{"id":26439,"date":"2015-01-24T07:30:20","date_gmt":"2015-01-24T00:30:20","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=26439"},"modified":"2015-10-13T16:39:00","modified_gmt":"2015-10-13T09:39:00","slug":"kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi","title":{"rendered":"Kawasan lindung: Harta karun keragaman hayati &#038; penyerapan karbon di bawah satu kanopi?"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia\u2014Ketika ahli biologi melihat hutan, mereka mungkin memikirkan jumlah spesies yang bisa dilestarikan.<\/p>\n<p>Ketika ahli iklim melihat hutan, mereka mungkin memikirkan seberapa banyak karbon yang bisa disimpan.<\/p>\n<p>Sayangnya, jarang sekali, kedua sudut pandang itu bertemu dalam sebuah konteks kebijakan.<\/p>\n<p>Tetapi penelitian terbaru yang digelar di hutan Kom-Mengame di selatan Kamerun menunjukkan bahwa dua disiplin ilmu tersebut seharusnya bersatu di taman nasional, cagar alam dan wilayah terlindung lain, ketika mereka akan menemukan keragaman hayati dan penyimpanan karbon di satu tempat.<\/p>\n<blockquote><p><em>Dalam skala kompleks, makin tinggi jumlah spesies pohon, makin tinggi kemampuan lingkungan menyimpan karbon<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>\u201cWilayah konservasi di Afrika menyimpan 49 gigatons karbon, mewakili 13,7 persen dari total kontinen,\u201d <a href=\"http:\/\/onlinelibrary.wiley.com\/doi\/10.1111\/1477-8947.12049\/abstract\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">tulis para peneliti penilaian karbon Kom-Mengame<\/a>. \u201cJelas bahwa wilayah terlindung tersebut memainkan peranan peting dalam mitigasi perubahan iklim dengan sejumlah besar karbon yang mereka simpan, juga terkait dengan manfaat konservasi keragaman hayati.\u201d<\/p>\n<p>Untuk menggambarkan pokok pikiran mereka, ilmuwan mengambil sampel lebih dari 1.350 petak hutan, rawa dan padang di kompleks Kom-Mengame, yang merupakan gabungan cagar gorila dan taman nasional serta wilayah budi daya masyarakat lokal.<\/p>\n<p>Mereka mengukur pohon dan menghitung jumlah karbon tersimpan dalam batang dan dahan. \u201c<\/p>\n<p>\u201cDalam skala kompleks, makin tinggi jumlah spesies pohon, makin tinggi kemampuan lingkungan menyimpan karbon,\u201d kata Evariste Fongnzossie, peneliti Universitas Douala dan penulis utama laporan. Secara keseluruhan, hutan terlindung dan sekelilingnya ditemukan menyimpan hampir dua kali estimasi jumlah karbon rata-rata Afrika.<\/p>\n<p>\u201cSering dikatakan bahwa tata kelola wilayah terlindung bisa menjadi bagian REDD+\u201d\u2014 usulan skema internasional untuk <a href=\"\/\/www.cifor.org\/gcs\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mengurangi emisi gas rumah kaca akibat deforestasi<\/a> \u2014 kata Denis Sonwa, ilmuwan senior Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) dan salah seorang penulis perhitungan karbon Kom-Mengame. \u201cKami ingin menunjukkan catatan terkait realitas wilayah terlindung yang ada.\u201d<\/p>\n<p><strong>\u2018WILAYAH TERLINDUNG MENGHADAPI ANCAMAN NYATA\u2019<\/strong><\/p>\n<p>Taman dan cagar secara historis diciptakan untuk konservasi keragaman hayati, jauh sebelum emisi karbon menjadi masalah internasional. Debat muncul apakah mereka seharusnya mendukung upaya memerangi perubahan iklim: Apa yang kita tahu mengenai karbon yang mereka simpan? Apakah mereka tidak terlindung dari deforestasi? Akankah terjadi perbedaan untuk memberi mereka sumber daya tambahan?<\/p>\n<p>\u201cKeraguan mengenai kelebihan mereka terabaikan dalam ketiadaan data simpanan karbon wilayah terlindung,\u201d kata Fongnzossie. \u201cPenelitian ini menunjukkan bahwa keraguan seperti itu tidak terjustifikasi, dan wilayah terlindung menghadapi masalah nyata degradasi.\u201d<\/p>\n<p>Dengan pertumbuhan populasi dan makin intens-nya tekanan untuk lahan pertanian di sekitar wilayah terlindung, penilaian Kom-Mengame memberikan perbandingan berguna performa simpanan karbon dalam beragam jenis pemanfaatan lahan, dengan tanpa kejutan lahan pertanian mencapai skor terendah.<\/p>\n<p>Tetapi hal ini menunjukkan jalan untuk membantu masyarakat petani dan cagar alam berdampingan di lanskap sama: perkebunan cokelat tumbuh di bawah pohon lebih tinggi, walaupun tidak se-efisien karbon di hutan alam, mencapai simpanan karbon lebih baik daripada rata-rata Afrika.<\/p>\n<p>\u201cStruktur agroforestri cokelat dekat dengan jasa hutan dan dapat menjadi penyangga tata kelola wilayah terlindung,\u201d kata Sonwa.<\/p>\n<p>\u201cKami memberi gagasan transfer karbon terkait  beragam perubahan penggunaan lahan. Hal ini dapat membantu pengelola wilayah terlindung menduga bagaiman simpanan karbon berkembang,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p><strong>\u2018KARBON BISA MEMBERI NILAI TAMBAH\u2019<\/strong><\/p>\n<p>Dengan pemberian informasi tersebut, lembaga pengelola taman nasional dan cagar alam bisa menjustifikasi bahwa kerja mereka berkontribusi terhadap sekuestrasi karbon, sementara simpanan karbon bisa menjadi satu kriteria ketika menetapkan batas wilayah terlindung baru.<\/p>\n<p>Mengingat hutan Kom-Mengame ditebangi hingga 2002, penelitian juga memberi pencerahan mengenai kemajuan yang dicapai dalam penyimpanan karbon seraya melindungi wilayah yang sebelumnya terdegradasi.<\/p>\n<p>\u201cKarbon bisa memberi nilai tambah pada aktivitas konservasi keragaman hayati,\u201d kata Sonwa\u2014secara potensial memungkinkan wilayah terlindung mengakses dana yang dialokasikan untuk mitigasi perubahan iklim.