{"id":20220,"date":"2013-11-15T14:35:57","date_gmt":"2013-11-15T07:35:57","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=20220"},"modified":"2015-09-29T10:15:06","modified_gmt":"2015-09-29T03:15:06","slug":"tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan","title":{"rendered":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian  3: Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan"},"content":{"rendered":"<p>Baca juga <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/19702\/on-landscapes-part-1-why-are-landscapes-important\">bagian 1<\/a> \u2013 <i>Mengapa bentang alam penting ?<\/i>, dan <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/19791\/on-landscapes-part-2-what-are-landscapes\">bagian 2<\/a> \u2013 <i>Apa itu bentang alam?<\/i><\/p>\n<p>Tujuan utama pendekatan bentang alam adalah untuk mendukung mereka yang membuat perbedaan di lapangan. Hal ini terjadi dalam banyak cara, dijahit untuk kebutuhan dan ambisi spesifik tiap bentang alam. Akan menjadi salah dan inefisien untuk dicoba dan diterapkan solusi atas-bawah atau satu-ukuran-untuk-semua. Ini juga akan merusak definisi tawaran saya di blog sebelumnya \u2013 bahwa bentang alam adalah \u201csebuah tempat yang memiliki tata kelola\u201d \u2013 yang berarti bahwa bentang alam harus dikelola pada tingkat bentang alam, oleh yang berkepentingan di dalamnya.<\/p>\n<p>Pada saat yang sama kita perlu konsep yang dapat diterima luas, karena bentang alam tidak hidup dalam isolasi. Pelajaran dari pendekatan bentang alam harus disebarkan, idenya dipertukarkan, kemajuan dikomunikasikan, investasi ditarik untuk yang berhasil, dan penegakkan hukum disiapkan untuk yang melanggar. Tidak kalah penting, karena kita menangani isu kunci pembangunan berkelanjutan secara nasional dan global, opini publik dan lingkaran kebijakan harus dibuat menyadari dan mengakui kemajuan (juga kegagalan) pada tingkat bersama. Dengan kata lain, kita perlu \u201cbahasa yang sama\u201d untuk menggambarkan apa yang ingin kita capai dalam bentang alam dan menentukan apakah kemajuan telah dicapai.<\/p>\n<p><b>Tetap sederhana, tetapi bukan penyederhanaan<\/b><\/p>\n<p>Proses politik seringkali mencoba memapankan bahasa bersama melalui pengelaborasian kriteria dan sistem indikator. Seperti yang telah saya diskusikan dalam blog sebelumnya di <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/13485\/measuring-sustainable-development-must-be-made-simple-and-affordable\">sini<\/a> dan <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/12135\/clocking-the-worlds-forests\">sini<\/a>, upaya ini bisa menjadi agak rumit dan tidak komprehensif di luar lingkaran inisiasi sektor tertentu, dan menjadi tidak mudah untuk memanfaatkan sistem ini untuk menentukan kemajuan. Lebih penting lagi, ketika menghadapi ratusan indikator-ahli \u2013 bagaimana Anda memformulasikan kebijakan yang bisa dengan mudah dipahami dan didukung oleh publik lebih luas?<\/p>\n<p>Kita melihat penyederhanaan, mungkin yang paling jelas ketika GDP digunakan sebagai ukuran tunggal pembangunan makroekonomi nasional. Sejenis dengan itu, hanya ukuran yang diterima luas bagi hutan adalah perubahan wilayah hutan (di dalamnya <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/11246\/determining-deforestation-and-deforestation-as-the-determinant\">deforestasi menjadi satu komponen<\/a>). Ini merupakan satu indikator terkait-hutan yang diterapkan dalam Tujuan Pembangunan Milenium dan deforestasi tampil menjadi gambaran hutan paling menonjol di media. Hal lain adalah faktor keberhasilan implisit pertanian \u2013 yaitu jumlah pangan diproduksi, dan <a href=\"http:\/\/www.nytimes.com\/2013\/11\/02\/science\/earth\/science-panel-warns-of-risks-to-food-supply-from-climate-change.html?hp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">kekhawatiran<\/a> terkait ketika terdapat ancaman seperti perubahan iklim atau kekeringan.<\/p>\n<p>Jelas sekali, ekonomi, kehutanan dan pertanian memerlukan pengukuran kemajuan yang relevan: tetapi sulit untuk membangun kerangka kerja yang berterima secara luas yang berada di antara kerumitan hal yang tidak diperlukan dan penyederhanaan berlebihan.