{"id":24271,"date":"2014-09-19T16:51:00","date_gmt":"2014-09-19T09:51:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=24271"},"modified":"2015-10-16T11:11:11","modified_gmt":"2015-10-16T04:11:11","slug":"krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global","title":{"rendered":"Krisis iklim \u2018bisa menjadi revolusi global\u2019"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia \u2014 Keberhasilan Amazon Brasil adalah bukti bahwa ada peluang menurunkan deforestasi dan menghindari krisis iklim, kata Daniel Nepstad, Direktur Eksekutif <a href=\"http:\/\/earthinnovation.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Earth Innovation Institute<\/a> (<a href=\"http:\/\/earthinnovation.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Institut Inovasi Bumi<\/a>).<\/p>\n<p>\u201cKita benar-benar perlu menyederhanakan dan menyatukan kekuatan untuk menghindari krisis perubahan iklim, kelangkaan pangan, konservasi hutan yang muncul. Dan ada bukti besar bahwa ini berhasil \u2013 seperti ditunjukkan Brasil,\u201d kata Nepstad, pakar ekologi hutan yang meneliti penggunaan lahan di Amazon selama 30 tahun, dalam wawancara dengan <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forests News<\/a>.<\/p>\n<blockquote><p>Untuk mengubah krisis menjadi revolusi kita perlu mengatasi intens-nya fragmentasi yang ada saat ini<\/p><\/blockquote>\n<p>\u201cSaya pikir sangat mungkin mendapatkan lebih banyak pangan, lebih banyak hutan, lebih sedikit emisi dan penghidupan lebih baik. Ini dapat dilakukan.\u201d<\/p>\n<p>Nepstad adalah satu dari enam panelis yang berbagi \u2018gagasan besar\u2019 pada <a href=\"\/\/www.cifor.org\/colloquium\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kolokium mengenai Hutan dan Iklim: Pemikiran Baru untuk Perubahan Transformatif<\/a> di New York 24 September. Kolokium ini merupakan kerja sama Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) dan <a href=\"http:\/\/www.earthinstitute.columbia.edu\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Institut Kebumian Universitas Kolumbia <\/a>. Di bawah ini, transkrip wawancara yang telah disunting.<\/p>\n<div style=\"border: solid 1.5px #dedede;\">\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Informasi lebih lanjut tentang Kolokium:<\/strong> Diantara para panelis <a href=\"\/\/www.cifor.org\/colloquium-on-forests-and-climate\/speakers\/john-p-holdren\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">John Holdren<\/a> tentang energi, <a href=\"\/\/www.cifor.org\/colloquium-on-forests-and-climate\/speakers\/carlos-nobre\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Carlos Nobre<\/a> tentang variabilitas iklim, <a href=\"\/\/www.cifor.org\/colloquium-on-forests-and-climate\/speakers\/eduardo-brondizio\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Eduardo Brond\u00edzio<\/a> tentang pemerintahan, <a href=\"\/\/www.cifor.org\/colloquium-on-forests-and-climate\/speakers\/cheryl-palm\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Cheryl Palm<\/a> tentang pertanian dan <a href=\"\/\/www.cifor.org\/colloquium-on-forests-and-climate\/speakers\/pushpam-kumar\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pushpam Kumar<\/a> tentang ekonomi hijau. Informasi lebih lengkap tersedia di <a href=\"\/\/www.cifor.org\/colloquium?_ga=1.79401879.2037507436.1376965167\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">kanal ini<\/a>.<\/p>\n<\/div>\n<p><strong>T: \u2018Gagasan besar\u2019 apa yang akan Anda diskusikan pada acara itu?<\/strong><\/p>\n<p>J: Sebuah krisis global tengah berlangsung dapat menjadi revolusi global. Perubahan iklim dan cepatnya pertumbuhan konsumsi pangan, bahan bakar dan serat mendorong perluasan pertanian \u2013 khususnya di wilayah tropis. Tren ini bisa mempercepat deforestasi tropis, memperburuk perubahan iklim. Atau, kita bisa keluar dari masalah ini dan mengembangkan lebih banyak pangan di lahan yang telah digunduli.