{"id":22599,"date":"2014-05-19T17:38:07","date_gmt":"2014-05-19T10:38:07","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=22599"},"modified":"2018-02-07T15:14:55","modified_gmt":"2018-02-07T08:14:55","slug":"kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd","title":{"rendered":"Kesetaraan masih tetap rendah dalam agenda kebijakan REDD+"},"content":{"rendered":"<p><strong>Catatan Editor<\/strong>:<em>REDD+ merupakan salah satu tema topik kunci dalam <a href=\"http:\/\/forestsasia.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forests Asia Summit<\/a>, 5-6 Mei di Jakarta.. Salah satu diskusi dalam forum ini yaitu, <a href=\"\/\/www.cifor.org\/forestsasia\/agenda-item\/monday-may-5th\/opening-plenary\/climate-change-seeing-green-redd-sharing-experiences-equity-economics-redd-pilot-projects\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><strong>Seeing Green in REDD \u2013 sharing experiences on the equity and economics of REDD+ pilot projects (Mengamati Hijau dalam REDD \u2013 berbagi pengalaman tentang kesetaraan dan ekonomi proyek percontohan REDD+),<\/strong><\/a> berusaha merumuskan pengalaman-pengalaman sukses dalam penerapan proyek REDD+ di lapangan, dengan menitikberatkan pada tantangan-tantangan untuk menemukan solusi menang-menang dalam kesetaraan sosial, perlindungan hutan, dan pertumbuhan ekonomi. Sesi ini akan menyoroti implementasi proyek praktis, koordinasi, dan pengalaman-pengalaman yang didukung oleh <em>the United Nations Office for REDD+ Coordination in Indonesia (UNORCID), serta pengalaman regional dan global dari tiga lembaga PBB yang menangani REDD. Cakupan proyek yang akan dipresentasikan akan meliputi sebuah spektrum negara-negara dalam tingkatan yang berbeda terkait perkembangannya di kawasan ASEAN, serta bersama implementasi spektrum REDD+. Baca lebih lanjut <a href=\"\/\/www.cifor.org\/forestsasia\/agenda-item\/monday-may-5th\/opening-plenary\/climate-change-seeing-green-redd-sharing-experiences-equity-economics-redd-pilot-projects\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">di sini.<\/a> <\/em><\/em><\/p>\n<p>BOGOR (20 Mei 2014) \u2013 Aparat pemerintah di negara-negara yang kaya hutan lebih memikirkan bagaimana negara mereka diperlakukan secara adil dalam negosiasi internasional REDD+ ketimbang berpikir tentang keadilan dalam wilayah negara mereka, sebuah analisis media dalam diskursus publik tentang REDD+ menuliskan.<\/p>\n<p>REDD+ &#8211; Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan \u2013 adalah sebuah mekanisme internasional yang didukung oleh PBB yang menyediakan insentif finansial bagi negara-negara berkembang untuk menjaga tegakan hutannya dan kemudian mempertahankan serta meningkatkan cadangan karbon.<\/p>\n<p>Kegagalan para aparat untuk menangani isu yang melemahkan keadilan, atau kesetaraan, dalam sebuah negara dengan sejarah setidaksetaraannya dapat secara langsung menurunkan efektivitas REDD+ dan semakin mengabaikan kelompok marjinal, pendapat para penulis dalam \u201c<a href=\"http:\/\/www.ecologyandsociety.org\/vol18\/iss2\/art39\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Equity and REDD+ in the media: A comparative analysis of policy discourses<\/a> (Kesetaraan dan REDD+ di media: Sebuah analisis komparatif tentang diskursus kebijakan).\u201d<\/p>\n<p>\u201cKami tidak mengharapkan REDD+ menyelesaikan semua ketidaksetaraan, namun menurut kami penting bagi pembuat kebijakan REDD+ untuk tahu tentang isu ini,\u201d terang penulis utama Monica DiGregorio, seorang <em>senior associate<\/em> di Center for International Forestry Research (CIFOR) dan pengajar di Universitas Leeds, Inggris.<\/p>\n<p>\u201cIsu ketidaksetaraan akan membentuk hasil kebijakan. Jika kesetaraan tidak diperhitungkan, REDD+ akan dapat berakhir dengan memperuncing konflik dan pengguna hutan mungkin akan menolak untuk berpartisipasi. Dan jika REDD+ dirancang tanpa pertimbangan jaring pelindung, risikonya terhadap ketidaksetaraan bahkan akan semakin tinggi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p><strong>APAKAH \u2018ADIL\u2019 ITU?<\/strong><\/p>\n<p><a href=\"\/\/www.cifor.org\/es\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/2601.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Dalam perkembangan awal REDD+,<\/a> kesetaraan diidentifikasi sebagai \u201c3Es\u201d yang penting demi keberhasikan REDD+, yang lainnya adalah efektivitas (jumlah emisi karbon yang dikurangi) dan efisiensi (biaya pengurangan emisi).<\/p>\n<p>Sementara kesetaraan adalah konstruksi sosial, dan ide tentang apakah yang \u201cadil\u201d itu berbeda tiap konteksnya.<\/p>\n<p>\u201cMasing-masing orang memiliki ide yang berbeda tentang apa itu kesetaraan, ujar Cecilia Luttrell<em>, senior research associate <\/em>di CIFOR dan penulis utama studi <a href=\"http:\/\/www.ecologyandsociety.org\/vol18\/iss4\/art52\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">terkait tentang diskursus mengenai pembagian manfaat<\/a>. Studi ini mengidentifikasi enam rasionalitas yang sangat berbeda tentang kelompok mana yang akan mendapat manfaat dari REDD+.