{"id":27378,"date":"2015-03-20T15:51:01","date_gmt":"2015-03-20T08:51:01","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=27378"},"modified":"2015-10-13T14:15:41","modified_gmt":"2015-10-13T07:15:41","slug":"pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun","title":{"rendered":"Pendanaan bagi bentang alam berkelanjutan: Momentumnya sedang dibangun"},"content":{"rendered":"<p>Pendekatan utama bentang alam yaitu bekerja sama lintas batas kelembagaan &#8212; batas-batas yang berevolusi untuk alasan yang baik namun kadang-kadang sekarang menghambat <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/26927\/agriculture-forests-climate-change-sustainable-development-goals-integration\">integrasi<\/a> yang diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan dan lingkungan yang segera terjadi pada semua skala geografis.<\/p>\n<p>Batas paling jelas <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=VXOk3HJtx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">yang dibicarakan terkait dengan berbagai pendekatan bentang alam<\/a> yaitu batas antara kehutanan dan pertanian. Sebagian besar sepakat, berbagai aspirasi utama seperti mengurangi deforestasi; mempraktekkan tata guna lahan rendah emisi; meningkatkan berbagai layanan ekosistem untuk produksi pangan; memastikan penggunaan api yang tepat dan terkelola dengan baik; dan menangani berbagai masalah hak dan tenurial lahan, tidak dapat direalisasikan dengan baik bila tidak ada kerja sama antara pertanian dan.<\/p>\n<p>Tetapi ada sektor terpecah lainnya yang perlu dijembatani juga. Salah satunya terdapat antara sektor keuangan swasta dan sektor-sektor berbasis lahan. Sebagaimana halnya dengan pecahan-pecahan sektor lainnya, komunitas yang terpisah, bidang-bidang keahlian, berbagai terminologi dan lembaga  pada semua tingkatan perlu berkumpul bersama untuk mengembangkan solusi yang inovatif. Kerangka kerja iklim dan pembangunan yang sedang muncul menyediakan dasar pemikiran yang kuat dan momentum bagi kita.<\/p>\n<p><strong>KEUANGAN SEMAKIN BESAR DAYA TARIKNYA<\/strong><\/p>\n<p>Minat terhadap keuangan untuk pembangunan dan lingkungan hidup telah mencapai suatu tingkatan yang menonjol. <a href=\"http:\/\/www.gcfund.org\/about\/the-fund.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Dana Iklim Hijau<\/a> sedang bersiap sebagai kendaraan utama untuk mencapai berbagai sasaran perubahan iklim untuk ditetapkan oleh UNFCCC di Paris pada bulan Desember. <a href=\"http:\/\/unfccc.int\/cooperation_and_support\/financial_mechanism\/standing_committee\/items\/6877.php\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Standing Committee on Finance<\/a> akan melakukan kajian khusus tentang keuangan kehutanan pada  2015. <a href=\"http:\/\/www.un.org\/esa\/ffd\/overview\/third-conference-ffd.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Konferensi Internasional Ketiga tentang Pendanaan untuk Pembangunan<\/a> PBB di Addis Ababa, Ethiopia, pada bulan Juli akan menjadi usaha antarpemerintah utama guna memastikan pendanaan untuk pencapaian Sasaran Pembangunan Berkelanjutan sebelum Sidang Majelis Umum PBB di New York pada bulan September.<\/p>\n<p>Berbagai konferensi tingkat tinggi yang dipimpin oleh CIFOR dan para mitranya selama dua tahun terakhir telah mengangkat juga topik keuangan untuk investasi dalam usaha yang berkelanjutan dan rendah karbon di bidang kehutanan dan pertanian.<\/p>\n<p><a href=\"\/\/www.cifor.org\/forestsasia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pertemuan Puncak Forests Asia<\/a> di Jakarta bulan Mei yang lalu menyimpulkan bahwa &#8220;pemerintah, sektor korporat, dan sektor keuangan harus bekerja sama untuk menciptakan berbagai kondisi yang memungkinkan untuk membuka modal swasta dan investasi pendukung dalam bentang alam berkelanjutan dan para petani kecil.\u201d<\/p>\n<p>Ini diikuti dengan seruan dalam <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/glf-2014\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forum Bentang Alam Global <\/a>di Lima pada bulan Desember 2014 yaitu \u201cmeningkatkan jumlah keuangan bentang alam dengan mengurangi risiko investasi dan mentransformasi pasar modal.\u201d<\/p>\n<p>Jelas, gerakan untuk menghubungkan modal berskala besar dengan berbagai kebutuhan para petani kecil sedang mendapat momentum. Triknya ialah dengan membuat hubungan ini dalam berbagai cara yang juga mengarah pada peningkatan kesetaraan dan hasil-hasil berkelanjutan &#8211; baik pada tingkat global maupun lokal.<\/p>\n<p><strong>MASUKI &#8220;DANA BENTANG ALAM&#8221;<\/strong><\/p>\n<p>Di CIFOR, kami telah mengidentifikasi pendanaan bentang alam berkelanjutan sebagai <a href=\"\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/Papers\/PCIFOR1401.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">prioritas penelitian yang sedang muncul<\/a> dan baru-baru ini memulai sebuah proyek perintis bernama Dana Bentang Alam, dengan pendanaan awal dari Koperasi Pembangunan Internasional Swedia (SIDA). Satu titik masuk untuk kami adalah evolusi REDD+ dan kesadaran bahwa para pelaku di sektor keuangan swasta belum terpicu semangatnya oleh pasar karbon setelah mengetahui biaya transaksi dan risiko yang terlibat di dalamnya. Pada waktu bersamaan, pencarian berbagai peluang investasi hijau menemukan bahwa sektor-sektor berbasis lahan menawarkan kesempatan yang sangat besar &#8212; dengan syarat tersedianya produk-produk keuangan yang dapat bertahan. Jelas juga dari <a href=\"\/\/www.cifor.org\/redd-case-book\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">berbagai temuan penelitian<\/a> bahwa para petani kecil dan masyarakat setempat memandang REDD+ sebagai menawarkan prospek yang sangat menjanjikan, meskipun terutama sebagai pelengkap dari usaha inti yang mendukung penghidupan mereka.