{"id":21968,"date":"2014-04-03T13:12:54","date_gmt":"2014-04-03T06:12:54","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=21968"},"modified":"2015-10-19T17:07:01","modified_gmt":"2015-10-19T10:07:01","slug":"sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti","title":{"rendered":"SDG perlu menangani akses energi untuk mendorong kesetaraan jender, kata peneliti"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: left;\">BOGOR, Indonesia (3 April 2014) \u2014 Target menyeluruh anti-kemiskinan PBB yang ditetapkan pada tahun 2000 memberi banyak kemajuan pemberdayaan perempuan desa dengan membuat keseimbangan jender sebagai bagian terintegrasi dalam diskusi pembangunan internasional.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, <a href=\"http:\/\/www.un.org\/millenniumgoals\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Tujuan Pembangunan Milenium<\/a> (MDGs) sedikit kurang dalam mengatasi kondisi buruk perempuan desa dalam wilayah yang sering diabaikan: akses energi.<\/p>\n<p>Ketergantungan pada pembakaran biomassa seperti kayu bakar, kotoran binatang dan limbah pertanian untuk energi rumah menciptakan risiko dan kesulitan yang jatuh pada perempuan \u2013 dari mengumpulkan sampai menggunakannya di rumah.<\/p>\n<p>Kesulitan ini makin terbukti, seorang peneliti mendesak isu ini dibahas dalam negosiasi yang tengah berlangsung di kerangka pembangunan global, <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/sdg\">Tujuan Pembangunan Berkelanjutan<\/a> (SDGs) PBB. SDGs akan meneruskan MDGs, yang habis pada 2015.<\/p>\n<p>\u201cPerempuan di negara berkembang menari dalam sejumlah tantangan,\u201d kata Caroline Ochieng, mitra peneliti <a href=\"http:\/\/www.sei-international.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Stockholm Environment Institute<\/a> yang meneliti akses energi di negara berkembang. \u201cHari Perempuan Internasional (8 Maret) memberi peluang untuk mengingatkan para pengambil kebijakan bahwa masyarakat internasional harus membantu memberdayakan mereka.\u201d<\/p>\n<p>MDGs membantu perempuan memperoleh manfaat selama 14 tahun. <a href=\"http:\/\/www.un.org\/millenniumgoals\/gender.shtml\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">MDG3<\/a> bertujuan meningkatkan kesetaraan dengan mendorong penguatan gadis dan perempuan melalui peningkatan akses pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi lebih besar dalam pengambilan keputusan. Sebuah <a href=\"http:\/\/www.un.org\/millenniumgoals\/pdf\/report-2013\/mdg-report-2013-english.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">laporan PBB 2013<\/a> menyatakan bahwa pada tahun 2011, 40 dari 100 pekerjaan bergaji di sektor non-pertanian dimiliki perempuan, sebuah peningkatan sejak tahun 1990, ketika hanya 35 dari 100 pekerjaan dimiliki perempuan.<\/p>\n<p>Lintas sektor MDGs lain juga memberi manfaat pada kesejahteran perempuan. <a href=\"http:\/\/www.un.org\/millenniumgoals\/education.shtml\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">MDG2<\/a> menyatakan bahwa semua anak harus mendapat akses pendidikan; pada tahun 2013 PBB <a href=\"http:\/\/www.un.org\/millenniumgoals\/education.shtml\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mendeklarasikan<\/a> bahwa secara global terdapat 95 perempuan muda terdidik dari setiap 100 pria muda dibandingkan dengan 90 perempuan di tahun 1990. Dan di bawah panduan <a href=\"http:\/\/www.un.org\/millenniumgoals\/maternal.shtml\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">MDG5<\/a>, tingkat kematian ibu menurun separuhnya dibanding tahun 1990, demikian menurut laporan PBB.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, MDGs tidak menyentuh fakta bahwa lebih dari 2,6 miliar orang \u2013 <a href=\"http:\/\/www.worldenergyoutlook.org\/resources\/energydevelopment\/energyaccessdatabase\/#d.en.8609\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">hampir 40 persen<\/a> populasi global \u2013 bergantung pada bahan bakar biomassa untuk memasak, tulis  statistik Tinjauan Energi Dunia 2013. Hal ini <a href=\"http:\/\/www.who.int\/indoorair\/publications\/fflsection2.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">melemahkan pencapaian<\/a> target MDG, termasuk yang terkait gender, demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).<\/p>\n<p><b>TUGAS BERBAHAYA<\/b><\/p>\n<p>Bagi banyak perempuan desa, tugas memasak keseharian diliputi dengan risiko.<\/p>\n<p>Perempuan terpapar asap tebal ketika memasak dalam ruangan, contohnya, mereka cenderung <a href=\"http:\/\/www.who.int\/mediacentre\/factsheets\/fs292\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">tiga kali<\/a> lebih rentan terkena penyakit paru-paru obstruktif kronis dan lebih berisiko meninggal akibat <a href=\"http:\/\/www.who.int\/mediacentre\/factsheets\/fs292\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">kanker paru<\/a> daripada perempuan yang menggunakan bahan bakar lebih bersih, papar WHO.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/download.thelancet.com\/pdfs\/journals\/lancet\/PIIS0140673612617668.pdf?id=eaa_GoU6aSfv1eOSjxYru\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Laporan beban penyakit<\/a> global terbaru menunjukkan, polusi udara rumah tangga dari pembakaran bahan padat menempati tiga teratas faktor risiko penyakit. Hampir 2 juta orang setiap tahun meninggal secara dini akibat penyakit dari polusi udara rumah akibat penggunaan bahan padat, papar WHO.