<\/p>\n<p>\u201cPenting untuk menyadari bahwa semua pendapat saling bersaing, karena mereka tidak hanya akan mempengaruhi kebijakan namun juga bagaimana masyarakat bisa berkontribusi bagi pengambilan keputusan dan bagaimana biaya dan manfaat REDD+ didistribusikan,\u201d tambahnya, serta mengingatkan bahwa beberapa aspek pembagian manfaat dapat mempengaruhi ketidaksetaraan.<\/p>\n<p>Misalnya, apa-apa yang terlibat dalam rancangan mekanisme pembagian manfaat dapat mendukung kesetaraan dengan mempertimbangkan biaya REDD+, yang terkumpul dari kelompok-kelompok berbeda yang berlainan dan berkecenderungan untuk diabaikan. Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa mereka harus lebih berhati-hati \u2013 serta transparan \u2013 tentang hasil yang hendak dicapai, mengingat kejelasan ini akan membantu dalam mengidentifikasi pengambil keputusan yang absah dan menentukan siapakah yang bertanggungjawab terhadap hasilnya.<\/p>\n<p><strong>PERMAINAN YANG ADIL<\/strong><\/p>\n<p>Dalam banyak negara REDD+, debat tentang kesetaraan tidak berjalan di atas pemahaman yang sederhana mengenai pembagian manfaat, menurut Di Gregorio.<\/p>\n<p>\u201cPenyebab dari ketidaksetaraan sosial dan politik adalah sangat kurangnya penerimaan atau tidak adanya perhatian publik,\u201d ujarnya. \u201cNamun ketidakadilan semacam ini memiliki konsekuensi yang penting mengenai siapa yang akan mendapat keuntungan atau kerugian dalam REDD+.\u201d<\/p>\n<p>Isu yang biasanya muncul adalah <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/4146.html?_ga=1.256988936.263758005.1363237366\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">ketidakterjaminan atau kurangnya hak atas lahan dan tenurial di negara-negara REDD+<\/a>. Contohnya, dalam <a href=\"http:\/\/www.sciencedirect.com\/science\/article\/pii\/S0305750X13000193\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">studi di 71 desa di lima negara-negara REDD+<\/a>, lebih dari separuhnya melaporkan bahwa setidaknya ada bagian dari lahan mereka yang tidak terjamin masalah tenurial lahannya.<\/p>\n<p>Akibatnya, masyarakat adat dan lokal berisiko kehilangan kendali atas tanah mereka dan kemungkinan memiliki klaim yang semakin lemah atas tiap manfaat dari REDD+. Ini direfleksikan dalam rasionalitas \u201chak-hak legal\u201d yang diidentifikasi oleh Luttrell dan para penulis bersama \u2013 sebuah argumen dimana manfaat harus diterima oleh kelompok-kelompok tersebut yang memiliki hak legal atas karbon atau hutan.<\/p>\n<p>Lebih jauh lagi, mereka yang tanpa pengakuan hak atas sumber daya sepertinya akan ditinggalkan oleh tiap pengambilan keputusan terkait sumber daya tersebut, lanjut Di Gregorio.<\/p>\n<p>\u201cJika masyarakat lokal tidak dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, maka sepertinya keputusan tidak akan menguntungkan mereka,\u201d ungkap Di Gregorio.<\/p>\n<p>\u201cIsu mengenai partisipasi, distribusi manfaat serta hak adat dan lokal semuanya saling terkait.\u201d<\/p>\n<p><strong>PEMERINGKATAN LAPANGAN PERMAINAN<\/strong><\/p>\n<p>Isu terkait kesetaraan semisal <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/4001.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">partisipasi dan tenurial<\/a> adalah bagian dari <a href=\"http:\/\/unfccc.int\/resource\/docs\/2010\/cop16\/eng\/07a01.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">jaring pelindung yang tercantum dalam Kesepakatan Cancun<\/a>. Tujuan dari jaring pelindung adalah menjaga aktivitas REDD+ agar tidak merugikan manusia maupun lingkungannya. Temuan dari analisis media ini memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana pembuat kebijakan mengapresiasi secara penuh akan pentingnya jaring pelindung.<\/p>\n<p>\u201cBanyak negara mungkin tidak akan menganggap serius jaring pelindung ini, mengingat bahwa diskusi ini masih membutuhkan tempat dan belum menjadi hal yang sentral dalam debat kebijakan REDD+,\u201d kata Di Gregorio.<\/p>\n<p>\u201cKami bahkan mempertanyakan apakah komunitas internasional menganggap serius terkait jaring pelindung ini, mengingat secara keseluruhan tidak ada banyak fokus mengenai jaring pelindung atau kesetaraan ini.\u201d<\/p>\n<p>Alasan lain yang patut digarisbawahi atas diabaikannya isu ini adalah bahwa kesetaraan dan hak-hak secara langsung akan memengaruhi \u201cpertanyaan kekuasaan,\u201d seperti yang ditulis Di Gregorio.<\/p>\n<p>Contohnya, dalam negara-negara REDD+ dimana lahan hutan berada di bawah kepemilikan negara. Jika negara hendak menghibahkan hak-hak atas lahan atau memperluas keterlibatan kelompok lokal atau adat, ini dapat membahayakan posisinya \u2013 dan ini adalah peran dimana masyarakat sipil akan menjadi kritis, penulis berargumen.