<\/p>\n<p><b>Mendefinisikan Kerangka Kerja dan Tujuan<\/b><\/p>\n<p>Dalam setahun terakhir, saya menawarkan kerangka kerja bentang alam dengan empat tujuan generik yang bisa bekerja di beragam jenis bentang alam \u2013 kecil dan besar, formal dan informal. Saya pikir empat ini jumlah yang beralasan \u2013 mudah dikomunikasikan dan meliputi keberagaman aspirasi yang harus kita sertakan. Ini adalah daftar tujuan bentang alam:<\/p>\n<ol>\n<li>Peningkatan Penghidupan<\/li>\n<li>Penjagaan atau peningkatan jasa ekosistem<\/li>\n<li>Kecukupan suplai produk pangan dan non-pangan<\/li>\n<li>Efisiensi pemanfaatan sumber daya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Bergantung pada kebutuhan bentang alam, bobot relatif pada tiap tujuan ini akan bervariasi, tetapi semua tujuan bisa selalu hadir, misalnya bobot bisa selalu &gt;0 untuk tiap tujuan. Lebih jauh, seraya mengakui bahwa ada sejumlah <b>cara<\/b> yang diperlukan seperti kerangka hukum dan kelembagaan, kepemilikan lahan dan sumber daya serta hak, proses demokrasi, dan kesetaraan gender yang tidak ditampilkan dalam daftar itu, empat ini tampak cukup untuk meliputi <b>akhir<\/b> penting secara adil.<\/p>\n<p><b>Mengukur kemajuan pencapaian tujuan <\/b><\/p>\n<p>Sekarang, untuk menentukan kemajuan, kita perlu juga pengukuran. Di sinilah kriteria dan sistem indikator seringkali menjadi masalah, karena banyak kelompok berbeda melobi parameter dan indikator masing-masing. Proses negosiasi menuju Tujuan Pembangan Berkelanjutan saat ini tidak lepas dari soal ini. Bagaimanapun, untuk menjadi bahasa yang sama, kita perlu berjuang untuk kelompok kecil pengukuran yang bisa digunakan secara efektif untuk memantau, mengkomunikasikan, membandingkan dan mendukung proses pembelajaran bentang alam. Kita juga perlu pengukuran yang berskala dan mudah dipahami dan diakui.<\/p>\n<p>Hal ini membutuhkan kompromi sulit dan banyak keikhlasan dari komunitas berminat. Sebagai titik awal, saya ingin berbagi proposal sebagai satu pengukuran tiap tujuan (lihat juga Gambar 1), dengan catatan bahwa mereka didefinisikan dengan baik dan secara langsung relatif bisa diukur, atau setidaknya diduga:<\/p>\n<table border=\"1\" width=\"381\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"155\"><b>Tujuan<\/b><\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"155\"><b>Pengukuran<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"155\">Penghidupan<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"155\">Penghasilan, <b>atau<\/b> modal kembali (termasuk distribusi)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"155\">Jasa ekosistem<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"155\">Stok Karbon Total dalam bentang alam<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"155\">Produk pangan dan non-pangan<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"155\">Jumlah, dalam produk<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td valign=\"top\" width=\"155\">Efisiensi sumber daya<\/td>\n<td valign=\"top\" width=\"155\">Emisi gas rumah kaca dari bentang alam<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Screen-Shot-2013-11-02-at-16.57.30-.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-19888\" src=\"\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Screen-Shot-2013-11-02-at-16.57.30--500x497.jpg\" alt=\"Screen Shot 2013-11-02 at 16.57.30\" width=\"300\" height=\"298\" \/><\/a><\/p>\n<p>Gambar 1. Empat usulan tujuan bentang alam generik dengan ide pengukuran kemajuan<\/p>\n<p>Tampak jelas, pada tingkat bentang alam sendiri, sejumlah pengukuran tambahan perlu ditambahkan untuk situasi spesifik dan ambisi tertentu. Bagaimanapun, banyak yang bisa didapat dengan mengadopsi sekelompok pengukuran seragam, seperti di atas, yang bisa diterapkan di seluruh bentang alam dan menjadi bagian dari bahasa bentang alam yang sama.Pertimbangan penting adalah apakah seseorang harus mengincar hasil absolut (\u201ckita ingin mencapai target\u201d) atau apakah kemajuan harus ditentukan oleh terminologi relatif (\u201ckami maju ke arah yang benar\u201d). Secara personal, saya suka cara lebih relatif untuk menentukan kemajuan, terutama karena mengharmonisasi penentuan target di bentang alam hampir tidak mungkin.<\/p>\n<p>Mendiskusikan hal di atas dengan banyak mitra, teman dan lainnya setahun terakhir, terdapat beberapa lubang yang bisa menjadi bagus untuk dimasukkan dalam kelompok generik pengukuran. Salah satunya adalah keragaman hayati dan lainnya adalah suplai air, keduanya bisa dilihat sebagai bagian tujuan jasa ekosistem. Ketiga adalah polusi, lebih dari gas rumah kaca, yang bisa terjadi di bawah efisiensi sumber daya. Berita baiknya adalah bahwa hal ini bisa ditangani pada tingkat lokal, ketika situasi lebih dikenali dan lebih spesifik. Berita buruknya, bagi pengetahuan saya, kita tidak punya pengukuran umum yang terdefinisi untuk faktor-faktor yang bisa diterapkan secara global dan semua besaran.