<\/p>\n<p>Untuk mengubah krisis menjadi revolusi kita perlu mengatasi intens-nya fragmentasi yang kita ada saat ini \u2013 kita punya pendekatan kerelawanan sektor swasta melawan pendekatan kebijakan melawan pendekatan internasional seperti <a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/3805\/analysing-redd-challenges-and-choices\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">REDD+<\/a> \u2014 dan kita perlu menemukan jalan mempersatukan mereka pada skala yang bisa membuat perbedaan.<\/p>\n<p>Ini sudah mulai terjadi \u2013 kita menyaksikan kemajuan pendekatan bawah-ke-atas untuk keberlanjutan pertanian di wilayah besar yang nantinya bisa dikaitkan standar internasional komoditas pertanian dan pembiayaan iklim. Pertama dan terpenting, pendekatan ini harus berhasil di Amazon, di Kalimantan, di masyarakat langsung yang terkait dalam sistem produksi ini.<\/p>\n<p><strong>T: Bagaimana fragmentasi ini bisa diatasi?<\/strong><\/p>\n<p>A: Langkah pertama adalah membuat definisi berhasil yang bisa dipenuhi setiap orang di seluruh wilayah \u2013 kabupaten, provinsi, dan negara. Langkah kedua adalah kemampuan memantau keberhasilan tersebut secara regional, dan langkah ketiga adalah insentif yang akan mendorong pembangunan desa ke arah lebih banyak pangan, lebih banyak hutan, penghidupan lebih baik dan emisi lebih sedikit. Insentif tidak harus finansial \u2013 beberapa insentif paling kuat justru dalam bentuk penyederhanaan alur birokrasi dan membuatnya lebih efisien melakukan bisnis. Anda tidak membutuhkan satu ton uang REDD+ untuk mendapat hak insentif \u2013 Anda hanya perlu menghilangkan sebagian birokrasi.<\/p>\n<p>Di Brasil hal ini sudah mulai berlangsung. Terdapat kesepakatan multi-sektor mengenai deforestasi yang dasarnya adalah upaya mengumpulkan apa yang sebelumnya terpisah-pisah dalam kebijakannya. Hal ini dapat segera mengisi celah \u2013 <a href=\"http:\/\/www.dtnprogressivefarmer.com\/dtnag\/common\/link.do;jsessionid=B5DEF1781EF42BE2B557F47D22976C09.agfreejvm2?symbolicName=\/ag\/blogs\/template1&amp;blogHandle=southamerica&amp;blogEntryId=8a82c0bc43a1ab8d01447409c865081d\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">moratorium kacang kedelai<\/a> berakhir Desember, kesepakatan peternakan mengalami hal yang sulit karena melibatkan hanya 30 persen pasar, Undang-undang Kehutanan berlaku seperti pusaran yang menyerap habis semua oksigen diskusi mengenai deforestasi dan keberlanjutan. Dan masih terdapat kelompok sektoral \u2013 kedele, sapi, finansial, pemerintahan daerah \u2013 yang telah bertemu dalam 18 bulan terakhir untuk merumuskan definisi keberhasilan dengan pijakan kuantitatif untuk menurunkan deforestasi, dan putaran pertama insentif yang bisa mendorong wilayah tersebut menuju keberhasilan.<\/p>\n<p>Kami juga lihat kemajuan secara global. Bulan lalu di Acre, Brasil, <a href=\"http:\/\/www.gcftaskforce.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Satuan Tugas Tata Kelola Iklim dan Hutan<\/a> menandatangani <a href=\"http:\/\/www.gcftaskforce.org\/documents\/2014_annual_meeting\/GCF_RioBrancoDeclaration_August_5_2014_EN.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">deklarasi<\/a> untuk menurunkan deforestasi hingga 80 persen pada 2020. Hal itu mencakup seperempat hutan tropis dunia, sebagian besar Indonesia, sebagian besar Amazon.<\/p>\n<p>Jadi ini fragmentasi nyata, tetapi juga waktu dimana bisa terwujud perpaduan antara inisiatif rantai suplai berfokus pada tingkat peternakan di mana sertifikasi menjadi mekanismenya \u2013 dan inisiatif kebijakan yang diikuti penegakkan hukum serta insentif fiskal yang benar-benar dapat membawa transformasi pada tingkat yang benar.<\/p>\n<p><strong>T: Apa artinya secara praktis untuk mendorong tindakan reduksi deforestasi?<\/strong><\/p>\n<p>A: Pergeseran paradigma, katakanlah peternakan Anda berada dalam wilayah yang berhasil melakukan reduksi deforestasi, oleh karena itu Anda boleh masuk pasar.<\/p>\n<p>Daripada menyatakan, properti Anda bersertifikat berkelanjutan, yang juga sangat penting, tetapi akan sulit untuk bisa mencapainya, sebagian karena jadi sangat mahal untuk mengaudit properti individual.<\/p>\n<figure id=\"attachment_24146\" aria-describedby=\"caption-attachment-24146\" style=\"width: 262px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/dan_nepstad.