{"id":25742,"date":"2014-12-08T16:04:11","date_gmt":"2014-12-08T09:04:11","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=25742"},"modified":"2015-10-13T15:34:43","modified_gmt":"2015-10-13T08:34:43","slug":"teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil","title":{"rendered":"Teori ke praktik: Riset baru memaparkan berbagai kondisi agar pendekatan bentang alam berhasil"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia\u2014<a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/5207\/landscape-approaches-what-are-the-pre-conditions-for-success\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Sebuah makalah penelitian baru<\/a> memaparkan berbagai kondisi untuk &#8220;pendekatan bentang alam&#8221; agar dapat terlaksana di lapangan&#8211; suatu langkah penting dalam menerjemahkan kerangka kerja pembangunan berkelanjutan yang dibanggakan dari teori menjadi praktik.<\/p>\n<p>Sama sekali bukan konsep baru, pendekatan bentang alam &#8212; dinyatakan sebagai <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/24892\/what-is-a-landscape-approach-wageningen\">suatu cara inklusif dan setara untuk menyeimbangkan berbagai tuntutan penggunaan lahan yang saling bersaing<\/a>\u2014 telah mendapat dukungan yang lebih luas dalam tahun-tahun terakhir untuk menangani berbagai tantangan lingkungan, sosial dan politik yang semakin rumit.<\/p>\n<blockquote><p><em>Tidak ada [masalah] terkait konsep pendekatan bentang alam. Tetapi implementasinya sangat terbatas<\/em><\/p><\/blockquote>\n<p>Sebagian besar diskusi pendekatan bentang alam selama ini terkait pada akademis, yang telah <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/23834\/landscape-approach-defies-simple-definition-and-thats-good\">menumpahkan<\/a> <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/24892\/what-is-a-landscape-approach-wageningen\">banyak<\/a> <a href=\"http:\/\/peoplefoodandnature.org\/blog\/sayer_principles\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">tinta<\/a> dalam usaha mendefinisikan konsep yang tujuannya dapat dipertukarkan. Sementara itu, implementasi pendekatan bentang alam yang dapat diverifikasi dan diukur di lapangan tetap agak sukar dipahami.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada [masalah] terkait konsep pendekatan bentang alam,&#8221; ujar Terry Sunderland, ilmuwan kepala Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) dan penulis pendamping makalah tersebut. &#8220;Namun implementasinya sangat terbatas. Kami memiliki sangat sedikit studi kasus aktual dari integrasi fungsi riil di lapangan. Atau mungkin bahwa inisiatif semacam itu tidak dilaporkan dengan benar. Jadi kami sedang berusaha menjembatani kesenjangan tersebut.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/25308\/www.landscapes.org\"><strong>Forum Bentang <\/strong><strong>A<\/strong><strong>lam Global<\/strong><\/a><strong>: 6-7 Desember<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Tidak turut pergi ke Lima, Peru? Saksikan sesi-sesi pilihan Forum tersebut langsung daring. Kunjungi <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/live\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">org\/live<\/a>.<\/li>\n<li>Tidak dapat menyaksikan konferensi langsung?\u00a0Ikuti semua beritanya dari Forum ini di\u00a0<a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/25308\/www.forestsnews.cifor.org\/lima\">cifor.org\/lima<\/a>.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>DIBANGUN DALAM SEBUAH LOKAKARYA<\/strong><\/p>\n<p>Makalah ini diterbitkan dari lokakarya baru-baru ini di Cairns, Australia, yang diselenggarakan oleh Universitas James Cook dan dihadiri oleh Terry Sunderland dan kelompok peserta multidisipliner berkisar dari para pakar tingkat tinggi sampai mahasiswa tingkat sarjana, dari aktivis masyarakat sipil sampai praktisi tata guna lahan. Pertemuan tersebut &#8220;sesuai&#8221;, kata Sunderland, dengan para peserta membagikan kisaran pengalaman mereka yang luas.<\/p>\n<p>Para peserta membandingkan berbagai proyek di tujuh bentang alam tropis yang berbeda &#8211; lima di Indonesia, satu di Afrika Tengah dan lainnya di Australia-untuk menentukan apa yang membawa kepada hasil-hasil yang lebih sukses.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengalami saat-saat di lapangan yang dapat kami kemukakan bahwa suatu pendekatan bentang alam di sini berhasil karena X, atau bahwa hal tersebut tidak berhasil karena Y,&#8221; ujar Terry.<\/p>\n<p>Berbagai pola dan kesamaan muncul di antara ketujuh bentang alam tersebut, dengan para peserta akhirnya menyepakati 10 pra-kondisi yang harus dipenuhi untuk pendekatan bentang alam di lapangan agar berhasil: kepemimpinan kuat; komitmen jangka panjang; adanya fasilitasi sampai tingkat tertentu; keterlibatan yang didorong oleh nilai; diskusi lugas tentang konflik; tata kelola kuat; keterlibatan sektor swasta; komitmen anggaran dan implementasi; kesepakatan formal dan dipantau; dan metrik yang sudah ditetapkan.