{"id":23740,"date":"2014-08-18T14:41:48","date_gmt":"2014-08-18T07:41:48","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=23740"},"modified":"2018-02-07T15:50:07","modified_gmt":"2018-02-07T08:50:07","slug":"tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan","title":{"rendered":"T&#038;J:  Suara &#038; cara pandang anak-anak \u2013 terlibat dalam perancangan lingkungan"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia \u2014 <a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/4899\/through-the-eyes-of-children-perceptions-of-environmental-change-in-tropical-forests\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Sebuah studi baru<\/a>,bagian riset Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) memperlihatkan bahwa anak-anak yang tinggal di Kalimantan pada umumnya memiliki pandangan yang suram akan masa depan lanskap hutan mereka.<\/p>\n<p>Anak-anak ini, yang diminta untuk menggambarkan lingkungan hidup mereka masa kini dan di masa depan, menunjukkan kesadaran mengejutkan akan fungsi alamiah lingkungan di sekitar mereka. Secara keseluruhan, gambar-gambar mereka meramalkan suatu lanskap yang sebagian besarnya tidak memiliki satwa liar dan wilayah berhutan.<\/p>\n<p>Berita Hutan baru-baru ini berbicara dengan Erik Meijaard, peneliti asosiasi CIFOR dan penulis pendamping studi ini.<\/p>\n<p><strong>T: <\/strong><strong> <\/strong><strong>Dari sudut pandang <\/strong><strong>riset<\/strong><strong>, <\/strong><strong>persepsi signifikan<\/strong><strong> apa yang <\/strong><strong>disuarakan oleh<\/strong><strong> anak-anak <\/strong><strong>tentang <\/strong><strong>konservasi dan pengelolaan lingkungan? <\/strong><\/p>\n<p>J: Dalam penelitian lingkungan terapan, kami ingin mencari jalan keluar mengenai bagaimana kita dapat merubah interaksi antara manusia dan lingkungan hidup mereka. Dalam hal ini kami berfokus pada kaum muda, tengah-baya atau orang lanjut usia. Kami memilih untuk mendengarkan anak-anak, karena mereka sering kali merupakan penentu kecenderungan sosial utama. Misalnya, orang berhenti merokok di banyak negara bukan karena dokter mengatakan kepada mereka bahwa hal tersebut tidak sehat &#8212; itu sudah diketahui berabad-abad silam &#8212; tetapi terutama karena meningkatnya kesadaran kaum muda bahwa merokok bukan sesuatu yang keren.<\/p>\n<blockquote><p>Ada dasar yang baik untuk program peningkatan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia, peningkatan pengambilan keputusan dan pengelolaan lingkungan.<\/p><\/blockquote>\n<p>Kami percaya dibandingkan dengan orang lanjut usia, anak-anak  lebih peka dengan berbagai kesan dan gagasan baru. Dan karena anak-anak masa kini merupakan calon pengambil keputusan di masa depan, memahami apa yang dipikirkan anak-anak pada saat ini merupakan hal penting. Pemahaman semacam itu menolong untuk merancang pembuatan pesan khusus yang ditujukan kepada kaum yang lebih muda, yang dapat membantu menentukan berbagai kecenderungan baru mengenai bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan alamiah mereka.<\/p>\n<p><strong>T: Dari sudut pandang kebijakan, bagaimana penelitian ini dapat <\/strong><strong>mempengaruh<\/strong><strong>i pemerintah dan para pengambil keputusan?<\/strong><\/p>\n<p>J: Anak-anak tidak memberikan suara (voting), jadi akan mudah bagi para politisi untuk mengabaikan pendapat mereka.  Namun, ada daya tarik emosional signifikan untuk memahami apa yang dipikirkan anak-anak, dan sudut emosional ini lebih sukar untuk diabaikan. Media global menggunakan citra anak-anak tepat untuk alasan itu &#8212; lihat saja citraan anak-anak terluka dalam peperangan di Gaza sebagai contoh kontemporer. Kami ingin menggunakan fakta bahwa anak-anak di Kalimantan sangat peduli mengenai keadaan lingkungan mereka untuk memengaruhi pemikiran politis.<\/p>\n<p>Pemerintah tidak dapat terus-menerus mengambil keputusan dengan pendekatan atas-bawah tentang tata guna lahan yang sebagian besar mendapat informasi berdasarkan pertimbangan ekonomi, namun mengabaikan dampak-dampak sosial dan lingkungan. Dan bila anak-anak mengatakan bahwa mereka tidak sependapat dengan berbagai keputusan mengenai tata guna lahan ini, kami percaya bahwa ada lingkup yang baik untuk memengaruhi pemikiran politis.<\/p>\n<p><strong>T:<\/strong><strong> <\/strong><strong>Apakah Anda terkejut dengan betapa sadarnya anak-anak itu tentang lingkungan mereka?