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-24146 size-full\" src=\"\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/dan_nepstad.jpg\" alt=\"dan_nepstad\" width=\"262\" height=\"262\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/dan_nepstad.jpg 262w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/dan_nepstad-32x32.jpg 32w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/dan_nepstad-64x64.jpg 64w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/dan_nepstad-96x96.jpg 96w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/dan_nepstad-128x128.jpg 128w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/dan_nepstad-150x150.jpg 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 262px) 100vw, 262px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-24146\" class=\"wp-caption-text\">&#8220;\u201cKita benar-benar perlu menyederhanakan dan menggabungkan kekuatan jika kita ingin menghindari krisis perubahan iklim, kelangkaan pangan, dan konservasi hutan,\u201d kata Dan Nepstad, Direktur Eksekutif Institut Inovasi Bumi.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di Brasil, kami sudah sangat dekat pada kesepakatan multi-sektor dengan dukungan program pemantauan, sehingga semua investor, semua pembeli kedele atau sapi bisa bertanya, \u201cBaiklah, rantai suplai saya ingin bekerja dengan empat negara itu, jadi bagaimana mereka melangkah menuju standar keberlanjutan \u2013 oh, mereka sudah mencapai standar tersebut, mereka bagus hingga 2018, dan jadi itu tempat rendah risiko bagi saya untuk menjadi sumber.\u201d<\/p>\n<p>Kami juga lihat kemajuan secara global. Bulan lalu di Acre, Brasil, <a href=\"http:\/\/www.gcftaskforce.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Satuan Tugas Tata Kelola Iklim dan Hutan<\/a> menandatangani <a href=\"http:\/\/www.gcftaskforce.org\/documents\/2014_annual_meeting\/GCF_RioBrancoDeclaration_August_5_2014_EN.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">deklarasi<\/a> untuk menurunkan deforestasi hingga 80 persen pada 2020. Hal itu mencakup seperempat hutan tropis dunia, sebagian besar Indonesia, sebagian besar Amazon.<\/p>\n<p>Jadi ini fragmentasi nyata, tetapi juga waktu dimana bisa terwujud perpaduan antara inisiatif rantai suplai berfokus pada tingkat peternakan di mana sertifikasi menjadi mekanismenya \u2013 dan inisiatif kebijakan yang diikuti penegakkan hukum serta insentif fiskal yang benar-benar dapat membawa transformasi pada tingkat yang benar.<\/p>\n<p><strong>T: Apa artinya secara praktis untuk mendorong tindakan reduksi deforestasi?<\/strong><\/p>\n<p>A: Pergeseran paradigma, katakanlah peternakan Anda berada dalam wilayah yang berhasil melakukan reduksi deforestasi, oleh karena itu Anda boleh masuk pasar.<\/p>\n<p>Daripada menyatakan, properti Anda bersertifikat berkelanjutan, yang juga sangat penting, tetapi akan sulit untuk bisa mencapainya, sebagian karena jadi sangat mahal untuk mengaudit properti individual.<\/p>\n<p>Di Brasil, kami sudah sangat dekat pada kesepakatan multi-sektor dengan dukungan program pemantauan, sehingga semua investor, semua pembeli kedele atau sapi bisa bertanya, \u201cBaiklah, rantai suplai saya ingin bekerja dengan empat negara itu, jadi bagaimana mereka melangkah menuju standar keberlanjutan \u2013 oh, mereka sudah mencapai standar tersebut, mereka bagus hingga 2018, dan jadi itu tempat rendah risiko bagi saya untuk menjadi sumber.\u201d<\/p>\n<p>\u201cKita benar-benar perlu menyederhanakan dan menggabungkan kekuatan jika kita ingin menghindari krisis perubahan iklim, kelangkaan pangan, dan konservasi hutan,\u201d kata Dan Nepstad, Direktur Eksekutif Institut Inovasi Bumi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_24154\" aria-describedby=\"caption-attachment-24154\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/24143\/climate-crisis-could-become-a-global-revolution\/amazon-refer\/\" rel=\"attachment wp-att-24154\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-24154\" src=\"\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/AMazon-refer-500x323.jpg\" alt=\"Hutan Amazon menjadi tempat tinggal beragam keragaman hayati di dunia dan menyimpan sejumlah besar karbon \u2013 tetapi juga rumah bagi lebih dari 30 juta orang. Klik di sini untuk membaca \u201cPelajaran dari Amazon,\u201d laporan khusus riset CIFOR untuk membantu hutan dan masyarakat di wilayah tersebut.