{"id":22493,"date":"2014-05-13T13:37:43","date_gmt":"2014-05-13T06:37:43","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=22493"},"modified":"2015-10-19T16:24:54","modified_gmt":"2015-10-19T09:24:54","slug":"dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi","title":{"rendered":"Dapatkah taktik desentralisasi militer membawa inovasi pada konservasi?"},"content":{"rendered":"<p><b>Catatan Editor<\/b>: <i>Konservasi Hutan merupakan salah satu tema diskusi dalam <span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"http:\/\/forestsasia.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pertemuan Puncak Forests Asia<\/a><\/span>, 5-6 Mei di Jakarta, Indonesia. Dalam event ini, panelis mendiskusikan tentang kerumitan tata kelola lahan dan sumber daya hutan di Asia Tenggara dan mengeksplorasi cara-cara untuk membentuk institusi, proses-proses pengambilan keputusan dan aturan-aturan yang dapat mendorong kelestarian lanskap. Baca lebih lanjut <span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"\/\/www.cifor.org\/forestsasia\/about\/summit-themes\/governance\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">di sini.<\/a><\/span> <\/i><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">Bogor, Indonesia \u2013 Program konservasi harus mampu lebih baik lagi merespons berkembangnya dan kerap kali \u201crumitnya\u201d tantangan-tantangan yang berkaitan dengan menjaga hutan dunia dan melindungi penghidupan dengan mempertimbangkan sektor-sektor lain, semisal militer, untuk sebuah solusi baru dan inovatif, menurut <\/span><span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/4235.html?_ga=1.40637473.2037507436.1376965167\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">laporan terkini<\/a><\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u201cMelihat kerumitan sistem dan \u2018masalah-masalah buruk\u2019 lain yang saling terkait telah menjadi fokus dari penelitian dalam beragam bidang termasuk matematika, komputer, psikologi, manajemen pengetahuan, studi militer dan studi bisnis,\u201d terang Edward Game, seorang spesialis perencanaan konservasi yang bekerja untuk TNC dan penulis utama tulisan <\/span><a style=\"line-height: 1.5em;\" href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/4235.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Conservation in a wicked complex world: Challenges and solutions (Konservasi dalam dunia yang rumit dan berkelindan: Berbagai tantangan dan solusi).<\/a><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u201cKerumitan tantangan-tantangan yang dihadapi  pasukan militer kerap sama dengan apa yang timbul dalam konservasi,\u201d ujarnya. \u201cKedua sektor berjalan dalam lingkungan yang sangat sulit sehingga kerap gagal mencapai hasil terbaik karena praktik manajemen standarnya menghambat pengambilan keputusan yang efektif dan gagal untuk mendorong munculnya inovasi yang lebih inovatif.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/4235.html?_ga=1.40637473.2037507436.1376965167\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Studi ini<\/a><\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">, ditulis bersama dengan dua senior associate <\/span><a style=\"line-height: 1.5em;\" href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/id\/\">Center for International Forestry Research<\/a><span style=\"line-height: 1.5em;\"> (CIFOR), mengungkapkan bahwa alih-alih menaikkan pengakuan akan rumitnya menyeimbangkan perlindungan hutan sembari membatasi dampak negatifnya terhadap penghidupan dari sektor konservasi, sistem manajemen konservasi terkini dan praktik-praktik yang terkait sebaiknya dijalankan dengan sistem yang \u201clebih sederhana\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u201cSeperti kebanyakan para praktisi konservasi dan peneliti, kami mengatasi masalah jika muncul masalah teknis, dengan sebab dan efek hubungan yang jelas, dan kebutuhan untuk menemukan intervensi \u2018terbaik\u2019, lanjut Game.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">Dengan demikian, sistem manajemen terkini tidak selalu cocok berhadapan dengan beragam mayoritas dari tantangan-tantangan konservasi global yang terjadi dalam sistem lingkungan yang kompleks secara sosial, tambahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">Kesulitannya adalah banyak diantaranya yang disebut sebagai masalah \u2018buruk\u2019 yang solusinya tidak jelas karena masing-masing memiliki <\/span><span style=\"text-decoration: underline;\">inter-relasi<\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\"> sehingga sulit untuk dipisahkan, tulis laporan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">Contohnya, intensifikasi pertanian \u2013 meningkatkan produksi tanaman pangan tanpa menambah areal tanam \u2013 kerap disebut sebagai sebuah cara untuk menjaga hutan dan keanekaragaman hayati sembari meningkatkan penghidupan dan ketahanan pangan, namun pupuk yang digunakan untuk menaikkan produksi pangan juga bisa menjadi ancaman bagi keanekaragaman hayati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">Bekerja secara efektif dalam sistem yang kompleks membutuhkan sebuah \u2018rancangan baru tentang bagaimana kita berinteraksi dengan mereka,\u201d terang Game, dan langkah pertamanya adalah mengetahui batasan sistem manajemen terkini yang kerap mempergunakan sebuah pendekatan yang dirasa cocok bagi semua, terlalu bergantung pada opini \u2018pakar\u2019 dan menggunakan perencanaan yang standar serta mengimplementasikan metode yang jarang memperhitungkan nilai pendekatan-pendekatan baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u201cPada saat ini, sistem manajemen terkini tergantung pada pandangan kesuksesan atau kegagalan yang jauh lebih jelas dibanding apa yang mungkin realistis, dan pendanaan serta struktur institusionalnya semakin menantang bagi munculnya solusi lokal yang kreatif untuk melawannya.