{"id":21048,"date":"2014-01-17T14:53:26","date_gmt":"2014-01-17T07:53:26","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=21048"},"modified":"2017-11-22T10:32:40","modified_gmt":"2017-11-22T03:32:40","slug":"saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar","title":{"rendered":"Saatnya \u201cmenghubungkan titik-titik\u201d jender, hutan, REDD+ : Pakar"},"content":{"rendered":"<p>WARSAWA, Polandia (16 Januari 2014) \u2014 Walau sudah banyak riset perubahan iklim berfokus pada adaptasi, mitigasi dan jender, belum  banyak yang mengarah pada transformasi aksi di lapangan, demikian dikatakan pakar kehutanan utama dalam dialog iklim PBB di Warsawa, Polandia.<\/p>\n<p>Meningkatkan teknologi, mengembangkan kemauan politik, membentuk kebijakan sensitif jender dan mendorong penguatan jaringan perempuan bisa membantu memperkuat perjuangan melawan perubahan iklim sambil meningkatkan relasi jender dan melindungi hutan, kata Esther Mwangi, ilmuwan senior Program Hutan dan Tata Kelola Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR).<\/p>\n<p>\u201cIni teka-teki yang tengah berlangsung \u2013 kita perlu berpikir melalui teka-teki ini dan mengembangkan pemahaman bagaimana pengetahuan yang dihasilkan mengarah pada hasil dan aksi tertentu mendekati tujuan bersama kesetaraan jender,\u201d katanya dalam pengantar rangkaian presentasi mengenai jender dalam Forum Bentang Alam Global (GLF).<\/p>\n<p>Satu langkah proaktif dalam mengatasi isu-isu tersebut termasuk mengkonstruksi program <a href=\"http:\/\/www.wedo.org\/library\/wedo-launches-from-research-to-action-leaf-by-leaf-getting-gender-right-in-redd-ses\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">transformatif-gender REDD+<\/a> (Reduksi Emisi akibat Deforestasi dan Degradasi hutan) hingga bisa memasukkan kesetaraan jender dan hak-hak wanita ke dalam jalinan disain program, kata Andrea Quesada Aguilar, koordinator senior projek Organisasi Lingkungan dan Pembangunan Wanita (WEDO) yang melakukan riset di provinsi Acre Brasil, Ekuador, Nepal dan Tanzania.<\/p>\n<p>\u201cKesetaraan jender bukan realitas di sebagian besar dunia, dan negara-negara harus \u2018menghubungkan titik-titik\u2019 antara jender, hutan dan REDD+,\u201d kata Quesada Aguilar.<\/p>\n<p>\u201cKita harus memasukan standar dan perlindungan sensitif gender dalam rangka mengembangkan strategi transformatif &#8211; jender atau program REDD+ yang mengubah paradigma dan hasil dalam solusi perubahan iklim yang berkontribusi untuk peningkatan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.\u201d<\/p>\n<p><b>MENGINCAR EMISI<\/b><\/p>\n<p>Kerangka REDD+, yang telah menjadi bagian negosiasi perubahan iklim PBB sejak 2007, mengusulkan bahwa negara berkembang dapat menurunkan gas rumah kaca dengan mengurangi deforestasi dan degradasi hutan, melindungi hutan, meningkatkan jumlah pohon, dan memajukan tata kelola dan pemanfaatan hutan lestari.<\/p>\n<p>Pada <a href=\"http:\/\/unfccc.int\/meetings\/warsaw_nov_2013\/meeting\/7649.php\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pembicaraan iklim<\/a> PBB terbaru, AS, Inggris dan Norwegia menjanjikan 280 juta dolar AS untuk <a href=\"http:\/\/www.worldbank.org\/en\/news\/feature\/2013\/11\/20\/biocarbon-fund-initiative-promote-sustainable-forest-landscapes\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">membiayai<\/a> <a href=\"http:\/\/unfccc.int\/files\/press\/news_room\/press_releases_and_advisories\/application\/pdf\/131122_pr_forests.pdf%22%20%5Ct%20%22_blank\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kerangka Kerja Warsawa untuk REDD+,<\/a> yang dimaksudkan untuk memperkaya beragam aspek kesepakatan.<\/p>\n<p><b>REDD+ SIAP GENDER<\/b><\/p>\n<p>WEDO melakukan riset jender sebagai bagian dari program <a href=\"http:\/\/www.redd-standards.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Standar Sosial dan Lingkungan (SES) REDD+<\/a>, dibangun untuk melindungi masyarakat adat, komunitas lokal dan perempuan, serta untuk menjamin bahwa program REDD+ dilakukan untuk menjamin mereka melakukan sesuatu yang baik dalam meningkatkan penghidupan dan kondisi lingkungan. Hal ini mencakup kontribusi bagi peningkatan kesetaraan jender dan melindungi hak-hak perempuan.<\/p>\n<p>WEDO mengembangkan panduan untuk negara berkembang membangun program nasional REDD+, menunjukkan bagaimana strategi dapat menangani pertimbangan gender dan bagaimana mereka dapat lebih jauh diadaptasi dalam mengkaji kebijakan, membuat disain proyek dan mengevaluasi inisiatif yang tengah berlangsung.<\/p>\n<p>Para peneliti menganalisa pemanfaatan pembeda-jender, akses dan kontrol sumber daya hutan, serta observasi ketidaksetaraan jender dalam banyak proses terkait hutan, termasuk partisipasi, transparansi dan distribusi manfaat.<\/p>\n<p>Kemudian mereka membuat proposal bagi kebijakan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, inisiatif perubahan iklim, program kehutanan dan kesetaraan jender di tiap negara.<\/p>\n<p>\u201cSelama penelitian, kami bertanya pada perempuan apa yang mereka ingin lihat dan apa keprihatinan mereka akibat, tentu saja, pria dan wanita memiliki perbedaan kebutuhan, preferensi dan kontribusi yang harus dilakukan,\u201d kata Quesada-Aguilar.