\u00a0Marco Simola @CIFOR\" width=\"500\" height=\"323\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/AMazon-refer-500x323.jpg 500w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/AMazon-refer-566x366.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/AMazon-refer.jpg 640w\" sizes=\"auto, (max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-24154\" class=\"wp-caption-text\">Hutan Amazon menjadi tempat tinggal beragam keragaman hayati di dunia dan menyimpan sejumlah besar karbon \u2013 tetapi juga rumah bagi lebih dari 30 juta orang. Klik di sini untuk membaca \u201cPelajaran dari Amazon,\u201d laporan khusus riset CIFOR untuk membantu hutan dan masyarakat di wilayah tersebut.\u00a0Marco Simola @CIFOR<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>T<\/strong><strong>: Anda telah menulis banyak mengenai keberhasilan Brasil menurunkan deforestasi dalam dekade terakhir ini. Bisakah hal ini terjadi di negara lain atau ini sekadar gabungan peristiwa keberuntungan?<\/strong><\/p>\n<p>J: Ini mungkin bisa dilihat dari keinginan Presiden Luiz In\u00e1cio Lula da Silva untuk menjadi pemimpin internasional dan menempatkan Brasil sebagai kekuatan internasional. Dia melihat deforestasi Amazon sebagai kerikil dalam sepatunya, dan pada 2004 memberi Marina Silva kekuasaan untuk menangani hal ini. Ketika deforestasi menjadi program Kabinet, hal ini mendorong level baru penegakkan aturan. Tetapi terdapat banyak kendala.<\/p>\n<p>Separuh penurunan deforestasi dunia yang tercapai dalam delapan tahun terakhir terjadi di provinsi Mato Grosso. Figur seperti Blairo Maggi menjadi simbol perubahan global.<\/p>\n<blockquote><p>Gubernur menyatakan 80 persen reduksi deforestasi pada 2020 sendiri tidak bermakna. Tetapi jika menjadi konteks mendorong dialog dan perubahan, untuk menyatukan kebijakan, maka ini bisa bermanfaat.<\/p><\/blockquote>\n<p>Maggi adalah pengusaha besar kedelai yang menjadi gubernur Mato Grosso. Saya bertemu pada 2004 dan mulai banyak berbicara sejak saya melakukan eksperiman besar di salah satu peternakannya. Saya menyaksikan wacananya mulai dari, \u201cKita harus memberi makan dunia, kita harus menggunduli hutan\u201d dan unjuk diri pada Greenpeace \u2013 untuk membuktikan bahwa sangat baik bisnis merangkul keberlanjutan pada skala lebih luas.<\/p>\n<p>Ia meraih penghargaan <a href=\"http:\/\/www.greenpeace.org\/international\/en\/news\/features\/soya-king-wins-chainsaw\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Golden Chainsaw of the Year<\/a> pada 2005, karena menetapkan target reduksi deforestasi ambisius pada Konferensi Tingkat Tinggi Kopenhagen 2009 \u2013 89 persen pada 2020. Dan Mato Grosso benar-benar mencapai target tersebut lebih dini, yaitu pada 2012.<\/p>\n<p>Ini adalah titik balik mengagumkan. Dan saya pikir di situ kita bisa melihat pasar menolak deforestasi dari rantai suplai, terbantu fakta menyenangkan bahwa sapi diternakkan secara intensif di area penggembalaan kecil, hingga memberi ruang untuk kedelai serta menurunkan kebutuhan menggunduli hutan.<\/p>\n<p><strong>T: Apa harapan Anda mengenai pikiran orang setelah Kolokium usai?<\/strong><\/p>\n<p>J: Kita benar-benar perlu menyederhanakan dan menggabungan kekuatan jika kita ingin menghindari krisis perubahan iklim, kelangkaan pangan, konservasi hutan yang muncul. Dan ada bukti besar bahwa hal ini berhasil \u2013 seperti ditunjukkan Brasil.<\/p>\n<p>Saya pikir sangat mungkin mendapatkan lebih banyak pangan, lebih banyak hutan, lebih sedikit emisi dan penghidupan lebih baik. Ini bisa dilakukan.<\/p>\n<p><strong>T: Mengapa acara seperti ini penting?<\/strong><\/p>\n<p>J: Mereka adalah orang-orang di lapangan sekitar kita yang bisa digerakkan untuk maju. Gubernur menyatakan 80 persen reduksi deforestasi pada 2020 sendiri tidak bermakna. Tetapi jika menjadi konteks mendorong dialog dan perubahan, untuk menyatukan kebijakan, maka ini bisa berhasil. Dan saya pikir Kolokium seperti ini membantu menarik para pemimpin duduk bersama dan menjadi bagian narasi publik terkait isu-isu ini.