<\/p>\n<p>Sebagai kesimpulan, blog bentang alam ketiga ini menawarkan bahwa mungkin menetapkan bahasa yang sama seputar tujuan dan juga pengukuran kemajuan bentang alam. Keuntungan dari bahasa yang sama dapat menjadi signifikan. Hal ini memungkinkan berbagi pengalaman dan meningkatkan analisis serta dampak pendekatan bentang alam.D<\/p>\n<p>engan bahasa yang sama, kita juga bisa mendapat keuntungan metodologi bersama dalam mengidentifikasi dan membandingkan pilihan, begitu pula dengan proses pengambilan keputusan dan pemantauan. Untungnya terdapat banyak pengalaman di wilayah ini.<\/p>\n<p>Tulisan ini menutup rangkaian tulisan tiga bagian yang mengeklporasi <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/19791\/on-landscapes-part-2-what-are-landscapes\">apa itu pendekatan bentang alam<\/a>, <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/19702\/on-landscapes-part-1-why-are-landscapes-important\">mengapa pendekatan ini penting<\/a> dan bagaimana kemajuan menuju pendekatan bentang alam ditetapkan dan diukur. Saya berharap berkembang diskusi soal ini pada <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forum Bentang Alam Global<\/a>, 16-17 November di Warsawa. Jika Anda tidak berada di Warsawa, silahkan bergabung dengan kami melalui <a href=\"http:\/\/www.landscapes.org\/live-stream\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">siaran langsung<\/a>, mulai jam 9am CET pada Sabtu, 16 November.<\/p>\n<p>Sampai jumpa di sana!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baca juga bagian 1 \u2013 Mengapa bentang alam penting ?, dan bagian 2 \u2013 Apa itu bentang alam? Tujuan utama pendekatan bentang alam adalah untuk mendukung mereka yang membuat perbedaan di lapangan. Hal ini terjadi dalam banyak cara, dijahit untuk kebutuhan dan ambisi spesifik tiap bentang alam. Akan menjadi salah dan inefisien untuk dicoba dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":20247,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2587,2522,2541,2532,2550,2589,2586],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[2967],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[680],"class_list":["post-20220","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-energi","tag-bahasa-jasa-ekosistem","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-mata-pencaharian","tag-bahasa-pendekatan-bentang-alam","type-bahasa-kolom-dirjen"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 3: Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 3: Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Baca juga bagian 1 \u2013 Mengapa bentang alam penting ?, dan bagian 2 \u2013 Apa itu bentang alam? Tujuan utama pendekatan bentang alam adalah untuk mendukung mereka yang membuat perbedaan di lapangan. Hal ini terjadi dalam banyak cara, dijahit untuk kebutuhan dan ambisi spesifik tiap bentang alam. Akan menjadi salah dan inefisien untuk dicoba dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-11-15T07:35:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-09-29T03:15:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Landscape.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Peter Holmgren\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan\"},\"author\":{\"name\":\"Peter Holmgren\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\"},\"headline\":\"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 3: Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan\",\"datePublished\":\"2013-11-15T07:35:57+00:00\",\"dateModified\":\"2015-09-29T03:15:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan\"},\"wordCount\":1032,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/Landscape.jpg\",\"articleSection\":[\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan\",\"name\":\"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 3: Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/Landscape.jpg\",\"datePublished\":\"2013-11-15T07:35:57+00:00\",\"dateModified\":\"2015-09-29T03:15:06+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/Landscape.