{"id":24525,"date":"2014-09-29T16:38:03","date_gmt":"2014-09-29T09:38:03","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=24525"},"modified":"2015-10-06T10:48:03","modified_gmt":"2015-10-06T03:48:03","slug":"apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan","title":{"rendered":"Apa arti \u2018hijau\u2019 dalam ekonomi hijau? Mengapa ilmuwan perlu membaca sejarah pembangunan"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" src=\"\/\/www.youtube.com\/embed\/jVz4pttewrc?feature=player_embedded\" width=\"500\" height=\"360\" frameborder=\"0\" allowfullscreen=\"allowfullscreen\"><\/iframe><\/p>\n<p>Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa dan Pawai Iklim Masyarakat di New York adalah pendahuluan UNFCCC COP di Lima (2014_ dan Paris (2015) \u2013 salah satu dari banyak acara yang menyoroti pembatasan perubahan iklim dan pencapaian pembangunan berkelanjutan. Walaupun semua ini bukan tantangan baru, tekanan untuk mengatasinya menjadi penting menghadapi pemanasan global dan krisis ekonomi. Dalam konteks ini, gagasan ekonomi hijau, dengan janji mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa mengganggu integritas ekologi Bumi, sangat menggoda. Tetapi dapatkan ekonomi hijau memenuhi janjinya? Sebuan kajian ringkas <a href=\"http:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/abs\/10.1080\/10402130050007557?journalCode=cstj20#.VCFfAecithk\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">hubungan ekonomi-lingkungan sebelumnya<\/a> telah terangkai sebelum ilmuwan dan masyarakat dapat menilai pertanyaan tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>Apakah model \u2018ekonomi hijau\u2019 dan \u2018pertumbuhan hijau\u2019 berbeda dari model pembangunan sebelumnya?<\/p><\/blockquote>\n<p>Masalah ekonomi dan lingkungan terkait pertama kali dengan agenda pembangunan internasional pada Konferensi Lingkungan Hidup Manusia PBB di Stockholm 1972. Kaitan awal ini terfokus pada \u201cisu abu-abu,\u201d seperti limbah industri, polusi udara dan air, serta dampak ekologis pertumbuhan ekonomi. Perhatian mengenai kelangkaan sumber daya dan dampaknya pada pertumbuhan ekonomi masa datang juga mulai muncul saat itu. Dalam dunia yang membangun serta tropis, kaitan antara aktivitas ekonomi dan lingkungan tampak pada kekhawatiran terhadap deforestasi dan degradasi lahan.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, pada akhir 1980, ilmuwan dan pembuat kebijakan mulai berbicara ekonomi dan masalah lingkungan sebagai dua sisi mata uang. Salah satu formulasi terkenal kaitan ini tampil pada laporan 1987, <a href=\"http:\/\/conspect.nl\/pdf\/Our_Common_Future-Brundtland_Report_1987.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Masa Depan Bersama<\/a><em>.<\/em><em> <\/em>Dipublikasikan Komisi Lingkungan dan Pembangunan Dunia (WCED) di bawah kepemimpinan direktur Gro Harlem Brundtland (kemudian menjadi Perdana Meneri Norwegia), laporan WCED ini mengadvokasi perlunya \u201cpembangunan berkelanjutan,\u201d yang didefinisikan sebagai:<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">. . . pembangunan yang memenuhi kebutuhan hari ini tanpa menggangu kemampuan generasi masa depan untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini mencakup dua konsep kunci: konsep \u2018kebutuhan\u2019, khususnya kebutuhan mendasar dunia miskin, di mana prioritas utama seharusnya diberikan; dan ide keterbatasan dalam tekanan teknologi dan organisasi sosial terhadap kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan masa depan.<\/p>\n<p>Konferensi PBB 1992 mengenai Lingkungan dan Pembangunan di Rio de Janeiro, yang dikenal sebagai KTT Bumi, mengkonsolidasikan kaitan ini dan memaparkan rencana aksi abad 21 (Agenda 21). <a href=\"http:\/\/sustainabledevelopment.un.org\/csd.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Komisi Pembangunan Berkelanjutan<\/a> didirikan di Rio dan ditugasi menindaklanjuti Agenda 21 dan beragam kesepakatan yang ditandatangi pada KTT Bumi. Dua puluh tahun kemudian, seruan pembangunan berkelanjutan dan penghapusan kemiskinan diperbarui pada Konferensi Pembangunan Berkelanjutan PBB 2012. Ide ekonomi hijau <a href=\"http:\/\/www.unep.org\/greeneconomy\/AboutGEI\/WhatisGEI\/tabid\/29784\/Default.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">muncul sebagai rintisan<\/a> Konferensi 2012 <a href=\"http:\/\/www.unep.org\/greeneconomy\/AboutGEI\/WhatisGEI\/tabid\/29784\/Default.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dan didefinisikan sebagai<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">. . . sesuatu yang menghasilkan <strong>peningkatan kualitas kehidupan manusia dan kesetaraan sosial, seraya secara signifikan mengurangi risikio lingkungan dan kelangkaan ekologis<\/strong>. Dalam ungkapan paling sederhana, ekonomi hijau dapat dipandang sebagai <strong>rendah karbon, efisiensi sumber daya dan inklusivitas sosial. <\/strong><\/p>\n<p>Hal ini jelas menjejakkan warisan pada definisi pembangunan berkelanjutan WCED.