<\/p>\n<p><strong>Untuk informasi lebih mengenai Kolokium mengenai Hutan dan Iklim, <a href=\"\/\/www.cifor.org\/colloquium-on-forests-and-climate\/?_ga=1.72027667.1845041469.1399627730\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">lihat di sini.<\/a> <\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia \u2014 Keberhasilan Amazon Brasil adalah bukti bahwa ada peluang menurunkan deforestasi dan menghindari krisis iklim, kata Daniel Nepstad, Direktur Eksekutif Earth Innovation Institute (Institut Inovasi Bumi). \u201cKita benar-benar perlu menyederhanakan dan menyatukan kekuatan untuk menghindari krisis perubahan iklim, kelangkaan pangan, konservasi hutan yang muncul. Dan ada bukti besar bahwa ini berhasil \u2013 seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":31,"featured_media":36080,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,151],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2892,2522,2821,2837,2842],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3094],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[208],"class_list":["post-24271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-redd-2","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-daniel-nepstad","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-deklarasi-rio-branco","tag-bahasa-earth-innovation-insitute","tag-bahasa-satuan-tugas-gubernur-untuk-iklim-dan-hutan","type-bahasa-wawancara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Krisis iklim \u2018bisa menjadi revolusi global\u2019 - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Krisis iklim \u2018bisa menjadi revolusi global\u2019\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia \u2014 Keberhasilan Amazon Brasil adalah bukti bahwa ada peluang menurunkan deforestasi dan menghindari krisis iklim, kata Daniel Nepstad, Direktur Eksekutif Earth Innovation Institute (Institut Inovasi Bumi). \u201cKita benar-benar perlu menyederhanakan dan menyatukan kekuatan untuk menghindari krisis perubahan iklim, kelangkaan pangan, konservasi hutan yang muncul. Dan ada bukti besar bahwa ini berhasil \u2013 seperti [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-09-19T09:51:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-16T04:11:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/NEPSTAD-QA-500x332_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"CIFOR\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@cifor\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global\"},\"author\":{\"name\":\"CIFOR\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d\"},\"headline\":\"Krisis iklim \u2018bisa menjadi revolusi global\u2019\",\"datePublished\":\"2014-09-19T09:51:00+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-16T04:11:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global\"},\"wordCount\":1458,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/NEPSTAD-QA-500x332_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"REDD+\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2014\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global\",\"name\":\"Krisis iklim \u2018bisa menjadi revolusi global\u2019 - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/NEPSTAD-QA-500x332_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2014-09-19T09:51:00+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-16T04:11:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/NEPSTAD-QA-500x332_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/09\\\/NEPSTAD-QA-500x332_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"Amazon Brasil. Separuh penurunan deforestasi dunia dalam delapan tahun terakhir tercapai di satu provinsi di Brasil. Neil Palmer@CIFOR photo\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Krisis iklim \u2018bisa menjadi revolusi