{"id":20642,"date":"2013-12-10T12:11:30","date_gmt":"2013-12-10T05:11:30","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=20642"},"modified":"2015-10-20T10:13:00","modified_gmt":"2015-10-20T03:13:00","slug":"kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar","title":{"rendered":"Kredibilitas data, kunci Indonesia mengatasi kebakaran hutan, tantangan terkait emisi: pakar"},"content":{"rendered":"<p>Warsawa, Polandia (10 Desember 2013) \u2013 Informasi akurat mengenai penyebab kebakaran liar dan jumlah emisi karbon yang dihasilkannya cukup rawan jika Indonesia masih menginginkan mencapai target pengurangan emisinya, ujar pakar dalam acara tambahan pada <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/cop19#.Uo3lD3PN4Xw\">pertemuan iklim PBB<\/a> di Warsawa, Polandia.<\/p>\n<p>Di awal tahun ini, <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/fire#.UozmLXPN4Xw\">kebakaran melanda sejumlah bagian di Pulau Sumatera<\/a>, Indonesia \u2013 menyebabkan asap yang terbawa hingga Selat Malaka dan memecahkan rekor polusi udara di Singapura dan Malaysia.<\/p>\n<p><a href=\"\/\/www.cifor.org\/about-us\/cifor-scientific-staff-profiles\/detail-profile\/staff\/000813.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Daniel Murdiyarso<\/a>, peneliti utama di <a href=\"\/\/www.cifor.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Center for International Forestry Research (CIFOR)<\/a> menyatakan bahwa perhatian media internasional terhadap apa yang terjadi harus diartikan untuk segera mendanai penelitian yang lebih mendalam \u2013 serta komitmen Indonesia untuk menangani masalah tersebut.<\/p>\n<p>\u201cAsap tersebut muncul di saat yang salah dan waktu yang salah pula \u2013 itulah kenapa segera mendapat perhatian dari media,\u201d kata Murdiyarso. \u201cJika asapnya tertiup angin ke arah Lautan Hindia, maka ceritanya akan lain.\u201d<\/p>\n<p>Ketika menteri lingkungan hidup dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Brunei bertemu pada bulan Juli untuk mendiskusikan tentang kebakaran, mereka meminta Indonesia <a href=\"http:\/\/haze.asean.org\/?p=444\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">melakukan usaha lebih<\/a> untuk mengatasinya.<\/p>\n<p><b>Pengiriman Data<\/b><\/p>\n<p>Murdiyarso menambahkan bahwa ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk menginvestasikan teknologi yang akan memampukan negara dalam pengukuran \u2018data aktivitas\u201d dan \u201cfaktor emisi\u201d secara akurat \u2013 dimanfaatkan untuk mengakses emisi GRK akibat konversi hutan menjadi lahan pertanian.<\/p>\n<p>\u201cIni adalah proses panjang yang terus menerus \u2013 kita harus menginformasikan komunitas kebijakan dengan data yang sangat kredibel,\u201d lanjut Murdiyarso.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia, ini akan memberikan data lebih tentang penyebab serta akibat dari kebakaran serta memampukan pemerintah untuk mengidentifikasi aksi-aksi yang dapat membantu pencapaian target pengurangan emisi GRK sebesar 26% di tahun 2020, terangnya.<\/p>\n<p>\u201cMengamati skala dan penyebab emisi karbon dari alih fungsi lahan, ini bagaikan buah yang bergantung rendah. Di lahan gambut, sebuah kebakaran yang terjadi bisa <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/4248.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menghasilkan lebih dari lima hingga enam kali emisi karbon<\/a> dibandingkan dengan yang dihasilkan dari pembersihan di areal yang sama dengan tujuan berbeda.\u201d<\/p>\n<p>\u201cIni berarti mengatasi dan memusatkan penyebab kebakaran adalah sesuatu yang dapat dilakukan pemerintah dengan relatif cepat, namun berdampak besar terhadap emisi dan polusi lintas batas.\u201d<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/18218#.UozmG3PN4Xw\">Penelitian CIFOR<\/a> tentang kebakaran <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/18218#.UozmG3PN4Xw\">menunjukkan<\/a> bahwa di hampir seperempatnya di bulan Juni, kebakaran terjadi di perkebunan industri kelapa sawit dan akasia, serta sebagian kecil di hutan alam.<\/p>\n<p>Namun, penelitian memunculkan <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/18218#.UozmG3PN4Xw\">lebih banyak pertanyaan<\/a> ketimbang jawaban.