{"id":24408,"date":"2014-09-24T14:40:11","date_gmt":"2014-09-24T07:40:11","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=24408"},"modified":"2015-10-16T11:05:27","modified_gmt":"2015-10-16T04:05:27","slug":"kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap","title":{"rendered":"Kesepakatan terminologi: Mencari \u2018literatur abu-abu\u2019 tentang bentang alam"},"content":{"rendered":"<p>NAIROBI, Kenya \u2014 Apakah yang dimaksud dengan \u201ctata kelola lanskap terintegrasi?<\/p>\n<p>Jika Anda bertanya pada 78 ilmuwan berbeda, Anda mungkin akan mendapat 78 jawaban berbeda, demikian ditemukan peserta konferensi pemanfaatan lahan.<\/p>\n<p>Konsensus mengenai definisi adalah tanda sah ilmu pengetahuan. Ketika tidak ada konsensus, banyak hal menjadi sulit diterapkan \u2013 terutama ketika ilmu berhadapan dengan kebijakan.<\/p>\n<p>Hal yang sama juga terjadi pada \u201cpendekatan lanskap\u201d untuk pembangunan berkelanjutan, sebuah kerangka kerja yang melingkupi seluruh spektrum pemanfaatan lahan, pelaku dan tata kelolanya.<\/p>\n<blockquote><p>Saat ini terdapat kebingungan seputar apa yang digambarkan  dan mengapa kita membutuhkan (pendekatan lanskap) ini<\/p><\/blockquote>\n<p>Istilah \u201clanskap\u201d telah menjadi sesuatu yang biasa dalam wacana global pembangun dan tata kelola berkelanjutan lahan dan sumber alam lain, tetapi komunitas ilmiah belum bersepakat mengenai definisi tunggal \u201cpendekatan lanskap,\u201d tampaknya karena <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/23834\/landscape-approach-defies-simple-definition-and-thats-good#.U_06lWSSyVs\">alasan yang baik<\/a>. Pada konferensi terbaru <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/24263\/www.ecoagriculture.org\/\">Lanskap untuk Masyarakat, Pangan dan Alam<\/a> yang diselenggarakan <a href=\"http:\/\/worldagroforestry.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Agroforestri Dunia<\/a> di Nairobi, Kenya, peserta menemukan tidak kurang dari 78 istilah berbeda terarah pada tata kelola lanskap terintegrasi.<\/p>\n<p>Beberapa tahun terakhir, komunitas riset menghabiskan banyak waktu dan energi intelektual mencoba menyempitkan terminologi seputar istilah \u201clanskap\u201d untuk menyulapnya menjadi sebuah definisi universal yang diterima untuk lanskap juga tata kelola lanskap. Pemahaman istilah berlebihan tidak banyak berguna ketika berhadapan dengan beragam pemangku kepentingan, hingga mendorong upaya terbaru dalam komunitas riset untuk menyediakan kerangka lebih kohesif dalam pendekatan lanskap.<\/p>\n<p>Ketika <a href=\"\/\/www.cifor.org\/?_ga=1.37371683.2037507436.1376965167\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pusat Penelitian Kehutanan Internasional<\/a> (CIFOR) dan mitra mempublikasikan laporan berisi <a href=\"http:\/\/www.pnas.org\/content\/110\/21\/8349.full.pdf+html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">10 prinsip<\/a> yang menyaring pendekatan lanskap pada elemen esensialnya, hal ini tidak lantas mendorong pendekatan ini pada tahap berikut maknanya di lapangan.<\/p>\n<p><strong>UPAYA MEMETAKAN<\/strong><\/p>\n<p>Pada saat laporan dipublikasikan, terlihat ketertarikan besar dari media: Pertanyaan yang ingin mereka dapatkan jawabannya dari penulis adalah di mana pendekatan lanskap berhasil diterapkan, agar mereka bisa melihat hasilnya. Masalahnya? Hanya sedikit tempat pendekatan ini diterapkan secara eksplisit.<\/p>\n<p>Masalah yang mengganggu terminologi seputar lanskap membuat diskusi terancam berbelok dan terganggu dari nilai dan lingkup pendekatan ini. Untuk mengatasi hal ini, ilmuwan CIFOR kini melakukan upaya pemetaan sistematis untuk menyempurnakan apa yang digambarkan sebagai pendekatan lanskap dalam praktik, seraya menghindari definisi kaku, terkait begitu banyaknya strategi implementasi.<\/p>\n<p>\u201cKami akan menggunakan riset berbasis bukti dalam bentuk pemetaan sistematis,\u201d kata peneliti CIFOR James Reed. \u201cIni adalah metodologi yang dikembangkan dalam ilmu medis dan baru-baru ini diadopsi oleh ilmu alam dan sosial.\u201d Tujuannya, kata Reed adalah untuk mensintesa bukti-bukti terserak dalam pendekatan lanskap dan memahami apa yang digambarkan \u201cpendekatan\u201d tersebut.<\/p>\n<p>Menggunakan kriteria telah ditentukan, tim akan menyeleksi relevansi dan kualitas literatur untuk mengembangkan dua peta \u2013 satu dengan kerangka konseptual pendekatan lanskap dari beragam institusi, dan kedua, peta interaktif untuk menunjukkan di mana dan bagaimana pendekatan lanskap diterapkan atau sedang diterapkan.