Bentang Alam mendengar bahwa memiliki \u2018satu peta\u2019 yang mencakup semua masalah kehutanan sangat penting. Photo courtesy of globalforestwatch.org\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Satu peta bagi masa depan yang lebih baik: Konferensi Bentang Alam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/3596764009424da1dad74f3c2a2b6d62\",\"name\":\"Virginia M. Moncrieff\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a9ad0acb43c9b8e46e7c90ddc7d1556a6a07517a8512ad85d7a1bc97fffecc5d?s=96&d=mm&r=g41cb78dacccf04fb5aa4f2145b93e271\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a9ad0acb43c9b8e46e7c90ddc7d1556a6a07517a8512ad85d7a1bc97fffecc5d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a9ad0acb43c9b8e46e7c90ddc7d1556a6a07517a8512ad85d7a1bc97fffecc5d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Virginia M. Moncrieff\"},\"sameAs\":[\"\\\/\\\/www.cifor.org\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@vmmoncrieff\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/virginia\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/28419\\\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Satu peta bagi masa depan yang lebih baik: Konferensi Bentang Alam - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Satu peta bagi masa depan yang lebih baik: Konferensi Bentang Alam","og_description":"JAKARTA, Indonesia \u2014 Kurang dari setahun setelah 250 perusahaan menandatangani komitmen nol deforestasi, mengiring kita untuk berpikir bahwa kemajuan dalam upaya meredam deforestasi telah dilakukan. Namun, dari suatu sesi di Konferensi Bentang Alam Tropis 2015 yang terdengar adalah bahwa kita baru bisa melihat dampak kebijakan, dan perlu lebih banyak lebih untuk menjaga kelangsungan proses secara [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-05-11T06:31:00+00:00","article_modified_time":"2015-10-13T06:19:24+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":706,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/146a.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Virginia M. Moncrieff","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@vmmoncrieff","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam"},"author":{"name":"Virginia M. Moncrieff","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/3596764009424da1dad74f3c2a2b6d62"},"headline":"Satu peta bagi masa depan yang lebih baik: Konferensi Bentang Alam","datePublished":"2015-05-11T06:31:00+00:00","dateModified":"2015-10-13T06:19:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam"},"wordCount":606,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/146a.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Deforestation","Governance","Landscapes","Mitigation"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam","name":"Satu peta bagi masa depan yang lebih baik: Konferensi Bentang Alam - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/146a.jpg","datePublished":"2015-05-11T06:31:00+00:00","dateModified":"2015-10-13T06:19:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/146a.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/146a.jpg","width":1000,"height":706,"caption":"Peta menunjukkan stok karbon butan, Indonesia. Konferensi Bentang Alam mendengar bahwa memiliki \u2018satu peta\u2019 yang mencakup semua masalah kehutanan sangat penting. Photo courtesy of globalforestwatch.org"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Satu peta bagi masa depan yang lebih baik: Konferensi Bentang Alam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/3596764009424da1dad74f3c2a2b6d62","name":"Virginia M. Moncrieff","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a9ad0acb43c9b8e46e7c90ddc7d1556a6a07517a8512ad85d7a1bc97fffecc5d?s=96&d=mm&r=g41cb78dacccf04fb5aa4f2145b93e271","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a9ad0acb43c9b8e46e7c90ddc7d1556a6a07517a8512ad85d7a1bc97fffecc5d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a9ad0acb43c9b8e46e7c90ddc7d1556a6a07517a8512ad85d7a1bc97fffecc5d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Virginia M. Moncrieff"},"sameAs":["\/\/www.cifor.org","https:\/\/x.com\/@vmmoncrieff"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/virginia"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/28419\/satu-peta-bagi-masa-depan-yang-lebih-baik-konferensi-bentang-alam#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/146a.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/167"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28419"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28419\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28185"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28419"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=28419"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=28419"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=28419"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=28419"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=28419"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=28419"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=28419"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=28419"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=28419"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=28419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}