global\u2019\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d\",\"name\":\"CIFOR\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=ge7d947aa879a614a2298e7a079243687\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"CIFOR\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/cifor\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/cifor\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/24271\\\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Krisis iklim \u2018bisa menjadi revolusi global\u2019 - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Krisis iklim \u2018bisa menjadi revolusi global\u2019","og_description":"BOGOR, Indonesia \u2014 Keberhasilan Amazon Brasil adalah bukti bahwa ada peluang menurunkan deforestasi dan menghindari krisis iklim, kata Daniel Nepstad, Direktur Eksekutif Earth Innovation Institute (Institut Inovasi Bumi). \u201cKita benar-benar perlu menyederhanakan dan menyatukan kekuatan untuk menghindari krisis perubahan iklim, kelangkaan pangan, konservasi hutan yang muncul. Dan ada bukti besar bahwa ini berhasil \u2013 seperti [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2014-09-19T09:51:00+00:00","article_modified_time":"2015-10-16T04:11:11+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/NEPSTAD-QA-500x332_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"CIFOR","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@cifor","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global"},"author":{"name":"CIFOR","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d"},"headline":"Krisis iklim \u2018bisa menjadi revolusi global\u2019","datePublished":"2014-09-19T09:51:00+00:00","dateModified":"2015-10-16T04:11:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global"},"wordCount":1458,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/NEPSTAD-QA-500x332_bhs.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","REDD+"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#respond"]}],"copyrightYear":"2014","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global","name":"Krisis iklim \u2018bisa menjadi revolusi global\u2019 - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/NEPSTAD-QA-500x332_bhs.jpg","datePublished":"2014-09-19T09:51:00+00:00","dateModified":"2015-10-16T04:11:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/NEPSTAD-QA-500x332_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/NEPSTAD-QA-500x332_bhs.jpg","width":500,"height":332,"caption":"Amazon Brasil. Separuh penurunan deforestasi dunia dalam delapan tahun terakhir tercapai di satu provinsi di Brasil. Neil Palmer@CIFOR photo"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Krisis iklim \u2018bisa menjadi revolusi global\u2019"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/33964b2bd6b16891f0f4e65f2ead043d","name":"CIFOR","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=ge7d947aa879a614a2298e7a079243687","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d0edacc662331b3e7f1482139a1705cd2919ba8ff1d7457d158c9c5fdcfc56ae?s=96&d=mm&r=g","caption":"CIFOR"},"sameAs":["https:\/\/x.com\/cifor"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/cifor"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/24271\/krisis-iklim-bisa-menjadi-revolusi-global#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/09\/NEPSTAD-QA-500x332_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/31"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24271"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24271\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24271"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=24271"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=24271"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=24271"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=24271"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=24271"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=24271"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=24271"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=24271"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=24271"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=24271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}