{"id":2382,"date":"2011-04-08T08:36:36","date_gmt":"2011-04-08T08:36:36","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=2382"},"modified":"2015-09-30T14:27:28","modified_gmt":"2015-09-30T07:27:28","slug":"tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan","title":{"rendered":"Tantangan Iklim REDD+: Kisruh tentang kepemilikan lahan hutan"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_2369\" aria-describedby=\"caption-attachment-2369\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignright\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2369\" title=\"land tenure brazil\" src=\"\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2011\/04\/land-tenure-brazil-300x196.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"196\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2369\" class=\"wp-caption-text\">Brazil, yang reformasi kepemilikan lahan hutannya termasuk yang paling maju di dunia, masih ada ketidakpastian kepemilikan lahan, dianggap sebagai tantangan utama bagi pelaksanaan REDD+. Peter Mulligan\/flickr.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Diterjemahkan oleh Nita Murjani<\/p>\n<p>BOGOR, Indonesia (28 Maret, 2011) \u2013 Dengan milyaran dollar yang ditawarkan kepada negara-negara berkembang untuk melindungi hutan mereka karena perannya dalam memperlambat perubahan iklim, saat ini perhatian justru beralih pada masalah siapa yang memiliki lahan dimana pepohonan tumbuh \u2013 dan siapa yang menjadi pemilik karbon yang terkandung dalam pepohonan dan yang terkandung di dalam tanah.<\/p>\n<p>Di banyak negara berkembang, kepemilikan lahan hutan seringkali tidak jelas \u2013 apakah menjadi milik perseorangan, kelompok masyarakat adat, kelompok masyarakat lokal lain ataukah pemerintah pusat. Hak-hak \u2013 dan terutama, tuntutan-tuntutan terhadap hak-hak \u2013 muncul bukan hanya dari sistem hukum formal, tetapi juga dari sistem hukum adat atau adanya tuntutan dari yang mengaku pemilik.<\/p>\n<p>Membenahi kejelasan hak terhadap lahan hutan, sumber daya dan cadangan karbon adalah satu dari tantangan utama untuk terlaksananya REDD+ di lapangan, kata William Sunderlin, peneliti senior di <a href=\"\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Center for International Forestry Research<\/a> (CIFOR).<\/p>\n<p>REDD+ adalah mekanisme global untuk mengurangi emisi yang berasal dari deforestasi dan degradasi hutan, selain itu juga untuk konservasi dan pengelolaan berkelanjutan dari hutan dan peningkatan cadangan karbon hutan. Mekanisme global ini menawarkan salah satu opsi paling rendah biaya untuk memangkas emisi gas-gas rumah kaca secara global.<\/p>\n<p>\u201cKepemilikan lahan adalah satu dari masalah-masalah yang paling penting yang harus diselesaikan sebelum REDD+ dapat dilanjutkan\u201d, kata Sunderlin. \u201cTelah terjadi perkembangan yang tak berimbang dalam hal ini, dan tidak adanya kemajuan dan kesadaran di beberapa negara tentu sangat mengkhawatirkan\u201d.<\/p>\n<p>Namun milyaran dollar dana yang dijanjikan bagi REDD+ juga telah menjadi pendorong percepatan proses reformasi kepemilikan lahan hutan di beberapa bagian dunia.<\/p>\n<p>Sementara proyek-proyek REDD+ akan terus berjalan walaupun reformasi kepemilikan lahan belum benar-benar terselesaikan, kemajuan yang terus menerus dalam hal ini sangat penting untuk memberikan energi jangka panjang bagi terlaksananya REDD+.<\/p>\n<p>Janji bantuan dana sebesar 1 milyar dollar dari Norwegia kepada Indonesia untuk menghentikan deforestasi selama 2 tahun telah siap dilaksanakan tahun ini walaupun masih banyak perselisihan tentang penggunaan lahan hutan.<\/p>\n<p>\u201cAdalah sangat penting untuk menangani masalah-masalah ini secara tepat sebelum REDD+ benar-benar dilaksanakan di Indonesia\u201d, kata Sunderlin.<\/p>\n<p>Diantara negara-negara yang mulai melaksanakan REDD+, Brazil adalah negara yang memiliki catatan terbaik dalam hal reformasi kepemilikan lahan hutan. \u201cTak diragukan lagi, Brazil adalah yang terdepan dalam hal penyelesaian masalah kepemilikan lahan hutan dimana telah ada pembagian kepemilikan lahan yang cukup besar baik untuk kepemilikan komunitas ataupun dialokasikan untuk penggunaan oleh komunitas\u201d, kata Sunderlin.<\/p>\n<p>Tetapi bahkan di Brazil, yang reformasi kepemilikan lahan hutannya termasuk yang paling maju di dunia, ketidakpastian kepemilikan lahan atas hutan Amazon wilayah Brazil, dianggap sebagai tantangan utama bagi pelaksanaan REDD+.<\/p>\n<p>Hasil studi CIFOR yang akan segera dipublikasikan tentang kepemilikan lahan dan keterlibatan masyarakat pada 3 proyek REDD+ di Brazil oleh Amy Duchelle dan beberapa penulis lain, termasuk Sunderlin, menemukan bahwa para pihak yang terlibat dalam proyek REDD+  ini telah merespons tantangan ini melalui pengutamaan reformasi kepemilikan lahan dalam kegiatan-kegiatan penyiapan REDD+. Berbagai upaya tersebut meliputi pengecekan lapangan terhadap kepemilikan lahan kecil untuk diperhitungkan dalam proyek pemukiman resmi dan bekerja bersama para pemilik lahan swasta untuk mewujudkan hak kepemilikan lahan berbasis lingkungan bagi masyarakat pedesaan, yang merupakan langkah penting dalam mencapai kesesuaian dengan lingkungan.