{"id":20033,"date":"2013-11-06T17:34:10","date_gmt":"2013-11-06T10:34:10","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=20033"},"modified":"2015-09-29T10:34:08","modified_gmt":"2015-09-29T03:34:08","slug":"tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu","title":{"rendered":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 2: Apakah Bentang Alam itu?"},"content":{"rendered":"<p><i>Ini merupakan bagian dari seri mengenai bentang alam. Baca <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/19702\/on-landscapes-part-1-why-are-landscapes-important#.UmzZ35SSBjY\">Bagian 1 \u2013 Mengapa Bentang Alam Penting?<\/a><\/i><\/p>\n<p>Pertanyaan \u201cmengapa\u201d saya sebelumnya menjelaskan seluruhnya kecuali retorika \u2013 semua orang yang saya ajak bicara setuju bahwa bentang alam sangat penting, dan juga setuju bahwa ini penting bagi kesejahteraan manusia dalam kehidupan di planet kita.<\/p>\n<p>Pertanyaan \u201cApa itu bentang alam?\u201d lebih sulit dan membutuhkan pemikiran ke mana kita menuju dengan pendekatan bentang alam. Cara kita menggunakan \u201cbentang alam\u201d seharusnya ditentukan oleh konteks yang kita inginkan dan solusi yang kita tuju, bukan sebaliknya.<\/p>\n<p>Kata bentang alam digunakan selama ratusan tahun meliputi aspek seni, hukum dan geografi. Tidak sering saya mengutip Wikipedia, tetapi saya temukan <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Landscape\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">artikel mengenai \u201cbentang alam\u201d ini<\/a> mencerahkan, khususnya etimologi dengan beberapa referensi bentang alam sebagai konstruk sosial. Saya juga mencatat <a href=\"http:\/\/onlinelibrary.wiley.com\/doi\/10.1111\/j.1467-8306.1996.tb01770.x\/abstract\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">artikel oleh Kennet Olwig<\/a> yang mengeksplorasi konsep historis secara dalam, termasuk dikatakan bahwa \u201c<i>Konsep substantif bentang alam lebih memperhatikan hukum sosial dan keadilan daripada hukum alam atau estetika<\/i>.\u201d<\/p>\n<p>Konsep pendekatan bentang alam bagi pembangunan berkelanjutan telah ada selama beberapa dekade. Artikel <a href=\"http:\/\/www.pnas.org\/content\/110\/21\/8349\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">PNAS oleh Jeff Sayer, Terry Sunderland et al<\/a>. terbaru memberikan kajian bagus dan juga menyoroti bagaimana Konvensi PBB mengenai Keragaman Hayati, sebuah proses antar-pemerintah, telah memasukkan konsep bentang alam dalam proses negosiasi mereka.<\/p>\n<p>Jadi, darimana kita mengambil konsep bentang alam, setelah seluruh pengalaman dari masa lalu itu?<\/p>\n<p><b>Mendapatkan Definisi<\/b><\/p>\n<p>Bekerja bertahun-tahun dengan <a href=\"http:\/\/www.cpfweb.org\/73036\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">definisi terkait hutan<\/a>, saya sangat menyadari bagaimana berbedanya pendapat, posisi, afiliasi profesional, agenda politik dan perasaan bisa masuk dalam perdebatan sebuah definisi, seperti yang terjadi pada \u201chutan\u201d.<\/p>\n<p>Saya tidak ingin menjalani debat yang sama mengenai definisi \u201cbentang alam.\u201d Apa yang kita perlukan adalah memahami bahwa ini cukup generik dan luas untuk memasukkan semua kombinasi kehutanan, pertanian dan penggunaan lahan lain. Dan kita memerlukan definisi yang mencakup kepentingan dan aksi manusia, serta konstitusi biofisik bentang alam. Dengan kata lain, dalam mendefinisikan bentang alam kita perlu memasukkan keluasan dan sumber daya bentang alam, serta interaksi masyarakat dengan bentang alam.<\/p>\n<p>Tujuan pendekatan bentang alam, seperti yang kami ungkapkan dalam tujuan Forum Bentang Alam Global, adalah berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan mendukung tindakan untuk meredam perubahan iklim. Ini merupakan tugas berat.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, kita harus mendefinisikan \u201cbentang alam\u201d dengan cara yang tidak mengesampingkan <b>apapun<\/b> situasi dunia nyata. Kita harus juga, mendefinisikan \u201cbentang alam\u201d sehingga kita bisa menggunakannya dalam skala berbeda. Pertanian adalah bentang alam. Bumi adalah bentang alam utama. Konsep ini harus bisa diterapkan di seluruh rentang skala jika kita ingin tujuan-tujuan tersebut.<\/p>\n<p>Tetapi kita tidak bisa mendefinisikan bentang alam hanya dengan melokalisasi sebuah wilayah geografis dan menggambar batas pada peta. Dimensi manusia lah yang membangun bentang alam. Harus ada sebentuk lembaga untuk mengekspresikan ambisi bagi wilayah geografis, menetapkan prioritas dan membantu mentransformasikan ambisi ini menjadi aksi.