<\/p>\n<p>Tetapi apakah model \u201cekonomi hijau\u201d dan \u201cpertumbuhan hijau benar-benar berbeda dari model pembangunan sebelumnya, yaitu yang dalam tingkat makro bertanggungjawab terhadap kebuntuan saat ini? Apakah ekonomi hijau \u2013 yang seolah-olah tidak bisa mengkompromikan ekologi atau ekonomi \u2013 juga kondusif bagi pembangunan berkeadilan dan damai? <a href=\"http:\/\/www.greengrowthknowledge.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Para pendukungnya<\/a> menyuarakan jawaban ya; <a href=\"http:\/\/rio20.net\/en\/documentos\/ten-theses-of-a-critique-of-the-green-economy\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">para kritikus<\/a> menjawab dengan <a href=\"http:\/\/www.thecornerhouse.org.uk\/resource\/reflections-new-green-economy\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"> sebuah kategorisasi tidak <\/a>.<\/p>\n<p>Menghadapi seriusnya perubahan iklim, ilmuwan (dan masyarakat) harus terlihat menjawab keduanya secara analitis dan kritis untuk menilai. Hal ini membutuhkan kesabaran dan kepenasaran intelektual untuk memahami sejarah pembangunan internasional, dan hubungannya dengan ilmu pengetahuan (bagi yang berminat, tulisan Maggie Black berjudul \u201c<a href=\"http:\/\/books.google.co.id\/books\/about\/The_No_nonsense_Guide_to_International_D.html?id=16tqrjDY02YC&amp;redir_esc=y\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Panduan Bukan Omong Kosong mengenai Pembangunan Internasional<\/a>\u201d adalah titik berangkat yang sangat bagus). Menjauhkan upaya tersebut dengan respon menerapkan kemanfaatan kebijakan pragmatis sama saja dengan menjauhkan masa depan kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa dan Pawai Iklim Masyarakat di New York adalah pendahuluan UNFCCC COP di Lima (2014_ dan Paris (2015) \u2013 salah satu dari banyak acara yang menyoroti pembatasan perubahan iklim dan pencapaian pembangunan berkelanjutan. Walaupun semua ini bukan tantangan baru, tekanan untuk mengatasinya menjadi penting menghadapi pemanasan global dan krisis ekonomi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":150,"featured_media":24529,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[137,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2565,2663,2566],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1664],"class_list":["post-24525","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forest-management-restoration","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-ekonomi-hijau","tag-bahasa-pembangunan-berkelanjutan","tag-bahasa-pertumbuhan-hijau","type-bahasa-analisis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Apa arti \u2018hijau\u2019 dalam ekonomi hijau? Mengapa ilmuwan perlu membaca sejarah pembangunan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa arti \u2018hijau\u2019 dalam ekonomi hijau? Mengapa ilmuwan perlu membaca sejarah pembangunan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa dan Pawai Iklim Masyarakat di New York adalah pendahuluan UNFCCC COP di Lima (2014_ dan Paris (2015) \u2013 salah satu dari banyak acara yang menyoroti pembatasan perubahan iklim dan pencapaian pembangunan berkelanjutan. Walaupun semua ini bukan tantangan baru, tekanan untuk mengatasinya menjadi penting menghadapi pemanasan global dan krisis ekonomi. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-09-29T09:38:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-06T03:48:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/ekonomi-hijau_2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kiran Asher\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan\"},\"author\":{\"name\":\"Kiran Asher\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b5329af8b08502333e5633f99d823d95\"},\"headline\":\"Apa arti \u2018hijau\u2019 dalam ekonomi hijau? Mengapa ilmuwan perlu membaca sejarah pembangunan\",\"datePublished\":\"2014-09-29T09:38:03+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-06T03:48:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan\"},\"wordCount\":542,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/ekonomi-hijau_2.jpg\",\"articleSection\":[\"Forest management &amp; restoration\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2014\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan\",\"name\":\"Apa arti \u2018hijau\u2019 dalam ekonomi hijau? Mengapa ilmuwan perlu membaca sejarah pembangunan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/ekonomi-hijau_2.jpg\",\"datePublished\":\"2014-09-29T09:38:03+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-06T03:48:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/ekonomi-hijau_2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/ekonomi-hijau_2.jpg\",\"width\":500,\"height\":333},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa arti \u2018hijau\u2019 dalam ekonomi hijau? Mengapa ilmuwan perlu membaca sejarah pembangunan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b5329af8b08502333e5633f99d823d95\",\"name\":\"Kiran Asher\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec45dbc854599e8cefe29deb82e8a5730679440f9ae0d2547080a8cd251f81ab?s=96&d=mm&r=gab69efc07aac27941d3b41d9f7a44efb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec45dbc854599e8cefe29deb82e8a5730679440f9ae0d2547080a8cd251f81ab?