{"id":22786,"date":"2014-06-02T12:39:49","date_gmt":"2014-06-02T05:39:49","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=22786"},"modified":"2018-02-07T16:09:04","modified_gmt":"2018-02-07T09:09:04","slug":"riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul","title":{"rendered":"Kemiskinan bukan penyebab penggundulan hutan: Riset global"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia \u2014 Sebuah penelitian global mempertanyakan gagasan bahwa kemiskinan menyebabkan penggundulan hutan. Rumah tangga dengan aset medium-ke-tinggi dekat pasar cenderung lebih banyak menebang pohon dibanding rumah tangga miskin dan terisolasi dari pasar, kata penelitian tersebut. Peneliti juga menyatakan bahwa strategi pengembangan akses pasar untuk mengurangi kemiskinan dan mengurangi deforestasi malah bisa balik merugikan.<\/p>\n<p>Penelitian global ini dilakukan <a href=\"\/\/www.cifor.org\/pen\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Jaringan Kemiskinan dan Lingkungan (PEN)<\/a>, kerja kolaborasi dipimpin oleh Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR). Proyek penelitian terbesar komparatif-global kuantitatif mengenai hutan dan penghidupan desa ini, menganalisa data dari 8.000 rumah tangga di 24 negara berkembang.<\/p>\n<p>\u201cPenggundulan hutan dalam penghidupan desa: Bukti komparatif global tingkat rumah tangga\u201d adalah satu dari lima makalah awal yang muncul dari penelitian global; penelitian tersebut muncul dalam jurnal <a href=\"http:\/\/www.journals.elsevier.com\/world-development\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">World Development<\/a> mendatang.<\/p>\n<p>\u201cDebat mengenai penyebab utama penggundulan hutan dan apa penyebab perilaku agen adalah kompleks,\u201d kata Ronnie Babigumira, mahasiswa doktoral di Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Norwegia (NMBU) dan penulis utama penelitian. Penelitian ini mencoba mengurai kompleksitas dengan menguji peran beragam variabel di bawah tujuh kategori besar: manusia, fisik, sosial, alam dan modal finansial; faktor perantara; dan indikator kerentanan.<\/p>\n<p>\u201cTerdapat wacana kuat dalam literatur <a href=\"http:\/\/www.unep.org\/Documents.Multilingual\/Default.asp?documentid=97&amp;articleid=1503\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">konferensi PBB di Stockholm 1972<\/a> dulu bahwa kemiskinan menyebabkan degradasi lingkungan,\u201d kata Arild Angelsen, profesor ekonomi NMBU dan penulis makalah tersebut. \u201cKami temukan ternyata tidak sesederhana itu.\u201d<\/p>\n<p>Para peneliti mengidentifikasi bagaimana aset mempengaruhi keputusan rumah tangga untuk menebang pohon. \u201cSaya selalu berpikir bahwa memiliki \u2018alasan\u2019 atau kapabilitas, untuk menggunduli hutan lebih penting daripada kebutuhan melakukan itu sebagai strategi penghidupan,\u201d kata Angelsen. \u201cKarena bukan masalah mudah memotong pohon dan bertani. Sulit bekerja sendiri, atau (Anda) perlu sumber daya untuk membayar orang. Dalam beberapa kasus, hal ini semi-ilegal, jadi Anda perlu koneksi politis.\u201d<\/p>\n<p>Benar, penelitian menemukan bahwa kebutuhan rumah tangga dengan aset kecil cenderung menebang sedikit hutan. Mereka yang berada di rentang tengah, yang ingin meningkatkan penghidupan dan memiliki aset mengembangkan panen, cenderung lebih terlibat aktivitas deforestasi. Hanya terdapat sedikit perbedaan antara rumah tangga rentang-tengah dan rumah tangga kaya-aset.<\/p>\n<p>\u201cHasil kami menyatakan bahwa penggundulan hutan tidak hanya berdasar kebutuhan semata,\u201d kata Babigumira. \u201cMemiliki aset memberi rumah tangga alasan untuk menebang hutan, memanfaatkan peluang untuk meningkatkan penghidupan dengan memperluas area penebangan.\u201d<\/p>\n<p>Para peneliti juga mengeksplorasi <a href=\"http:\/\/www.econbiz.de\/Record\/market-integration-development-and-smallholder-forest-clearance-pendleton-linwood\/10001673988\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pemahaman umum<\/a> bahwa akses lebih baik ke pasar akan mengurangi kemiskinan, dan pada akhirnya, mengurangi deforestasi.<\/p>\n<p>\u201cKami menemukan bahwa ketika petani berorientasi pasar, mereka lebih cenderung menggunduli hutan,\u201d kata Babigumira. \u201cFaktanya, penjualan pasar bisa meningkatkan aset rumah tangga pada titik bahwa mereka memiliki alasan menebang hutan, dan kedekatan ke pasar juga menyediakan pintu bagi produksi lebih tinggi.\u201d<\/p>\n<p>Temuan ini seharusnya memperkaya informasi dalam debat terkini seputar REDD+ (Reduksi Deforestasi dan Degradasi hutan) dan <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/climatechange\/climatesmart\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pertanian cerdas iklim<\/a> yang mempromosikan intensifikasi penggunaan lahan, kata Angelsen.<\/p>\n<p>\u201cDi satu sisi, Anda dapat memproduksi lebih banyak pangan pada lahan lebih kecil dan menarik tekanan dari hutan melalui intensifikasi, tetapi Anda juga meningkatkan keuntungan, yang bisa mendorong masyarakat menggunduli hutan,\u201d katanya. \u201cKami menemukan sedikit bukti yang menyatakan bahwa intensifikasi menarik tekanan dari hutan.\u201d<\/p>\n<p>Satu kejutan bagi para peneliti adalah insignifikansi jalan terhadap penggundulan hutan, kecuali di Amerika Latin, yang lebih jelas memfokuskan pada pasar.<\/p>\n<p>Penelitian juga mengungkap perbedaan menarik mengapa hutan digunduli. Di Afrika dan Amerika Latin, petani kecil sibuk menebang pohon  membersihkan lahan untuk pertanian. Di Asia, lebih dari seperempat rumah tangga menggunduli hutan untuk menanam pohon. Ini satu alasan mengapa para peneliti cenderung berbicara \u201cpenggundulan hutan\u201d daripada \u201cdeforestasi.