<\/p>\n<p>Menurut Liz Deakin, mitra post-doktoral CIFOR yang juga mengerjakan kajian tersebut, \u201csangat penting\u201d untuk menjelaskan cara pendekatan lanskap di lapangan. \u201cSaat ini, terjadi banyak kebingungan melingkupi apa yang digambarkan dan mengapa kita memerlukan pendekatan ini,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Proses pemetaan akan dicoba dengan literatur <em>peer-reviewed<\/em> dari beragam sumber, selain juga akan mencari dokumen kajian <em>non-peer-reviewed<\/em> relevan seperti tesis disertasi, catatan lapangan, ringkasan kebijakan dan \u201cliteratur abu-abu\u201d lain.<\/p>\n<p>Pemetaan sistematis, yang akan diselesaikan dan dipresentasikan pada <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forum Lanskap Global<\/a> yang akan datang di Lima, Peru, Desember 2014, seharusnya membantu menggerakkan wacana lanskap lebih dari sekadar definisi dan pemikiran samar agar peneliti bisa berkonsentrasi pada penerapan dan penyempurnaan pendekatan lanskap, yang \u2013 tidak seperti alternatif lain \u2013 menawarkan titik masuk negosiasi di antara bersaingnya para pengguna lahan.<\/p>\n<p>Untuk kontribusi literatur abu-abu dalam kajian sistematis, silahkan hubungi James Reed (<a href=\"mailto:j.reed@cgiar.org\">j.reed@cgiar.org<\/a>) atau Liz Deakin (<a href=\"mailto:l.deakin@cgiar.org\">l.deakin@cgiar.org<\/a>).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NAIROBI, Kenya \u2014 Apakah yang dimaksud dengan \u201ctata kelola lanskap terintegrasi? Jika Anda bertanya pada 78 ilmuwan berbeda, Anda mungkin akan mendapat 78 jawaban berbeda, demikian ditemukan peserta konferensi pemanfaatan lahan. Konsensus mengenai definisi adalah tanda sah ilmu pengetahuan. Ketika tidak ada konsensus, banyak hal menjadi sulit diterapkan \u2013 terutama ketika ilmu berhadapan dengan kebijakan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":139,"featured_media":24409,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2445,2587,2908,3914,2586,2554],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1525],"class_list":["post-24408","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-2014-forum-bentang-alam-global","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-james-reed","tag-bahasa-liz-deakin","tag-bahasa-pendekatan-bentang-alam","tag-bahasa-tata-kelola-hutan","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Kesepakatan terminologi: Mencari \u2018literatur abu-abu\u2019 tentang bentang alam - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kesepakatan terminologi: Mencari \u2018literatur abu-abu\u2019 tentang bentang alam\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"NAIROBI, Kenya \u2014 Apakah yang dimaksud dengan \u201ctata kelola lanskap terintegrasi? Jika Anda bertanya pada 78 ilmuwan berbeda, Anda mungkin akan mendapat 78 jawaban berbeda, demikian ditemukan peserta konferensi pemanfaatan lahan. Konsensus mengenai definisi adalah tanda sah ilmu pengetahuan. Ketika tidak ada konsensus, banyak hal menjadi sulit diterapkan \u2013 terutama ketika ilmu berhadapan dengan kebijakan. [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-09-24T07:40:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-16T04:05:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/5639699395_6e0fabeb7c.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"334\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Joan Baxter\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@joan_baxter\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap\"},\"author\":{\"name\":\"Joan Baxter\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/c9872d7ad610f1951f89f10f56f0c44f\"},\"headline\":\"Kesepakatan terminologi: Mencari \u2018literatur abu-abu\u2019 tentang bentang alam\",\"datePublished\":\"2014-09-24T07:40:11+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-16T04:05:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap\"},\"wordCount\":573,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/5639699395_6e0fabeb7c.jpg\",\"articleSection\":[\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2014\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap\",\"name\":\"Kesepakatan terminologi: Mencari \u2018literatur abu-abu\u2019 tentang bentang alam - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/5639699395_6e0fabeb7c.jpg\",\"datePublished\":\"2014-09-24T07:40:11+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-16T04:05:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/5639699395_6e0fabeb7c.