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ec45dbc854599e8cefe29deb82e8a5730679440f9ae0d2547080a8cd251f81ab?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kiran Asher\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/kiran-asher\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24525\\\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa arti \u2018hijau\u2019 dalam ekonomi hijau? Mengapa ilmuwan perlu membaca sejarah pembangunan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa arti \u2018hijau\u2019 dalam ekonomi hijau? Mengapa ilmuwan perlu membaca sejarah pembangunan","og_description":"Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa dan Pawai Iklim Masyarakat di New York adalah pendahuluan UNFCCC COP di Lima (2014_ dan Paris (2015) \u2013 salah satu dari banyak acara yang menyoroti pembatasan perubahan iklim dan pencapaian pembangunan berkelanjutan. Walaupun semua ini bukan tantangan baru, tekanan untuk mengatasinya menjadi penting menghadapi pemanasan global dan krisis ekonomi. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2014-09-29T09:38:03+00:00","article_modified_time":"2015-10-06T03:48:03+00:00","og_image":[{"width":500,"height":333,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/ekonomi-hijau_2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kiran Asher","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan"},"author":{"name":"Kiran Asher","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b5329af8b08502333e5633f99d823d95"},"headline":"Apa arti \u2018hijau\u2019 dalam ekonomi hijau? Mengapa ilmuwan perlu membaca sejarah pembangunan","datePublished":"2014-09-29T09:38:03+00:00","dateModified":"2015-10-06T03:48:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan"},"wordCount":542,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/ekonomi-hijau_2.jpg","articleSection":["Forest management &amp; restoration","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#respond"]}],"copyrightYear":"2014","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan","name":"Apa arti \u2018hijau\u2019 dalam ekonomi hijau? Mengapa ilmuwan perlu membaca sejarah pembangunan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/ekonomi-hijau_2.jpg","datePublished":"2014-09-29T09:38:03+00:00","dateModified":"2015-10-06T03:48:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/ekonomi-hijau_2.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/ekonomi-hijau_2.jpg","width":500,"height":333},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa arti \u2018hijau\u2019 dalam ekonomi hijau? Mengapa ilmuwan perlu membaca sejarah pembangunan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b5329af8b08502333e5633f99d823d95","name":"Kiran Asher","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec45dbc854599e8cefe29deb82e8a5730679440f9ae0d2547080a8cd251f81ab?s=96&d=mm&r=gab69efc07aac27941d3b41d9f7a44efb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec45dbc854599e8cefe29deb82e8a5730679440f9ae0d2547080a8cd251f81ab?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ec45dbc854599e8cefe29deb82e8a5730679440f9ae0d2547080a8cd251f81ab?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kiran Asher"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/kiran-asher"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24525\/apa-arti-hijau-dalam-ekonomi-hijau-mengapa-ilmuwan-perlu-membaca-sejarah-pembangunan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/ekonomi-hijau_2.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24525","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/150"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24525"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24525\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24529"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24525"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=24525"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=24525"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=24525"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=24525"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=24525"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=24525"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=24525"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=24525"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=24525"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=24525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}