\u201d<\/span><\/p>\n<p><b style=\"line-height: 1.5em;\">PENDEKATAN MILITER<\/b><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">Organisasi-organisasi konservasi biasanya berfokus terlalu jauh pada <\/span><span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"http:\/\/terrysunderland.com\/_asset\/berkas\/Fads,_Funding,_and_Forgetting_in_Three_Decades_of_Conservation-170713.p\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penjualan dan pengimplementasian pendekatan-pendekatan<\/a><\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\"> atau strategi-strategi yang mereka pakai, ketimbang apa yang sebenarnya hendak mereka capai, terang Game, menambahkan bahwa inovasi dalam militer dapat berperan sebagai model yang cocok berdasarkan basis metode konservasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u201cTerdapat kesamaan antara manajemen konservasi dan pengambilan keputusan dalam medan perang,\u201d ujar Erik Meijaard, salah satu penulis laporan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u201cTerdapat pandangan yang berharga dari strategi perang asimetris, semisal yang dilakukan oleh kelompok gerilya, seperti konservasi yang cenderung terikat dengan musuh yang sangat kuat dengan memilih pertempuran yang strategis dan memastikan mereka akan mempertahankan dukungan publik.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u201cPasukan tradisional telah belajar dari hal ini, namun konservasi belum mempergunakannya secara memadai.\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">Sebagai contoh, hirarki dasar militer AS telah direstrukturisasi dalam rangka mendukung lebih banyak <\/span><span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"http:\/\/www.fas.org\/irp\/doddir\/army\/fm3-24.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">proses pengambilan keputusan yang terdesentralisasi<\/a><\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">. Ketimbang bergantung pada badan intelijen sentral, militer telah dikembangkan kapasitasnya melalui unit lokal agar dapat menganalisis data dengan lebih baik lagi lewat aksi-aksi terdekat untuk mengisi strategi mereka secara menyeluruh. Militer di Inggris dan Israel juga telah berhasil melakukan <\/span><span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"http:\/\/digitalcommons.unl.edu\/cgi\/viewcontent.cgi?article=1017&amp;context=leadershipfacpub\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">distribusi kepemimpinan<\/a><\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\"> secara efektif dengan membentuk tujuan misi yang jelas dengan pemeringkatan senioritas, dan mentransfer keputusan taktis kepada komandan lokal di lapangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">Memiliki pendekatan \u201c<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">bottom up<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\"> (bawah-atas)\u201d tidak hanya memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap tantangan-tantangan militer yang rumit namun juga telah menghasilkan pemimpin lokal dengan <\/span><span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"http:\/\/digitalcommons.unl.edu\/cgi\/viewcontent.cgi?article=1017&amp;context=leadershipfacpub\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">kepercayaan diri untuk mengeksplorasi solusi baru<\/a><\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\"> ketimbang mengkhawatirkan tentang kepatuhan dengan praktik terbaik, ungkap laporan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">Hasilnya, untuk konservasi, beberapa solusi atas masalah-masalah kompleks dapat ditemukan dalam <\/span><span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"http:\/\/digitalcommons.unl.edu\/cgi\/viewcontent.cgi?article=1017&amp;context=leadershipfacpub\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">distribusi kepemimpinan<\/a><\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\"> dan memperhitungkan tingginya keberagaman keahlian dan opini di medan perang. Secara khusus, terdapat kebutuhan untuk menantang ide-ide kokoh mengenai apa yang anggota nyatakan sebagai \u201cpraktik terbaik\u201d dalam sektor tersebut untuk mendorong kreativitas, keberagaman dan inovasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u201cKita perlu keluar dari pandangan yang sangat bergantung pada pakar konservasi, sekaligus juga lebih transparan tentang <\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">trade off<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\"> yang tak bisa dipungkiri berhubungan dengan tiap solusi konservasi. Saya ingin melihat kita semua berhenti berpura-pura menggunakan \u2018manajemen adaptif\u2019 dan \u2018solusi menang-menang\u2019 dan untuk mereka di semua tingkatan yang seolah-olah bisa berkontribusi lewat ide-ide baru,\u201d tambah Game.