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/Landscape.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"Peter Holmgren, Direktur Jenderal Pusat Penelitian Kehutanan Internasional, baru-baru ini mengusulkan bentang alam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan berdasarkan empat tujuan: ketentuan penghidupan; jasa ekosistem berkelanjutan, polusi dan efisiensi sumber daya, dan produk pangan dan non-pangan yang diproduksi. Kate Evans\\\/CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 3: Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\",\"name\":\"Peter Holmgren\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Peter Holmgren\"},\"description\":\"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/peter-holmgren\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20220\\\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 3: Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 3: Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan","og_description":"Baca juga bagian 1 \u2013 Mengapa bentang alam penting ?, dan bagian 2 \u2013 Apa itu bentang alam? Tujuan utama pendekatan bentang alam adalah untuk mendukung mereka yang membuat perbedaan di lapangan. Hal ini terjadi dalam banyak cara, dijahit untuk kebutuhan dan ambisi spesifik tiap bentang alam. Akan menjadi salah dan inefisien untuk dicoba dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-11-15T07:35:57+00:00","article_modified_time":"2015-09-29T03:15:06+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Landscape.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Peter Holmgren","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan"},"author":{"name":"Peter Holmgren","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122"},"headline":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 3: Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan","datePublished":"2013-11-15T07:35:57+00:00","dateModified":"2015-09-29T03:15:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan"},"wordCount":1032,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Landscape.jpg","articleSection":["Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan","name":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 3: Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Landscape.jpg","datePublished":"2013-11-15T07:35:57+00:00","dateModified":"2015-09-29T03:15:06+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Landscape.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Landscape.jpg","width":500,"height":332,"caption":"Peter Holmgren, Direktur Jenderal Pusat Penelitian Kehutanan Internasional, baru-baru ini mengusulkan bentang alam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan berdasarkan empat tujuan: ketentuan penghidupan; jasa ekosistem berkelanjutan, polusi dan efisiensi sumber daya, dan produk pangan dan non-pangan yang diproduksi. Kate Evans\/CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 3: Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122","name":"Peter Holmgren","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Peter Holmgren"},"description":"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/peter-holmgren"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20220\/tentang-bentang-alam-bagian-3-menetapkan-tujuan-dan-mengukur-kemajuan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Landscape.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20220","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20220"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20220\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20220"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20220"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20220"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=20220"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=20220"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=20220"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=20220"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=20220"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=20220"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=20220"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=20220"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=20220"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=20220"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}