<\/p>\n<p>Selain tantangan-tantangan terkait masalah reformasi kepemilikan lahan, ada tantangan lain yaitu tentang hak-hak terhadap karbon hutan yang belum jelas secara hukum di banyak negara-negara yang melaksanakan REDD+.<\/p>\n<p>Di Papua Nugini contohnya, dimana komunitas memegang kepemilikan yang sah menurut undang-undang atas sebagian besar lahan hutan, namun pertentangan timbul karena pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya juga menuntut karbon hutan sebagai haknya.<\/p>\n<p>\u201cDalam sejarahnya, masyarakat yang tinggal di dalam kawasan hutan telah diperlakukan sebagai pelanggar di rumahnya mereka sendiri dan telah dicabut haknya untuk mendapatkan pembagian yang adil atas keuntungan dan manfaat dari sumber daya hutan\u201d, kata Sunderlin.<\/p>\n<p>\u201cSangat penting untuk memberikan perhatian serius terhadap masalah kepemilikan lahan dan hak-hak lainnya untuk mengantisipasi agar kesalahan-kesalahan di masa lalu tidak terulang kembali, sehingga pelaksanaan REDD+ memiliki peluang besar untuk berhasil\u201d.<\/p>\n<p><strong>Untuk informasi lebih lanjut tentang kepemilikan lahan dan REDD+ (dalam Bahasa Inggris):<\/strong><\/p>\n<p><em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/nc\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3277.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">InfoBrief: Rights to forests and carbon under REDD+ initiatives in Latin America<\/a><\/em><\/p>\n<p><em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/nc\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3335.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forest tenure reform in the age of climate change<\/a><\/em><\/p>\n<p><em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/nc\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3368.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Rights to land, forests and carbon in REDD+<\/a><\/em><\/p>\n<p><em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/nc\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/2631.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tenure Rights and Beyond: Community Access to Forest Resources in Latin America<\/a><\/em><\/p>\n<p><em><a href=\"\/\/www.cifor.org\/nc\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3296.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Grounding the REDD+ debate: Preliminary evidence from pilot initiatives in the Brazilian Amazon<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diterjemahkan oleh Nita Murjani BOGOR, Indonesia (28 Maret, 2011) \u2013 Dengan milyaran dollar yang ditawarkan kepada negara-negara berkembang untuk melindungi hutan mereka karena perannya dalam memperlambat perubahan iklim, saat ini perhatian justru beralih pada masalah siapa yang memiliki lahan dimana pepohonan tumbuh \u2013 dan siapa yang menjadi pemilik karbon yang terkandung dalam pepohonan dan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[95,151],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2522,2516,2670,2575,2590,2819,2947],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[206],"class_list":["post-2382","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-human-wellbeing","category-redd-2","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-kepemilikan-dan-hak-atas-lahan","tag-bahasa-masyarakat-adat","tag-bahasa-masyarakat-lokal","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-william-sunderlin","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Tantangan Iklim REDD+: Kisruh tentang kepemilikan lahan hutan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tantangan Iklim REDD+: Kisruh tentang kepemilikan lahan hutan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Diterjemahkan oleh Nita Murjani BOGOR, Indonesia (28 Maret, 2011) \u2013 Dengan milyaran dollar yang ditawarkan kepada negara-negara berkembang untuk melindungi hutan mereka karena perannya dalam memperlambat perubahan iklim, saat ini perhatian justru beralih pada masalah siapa yang memiliki lahan dimana pepohonan tumbuh \u2013 dan siapa yang menjadi pemilik karbon yang terkandung dalam pepohonan dan yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2011-04-08T08:36:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-09-30T07:27:28+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Angela Dewan\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan\"},\"author\":{\"name\":\"Angela Dewan\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/efec1cc7a813967b317c946276a31005\"},\"headline\":\"Tantangan Iklim REDD+: Kisruh tentang kepemilikan lahan hutan\",\"datePublished\":\"2011-04-08T08:36:36+00:00\",\"dateModified\":\"2015-09-30T07:27:28+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan\"},\"wordCount\":731,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"articleSection\":[\"Human