<\/p>\n<p>Dalam rumah tangga bergantung-biomassa, mengumpulkan bahan bakar seringkali menjadi tanggungjawab perempuan, pekerjaan fisik yang membutuhkan komitmen waktu besar yang membatasi kapasitas untuk maju di banyak bagian lain dunia untuk maju.<\/p>\n<p>Sebuah penelitian di pedesaan India menunjukkan bahwa perempuan bekerja mengumpulkan kayu bakar 50 jam seminggu, menyisakan waktu terbatas untuk ikut serta dalam aktivitas ekonomi bermanfaat, perawatan anak atau aktivitas sosial lain. Gadis muda yang ikut mengumpulkan kayu akan kehilangan peluang sekolah, serta rentan terhadap kekerasan jender \u2013 khususnya di <a href=\"http:\/\/www.refworld.org\/docid\/4a54bbfe3.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">wilayah-wilayah konflik<\/a> \u2013 ketika bekerja mengumpulkan bahan bakar.<\/p>\n<p>Di negara berkembang, perkiraan mengindikasikan bahwa sekitar <a href=\"http:\/\/www.cleancookstoves.org\/resources_files\/household-cookstoves-1.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">730 juta ton<\/a> biomassa dibakar setiap tahun, mengeluarkan <a href=\"http:\/\/www.unep.org\/dewa\/Portals\/67\/pdf\/Black_Carbon.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">jelaga<\/a> dan karbon dioksida yang berkontribusi terhadap perubahan iklim dan menyebabkan deforestasi serta hilangnya jasa lingkungan yang diberikan hutan.<\/p>\n<p><b>MASA MENDATANG<\/b><\/p>\n<p>Peran penting akses energi dibahas dalam diskusi mengenai SDGs, sebuah langkah ke arah positif sejalan dengan inisiatif PBB tentang Aliansi Global untuk Tungku Masak Bersih (Global Alliance for Clean Cookstoves) dan inisiatif PBB dan Bank Dunia tentang Energi Berkelanjutan untuk Semua (SEFA).<\/p>\n<p>\u201cPengambil kebijakan perlu mempertimbangkan energi sebagai tujuan pembangunan lintas sektor daripada sekali lagi melepasnya sekadar menjadi \u2018kekurangan MDG\u2019,\u201d kata Ochieng.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak bisa lagi berpikir spesifik-sektoral. Memperkenalkan solusi seperti pengembangan tungku masak membutuhkan pertimbangan akan tantangan kompleks ekonomi, sosial dan kultural.\u201d<\/p>\n<p><b>Untuk informasi lebih jauh mengenai topik diskusi dalam artikel ini, silahkan hubungi Esther Mwangi di e.mwangi@cgiar.org <\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (3 April 2014) \u2014 Target menyeluruh anti-kemiskinan PBB yang ditetapkan pada tahun 2000 memberi banyak kemajuan pemberdayaan perempuan desa dengan membuat keseimbangan jender sebagai bagian terintegrasi dalam diskusi pembangunan internasional. Bagaimanapun, Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) sedikit kurang dalam mengatasi kondisi buruk perempuan desa dalam wilayah yang sering diabaikan: akses energi. Ketergantungan pada pembakaran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":91,"featured_media":36330,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2509,3513,2541,2899,2560,2569,2536,2822],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[989],"class_list":["post-21968","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-anak-anak","tag-bahasa-caroline-ochieng","tag-bahasa-energi","tag-bahasa-esther-mwangi","tag-bahasa-jender","tag-bahasa-kesehatan","tag-bahasa-pendidikan","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-berkelanjutan","type-bahasa-analisis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>SDG perlu menangani akses energi untuk mendorong kesetaraan jender, kata peneliti - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"SDG perlu menangani akses energi untuk mendorong kesetaraan jender, kata peneliti\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia (3 April 2014) \u2014 Target menyeluruh anti-kemiskinan PBB yang ditetapkan pada tahun 2000 memberi banyak kemajuan pemberdayaan perempuan desa dengan membuat keseimbangan jender sebagai bagian terintegrasi dalam diskusi pembangunan internasional. Bagaimanapun, Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) sedikit kurang dalam mengatasi kondisi buruk perempuan desa dalam wilayah yang sering diabaikan: akses energi. Ketergantungan pada pembakaran [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-04-03T06:12:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-19T10:07:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/5594123071_08c0a52f7b_z-500x332_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Julie Mollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@jmollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti\"},\"author\":{\"name\":\"Julie Mollins\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\"},\"headline\":\"SDG perlu menangani akses energi untuk mendorong kesetaraan jender, kata peneliti\",\"datePublished\":\"2014-04-03T06:12:54+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-19T10:07:01+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti\"},\"wordCount\":621,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/04\\\/5594123071_08c0a52f7b_z-500x332_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2014\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti\",\"name\":\"SDG perlu menangani akses energi untuk mendorong kesetaraan jender, kata peneliti - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/04\\\/5594123071_08c0a52f7b_z-500x332_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2014-04-03T06:12:54+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-19T10:07:01+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/04\\\/5594123071_08c0a52f7b_z-500x332_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/04\\\/5594123071_08c0a52f7b_z-500x332_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"\u201cPengambil kebijakan perlu mempertimbangan energi sebagai tujuan pembangunan lintas sektor daripada sekali lagi melepasnya sekadar menjadi \u2018kekurangan MDG\u2019,\u201d kata Caroline Ochieng, mitra Stockholm Environment Institute. CIFOR\\\/Aulia Erlangga.