<\/p>\n<p>\u201cPerlindungan yang umum untuk REDD+ merupakan proses konsultatif, tetapi jika perempuan tidak bisa berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, hal itu berarti bahwa separuh populasi tidak dilibatkan, artinya proses konsultasi dari awal-hingga-berjalan tidak sempurna.<\/p>\n<p>Peneliti WEDO mengembangkan daftar periksa untuk membantu negera-negara bergerak dari buta-genderi menjadi transformatif-jender.<\/p>\n<p>\u201cMenangkap dimensi gender dalam sebuah program REDD+ adalah proses, dan menjadi kunci bagi transformasi jender di sektor hutan, tetapi ini bukan tujuan akhir,\u201d kata Quesada-Aguilar.<\/p>\n<p>\u201cLebih dari itu, tujuan akhir adalah secara berhasil menerapkan program dan memberi dampak positif terhadap kesetaraan jender.\u201d<\/p>\n<p>Proyek ini membuka jalan untuk secara efektif lebih melibatkan perempuan yang dikucilkan dengan beragam alasan \u2013 dan pria \u2013 dalam proses riset untuk meningkatkan peluang bahwa riset mengarah pada hasil sebenarnya di lapangan, kata Esther Mwangi.<\/p>\n<p>\u201cDengan mengembangkan panduan dan daftar periksa dengan cara ini, kami menambahkan manfaat menemukan kebutuhan perempuan dan laki-laki,\u201d katanya.<\/p>\n<p><b>Untuk informasi lebih mengenai topik diskusi dalam artikel ini, silahkan hubungi Esther Mwangi di <\/b><a href=\"mailto:e.mwangi@cgiar.org\"><b>e.mwangi@cgiar.org.  <\/b><\/a><\/p>\n<p><i>Proyek riset ini merupakan bagian dari Program Riset CGIAR mengenai Hutan, Pohon dan Agroforestri.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>WARSAWA, Polandia (16 Januari 2014) \u2014 Walau sudah banyak riset perubahan iklim berfokus pada adaptasi, mitigasi dan jender, belum banyak yang mengarah pada transformasi aksi di lapangan, demikian dikatakan pakar kehutanan utama dalam dialog iklim PBB di Warsawa, Polandia. Meningkatkan teknologi, mengembangkan kemauan politik, membentuk kebijakan sensitif jender dan mendorong penguatan jaringan perempuan bisa membantu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":91,"featured_media":21050,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,173,13,180,151],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[3043,2453,2899,2560,2575,2589,3035,3767,2819,2669,3036],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[989],"class_list":["post-21048","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-gender-justice-tenure","category-governance","category-mitigating-climate-change","category-redd-2","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-andrea-quesada-aguilar","tag-bahasa-cop19","tag-bahasa-esther-mwangi","tag-bahasa-jender","tag-bahasa-masyarakat-adat","tag-bahasa-mata-pencaharian","tag-bahasa-organisasi-lingkungan-dan-pembangunan-perempuan","tag-bahasa-pemberdayaan-perempuan","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-transfer-teknologi","tag-bahasa-wedo","type-bahasa-analisis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Saatnya \u201cmenghubungkan titik-titik\u201d jender, hutan, REDD+ : Pakar - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Saatnya \u201cmenghubungkan titik-titik\u201d jender, hutan, REDD+ : Pakar\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"WARSAWA, Polandia (16 Januari 2014) \u2014 Walau sudah banyak riset perubahan iklim berfokus pada adaptasi, mitigasi dan jender, belum banyak yang mengarah pada transformasi aksi di lapangan, demikian dikatakan pakar kehutanan utama dalam dialog iklim PBB di Warsawa, Polandia. Meningkatkan teknologi, mengembangkan kemauan politik, membentuk kebijakan sensitif jender dan mendorong penguatan jaringan perempuan bisa membantu [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-01-17T07:53:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2017-11-22T03:32:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/5709655034_cfbe60e6e9.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Julie Mollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@jmollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar\"},\"author\":{\"name\":\"Julie Mollins\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\"},\"headline\":\"Saatnya \u201cmenghubungkan titik-titik\u201d jender, hutan, REDD+ : Pakar\",\"datePublished\":\"2014-01-17T07:53:26+00:00\",\"dateModified\":\"2017-11-22T03:32:40+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar\"},\"wordCount\":652,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/01\\\/5709655034_cfbe60e6e9.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Gender, justice &amp; tenure\",\"Governance\",\"Mitigation\",\"REDD+\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2014\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar\",\"name\":\"Saatnya \u201cmenghubungkan titik-titik\u201d jender, hutan, REDD+ : Pakar - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/01\\\/5709655034_cfbe60e6e9.jpg\",\"datePublished\":\"2014-01-17T07:53:26+00:00\",\"dateModified\":\"2017-11-22T03:32:40+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/01\\\/5709655034_cfbe60e6e9.