<\/p>\n<p>Kita dapat menyebut ini tata kelola bentang alam dan harus diakui bahwa pengaturan tata kelola ini dapat berbeda dan ada secara informal seluruhya dengan pengaturan sangat formal.<\/p>\n<p>Dengan dua parameter dasar ini \u2013 keluasan geografis dan tata kelola \u2013 saya menawarkan definisi berikut:<\/p>\n<p>Bentang alam = \u201c<b>Sebuah tempat yang memiliki tata kelola<\/b>\u201d<\/p>\n<p>(1)   <b>Tempat<\/b>: Sebuah bentang alam adalah wilayah geografis beragam ukuran \u2013 dari paling kecil ke paling besar.<\/p>\n<p>(2)   <b>yang memiliki tata kelola<\/b>: Terdapat lembaga yang akan mempertimbangkan pilihan bagi bentang alam dan menetapkan prioritas. Formalisasi tingkat pemerintah bisa bervariasi, dari informal ke formal.<\/p>\n<p><b><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Screen-Shot-2013-10-29-at-16.11.39.png\" alt=\"\" width=\"409\" height=\"274\" \/><\/b><\/p>\n<p>Grafik di atas mengilustrasikan bagaimana keragaman jenis bentang alam dapat dipetakan menjadi dua dimensi. Seperti yang dapat Anda lihat, ini merupakan cara inklusif dalam mendefinisikan apa itu bentang alam. Faktanya, sangat inklusif sehingga lokasi tertentu dapat selalu menjadi bagian dari beberapa bentang alam dalam skala berbeda pada saat yang sama. Ini sangat sempurna dan juga bisa merefleksikan lapisan situasi tata kelola simultan yang kita berada di dalamnya.<\/p>\n<p>Diskusi mengenai apa maknanya bentang alam memberi titik awal bagi langkah berikut dan topik blog saya berikut \u2013 mendiskusikan bagaimana kita bisa menentukan tujuan dan mengukur kemajuan dalam bentang alam dengan cara yang bisa dibandingkan pada semua situasi ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ini merupakan bagian dari seri mengenai bentang alam. Baca Bagian 1 \u2013 Mengapa Bentang Alam Penting? Pertanyaan \u201cmengapa\u201d saya sebelumnya menjelaskan seluruhnya kecuali retorika \u2013 semua orang yang saya ajak bicara setuju bahwa bentang alam sangat penting, dan juga setuju bahwa ini penting bagi kesejahteraan manusia dalam kehidupan di planet kita. Pertanyaan \u201cApa itu bentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":20034,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[6090],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2587,2586],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[2967],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[680],"class_list":["post-20033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-pendekatan-bentang-alam","type-bahasa-kolom-dirjen"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 2: Apakah Bentang Alam itu? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 2: Apakah Bentang Alam itu?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ini merupakan bagian dari seri mengenai bentang alam. Baca Bagian 1 \u2013 Mengapa Bentang Alam Penting? Pertanyaan \u201cmengapa\u201d saya sebelumnya menjelaskan seluruhnya kecuali retorika \u2013 semua orang yang saya ajak bicara setuju bahwa bentang alam sangat penting, dan juga setuju bahwa ini penting bagi kesejahteraan manusia dalam kehidupan di planet kita. Pertanyaan \u201cApa itu bentang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-11-06T10:34:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-09-29T03:34:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Bentang-alam-di-Kalimantan-Timur.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Peter Holmgren\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu\"},\"author\":{\"name\":\"Peter Holmgren\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\"},\"headline\":\"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 2: Apakah Bentang Alam itu?\",\"datePublished\":\"2013-11-06T10:34:10+00:00\",\"dateModified\":\"2015-09-29T03:34:08+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu\"},\"wordCount\":644,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/Bentang-alam-di-Kalimantan-Timur.jpg\",\"articleSection\":[\"Forests News\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu\",\"name\":\"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 2: Apakah Bentang Alam itu? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/Bentang-alam-di-Kalimantan-Timur.jpg\",\"datePublished\":\"2013-11-06T10:34:10+00:00\",\"dateModified\":\"2015-09-29T03:34:08+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/Bentang-alam-di-Kalimantan-Timur.