<\/p>\n<p>\u201cFaktanya bahwa hanya ada sedikit diskusi publik tentang kesetaraan yang berarti bahwa negara sedang tidak dalam tekanan untuk merubah apa yang sedang terjadi dalam wilayahnya,\u201d ujar Di Gregorio.<\/p>\n<p>\u201cBanyak negara kemudian membutuhkan masyarakat sosial untuk memunculkan isu karena aparat negara sepertinya tidak tertarik untuk terlibat kecuali ada yang secara terbuka menanyakannya.\u201d<\/p>\n<p>Mendorong kesetaraan lebih jauh ke agenda kebijakan membutuhkan proses konsultasi yang lebih kuat dan keterlibatan lebih oleh masyarakat sosial dan penyandang dana, usul Di Gregorio.<\/p>\n<p>\u201cMasih ada cakupan bagi pelaku internasional jika ingin terlibat lebih lanjut mengenai topik ini,\u201d pungkasnya. \u201cMereka dapat pula mendiskusikan isu ini dengan pelaku lokal, terutama di negara-negara dimana masyarakat sosialnya lemah.\u201d<\/p>\n<p><strong>Studi di atas dipublikasikan dalam isu khusus<\/strong> <strong>Ecology and Society berjudul <\/strong><a href=\"http:\/\/www.ecologyandsociety.org\/issues\/view.php?sf=86\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><strong>Beyond Carbon: Enabling Justice and Equity in REDD+ Across Levels of Governance<\/strong><\/a>.<\/p>\n<p><strong>Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Maria Brockhaus di<\/strong> <a href=\"mailto:m.brockhaus@cgiar.org\"><strong>m.brockhaus@cgiar.org<\/strong><\/a><strong>.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Catatan Editor:REDD+ merupakan salah satu tema topik kunci dalam Forests Asia Summit, 5-6 Mei di Jakarta.. Salah satu diskusi dalam forum ini yaitu, Seeing Green in REDD \u2013 sharing experiences on the equity and economics of REDD+ pilot projects (Mengamati Hijau dalam REDD \u2013 berbagi pengalaman tentang kesetaraan dan ekonomi proyek percontohan REDD+), berusaha merumuskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":94,"featured_media":22603,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,161,180,11,151,184],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[3634,2500,2670,2543,2590,4765,2591,2488,2819,4766],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1048],"class_list":["post-22599","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-deforestation","category-mitigating-climate-change","category-mrv-2","category-redd-2","category-value-chains-finance","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-cecilia-luttrell","tag-bahasa-emisi-karbon","tag-bahasa-kepemilikan-dan-hak-atas-lahan","tag-bahasa-kesetaraan","tag-bahasa-masyarakat-lokal","tag-bahasa-monica-digregorio","tag-bahasa-partisipasi-lokal","tag-bahasa-pembagian-keuntungan","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-universitas-leeds","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Kesetaraan masih tetap rendah dalam agenda kebijakan REDD+ - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kesetaraan masih tetap rendah dalam agenda kebijakan REDD+\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Catatan Editor:REDD+ merupakan salah satu tema topik kunci dalam Forests Asia Summit, 5-6 Mei di Jakarta.. Salah satu diskusi dalam forum ini yaitu, Seeing Green in REDD \u2013 sharing experiences on the equity and economics of REDD+ pilot projects (Mengamati Hijau dalam REDD \u2013 berbagi pengalaman tentang kesetaraan dan ekonomi proyek percontohan REDD+), berusaha merumuskan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-05-19T10:38:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:14:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Wae-Rebo.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Imogen Badgery-Parker\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd\"},\"author\":{\"name\":\"Imogen Badgery-Parker\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433\"},\"headline\":\"Kesetaraan masih tetap rendah dalam agenda kebijakan REDD+\",\"datePublished\":\"2014-05-19T10:38:07+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:14:55+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd\"},\"wordCount\":1080,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/05\\\/Wae-Rebo.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Deforestation\",\"Mitigation\",\"MRV\",\"REDD+\",\"Value chains &amp; finance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2014\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd\",\"name\":\"Kesetaraan masih tetap rendah dalam agenda kebijakan REDD+ - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/05\\\/Wae-Rebo.jpg\",\"datePublished\":\"2014-05-19T10:38:07+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:14:55+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/05\\\/Wae-Rebo.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/05\\\/Wae-Rebo.