<\/p>\n<p>Jadi bagaimana kita dapat menghubungkan data ini?<\/p>\n<p>Proyek Dana Bentang Alam dimulai dengan menyelidiki beberapa perangkat hipotesa sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Sejumlah besar dana institusional tersedia untuk meningkatkan investasi dalam penggunaan lahan skala kecil sampai menengah &#8211; asalkan para investor puas dengan hasil keuangan dan keberlanjutan yang mungkin.<\/li>\n<li>Ada berbagai praktik pertanian dan kehutanan di seluruh wilayah dan zona ekologis yang dapat mendorong produksi dan pendapatan dari para produsenn sambil juga memberikan hasil-hasil keberlanjutan utama &#8212; tetapi praktik semacam itu terhambat oleh kurangnya akses pada modal yang adil, terjangkau dan berjangka panjang bagi para produsen, sebuah situasi yang cenderung berpihak pada berbagai pendekatan yang lebih sempit.<\/li>\n<li>Berbagai risiko keuangan dapat dikelola dengan baik melalui pendekatan portofolio yang lebih luas daripada tawaran yang ada; maksudnya, pendekatan dapat memiliki jangkauan internasional dan mencakup sejumlah besar produk dan sistem produksi.<\/li>\n<li>Hasil-hasil keberlanjutan, termasuk untuk pengaturan iklim dan juga berbagai dimensi sosial dan kesetaraan, dapat ditetapkan secara memuaskan melalui\u00a0<a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/21145\/nine-suggested-sdg-indicators-for-forestry-and-landscapes#.VQUOu0JZOss\">sejumlah kecil parameter yang terstandarisasi dan terukur\u00a0<\/a>dalam seluruh portofolio. Hal ini menjadikannya mungkin untuk mencapai kemajuan atas hasil-hasil ini untuk dipantau dan diverifikasi dengan cara-cara yang menjaga supaya biaya transaksi serendah mungkin.<\/li>\n<li>Ada cukup minat di sektor publik internasional untuk menyediakan berbagai sumber daya untuk penelitian, pembangunan, perintisan, perlindungan risiko yang diperlukan, dan pembuatan takaran untuk memastikan hak-hak dan pengamanan tata kelola untuk mengembangkan konsep Dana Bentang alam<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pada bulan Juni, proyek Dana Bentang Alam, bersama dengan beberapa inisiatif lain, akan ditampilkan di <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/london\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forum Bentang Alam Global  \u2013 Kasus Investasi<\/a>, sebuah acara yang digagas CIFOR dan para mitranya, antara lain mencakup Bank Dunia, UNEP FI dan Bank Investasi Eropa, akan mengumpulkan 150-200 pakar dunia dari sektor swasta, korporat, keuangan dan sektor lainnya di London pada tanggal 10 Juni. Acara ini memberikan kesempatan lain untuk sejumlah besar pelaku keuangan untuk mendiskusikan topik keuangan swasta untuk pembangunan berkelanjutan pada tingkat bentang alam. Berbagai diskusi akan dipandu dalam dua set kelompok pakar dan menghasilkan peta jalan 5 &#8211; 10 tahun untuk meningkatkan keuangan untuk kehutanan berkelanjutan, pertanian dan berbagai sektor penggunaan lahan lainnya.<\/p>\n<p>Kami bertujuan untuk memberikan bukti yang menguji berbagai hipotesis di atas, dan juga untuk melibatkan para pemangku kepentingan di seluruh spektrum keuangan-terhadap-penggunaan lahan dalam merintis berbagai solusi baru. Pendekatan bentang alam merupakan dasar agar hal ini berhasil.<\/p>\n<p>Tetaplah melintasi batas-batas itu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pendekatan utama bentang alam yaitu bekerja sama lintas batas kelembagaan &#8212; batas-batas yang berevolusi untuk alasan yang baik namun kadang-kadang sekarang menghambat integrasi yang diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan dan lingkungan yang segera terjadi pada semua skala geografis. Batas paling jelas yang dibicarakan terkait dengan berbagai pendekatan bentang alam yaitu batas antara kehutanan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":35889,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[161,137,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2445,2587,2822],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[2967],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[680],"class_list":["post-27378","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-deforestation","category-forest-management-restoration","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-2014-forum-bentang-alam-global","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-berkelanjutan","type-bahasa-kolom-dirjen"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Pendanaan bagi bentang alam berkelanjutan: Momentumnya sedang dibangun - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pendanaan bagi bentang alam berkelanjutan: Momentumnya sedang dibangun\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pendekatan utama bentang alam yaitu bekerja sama lintas batas kelembagaan &#8212; batas-batas yang berevolusi untuk alasan yang baik namun kadang-kadang sekarang menghambat integrasi yang diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan dan lingkungan yang segera terjadi pada semua skala geografis. Batas paling jelas yang dibicarakan terkait dengan berbagai pendekatan bentang alam yaitu batas antara kehutanan dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-03-20T08:51:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-13T07:15:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/TN-Halimun-Salak.