<\/p>\n<p><b>Penyebab yang kompleks<\/b><\/p>\n<p>\u201cKebakaran tahun ini cukup menarik karena tidak terjadi pada tahun El Ni\u00f1o,\u201d ungkap Murdiyarso, merujuk pada fenomena cuaca yang biasanya <a href=\"http:\/\/www2.ims.nus.edu.sg\/Programs\/09fluidss\/files\/Report_Swadhin%20Behera.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menyebabkan kondisi kering di sebagian besar wilayah Indonesia<\/a>.<\/p>\n<p>Orang-orang biasanya menunggu datangnya prediksi musim kemarau, terang Murdiyarso,  untuk membakar lahan. Namun tahun ini ternyata tidak sekering biasanya. \u201cJadi kemungkinan ada sesuatu yang menyebabkannya terbakar \u2013 mungkin pasar sangat menggiurkan sehingga dengan cepat menarik budidaya tanaman pertanian, agar segera bisa menghasilkan komoditas untuk memenuhi pasar.\u201d<\/p>\n<p>\u201cOrang-orang cenderung berpikir bahwa kebakaran merupakan kecelakaan, yang dipicu oleh sesuatu biofisik \u2013 namun kerap pula pasar yang menyebabkannya. Realitas sosio-ekonomi di lapangan jauh lebih kompleks dari yang kita pikirkan.\u201d<\/p>\n<p>Ketika tetangga Indonesia juga menderita akibat efek asap, kebakaran telah berdampak parah secara lokal \u2013 menyebabkan masalah pernafasan bagi anak-anak dan orang tua, serta berakibat pada penghidupan, terang Murdiyarso.<\/p>\n<p>Pemerintah lokal juga harus terlibat lebih untuk mengatasi masalah, tidak hanya dengan memerangi kebakaran, namun juga mencegahnya lewat perencanaan tata guna lahan yang tepat, lanjutnya.<\/p>\n<p>\u201cSaya berharap isu yang relevan secara lokal ini dapat dikaitkan dengan baik dalam inisiatif global, sehingga aktivitas di lapangan, baik lokal maupun nasional, sesuai dengan kepentingan global untuk mengurangi emisi GRK,\u201d pungkas Murdiyarso.<\/p>\n<p>Farhan Helmy, sekretaris kelompok kerja mitigasi di <a href=\"http:\/\/iccc-network.net\/en\/http:\/iccc-network.net\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Dewan Nasional Perubahan Iklim Indonesia (DNPI)<\/a>, menyatakan bahwa pemerintah tengah menangani masalah kebakaran tersebut dengan serius.<\/p>\n<p>Sejak bulan Juli, DNPI telah bekerja berdasar laporan yang komprehensif mengenai pemicu beserta emisi GRK yang berasal dari kebakaran tersebut. Laporan ini akan diluncurkan beberapa minggu ke depan.<\/p>\n<p>DNPI bertujuan untuk berbagi laporan dengan kementerian yang terkait serta sektor-sektor lain yang tertarik serta membuka dialog antara para ilmuwan dan para pembuat kebijakan mengenai hal itu.<\/p>\n<p>&#8220;Kekhawatiran saya adalah bahwa kita akan mendiskusikan hal yang sama di tahun depan \u2013 namun tanpa resolusi. Dan yang kita lakukan hanyalah menunggu hujan datang \u2013 jadi kita harus memiliki solusi yang komprehensif untuk menanganinya,\u201d lanjut Helmy.<\/p>\n<p>\u201cKita harus menghentikan apa yang terjadi sekarang \u2013 cukup untuk semuanya.\u201d<\/p>\n<p><strong>Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik yang didiskusikan dalam tulisan ini, silakan menghubungi Daniel Murdiyarso, <a href=\"mailto:d.murdiyarso@cgiar.org\">d.murdiyarso@cgiar.org<\/a>.<\/strong><\/p>\n<p>Tulisan ini adalah bagian dari Penelitian CGIAR tentang Hutan, Pohon dan Agroforestri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warsawa, Polandia (10 Desember 2013) \u2013 Informasi akurat mengenai penyebab kebakaran liar dan jumlah emisi karbon yang dihasilkannya cukup rawan jika Indonesia masih menginginkan mencapai target pengurangan emisinya, ujar pakar dalam acara tambahan pada pertemuan iklim PBB di Warsawa, Polandia. Di awal tahun ini, kebakaran melanda sejumlah bagian di Pulau Sumatera, Indonesia \u2013 menyebabkan asap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":63,"featured_media":20574,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,137,13,180,190],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2891,3175,2500,3174,2567,2568,2548,2538,2584],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[545],"class_list":["post-20642","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-forest-management-restoration","category-governance","category-mitigating-climate-change","category-peatlands","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-daniel-murdiyarso","tag-bahasa-dewan-nasional-perubahan-iklim-indonesia","tag-bahasa-emisi-karbon","tag-bahasa-farhan-helmy","tag-bahasa-gas-rumah-kaca","tag-bahasa-kabut-asap","tag-bahasa-kebakaran-hutan","tag-bahasa-target-pengurangan-emisi","tag-bahasa-tata-guna-lahan","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Kredibilitas