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2014\\\/01\\\/5709655034_cfbe60e6e9.jpg\",\"width\":500,\"height\":333,\"caption\":\"Memasukan standar dan perlindungan sensitif gender dalam rangka mengembangkan strategi transformatif-gender atau program REDD+ dapat mengubah paradigma dan hasil dalam solusi perubahan iklim yang berkontribusi untuk peningkatan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan. Foto oleh CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Saatnya \u201cmenghubungkan titik-titik\u201d jender, hutan, REDD+ : Pakar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\",\"name\":\"Julie Mollins\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Julie Mollins\"},\"description\":\"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/juliemollins\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/jmollins\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/jmollins\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/21048\\\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Saatnya \u201cmenghubungkan titik-titik\u201d jender, hutan, REDD+ : Pakar - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Saatnya \u201cmenghubungkan titik-titik\u201d jender, hutan, REDD+ : Pakar","og_description":"WARSAWA, Polandia (16 Januari 2014) \u2014 Walau sudah banyak riset perubahan iklim berfokus pada adaptasi, mitigasi dan jender, belum banyak yang mengarah pada transformasi aksi di lapangan, demikian dikatakan pakar kehutanan utama dalam dialog iklim PBB di Warsawa, Polandia. Meningkatkan teknologi, mengembangkan kemauan politik, membentuk kebijakan sensitif jender dan mendorong penguatan jaringan perempuan bisa membantu [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2014-01-17T07:53:26+00:00","article_modified_time":"2017-11-22T03:32:40+00:00","og_image":[{"width":500,"height":333,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/5709655034_cfbe60e6e9.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Julie Mollins","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@jmollins","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar"},"author":{"name":"Julie Mollins","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467"},"headline":"Saatnya \u201cmenghubungkan titik-titik\u201d jender, hutan, REDD+ : Pakar","datePublished":"2014-01-17T07:53:26+00:00","dateModified":"2017-11-22T03:32:40+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar"},"wordCount":652,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/5709655034_cfbe60e6e9.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Gender, justice &amp; tenure","Governance","Mitigation","REDD+"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#respond"]}],"copyrightYear":"2014","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar","name":"Saatnya \u201cmenghubungkan titik-titik\u201d jender, hutan, REDD+ : Pakar - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/5709655034_cfbe60e6e9.jpg","datePublished":"2014-01-17T07:53:26+00:00","dateModified":"2017-11-22T03:32:40+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/5709655034_cfbe60e6e9.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/5709655034_cfbe60e6e9.jpg","width":500,"height":333,"caption":"Memasukan standar dan perlindungan sensitif gender dalam rangka mengembangkan strategi transformatif-gender atau program REDD+ dapat mengubah paradigma dan hasil dalam solusi perubahan iklim yang berkontribusi untuk peningkatan kesetaraan gender dan hak-hak perempuan. Foto oleh CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Saatnya \u201cmenghubungkan titik-titik\u201d jender, hutan, REDD+ : Pakar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467","name":"Julie Mollins","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","caption":"Julie Mollins"},"description":"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/juliemollins\/","https:\/\/x.com\/jmollins"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/jmollins"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/21048\/saatnya-menghubungkan-titik-titik-gender-hutan-redd-kata-pakar#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2014\/01\/5709655034_cfbe60e6e9.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21048","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/91"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21048"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21048\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21050"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21048"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21048"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21048"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=21048"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=21048"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=21048"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=21048"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=21048"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=21048"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=21048"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=21048"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=21048"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=21048"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}