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"334\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Peter Holmgren\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun\"},\"author\":{\"name\":\"Peter Holmgren\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\"},\"headline\":\"Pendanaan bagi bentang alam berkelanjutan: Momentumnya sedang dibangun\",\"datePublished\":\"2015-03-20T08:51:01+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T07:15:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun\"},\"wordCount\":919,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/03\\\/TN-Halimun-Salak.jpg\",\"articleSection\":[\"Deforestation\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun\",\"name\":\"Pendanaan bagi bentang alam berkelanjutan: Momentumnya sedang dibangun - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/03\\\/TN-Halimun-Salak.jpg\",\"datePublished\":\"2015-03-20T08:51:01+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T07:15:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/03\\\/TN-Halimun-Salak.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2015\\\/03\\\/TN-Halimun-Salak.jpg\",\"width\":500,\"height\":334,\"caption\":\"Pandangan udara dari bentang alam di sekeliling Taman Nasional Halimun - Salak, Jawa Barat, Indonesia. Berbagai praktik pertanian dan kehutanan yang dapat mendorong produksi sering kali terhambat oleh kurangnya modal. Kate Evans\\\/foto CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pendanaan bagi bentang alam berkelanjutan: Momentumnya sedang dibangun\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\",\"name\":\"Peter Holmgren\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Peter Holmgren\"},\"description\":\"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/peter-holmgren\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/27378\\\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pendanaan bagi bentang alam berkelanjutan: Momentumnya sedang dibangun - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pendanaan bagi bentang alam berkelanjutan: Momentumnya sedang dibangun","og_description":"Pendekatan utama bentang alam yaitu bekerja sama lintas batas kelembagaan &#8212; batas-batas yang berevolusi untuk alasan yang baik namun kadang-kadang sekarang menghambat integrasi yang diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan dan lingkungan yang segera terjadi pada semua skala geografis. Batas paling jelas yang dibicarakan terkait dengan berbagai pendekatan bentang alam yaitu batas antara kehutanan dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-03-20T08:51:01+00:00","article_modified_time":"2015-10-13T07:15:41+00:00","og_image":[{"width":500,"height":334,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/TN-Halimun-Salak.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Peter Holmgren","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun"},"author":{"name":"Peter Holmgren","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122"},"headline":"Pendanaan bagi bentang alam berkelanjutan: Momentumnya sedang dibangun","datePublished":"2015-03-20T08:51:01+00:00","dateModified":"2015-10-13T07:15:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun"},"wordCount":919,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/TN-Halimun-Salak.jpg","articleSection":["Deforestation","Forest management &amp; restoration","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun","name":"Pendanaan bagi bentang alam berkelanjutan: Momentumnya sedang dibangun - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/TN-Halimun-Salak.jpg","datePublished":"2015-03-20T08:51:01+00:00","dateModified":"2015-10-13T07:15:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/TN-Halimun-Salak.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/TN-Halimun-Salak.jpg","width":500,"height":334,"caption":"Pandangan udara dari bentang alam di sekeliling Taman Nasional Halimun - Salak, Jawa Barat, Indonesia. Berbagai praktik pertanian dan kehutanan yang dapat mendorong produksi sering kali terhambat oleh kurangnya modal. Kate Evans\/foto CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pendanaan bagi bentang alam berkelanjutan: Momentumnya sedang dibangun"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122","name":"Peter Holmgren","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Peter Holmgren"},"description":"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/peter-holmgren"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/27378\/pendanaan-bagi-bentang-alam-berkelanjutan-momentumnya-tengah-dibangun#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/TN-Halimun-Salak.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27378","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27378"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27378\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35889"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27378"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27378"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27378"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=27378"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=27378"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=27378"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=27378"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=27378"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=27378"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=27378"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=27378"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=27378"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=27378"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}