\u201d Lainnya, dan mungkin alasan paling penting adalah laporan-sendiri penggundulan hutan mencakup penggundulan temporer\/siklus, yang tidak dikategorisasikan sebagai deforestasi menurut definisi FAO.<\/p>\n<p>\u201cSekitar dua pertiga pohon ditebang dari hutan alami yang diambil untuk mengembangkan pertanian menjadi lahan perawan, tetapi banyak penggundulan adalah bagian dari sistem rotasi,\u201d kata Angelsen. \u201cKarena tidak selalu konversi lahan permanen, akan menyesatkan untuk menyebut proses ini \u2018deforestasi\u2019.\u201d<\/p>\n<p>Dengan kumpulan data sangat kaya, para peneliti berencana meneliti lebih dalam. Termasuk menguji indikator degradasi lingkungan tidak langsung terhadap deforestasi. \u201cKami akan menggali data untuk membuka cahaya pada aspek lain kaitan kemiskinan-lingkungan,\u201d kata Babigumira.<\/p>\n<p>Pada bagian ini, Angelsen ingin melihat hubungan antara kehilangan karbon dan penggundulan hutan: Apa potensi kehilangan konservasi hutan \u2013 harga karbon harus dibayar agar penggundulan hutan tidak menguntungkan?<\/p>\n<p>\u201cData-data tidak pernah berbicara sendirian,\u201d katanya. \u201cTerdapat banyak variabel, jadi seperti mencari Cawan Suci untuk menemukan cerita. Faktanya, terdapat banyak heterogenitas dan keragaman yang bisa jadi bukan wacana tunggal, tetapi banyak.\u201d<\/p>\n<p><b>Informasi lebih jauh mengenai pembahasan dalam artikel ini, silahkan hubungi Arild Angelsen di <\/b><a href=\"mailto:arild.angelsen@nmbu.no\"><b>arild.angelsen@nmbu.no<\/b><\/a><b>.<\/b><\/p>\n<p><i>Dukungan finansial untuk penelitian global ini disediakan oleh ESRC-DFID, DANIDA, USAID (BASIS-CRSP), IFS dan CIFOR.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia \u2014 Sebuah penelitian global mempertanyakan gagasan bahwa kemiskinan menyebabkan penggundulan hutan. Rumah tangga dengan aset medium-ke-tinggi dekat pasar cenderung lebih banyak menebang pohon dibanding rumah tangga miskin dan terisolasi dari pasar, kata penelitian tersebut. Peneliti juga menyatakan bahwa strategi pengembangan akses pasar untuk mengurangi kemiskinan dan mengurangi deforestasi malah bisa balik merugikan. Penelitian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":107,"featured_media":22787,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[161,137,173,13,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2882,2522,2954,2633,2589,2513,2819,4763],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1141],"class_list":["post-22786","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-deforestation","category-forest-management-restoration","category-gender-justice-tenure","category-governance","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-arild-angelsen","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-jaringan-kemiskinan-dan-lingkungan","tag-bahasa-kemiskinan","tag-bahasa-mata-pencaharian","tag-bahasa-pertanian-cerdas-iklim","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-ronnie-babigumira","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Kemiskinan bukan penyebab penggundulan hutan: Riset global - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kemiskinan bukan penyebab penggundulan hutan: Riset global\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia \u2014 Sebuah penelitian global mempertanyakan gagasan bahwa kemiskinan menyebabkan penggundulan hutan. Rumah tangga dengan aset medium-ke-tinggi dekat pasar cenderung lebih banyak menebang pohon dibanding rumah tangga miskin dan terisolasi dari pasar, kata penelitian tersebut. Peneliti juga menyatakan bahwa strategi pengembangan akses pasar untuk mengurangi kemiskinan dan mengurangi deforestasi malah bisa balik merugikan. Penelitian [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-06-02T05:39:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T09:09:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Family-Wae-Rebo.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mark Foss\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul\"},\"author\":{\"name\":\"Mark Foss\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4d82a8658eb9f83e3855271ca0de667d\"},\"headline\":\"Kemiskinan bukan penyebab penggundulan hutan: Riset global\",\"datePublished\":\"2014-06-02T05:39:49+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T09:09:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul\"},\"wordCount\":738,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/06\\\/Family-Wae-Rebo.jpg\",\"articleSection\":[\"Deforestation\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Gender, justice &amp; tenure\",\"Governance\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2014\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul\",\"name\":\"Kemiskinan bukan penyebab penggundulan hutan: Riset global - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/06\\\/Family-Wae-Rebo.jpg\",\"datePublished\":\"2014-06-02T05:39:49+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T09:09:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/06\\\/Family-Wae-Rebo.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/06\\\/Family-Wae-Rebo.