data, kunci Indonesia mengatasi kebakaran hutan, tantangan terkait emisi: pakar - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kredibilitas data, kunci Indonesia mengatasi kebakaran hutan, tantangan terkait emisi: pakar\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Warsawa, Polandia (10 Desember 2013) \u2013 Informasi akurat mengenai penyebab kebakaran liar dan jumlah emisi karbon yang dihasilkannya cukup rawan jika Indonesia masih menginginkan mencapai target pengurangan emisinya, ujar pakar dalam acara tambahan pada pertemuan iklim PBB di Warsawa, Polandia. Di awal tahun ini, kebakaran melanda sejumlah bagian di Pulau Sumatera, Indonesia \u2013 menyebabkan asap [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-12-10T05:11:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-20T03:13:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/9095837878_596ba008b2_z.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"640\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"427\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kate Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar\"},\"author\":{\"name\":\"Kate Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e\"},\"headline\":\"Kredibilitas data, kunci Indonesia mengatasi kebakaran hutan, tantangan terkait emisi: pakar\",\"datePublished\":\"2013-12-10T05:11:30+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-20T03:13:00+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar\"},\"wordCount\":710,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/12\\\/9095837878_596ba008b2_z.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Governance\",\"Mitigation\",\"Peatlands\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar\",\"name\":\"Kredibilitas data, kunci Indonesia mengatasi kebakaran hutan, tantangan terkait emisi: pakar - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/12\\\/9095837878_596ba008b2_z.jpg\",\"datePublished\":\"2013-12-10T05:11:30+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-20T03:13:00+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/12\\\/9095837878_596ba008b2_z.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/12\\\/9095837878_596ba008b2_z.jpg\",\"width\":640,\"height\":427,\"caption\":\"Penelitian oleh Center for International Forestry Research tentang kebakaran di Sumatera di tahun 2013 menunjukkan, hampir seperempatnya terjadi pada perkebunan industri kelapa sawit dan akasia, serta hanya sedikit yang terjadi di hutan alam. Kredit Foto: gambar NASA oleh Jeff Schmaltz\\\/LANCE\\\/EOSDIS Respons cepat, Observatori bumi NASA\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kredibilitas data, kunci Indonesia mengatasi kebakaran hutan, tantangan terkait emisi: pakar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e\",\"name\":\"Kate Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g3f27c3c2db0b6432a0c0a78c2749a7a0\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kate Evans\"},\"description\":\"Kate Evans is a freelance journalist originally from New Zealand. After studying journalism at the University of Sydney and international relations at the Australian National University, she worked as a multimedia journalist at the Australian Broadcasting Corporation for three years...and then ran off to West Africa armed with a video camera and a love of African dance. She is now a writer, filmmaker and photographer.