<\/p>\n<p>Negosiasi internasional telah dimulai untuk mengintegrasikan kedua aspek tersebut, dengan <a href=\"http:\/\/www.un-redd.org\/Newsletter12\/REDD_for_Biodiversity_Livelihoods\/tabid\/5538\/Default.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">diskusi mengenai REDD+<\/a> dan <a href=\"http:\/\/www.cbd.int\/sp\/targets\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">target Aichi <\/a>yang ditetapkan oleh Konvensi Keragaman Hayati saling menyebutkan keduanya.<\/p>\n<p>Di Kamerun, ketika <a href=\"http:\/\/www.minfof.cm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kementerian Kehutanan<\/a> dipisahkan dari <a href=\"http:\/\/www.minep.gov.cm\/index.php?lang=en\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kementerian Lingkungan <\/a>dalam tanggungjawab konservasi keragaman hayati, pendekatan terintegrasi bisa bermanfaat.<\/p>\n<p>Tetapi ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Sementara penilaian Kom-Mengame memotret penyimpanan karbon di wilayah terlindung, para penulis mengakui bahwa skema institusi pemantauan, pelaporan dan verifikasi (MRV) berkesinambungan akan menjadi langkah pertama menuju pengakuan atas wilayah tersebut sebagai serapan karbon yang serius.<\/p>\n<p><strong>Untuk informasi lebih mengenai penelitian ini, silahkan hubungi Denis Sonwa di <\/strong><a href=\"mailto:d.sonwa@cgiar.org\"><strong>d.sonwa@cgiar.org<\/strong><\/a><strong>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Penelitian ini didanai oleh Jane Goodall Institute\/Mengame Gorilla Reserve Project dan  Disney Wildlife Conservation Fund.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia\u2014Ketika ahli biologi melihat hutan, mereka mungkin memikirkan jumlah spesies yang bisa dilestarikan. Ketika ahli iklim melihat hutan, mereka mungkin memikirkan seberapa banyak karbon yang bisa disimpan. Sayangnya, jarang sekali, kedua sudut pandang itu bertemu dalam sebuah konteks kebijakan. Tetapi penelitian terbaru yang digelar di hutan Kom-Mengame di selatan Kamerun menunjukkan bahwa dua disiplin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":97,"featured_media":26175,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,137,1072,151],"tags":[],"language":[2171],"location":[12260],"tag-bahasa":[2503,2522,2895,3807,2489,3806,2520,2502,2554,3808],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1041],"class_list":["post-26439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-forest-management-restoration","category-landscapes","category-redd-2","language-bahasa-indonesia","location-cameroon-africa","tag-bahasa-cadangan-karbon","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-denis-sonwa","tag-bahasa-evariste-fongnzossie","tag-bahasa-keanekaragaman-hayati","tag-bahasa-kom-mengame","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-penyerapan-karbon","tag-bahasa-tata-kelola-hutan","tag-bahasa-universitas-douala","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Kawasan lindung: Harta karun keragaman hayati &amp; penyerapan karbon di bawah satu kanopi? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kawasan lindung: Harta karun keragaman hayati &amp; penyerapan karbon di bawah satu kanopi?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia\u2014Ketika ahli biologi melihat hutan, mereka mungkin memikirkan jumlah spesies yang bisa dilestarikan. Ketika ahli iklim melihat hutan, mereka mungkin memikirkan seberapa banyak karbon yang bisa disimpan. Sayangnya, jarang sekali, kedua sudut pandang itu bertemu dalam sebuah konteks kebijakan. Tetapi penelitian terbaru yang digelar di hutan Kom-Mengame di selatan Kamerun menunjukkan bahwa dua disiplin [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2015-01-24T00:30:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-13T09:39:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/RS28403-031-NC.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"507\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Thomas Hubert\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@tom_hubert\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi\"},\"author\":{\"name\":\"Thomas Hubert\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/6bc131e53dfe93de1243f49aef0b9077\"},\"headline\":\"Kawasan lindung: Harta karun keragaman hayati &#038; penyerapan karbon di bawah satu kanopi?\",\"datePublished\":\"2015-01-24T00:30:20+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T09:39:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi\"},\"wordCount\":685,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/12\\\/RS28403-031-NC.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Landscapes\",\"REDD+\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2015\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi\",\"name\":\"Kawasan lindung: Harta karun keragaman hayati & penyerapan karbon di bawah satu kanopi? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/12\\\/RS28403-031-NC.jpg\",\"datePublished\":\"2015-01-24T00:30:20+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T09:39:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/12\\\/RS28403-031-NC.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/12\\\/RS28403-031-NC.jpg\",\"width\":768,\"height\":507,\"caption\":\"With new information at their disposal, agencies managing existing parks and reserves could justify how their work contributes to carbon sequestration Terry Sunderland\\\/Foto CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kawasan lindung: Harta karun keragaman hayati &#038; penyerapan karbon di bawah satu kanopi?