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"Sebuah penelitian baru menemukan bahwa kebutuhan rumah tangga dengan aset kecil cenderung menebang sedikit hutan. Foto @CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kemiskinan bukan penyebab penggundulan hutan: Riset global\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4d82a8658eb9f83e3855271ca0de667d\",\"name\":\"Mark Foss\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g4cd11896dd55f9648cc15e125890d23a\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mark Foss\"},\"description\":\"Mark Foss is a Canadian freelance writer\\\/editor specializing in sustainable development issues. In 1995, following seven years as communications coordinator for the Canadian Organization for Development through Education (CODE) and Partnership Africa Canada (PAC), he began consulting for government, NGOs and international organizations. A collection of stories about a hapless NGO fundraiser appeared in 2005 followed by a novel, Spoilers, in 2011. He holds a Bachelor of Journalism (Highest Honours) and a Bachelor of Arts in Film Studies (With Distinction) from Carleton University in Ottawa.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/mark-foss\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22786\\\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kemiskinan bukan penyebab penggundulan hutan: Riset global - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kemiskinan bukan penyebab penggundulan hutan: Riset global","og_description":"BOGOR, Indonesia \u2014 Sebuah penelitian global mempertanyakan gagasan bahwa kemiskinan menyebabkan penggundulan hutan. Rumah tangga dengan aset medium-ke-tinggi dekat pasar cenderung lebih banyak menebang pohon dibanding rumah tangga miskin dan terisolasi dari pasar, kata penelitian tersebut. Peneliti juga menyatakan bahwa strategi pengembangan akses pasar untuk mengurangi kemiskinan dan mengurangi deforestasi malah bisa balik merugikan. Penelitian [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2014-06-02T05:39:49+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T09:09:04+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Family-Wae-Rebo.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Mark Foss","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul"},"author":{"name":"Mark Foss","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4d82a8658eb9f83e3855271ca0de667d"},"headline":"Kemiskinan bukan penyebab penggundulan hutan: Riset global","datePublished":"2014-06-02T05:39:49+00:00","dateModified":"2018-02-07T09:09:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul"},"wordCount":738,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Family-Wae-Rebo.jpg","articleSection":["Deforestation","Forest management &amp; restoration","Gender, justice &amp; tenure","Governance","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#respond"]}],"copyrightYear":"2014","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul","name":"Kemiskinan bukan penyebab penggundulan hutan: Riset global - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Family-Wae-Rebo.jpg","datePublished":"2014-06-02T05:39:49+00:00","dateModified":"2018-02-07T09:09:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Family-Wae-Rebo.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Family-Wae-Rebo.jpg","width":500,"height":332,"caption":"Sebuah penelitian baru menemukan bahwa kebutuhan rumah tangga dengan aset kecil cenderung menebang sedikit hutan. Foto @CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kemiskinan bukan penyebab penggundulan hutan: Riset global"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4d82a8658eb9f83e3855271ca0de667d","name":"Mark Foss","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g4cd11896dd55f9648cc15e125890d23a","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mark Foss"},"description":"Mark Foss is a Canadian freelance writer\/editor specializing in sustainable development issues. In 1995, following seven years as communications coordinator for the Canadian Organization for Development through Education (CODE) and Partnership Africa Canada (PAC), he began consulting for government, NGOs and international organizations. A collection of stories about a hapless NGO fundraiser appeared in 2005 followed by a novel, Spoilers, in 2011. He holds a Bachelor of Journalism (Highest Honours) and a Bachelor of Arts in Film Studies (With Distinction) from Carleton University in Ottawa.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/mark-foss"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22786\/riset-global-menentang-pandangan-menyalahkan-kemiskinan-penyebab-hutan-gundul#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/Family-Wae-Rebo.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22786","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/107"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22786"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22786\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22787"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22786"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22786"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22786"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=22786"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=22786"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=22786"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=22786"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=22786"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=22786"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=22786"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=22786"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=22786"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=22786"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}