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">Jalan masih panjang untuk menantang praktik-praktik observasi kekinian, pendapat Game, dimana dia langsung menekankan bahwa dengan adanya \u201cmasalah buruk\u201d tidak ada solusi yang mudah atau \u201cbenar\u201d<\/span><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u201cKami tidak menyatakan bahwa praktik-praktik konservasi kekinian tidak sesuai ataupun menyatakan bahwa militer mempergunakan taktik yang \u2018benar\u2019 atau bahwa konsep dari lapangan lain akan mengatasi masalah kita, namun kesemuanya itu telah memperluas cakupan opsi-opsi yang ada dan membantu kita mengeksplorasi kesempatan-kesempatan lain di sekitar kita demi hasil yang lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><b style=\"line-height: 1.5em;\">Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik yang didiskusikan dalam artikel ini, silakan menghubungi Terry Sunderland di t.sunderland@cgiar.org<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Catatan Editor: Konservasi Hutan merupakan salah satu tema diskusi dalam Pertemuan Puncak Forests Asia, 5-6 Mei di Jakarta, Indonesia. Dalam event ini, panelis mendiskusikan tentang kerumitan tata kelola lahan dan sumber daya hutan di Asia Tenggara dan mengeksplorasi cara-cara untuk membentuk institusi, proses-proses pengambilan keputusan dan aturan-aturan yang dapat mendorong kelestarian lanskap. Baca lebih lanjut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":36301,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_hide_featured_image":false,"_jetpack_featured_image_duplicate_dismissed":0,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[161,137,13],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[4769,2898,2520,2554,2861],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[213],"class_list":["post-22493","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-deforestation","category-forest-management-restoration","category-governance","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-edward-game","tag-bahasa-erik-meijaard","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-tata-kelola-hutan","tag-bahasa-tnc","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.8 (Yoast SEO v28.8) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Dapatkah taktik desentralisasi militer membawa inovasi pada konservasi? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dapatkah taktik desentralisasi militer membawa inovasi pada konservasi?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Catatan Editor: Konservasi Hutan merupakan salah satu tema diskusi dalam Pertemuan Puncak Forests Asia, 5-6 Mei di Jakarta, Indonesia. Dalam event ini, panelis mendiskusikan tentang kerumitan tata kelola lahan dan sumber daya hutan di Asia Tenggara dan mengeksplorasi cara-cara untuk membentuk institusi, proses-proses pengambilan keputusan dan aturan-aturan yang dapat mendorong kelestarian lanskap. Baca lebih lanjut [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-05-13T06:37:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-19T09:24:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Can-military-decentralization-tactics-bring-innovation-to-conservation_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Catriona Moss\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi\"},\"author\":{\"name\":\"Catriona Moss\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34\"},\"headline\":\"Dapatkah taktik desentralisasi militer membawa inovasi pada konservasi?\",\"datePublished\":\"2014-05-13T06:37:43+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-19T09:24:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi\"},\"wordCount\":907,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/05\\\/Can-military-decentralization-tactics-bring-innovation-to-conservation_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Deforestation\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Governance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2014\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi\",\"name\":\"Dapatkah taktik desentralisasi militer membawa inovasi pada konservasi? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/05\\\/Can-military-decentralization-tactics-bring-innovation-to-conservation_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2014-05-13T06:37:43+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-19T09:24:54+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/05\\\/Can-military-decentralization-tactics-bring-innovation-to-conservation_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/05\\\/Can-military-decentralization-tactics-bring-innovation-to-conservation_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":333,\"caption\":\"\u201cKerumitan tantangan-tantangan yang dihadapi pasukan militer kerap sama dengan apa yang timbul dalam konservasi,\u201d ungkap Edward Game, seorang spesialis perencanaan konservasi yang bekerja untuk the Nature Conservancy (TNC). CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dapatkah taktik desentralisasi militer membawa inovasi pada konservasi?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34\",\"name\":\"Catriona Moss\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=gdc56a385fbc9842c355ac3e587cb2edb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Catriona Moss\"},\"description\":\"Catriona Moss studied journalism at Cardiff University in Wales, she then went on to travel around South America. It was during a conservation volunteer placement in the Amazon rainforest, Ecuador, that she gained a real passion for learning about and protecting rainforests. Since then her career has been in humanitarian and development communications having worked for the Big Issue magazine in South Africa, Muslim Aid UK, Oxfam UK and the Overseas Development Institute. As well as a love for blogging and creative writing, she is also a keen filmmaker.