<\/strong><\/p>\n<p>J: Ya, kami terkejut. Kami sebenarnya mengharapkan pergeseran yang lebih kuat dari efek perilaku dasar di mana anak-anak akan menganggap keadaan lingkungan mereka saat ini sebagai kondisi &#8220;normal&#8221;. Ternyata kasusnya tidaklah demikian. Anak-anak di Kalimantan memiliki pemahaman yang jelas mengenai kecenderungan pada masa lalu, masa kini dan masa depan di lingkungan mereka, yang sesuai dengan penilaian independen kami mengenai perubahan lingkungan hidup.<\/p>\n<p>Juga, anak-anak umumnya mengenai hubungan fungsional antara tutupan lahan (seperti hutan versus non hutan) dan penyediaan layanan lingkungan (seperti makanan dan pengendalian suhu). Pengetahuan lingkungan yang baik seperti itu menunjukkan bahwa ada dasar yang baik bagi peningkatan program pendidikan lingkungan hidup di Indonesia dan peningkatan pengambilan keputusan dan pengelolaan lingkungan.<\/p>\n<p><strong>T:<\/strong><strong> <\/strong><strong>Apakah studi semacam ini berguna bila direplikasi di tempat lain?<\/strong><\/p>\n<p>J: Studi ini dapat direplikasi di mana pun karena menggunakan metodologi sederhana yang dapat dijelaskan dengan mudah kepada anak-anak kecil. Metode berbasis menggambar kami merupakan cara yang baik bagi anak-anak kecil mengekspresikan diri mereka secara bebas guna menangkap persepsi mereka. Dan karena hal itu dianggap sebagai latihan yang menggembirakan, metode ini menjadikannya mudah untuk mengajak anak-anak dan para guru untuk bekerja sama.<\/p>\n<p>Menangkap apa yang dipikirkan anak-anak mengenai lingkungan mereka di berbagai wilayah lain akan berguna, baik di lingkungan pedesaan maupun di perkotaan, dan kami berharap bahwa para ilmuwan lain akan menggunakan penelitian kami di tempat lain.<\/p>\n<p><strong>Studi<\/strong><strong> \u201c<\/strong><a href=\"\/\/www.cifor.org\/library\/4899\/through-the-eyes-of-children-perceptions-of-environmental-change-in-tropical-forests\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><strong>Melalui <\/strong><strong>m<\/strong><strong>ata <\/strong><strong>a<\/strong><strong>nak-anak: <\/strong><strong>P<\/strong>ersepsi mengenai perubahan lingkungan di Kalimantan<\/a><strong>,\u201d telah dipublikasikan dengan akses terbuka<\/strong><strong>di jurnal <\/strong><em><strong>PLoS ONE<\/strong><\/em><strong>.  <\/strong><strong>I<\/strong><strong>nformasi lebih lanjut mengenai berbagai topik penelitian ini, silakan menghubungi Anne-Sophie Pellier di<\/strong><a href=\"mailto:pellier.annesophie@gmail.com\"> <\/a>pellier.annesophie@gmail.com<strong>; Erik Meijaard di<\/strong><a href=\"mailto:emeijaard@gmail.com\">emeijaard@gmail.com<\/a><strong>; <\/strong><strong>atau<\/strong><strong> David Gaveau di<\/strong><a href=\"mailto:d.gaveau@cgiar.org\"> <\/a><a href=\"mailto:d.gaveau@cgiar.org\">d.gaveau@cgiar.org<\/a><strong>. <\/strong><\/p>\n<p><em>Riset<\/em><em> ini merupakan bagian dari <\/em><a href=\"http:\/\/www.foreststreesagroforestry.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Program CGIAR tentang Hutan, Pohon dan <\/em><em>Agroforestri<\/em><\/a><em>, didukung oleh<\/em> <a href=\"http:\/\/www.usaid.gov\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>United States Agency for International Development<\/em><\/a><em> (USAID) Forests and Environment research program dan <\/em><a href=\"http:\/\/www.arcusfoundation.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>Arcus Foundation<\/em><\/a><em>.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia \u2014 Sebuah studi baru,bagian riset Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) memperlihatkan bahwa anak-anak yang tinggal di Kalimantan pada umumnya memiliki pandangan yang suram akan masa depan lanskap hutan mereka. Anak-anak ini, yang diminta untuk menggambarkan lingkungan hidup mereka masa kini dan di masa depan, menunjukkan kesadaran mengejutkan akan fungsi alamiah lingkungan di sekitar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":212,"featured_media":36109,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[137,95,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2509,2587,2898,2516,2520,2585],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3094],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[6162],"class_list":["post-23740","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forest-management-restoration","category-human-wellbeing","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-anak-anak","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-erik-meijaard","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-tata-rancang-lahan","type-bahasa-wawancara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>T&amp;J: Suara &amp; cara pandang anak-anak \u2013 terlibat dalam perancangan lingkungan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"T&amp;J: Suara &amp; cara pandang anak-anak \u2013 terlibat dalam perancangan lingkungan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia \u2014 Sebuah studi baru,bagian riset Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) memperlihatkan bahwa anak-anak yang tinggal di Kalimantan pada umumnya memiliki pandangan yang suram akan masa depan lanskap hutan mereka. Anak-anak ini, yang diminta untuk menggambarkan lingkungan hidup mereka masa kini dan di masa depan, menunjukkan kesadaran mengejutkan akan fungsi alamiah lingkungan di sekitar [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-08-18T07:41:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:50:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Borneo-kids-foto-2-500x351_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"351\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bruno Vander Velde\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@BrunoVelde\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan\"},\"author\":{\"name\":\"Bruno Vander Velde\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50fd47d0a4f376c063a16b722f21fa8e\"},\"headline\":\"T&#038;J: Suara &#038; cara pandang anak-anak \u2013 terlibat dalam perancangan lingkungan\",\"datePublished\":\"2014-08-18T07:41:48+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:50:07+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan\"},\"wordCount\":751,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/08\\\/Borneo-kids-foto-2-500x351_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Forest management &amp; restoration\",\"Human well-being\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2014\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan\",\"name\":\"T&J: Suara & cara pandang anak-anak \u2013 terlibat dalam perancangan lingkungan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/08\\\/Borneo-kids-foto-2-500x351_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2014-08-18T07:41:48+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:50:07+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/08\\\/Borneo-kids-foto-2-500x351_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/08\\\/Borneo-kids-foto-2-500x351_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":351,\"caption\":\"Detil gambar dari seorang anak yang dilihat dalam studi baru-baru ini di Kalimantan, Indonesia. Foto @ CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"T&#038;J: Suara &#038; cara pandang anak-anak \u2013 terlibat dalam perancangan lingkungan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/50fd47d0a4f376c063a16b722f21fa8e\",\"name\":\"Bruno Vander Velde\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g3bb290770a0c6b6ad902854bcfd37fbe\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bruno Vander Velde\"},\"description\":\"Bruno Vander Velde is CIFOR's Senior Writer and Media Liaison. He worked for more than a decade as a journalist, most recently at the Chicago Tribune, where he served as an editor on the foreign desk, and later as the Chief Editor of the city news copy desk. He left journalism in 2010 to pursue a master's degree in environmental policy at Cornell University, where his studies focused on forestry governance in South America. After graduating from Cornell in 2012, he lived in Ecuador for nearly a year, where he consulted for the UN World Food Program and the International Union for Conservation of Nature (IUCN).\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@BrunoVelde\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/brunovandervelde\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/23740\\\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"T&J: Suara & cara pandang anak-anak \u2013 terlibat dalam perancangan lingkungan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"T&J: Suara & cara pandang anak-anak \u2013 terlibat dalam perancangan lingkungan","og_description":"BOGOR, Indonesia \u2014 Sebuah studi baru,bagian riset Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) memperlihatkan bahwa anak-anak yang tinggal di Kalimantan pada umumnya memiliki pandangan yang suram akan masa depan lanskap hutan mereka. Anak-anak ini, yang diminta untuk menggambarkan lingkungan hidup