well-being\",\"REDD+\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2011\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan\",\"name\":\"Tantangan Iklim REDD+: Kisruh tentang kepemilikan lahan hutan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"datePublished\":\"2011-04-08T08:36:36+00:00\",\"dateModified\":\"2015-09-30T07:27:28+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tantangan Iklim REDD+: Kisruh tentang kepemilikan lahan hutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/efec1cc7a813967b317c946276a31005\",\"name\":\"Angela Dewan\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d130b01d07ae03c49cacf680cb1b0ac93903ab03ed0751d9bec1a4c78742e3bb?s=96&d=mm&r=g251b528a6078188450ac049561e21123\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d130b01d07ae03c49cacf680cb1b0ac93903ab03ed0751d9bec1a4c78742e3bb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d130b01d07ae03c49cacf680cb1b0ac93903ab03ed0751d9bec1a4c78742e3bb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Angela Dewan\"},\"description\":\"Angela Dewan is an Australian print and multimedia journalist based in Jakarta. She reports on all things Indonesian, including politics and social issues, as well as the environment.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/angeladewan\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/2382\\\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tantangan Iklim REDD+: Kisruh tentang kepemilikan lahan hutan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tantangan Iklim REDD+: Kisruh tentang kepemilikan lahan hutan","og_description":"Diterjemahkan oleh Nita Murjani BOGOR, Indonesia (28 Maret, 2011) \u2013 Dengan milyaran dollar yang ditawarkan kepada negara-negara berkembang untuk melindungi hutan mereka karena perannya dalam memperlambat perubahan iklim, saat ini perhatian justru beralih pada masalah siapa yang memiliki lahan dimana pepohonan tumbuh \u2013 dan siapa yang menjadi pemilik karbon yang terkandung dalam pepohonan dan yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2011-04-08T08:36:36+00:00","article_modified_time":"2015-09-30T07:27:28+00:00","author":"Angela Dewan","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan"},"author":{"name":"Angela Dewan","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/efec1cc7a813967b317c946276a31005"},"headline":"Tantangan Iklim REDD+: Kisruh tentang kepemilikan lahan hutan","datePublished":"2011-04-08T08:36:36+00:00","dateModified":"2015-09-30T07:27:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan"},"wordCount":731,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"articleSection":["Human well-being","REDD+"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#respond"]}],"copyrightYear":"2011","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan","name":"Tantangan Iklim REDD+: Kisruh tentang kepemilikan lahan hutan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"datePublished":"2011-04-08T08:36:36+00:00","dateModified":"2015-09-30T07:27:28+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tantangan Iklim REDD+: Kisruh tentang kepemilikan lahan hutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/efec1cc7a813967b317c946276a31005","name":"Angela Dewan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d130b01d07ae03c49cacf680cb1b0ac93903ab03ed0751d9bec1a4c78742e3bb?s=96&d=mm&r=g251b528a6078188450ac049561e21123","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d130b01d07ae03c49cacf680cb1b0ac93903ab03ed0751d9bec1a4c78742e3bb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d130b01d07ae03c49cacf680cb1b0ac93903ab03ed0751d9bec1a4c78742e3bb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Angela Dewan"},"description":"Angela Dewan is an Australian print and multimedia journalist based in Jakarta. She reports on all things Indonesian, including politics and social issues, as well as the environment.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/angeladewan"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/2382\/tantangan-iklim-redd-kisruh-tentang-kepemilikan-lahan-hutan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2382","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2382"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2382\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2382"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2382"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2382"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=2382"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=2382"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=2382"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=2382"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=2382"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=2382"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=2382"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=2382"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=2382"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=2382"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}