<\/p>\n<p><strong>UNTUK PARA PEMULA<\/strong><\/p>\n<p>Menurut Terry, kesepuluh pra-kondisi tersebut merupakan sebuah titik awal.<\/p>\n<p>&#8220;Anda dapat memilih butir-butir mana yang penting bagi bentang alam khusus, menurut Anda.&#8221; Beberapa orang mengharapkan pendekatan preskriptif, namun bukan demikian keadaannya. Pendekatan tersebut sangat disesuaikan dengan masing-masing bentang alam individual.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap keadaan berbeda, dan itulah pesan besarnya di sini.&#8221;<\/p>\n<p>Terry memberi contoh di Kamerun, di mana pendekatan bentang alam telah diformalkan menjadi sebuah proses perencanaan tata guna lahan legal. Negara tersebut telah menciptakan apa yang disebut sebagai <a href=\"http:\/\/www.slideshare.net\/CIFOR\/to-us-in-cameroon\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Unit-Unit Koperasi Teknis<\/a> (TOU), yang memastikan komunikasi dan kerja sama di antara seluruh pemangku kepentingan pada suatu bentang alam tertentu.<\/p>\n<p>Di Kamerun, TOU mengimbangi daerah yang dilindungi dengan tanah pertanian dan konsesi penebangan pohon serta pertambangan, di antara berbagai penggunaan lahan. Hal tersebut telah menimbulkan peningkatan keterlibatan lokal dalam pengelolaan hutan karena suatu kisaran pemangku kepentingan yang lebih luas terdorong untuk berkumpul bersama dan menegosiasikan untuk hasil menyeluruh yang lebih baik, ujar Sunderland.<\/p>\n<p>&#8220;Meskipun, ini merupakan inisiatif yang relatif baru, tampaknya bisa terlaksana di Kamerun. Setiap orang harus saling berdiskusi. Mereka semua menggunakan jalan, sumber daya yang sama dan dengan demikian semua memiliki tanggung jawab untuk berjaga-jaga terhadap kayu hasil pembalakan liar [dan] penyelundupan satwa liar,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><strong>SUBSTANSI<\/strong><\/p>\n<p>Menunjuk pada satu publikasi terbitan tahun lalu yang menjabarkan <a href=\"http:\/\/peoplefoodandnature.org\/blog\/sayer_principles\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">10 prinsip untuk pendekatan bentang alam<\/a>, Terry mengatkan bahwa makalah baru ini mengambil satu langkah lebih jauh.<\/p>\n<p>&#8220;Makalah &#8217;10 prinsip&#8221; tersebut bergaung dengan banyak orang,&#8221; ujarnya. &#8220;Orang bukan hanya membacanya, tetapi mereka berkata, &#8216;Baiklah, ini mengandung beberapa hal yang menarik di dalamnya.&#8217; Dan saya pikir bahwa kita tidak berilusi bahwa ini merupakah ujung jalan, seperti dalam &#8216;Ini 10 prinsip Anda, pergilah, implementasikan pendekatan bentang alam Anda.&#8217; Hal tersebut merupakan proses berurutan&#8211;yang memberikan kerangka kerja yang sangat berguna, tetapi di lapangan, apakah yang diwakilinya?&#8221;<\/p>\n<p>Terry berharap makalah baru ini, bertepatan dengan <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/glf-2014\/program\/agenda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forum Bentang Alam Global<\/a> (6-7 Desember di Lima, Peru), dapat membawa isu ini keluar dari menara gading dan membantu memberi substansi pada kerangka kerja pendekatan bentang alam untuk para praktisi dan pembuat kebijakan untuk melangkah maju.<\/p>\n<p>&#8220;Semuanya dalam keadaan sangat baik untuk memberitahukan hal ini,&#8221; ujar Sunderland. &#8220;Kita perlu untuk benar-benar menerjemahkan hal tersebut menjadi sesuatu yang dipahami lebih luas dan kemudian operasional.&#8221;<\/p>\n<p><strong>Untuk informasi lebih jauh mengenai berbagai topik dalam penelitian ini, silakan menghubungi Terry Sunderland di <\/strong><a href=\"mailto:t.sunderland@cgiar.org\"><strong>t.sunderland@cgiar.org<\/strong><\/a><strong>.<\/strong><\/p>\n<p><em>Penelitian CIFOR tentang pendekatan bentang alam merupakan bagian dari<\/em><a href=\"http:\/\/www.foreststreesagroforestry.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Program Penelitian CGIAR tentang Hutan, Pohon dan <\/em><em>Agroforestri<\/em><\/a>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia\u2014Sebuah makalah penelitian baru memaparkan berbagai kondisi untuk &#8220;pendekatan bentang alam&#8221; agar dapat terlaksana di lapangan&#8211; suatu langkah penting dalam menerjemahkan kerangka kerja pembangunan berkelanjutan yang dibanggakan dari teori menjadi praktik. Sama sekali bukan konsep baru, pendekatan bentang alam &#8212; dinyatakan sebagai suatu cara inklusif dan setara untuk menyeimbangkan berbagai tuntutan penggunaan