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/catriona-moss\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/22493\\\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dapatkah taktik desentralisasi militer membawa inovasi pada konservasi? - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dapatkah taktik desentralisasi militer membawa inovasi pada konservasi?","og_description":"Catatan Editor: Konservasi Hutan merupakan salah satu tema diskusi dalam Pertemuan Puncak Forests Asia, 5-6 Mei di Jakarta, Indonesia. Dalam event ini, panelis mendiskusikan tentang kerumitan tata kelola lahan dan sumber daya hutan di Asia Tenggara dan mengeksplorasi cara-cara untuk membentuk institusi, proses-proses pengambilan keputusan dan aturan-aturan yang dapat mendorong kelestarian lanskap. Baca lebih lanjut [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2014-05-13T06:37:43+00:00","article_modified_time":"2015-10-19T09:24:54+00:00","og_image":[{"width":500,"height":333,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Can-military-decentralization-tactics-bring-innovation-to-conservation_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Catriona Moss","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi"},"author":{"name":"Catriona Moss","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34"},"headline":"Dapatkah taktik desentralisasi militer membawa inovasi pada konservasi?","datePublished":"2014-05-13T06:37:43+00:00","dateModified":"2015-10-19T09:24:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi"},"wordCount":907,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Can-military-decentralization-tactics-bring-innovation-to-conservation_bhs.jpg","articleSection":["Deforestation","Forest management &amp; restoration","Governance"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#respond"]}],"copyrightYear":"2014","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi","name":"Dapatkah taktik desentralisasi militer membawa inovasi pada konservasi? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Can-military-decentralization-tactics-bring-innovation-to-conservation_bhs.jpg","datePublished":"2014-05-13T06:37:43+00:00","dateModified":"2015-10-19T09:24:54+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Can-military-decentralization-tactics-bring-innovation-to-conservation_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Can-military-decentralization-tactics-bring-innovation-to-conservation_bhs.jpg","width":500,"height":333,"caption":"\u201cKerumitan tantangan-tantangan yang dihadapi pasukan militer kerap sama dengan apa yang timbul dalam konservasi,\u201d ungkap Edward Game, seorang spesialis perencanaan konservasi yang bekerja untuk the Nature Conservancy (TNC). CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dapatkah taktik desentralisasi militer membawa inovasi pada konservasi?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34","name":"Catriona Moss","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=gdc56a385fbc9842c355ac3e587cb2edb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g","caption":"Catriona Moss"},"description":"Catriona Moss studied journalism at Cardiff University in Wales, she then went on to travel around South America. It was during a conservation volunteer placement in the Amazon rainforest, Ecuador, that she gained a real passion for learning about and protecting rainforests. Since then her career has been in humanitarian and development communications having worked for the Big Issue magazine in South Africa, Muslim Aid UK, Oxfam UK and the Overseas Development Institute. As well as a love for blogging and creative writing, she is also a keen filmmaker.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/catriona-moss"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/22493\/dapatkah-taktik-desentralisasi-militer-membawa-inovasi-pada-konservasi#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Can-military-decentralization-tactics-bring-innovation-to-conservation_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22493","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22493"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22493\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22493"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22493"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22493"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=22493"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=22493"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=22493"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=22493"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=22493"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=22493"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=22493"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=22493"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=22493"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=22493"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}