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/5639699395_6e0fabeb7c.jpg\",\"width\":500,\"height\":334,\"caption\":\"Lanskap pedesaan di Kalimantan Barat. Yayan Indriatmoko\\\/CIFOR photo\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kesepakatan terminologi: Mencari \u2018literatur abu-abu\u2019 tentang bentang alam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/c9872d7ad610f1951f89f10f56f0c44f\",\"name\":\"Joan Baxter\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9cc860f36f68d8607cc40aeda43db4c7558b74dde3f8b72a7eebf3ec36024fae?s=96&d=mm&r=gd66d156748db28f1c455b09514eaf521\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9cc860f36f68d8607cc40aeda43db4c7558b74dde3f8b72a7eebf3ec36024fae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9cc860f36f68d8607cc40aeda43db4c7558b74dde3f8b72a7eebf3ec36024fae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Joan Baxter\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@joan_baxter\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/joan-baxter\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24408\\\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kesepakatan terminologi: Mencari \u2018literatur abu-abu\u2019 tentang bentang alam - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kesepakatan terminologi: Mencari \u2018literatur abu-abu\u2019 tentang bentang alam","og_description":"NAIROBI, Kenya \u2014 Apakah yang dimaksud dengan \u201ctata kelola lanskap terintegrasi? Jika Anda bertanya pada 78 ilmuwan berbeda, Anda mungkin akan mendapat 78 jawaban berbeda, demikian ditemukan peserta konferensi pemanfaatan lahan. Konsensus mengenai definisi adalah tanda sah ilmu pengetahuan. Ketika tidak ada konsensus, banyak hal menjadi sulit diterapkan \u2013 terutama ketika ilmu berhadapan dengan kebijakan. [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2014-09-24T07:40:11+00:00","article_modified_time":"2015-10-16T04:05:27+00:00","og_image":[{"width":500,"height":334,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/5639699395_6e0fabeb7c.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Joan Baxter","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@joan_baxter","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap"},"author":{"name":"Joan Baxter","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/c9872d7ad610f1951f89f10f56f0c44f"},"headline":"Kesepakatan terminologi: Mencari \u2018literatur abu-abu\u2019 tentang bentang alam","datePublished":"2014-09-24T07:40:11+00:00","dateModified":"2015-10-16T04:05:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap"},"wordCount":573,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/5639699395_6e0fabeb7c.jpg","articleSection":["Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#respond"]}],"copyrightYear":"2014","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap","name":"Kesepakatan terminologi: Mencari \u2018literatur abu-abu\u2019 tentang bentang alam - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/5639699395_6e0fabeb7c.jpg","datePublished":"2014-09-24T07:40:11+00:00","dateModified":"2015-10-16T04:05:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/5639699395_6e0fabeb7c.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/5639699395_6e0fabeb7c.jpg","width":500,"height":334,"caption":"Lanskap pedesaan di Kalimantan Barat. Yayan Indriatmoko\/CIFOR photo"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kesepakatan terminologi: Mencari \u2018literatur abu-abu\u2019 tentang bentang alam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/c9872d7ad610f1951f89f10f56f0c44f","name":"Joan Baxter","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cc860f36f68d8607cc40aeda43db4c7558b74dde3f8b72a7eebf3ec36024fae?s=96&d=mm&r=gd66d156748db28f1c455b09514eaf521","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cc860f36f68d8607cc40aeda43db4c7558b74dde3f8b72a7eebf3ec36024fae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9cc860f36f68d8607cc40aeda43db4c7558b74dde3f8b72a7eebf3ec36024fae?s=96&d=mm&r=g","caption":"Joan Baxter"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/@joan_baxter"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/joan-baxter"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24408\/kesepakatan-terminologi-mencari-literatur-abu-abu-tentang-lanskap#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/5639699395_6e0fabeb7c.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/139"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24408"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24408\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24408"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=24408"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=24408"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=24408"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=24408"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=24408"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=24408"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=24408"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=24408"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=24408"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=24408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}