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/kate-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20642\\\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kredibilitas data, kunci Indonesia mengatasi kebakaran hutan, tantangan terkait emisi: pakar - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kredibilitas data, kunci Indonesia mengatasi kebakaran hutan, tantangan terkait emisi: pakar","og_description":"Warsawa, Polandia (10 Desember 2013) \u2013 Informasi akurat mengenai penyebab kebakaran liar dan jumlah emisi karbon yang dihasilkannya cukup rawan jika Indonesia masih menginginkan mencapai target pengurangan emisinya, ujar pakar dalam acara tambahan pada pertemuan iklim PBB di Warsawa, Polandia. Di awal tahun ini, kebakaran melanda sejumlah bagian di Pulau Sumatera, Indonesia \u2013 menyebabkan asap [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-12-10T05:11:30+00:00","article_modified_time":"2015-10-20T03:13:00+00:00","og_image":[{"width":640,"height":427,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/9095837878_596ba008b2_z.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kate Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar"},"author":{"name":"Kate Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e"},"headline":"Kredibilitas data, kunci Indonesia mengatasi kebakaran hutan, tantangan terkait emisi: pakar","datePublished":"2013-12-10T05:11:30+00:00","dateModified":"2015-10-20T03:13:00+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar"},"wordCount":710,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/9095837878_596ba008b2_z.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Forest management &amp; restoration","Governance","Mitigation","Peatlands"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar","name":"Kredibilitas data, kunci Indonesia mengatasi kebakaran hutan, tantangan terkait emisi: pakar - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/9095837878_596ba008b2_z.jpg","datePublished":"2013-12-10T05:11:30+00:00","dateModified":"2015-10-20T03:13:00+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/9095837878_596ba008b2_z.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/9095837878_596ba008b2_z.jpg","width":640,"height":427,"caption":"Penelitian oleh Center for International Forestry Research tentang kebakaran di Sumatera di tahun 2013 menunjukkan, hampir seperempatnya terjadi pada perkebunan industri kelapa sawit dan akasia, serta hanya sedikit yang terjadi di hutan alam. Kredit Foto: gambar NASA oleh Jeff Schmaltz\/LANCE\/EOSDIS Respons cepat, Observatori bumi NASA"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kredibilitas data, kunci Indonesia mengatasi kebakaran hutan, tantangan terkait emisi: pakar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e","name":"Kate Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g3f27c3c2db0b6432a0c0a78c2749a7a0","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kate Evans"},"description":"Kate Evans is a freelance journalist originally from New Zealand. After studying journalism at the University of Sydney and international relations at the Australian National University, she worked as a multimedia journalist at the Australian Broadcasting Corporation for three years...and then ran off to West Africa armed with a video camera and a love of African dance. She is now a writer, filmmaker and photographer.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/kate-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20642\/kredibilitas-data-kunci-indonesia-mengatasi-kebakaran-hutan-tantangan-terkait-emisi-pakar#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/9095837878_596ba008b2_z.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/63"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20642"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20642\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20642"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=20642"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=20642"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=20642"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=20642"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=20642"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=20642"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=20642"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=20642"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=20642"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=20642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}