lahan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":212,"featured_media":35932,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[182,137,95,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2516,2586,2943],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[6162],"class_list":["post-25742","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-community-forestry","category-forest-management-restoration","category-human-wellbeing","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-pendekatan-bentang-alam","tag-bahasa-terry-sunderland","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Teori ke praktik: Riset baru memaparkan berbagai kondisi agar pendekatan bentang alam berhasil - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teori ke praktik: Riset baru memaparkan berbagai kondisi agar pendekatan bentang alam berhasil\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia\u2014Sebuah makalah penelitian baru memaparkan berbagai kondisi untuk &#8220;pendekatan bentang alam&#8221; agar dapat terlaksana di lapangan&#8211; suatu langkah penting dalam menerjemahkan kerangka kerja pembangunan berkelanjutan yang dibanggakan dari teori menjadi praktik. Sama sekali bukan konsep baru, pendekatan bentang alam &#8212; dinyatakan sebagai suatu cara inklusif dan setara untuk menyeimbangkan berbagai tuntutan penggunaan lahan yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-12-08T09:04:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-13T08:34:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Harvesting-the-Gnetum_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bruno Vander Velde\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@BrunoVelde\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil\"},\"author\":{\"name\":\"Bruno Vander Velde\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50fd47d0a4f376c063a16b722f21fa8e\"},\"headline\":\"Teori ke praktik: Riset baru memaparkan berbagai kondisi agar pendekatan bentang alam berhasil\",\"datePublished\":\"2014-12-08T09:04:11+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T08:34:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil\"},\"wordCount\":822,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/12\\\/Harvesting-the-Gnetum_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Community forestry\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Human well-being\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2014\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil\",\"name\":\"Teori ke praktik: Riset baru memaparkan berbagai kondisi agar pendekatan bentang alam berhasil - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/12\\\/Harvesting-the-Gnetum_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2014-12-08T09:04:11+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-13T08:34:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/12\\\/Harvesting-the-Gnetum_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/12\\\/Harvesting-the-Gnetum_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":333,\"caption\":\"Seorang perempuan memanen daun okok (Gnetum) dari hutan di Kamerun. Orang-orang Afrika Tengah telah memformalkan pendekatan bentang alam menjadi berbagai strategi pengelolaan lahan. Ollivier Girard\\\/foto CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teori ke praktik: Riset baru memaparkan berbagai kondisi agar pendekatan bentang alam berhasil\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50fd47d0a4f376c063a16b722f21fa8e\",\"name\":\"Bruno Vander Velde\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g3bb290770a0c6b6ad902854bcfd37fbe\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bruno Vander Velde\"},\"description\":\"Bruno Vander Velde is CIFOR's Senior Writer and Media Liaison. He worked for more than a decade as a journalist, most recently at the Chicago Tribune, where he served as an editor on the foreign desk, and later as the Chief Editor of the city news copy desk. He left journalism in 2010 to pursue a master's degree in environmental policy at Cornell University, where his studies focused on forestry governance in South America. After graduating from Cornell in 2012, he lived in Ecuador for nearly a year, where he consulted for the UN World Food Program and the International Union for Conservation of Nature (IUCN).