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/6bc131e53dfe93de1243f49aef0b9077\",\"name\":\"Thomas Hubert\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g1da90ffdcb089d054a1e50a0bb6dd967\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Thomas Hubert\"},\"description\":\"Thomas Hubert is a journalist who has spent the last decade between France, Ireland and the Democratic Republic of Congo. Following a two-year stint as Kinshasa correspondent for the BBC, he is now based in Paris, covering issues ranging from human rights to farm policy and the environment for French- and English-speaking media houses and NGOs.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@tom_hubert\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/thomas-hubert\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/26439\\\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kawasan lindung: Harta karun keragaman hayati & penyerapan karbon di bawah satu kanopi? - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kawasan lindung: Harta karun keragaman hayati & penyerapan karbon di bawah satu kanopi?","og_description":"BOGOR, Indonesia\u2014Ketika ahli biologi melihat hutan, mereka mungkin memikirkan jumlah spesies yang bisa dilestarikan. Ketika ahli iklim melihat hutan, mereka mungkin memikirkan seberapa banyak karbon yang bisa disimpan. Sayangnya, jarang sekali, kedua sudut pandang itu bertemu dalam sebuah konteks kebijakan. Tetapi penelitian terbaru yang digelar di hutan Kom-Mengame di selatan Kamerun menunjukkan bahwa dua disiplin [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2015-01-24T00:30:20+00:00","article_modified_time":"2015-10-13T09:39:00+00:00","og_image":[{"width":768,"height":507,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/RS28403-031-NC.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Thomas Hubert","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@tom_hubert","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi"},"author":{"name":"Thomas Hubert","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/6bc131e53dfe93de1243f49aef0b9077"},"headline":"Kawasan lindung: Harta karun keragaman hayati &#038; penyerapan karbon di bawah satu kanopi?","datePublished":"2015-01-24T00:30:20+00:00","dateModified":"2015-10-13T09:39:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi"},"wordCount":685,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/RS28403-031-NC.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Forest management &amp; restoration","Landscapes","REDD+"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#respond"]}],"copyrightYear":"2015","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi","name":"Kawasan lindung: Harta karun keragaman hayati & penyerapan karbon di bawah satu kanopi? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/RS28403-031-NC.jpg","datePublished":"2015-01-24T00:30:20+00:00","dateModified":"2015-10-13T09:39:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/RS28403-031-NC.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/RS28403-031-NC.jpg","width":768,"height":507,"caption":"With new information at their disposal, agencies managing existing parks and reserves could justify how their work contributes to carbon sequestration Terry Sunderland\/Foto CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kawasan lindung: Harta karun keragaman hayati &#038; penyerapan karbon di bawah satu kanopi?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/6bc131e53dfe93de1243f49aef0b9077","name":"Thomas Hubert","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g1da90ffdcb089d054a1e50a0bb6dd967","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fa468faf5c365d1f34175f4c097ace9576f4dfda24c09c9902bbe56dce52e1f0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Thomas Hubert"},"description":"Thomas Hubert is a journalist who has spent the last decade between France, Ireland and the Democratic Republic of Congo. Following a two-year stint as Kinshasa correspondent for the BBC, he is now based in Paris, covering issues ranging from human rights to farm policy and the environment for French- and English-speaking media houses and NGOs.","sameAs":["https:\/\/x.com\/@tom_hubert"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/thomas-hubert"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/26439\/kawasan-lindung-harta-karun-keragaman-hayati-penyerapan-karbon-di-bawah-satu-kanopi#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/RS28403-031-NC.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26439","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/97"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26439"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26439\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26439"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=26439"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=26439"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=26439"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=26439"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=26439"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=26439"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=26439"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=26439"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=26439"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=26439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}