mereka masa kini dan di masa depan, menunjukkan kesadaran mengejutkan akan fungsi alamiah lingkungan di sekitar [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2014-08-18T07:41:48+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:50:07+00:00","og_image":[{"width":500,"height":351,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Borneo-kids-foto-2-500x351_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bruno Vander Velde","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@BrunoVelde","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan"},"author":{"name":"Bruno Vander Velde","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50fd47d0a4f376c063a16b722f21fa8e"},"headline":"T&#038;J: Suara &#038; cara pandang anak-anak \u2013 terlibat dalam perancangan lingkungan","datePublished":"2014-08-18T07:41:48+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:50:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan"},"wordCount":751,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Borneo-kids-foto-2-500x351_bhs.jpg","articleSection":["Forest management &amp; restoration","Human well-being","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#respond"]}],"copyrightYear":"2014","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan","name":"T&J: Suara & cara pandang anak-anak \u2013 terlibat dalam perancangan lingkungan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Borneo-kids-foto-2-500x351_bhs.jpg","datePublished":"2014-08-18T07:41:48+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:50:07+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Borneo-kids-foto-2-500x351_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Borneo-kids-foto-2-500x351_bhs.jpg","width":500,"height":351,"caption":"Detil gambar dari seorang anak yang dilihat dalam studi baru-baru ini di Kalimantan, Indonesia. Foto @ CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"T&#038;J: Suara &#038; cara pandang anak-anak \u2013 terlibat dalam perancangan lingkungan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/50fd47d0a4f376c063a16b722f21fa8e","name":"Bruno Vander Velde","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g3bb290770a0c6b6ad902854bcfd37fbe","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ffacbb16ab55b28d9ea6a7f43c52b046540a9254fe07986304183b8098ae1c94?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bruno Vander Velde"},"description":"Bruno Vander Velde is CIFOR's Senior Writer and Media Liaison. He worked for more than a decade as a journalist, most recently at the Chicago Tribune, where he served as an editor on the foreign desk, and later as the Chief Editor of the city news copy desk. He left journalism in 2010 to pursue a master's degree in environmental policy at Cornell University, where his studies focused on forestry governance in South America. After graduating from Cornell in 2012, he lived in Ecuador for nearly a year, where he consulted for the UN World Food Program and the International Union for Conservation of Nature (IUCN).","sameAs":["https:\/\/x.com\/@BrunoVelde"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/brunovandervelde"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/23740\/tj-suara-cara-pandang-anak-anak-terlibat-dalam-perancangan-lingkungan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Borneo-kids-foto-2-500x351_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23740","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/212"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23740"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23740\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36109"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23740"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23740"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23740"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=23740"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=23740"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=23740"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=23740"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=23740"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=23740"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=23740"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=23740"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=23740"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=23740"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}