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/11\\\/Bentang-alam-di-Kalimantan-Timur.jpg\",\"width\":500,\"height\":375,\"caption\":\"Kita harus mendefinisikan \u201cbentang alam\u201d dengan cara yang tidak mengesampingkan apapun situasi dunia nyata. Kita harus juga, mendefinisikan \u201cbentang alam\u201d sehingga kita bisa menggunakannya dalam skala berbeda.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 2: Apakah Bentang Alam itu?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\",\"name\":\"Peter Holmgren\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Peter Holmgren\"},\"description\":\"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/peter-holmgren\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/20033\\\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 2: Apakah Bentang Alam itu? - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 2: Apakah Bentang Alam itu?","og_description":"Ini merupakan bagian dari seri mengenai bentang alam. Baca Bagian 1 \u2013 Mengapa Bentang Alam Penting? Pertanyaan \u201cmengapa\u201d saya sebelumnya menjelaskan seluruhnya kecuali retorika \u2013 semua orang yang saya ajak bicara setuju bahwa bentang alam sangat penting, dan juga setuju bahwa ini penting bagi kesejahteraan manusia dalam kehidupan di planet kita. Pertanyaan \u201cApa itu bentang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-11-06T10:34:10+00:00","article_modified_time":"2015-09-29T03:34:08+00:00","og_image":[{"width":500,"height":375,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Bentang-alam-di-Kalimantan-Timur.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Peter Holmgren","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu"},"author":{"name":"Peter Holmgren","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122"},"headline":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 2: Apakah Bentang Alam itu?","datePublished":"2013-11-06T10:34:10+00:00","dateModified":"2015-09-29T03:34:08+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu"},"wordCount":644,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Bentang-alam-di-Kalimantan-Timur.jpg","articleSection":["Forests News"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu","name":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 2: Apakah Bentang Alam itu? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Bentang-alam-di-Kalimantan-Timur.jpg","datePublished":"2013-11-06T10:34:10+00:00","dateModified":"2015-09-29T03:34:08+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Bentang-alam-di-Kalimantan-Timur.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Bentang-alam-di-Kalimantan-Timur.jpg","width":500,"height":375,"caption":"Kita harus mendefinisikan \u201cbentang alam\u201d dengan cara yang tidak mengesampingkan apapun situasi dunia nyata. Kita harus juga, mendefinisikan \u201cbentang alam\u201d sehingga kita bisa menggunakannya dalam skala berbeda."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tentang Bentang Alam \u2013 Bagian 2: Apakah Bentang Alam itu?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122","name":"Peter Holmgren","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Peter Holmgren"},"description":"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/peter-holmgren"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/20033\/tentang-bentang-alam-bagian-2-apakah-bentang-alam-itu#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/11\/Bentang-alam-di-Kalimantan-Timur.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20033"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20033\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20034"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20033"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=20033"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=20033"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=20033"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=20033"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=20033"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=20033"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=20033"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=20033"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=20033"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=20033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}