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"SDG perlu menangani akses energi untuk mendorong kesetaraan jender, kata peneliti\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\",\"name\":\"Julie Mollins\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Julie Mollins\"},\"description\":\"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/juliemollins\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/jmollins\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/jmollins\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21968\\\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"SDG perlu menangani akses energi untuk mendorong kesetaraan jender, kata peneliti - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"SDG perlu menangani akses energi untuk mendorong kesetaraan jender, kata peneliti","og_description":"BOGOR, Indonesia (3 April 2014) \u2014 Target menyeluruh anti-kemiskinan PBB yang ditetapkan pada tahun 2000 memberi banyak kemajuan pemberdayaan perempuan desa dengan membuat keseimbangan jender sebagai bagian terintegrasi dalam diskusi pembangunan internasional. Bagaimanapun, Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) sedikit kurang dalam mengatasi kondisi buruk perempuan desa dalam wilayah yang sering diabaikan: akses energi. Ketergantungan pada pembakaran [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2014-04-03T06:12:54+00:00","article_modified_time":"2015-10-19T10:07:01+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/5594123071_08c0a52f7b_z-500x332_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Julie Mollins","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@jmollins","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti"},"author":{"name":"Julie Mollins","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467"},"headline":"SDG perlu menangani akses energi untuk mendorong kesetaraan jender, kata peneliti","datePublished":"2014-04-03T06:12:54+00:00","dateModified":"2015-10-19T10:07:01+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti"},"wordCount":621,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/5594123071_08c0a52f7b_z-500x332_bhs.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#respond"]}],"copyrightYear":"2014","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti","name":"SDG perlu menangani akses energi untuk mendorong kesetaraan jender, kata peneliti - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/5594123071_08c0a52f7b_z-500x332_bhs.jpg","datePublished":"2014-04-03T06:12:54+00:00","dateModified":"2015-10-19T10:07:01+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/5594123071_08c0a52f7b_z-500x332_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/5594123071_08c0a52f7b_z-500x332_bhs.jpg","width":500,"height":332,"caption":"\u201cPengambil kebijakan perlu mempertimbangan energi sebagai tujuan pembangunan lintas sektor daripada sekali lagi melepasnya sekadar menjadi \u2018kekurangan MDG\u2019,\u201d kata Caroline Ochieng, mitra Stockholm Environment Institute. CIFOR\/Aulia Erlangga."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"SDG perlu menangani akses energi untuk mendorong kesetaraan jender, kata peneliti"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467","name":"Julie Mollins","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","caption":"Julie Mollins"},"description":"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/juliemollins\/","https:\/\/x.com\/jmollins"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/jmollins"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21968\/sdg-perlu-menangani-akses-energi-untuk-mendorong-kesetaraan-jender-kata-peneliti#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/04\/5594123071_08c0a52f7b_z-500x332_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/91"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21968"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21968\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21968"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=21968"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=21968"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=21968"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=21968"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=21968"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=21968"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=21968"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=21968"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=21968"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=21968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}