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"REDD+: Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan \u2013 adalah suatu mekanisme internasional yang didukung oleh PBB yang menyediakan insentif finansial bagi negara-negara berkembang untuk menjaga tegakan hutannya dan kemudian mempertahankan serta meningkatkan cadangan karbon. Photo: CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kesetaraan masih tetap rendah dalam agenda kebijakan REDD+\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433\",\"name\":\"Imogen Badgery-Parker\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g6675a1af9465017a6fbbf119288326cc\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Imogen Badgery-Parker\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/imogen\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22599\\\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kesetaraan masih tetap rendah dalam agenda kebijakan REDD+ - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kesetaraan masih tetap rendah dalam agenda kebijakan REDD+","og_description":"Catatan Editor:REDD+ merupakan salah satu tema topik kunci dalam Forests Asia Summit, 5-6 Mei di Jakarta.. Salah satu diskusi dalam forum ini yaitu, Seeing Green in REDD \u2013 sharing experiences on the equity and economics of REDD+ pilot projects (Mengamati Hijau dalam REDD \u2013 berbagi pengalaman tentang kesetaraan dan ekonomi proyek percontohan REDD+), berusaha merumuskan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2014-05-19T10:38:07+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:14:55+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Wae-Rebo.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Imogen Badgery-Parker","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd"},"author":{"name":"Imogen Badgery-Parker","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433"},"headline":"Kesetaraan masih tetap rendah dalam agenda kebijakan REDD+","datePublished":"2014-05-19T10:38:07+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:14:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd"},"wordCount":1080,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Wae-Rebo.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Deforestation","Mitigation","MRV","REDD+","Value chains &amp; finance"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#respond"]}],"copyrightYear":"2014","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd","name":"Kesetaraan masih tetap rendah dalam agenda kebijakan REDD+ - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Wae-Rebo.jpg","datePublished":"2014-05-19T10:38:07+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:14:55+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Wae-Rebo.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Wae-Rebo.jpg","width":500,"height":332,"caption":"REDD+: Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan \u2013 adalah suatu mekanisme internasional yang didukung oleh PBB yang menyediakan insentif finansial bagi negara-negara berkembang untuk menjaga tegakan hutannya dan kemudian mempertahankan serta meningkatkan cadangan karbon. Photo: CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kesetaraan masih tetap rendah dalam agenda kebijakan REDD+"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433","name":"Imogen Badgery-Parker","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g6675a1af9465017a6fbbf119288326cc","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Imogen Badgery-Parker"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/imogen"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22599\/kesetaraan-masih-tetap-rendah-dalam-agenda-kebijakan-redd#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Wae-Rebo.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22599","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/94"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22599"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22599\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22599"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22599"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22599"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=22599"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=22599"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=22599"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=22599"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=22599"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=22599"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=22599"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=22599"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=22599"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=22599"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}