\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@BrunoVelde\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/brunovandervelde\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/25742\\\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teori ke praktik: Riset baru memaparkan berbagai kondisi agar pendekatan bentang alam berhasil - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Teori ke praktik: Riset baru memaparkan berbagai kondisi agar pendekatan bentang alam berhasil","og_description":"BOGOR, Indonesia\u2014Sebuah makalah penelitian baru memaparkan berbagai kondisi untuk &#8220;pendekatan bentang alam&#8221; agar dapat terlaksana di lapangan&#8211; suatu langkah penting dalam menerjemahkan kerangka kerja pembangunan berkelanjutan yang dibanggakan dari teori menjadi praktik. Sama sekali bukan konsep baru, pendekatan bentang alam &#8212; dinyatakan sebagai suatu cara inklusif dan setara untuk menyeimbangkan berbagai tuntutan penggunaan lahan yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2014-12-08T09:04:11+00:00","article_modified_time":"2015-10-13T08:34:43+00:00","og_image":[{"width":500,"height":333,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Harvesting-the-Gnetum_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bruno Vander Velde","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@BrunoVelde","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil"},"author":{"name":"Bruno Vander Velde","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50fd47d0a4f376c063a16b722f21fa8e"},"headline":"Teori ke praktik: Riset baru memaparkan berbagai kondisi agar pendekatan bentang alam berhasil","datePublished":"2014-12-08T09:04:11+00:00","dateModified":"2015-10-13T08:34:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil"},"wordCount":822,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Harvesting-the-Gnetum_bhs.jpg","articleSection":["Community forestry","Forest management &amp; restoration","Human well-being","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#respond"]}],"copyrightYear":"2014","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil","name":"Teori ke praktik: Riset baru memaparkan berbagai kondisi agar pendekatan bentang alam berhasil - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Harvesting-the-Gnetum_bhs.jpg","datePublished":"2014-12-08T09:04:11+00:00","dateModified":"2015-10-13T08:34:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Harvesting-the-Gnetum_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Harvesting-the-Gnetum_bhs.jpg","width":500,"height":333,"caption":"Seorang perempuan memanen daun okok (Gnetum) dari hutan di Kamerun. Orang-orang Afrika Tengah telah memformalkan pendekatan bentang alam menjadi berbagai strategi pengelolaan lahan. Ollivier Girard\/foto CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teori ke praktik: Riset baru memaparkan berbagai kondisi agar pendekatan bentang alam berhasil"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50fd47d0a4f376c063a16b722f21fa8e","name":"Bruno Vander Velde","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g3bb290770a0c6b6ad902854bcfd37fbe","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bruno Vander Velde"},"description":"Bruno Vander Velde is CIFOR's Senior Writer and Media Liaison. He worked for more than a decade as a journalist, most recently at the Chicago Tribune, where he served as an editor on the foreign desk, and later as the Chief Editor of the city news copy desk. He left journalism in 2010 to pursue a master's degree in environmental policy at Cornell University, where his studies focused on forestry governance in South America. After graduating from Cornell in 2012, he lived in Ecuador for nearly a year, where he consulted for the UN World Food Program and the International Union for Conservation of Nature (IUCN).","sameAs":["https:\/\/x.com\/@BrunoVelde"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/brunovandervelde"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/25742\/teori-ke-praktik-makalah-baru-memaparkan-berbagai-kondisi-agar-pendekatan-bentang-alam-berhasil#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Harvesting-the-Gnetum_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25742","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/212"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25742"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25742\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25742"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25742"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25742"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=25742"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=25742"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=25742"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=25742"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=25742"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=25742"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=25742"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=25742"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=25742"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=25742"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}