{"id":18968,"date":"2013-09-06T15:46:30","date_gmt":"2013-09-06T08:46:30","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=18968"},"modified":"2015-10-27T16:18:42","modified_gmt":"2015-10-27T09:18:42","slug":"mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian","title":{"rendered":"Mitigasi tanpa adaptasi bisa berakibat masyarakat menjadi rentan \u2014 kajian"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (6 September 2013) \u2014 Memahami kerentanan masyarakat yang bergantung-hutan adalah titik berangkat dalam membangun strategi efektif mitigasi dan adaptasi iklim, demikian temuan sebuah kajian.<\/p>\n<p>Di antara temuan yang ada, kajian melaporkan bahwa aktivitas mitigasi bisa membuat masyarakat menjadi lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim dan faktor sejenis. Kajian ini juga menyatakan bahwa hasil positif konservasi bergantung pada keinginan dan motivasi masyarakat untuk terlibat dan berpartisipasi dalam aktivitas mitigasi.<\/p>\n<p><a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/4191.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Kajian<\/a> ini, dipublikasikan dalam <a href=\"http:\/\/www.academicjournals.org\/ijbc\/\" target=\"_blank\">International Journal of Biodiversity and Conservation<\/a>, ditulis di bawah pimpinan Eugene Chia yang melakukan riset sebagai bagian dari tesis kelulusan di <a href=\"http:\/\/www.umb.no\/english\/\" target=\"_blank\">Norwegian University of Life Sciences<\/a>.<\/p>\n<p><b>MITIGASI BISA MENCIPTAKAN KERENTANAN LEBIH BESAR<\/b><\/p>\n<p>Riset ini fokus pada dua desa di hutan hujan Kamerun Selatan yang terlibat dalam projek percontohan pembayaran jasa lingkungan (PJL).<\/p>\n<p>Melalui PJL, masyarakat mendapatkan pembayaran finansial atau pembayaran sejenis karena menjaga \u201cjasa\u201d seperti air, simpanan karbon dan keragaman hayati. Projek percontohan di Kamerun dirancang untuk  menjaga simpanan karbon dan keragaman hayati melalui aktivitas seperti menjaga dan meregenerasi hutan, serta pertanian berkelanjutan.<\/p>\n<p>Sebagai tambahan, projek-projek ini mencakup komponen untuk memperkuat kesehatan dan pendidikan masyarakat lokal terkait dengan infrastruktur.<\/p>\n<p>Didanai melalui <a href=\"http:\/\/www.cbf-fund.org\/\" target=\"_blank\"> Congo Basin Forest Fund<\/a>, projek-projek, yang terkait hanya pada infrastruktur diterapkan oleh <a href=\"http:\/\/cedindia.org\/\" target=\"_blank\">Centre for Environment and Development <\/a>yang didukung <a href=\"http:\/\/bioclimate.net\/\" target=\"_blank\">Bioclimate<\/a>, <a href=\"http:\/\/onlinelibrary.wiley.com\/journal\/10.1111\/(ISSN)1468-0262\" target=\"_blank\">Econometrica<\/a> dan <a href=\"http:\/\/www.rainforestfoundationuk.org\/\" target=\"_blank\">Rainforest Foundation UK<\/a>.<\/p>\n<p>Projek percontohan ini difokuskan untuk mengurangi deforestasi dan menjaga keragaman hayati, tetapi tidak secara langsung mempertimbangkan untuk membantu masyarakat beradaptasi dengan perubahan iklim, kata temuan peneliti.<\/p>\n<p>Namun faktanya, kajian menemukan bahwa kondisi yang diterapkan dalam Projek PJL memiliki implikasi besar terhadap aktivitas penghidupan desa Nkolenyeng, yang didominasi oleh masyarakat petani.<\/p>\n<p>Misalnya, berkaitan dengan larangan projek untuk pertanian rotasi potong-dan-bakar\u2014juga dikenal sebagai peladangan berpindah\u2014kajian menemukan beberapa petani lebih tua memilih untuk membersihkan lebih sedikit lahan daripada metode pembersihan intensif-banyak pekerja.<\/p>\n<p>Keputusan ini terutama mempengaruhi keamanan pangan dan penghasilan di desa, menciptakan kerentanan, kata kajian.<\/p>\n<p>\u201cPada usia ini, saya hanya punya sedikit tenaga untuk menyiapkan lahan tanpa membakar, jadi sekarang ini dengan ketentuan projek saya hanya menyiapkan porsi kecil,\u201d kata seorang petani berusia 62 tahun dalam sebuah grup diskusi.<\/p>\n<p>\u201cJika Anda meminta petani tidak memotong dan membakar , maka Anda perlu memastikan mereka bisa mendapat penghasilan dan menumbuhkan sejumlah makanan yang sama pada lahan lebih kecil,\u201d kata Denis Sonwa, peneliti senior Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR) dan salah satu penulis laporan.<\/p>\n<p><b>MEMBANGUN SINERGI ANTARA ADAPTASI DAN MTIGASI<\/b><\/p>\n<p>Di kedua masyarakat ditemukan rentan terhadap tekanan iklim maupun non-iklim.<\/p>\n<p>Dalam apa yang mereka sebut \u201ckecelakaan iklim,\u201d penduduk melaporkan perubahan suhu dan matahari, hujan serta periode tanam dan panen tradisional. \u201cHujan tidak terduga pada musim kering dan tertunda ketika hujan harusnya datang,\u201d kata seorang penduduk dalam diskusi kelompok terfokus.<\/p>\n<p>Peneliti dan penduduk berdiskusi mengenai strategi adaptasi yang mengarah pada keberlanjutan penghasilan dan keamanan pangan. Beberapa gagasan mencakup lebih banyak tumpang sari, varietas baru dan varietas unggul, pertanian kebun dan agroforestri. Aktivitas peningkatan penghasilan potensial terentang dari pengumpulan dan pemasaran lebih baik buah-buah hutan hingga memelihara lebah, ikan dan jamur.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa aktivitas tengah berlangsung melalui projek mitigasi PJL,\u201d kata Sonwa. \u201cContohnya, mereka menanam pohon, mempromosikan pertanian berkelanjugan dan peningkatan kapasitas memelihara lebah. Apa yang penting bagi aktivitas mitigasi direncanaan dengan pertimbangan adaptasi adalah membangun sinergi antar dua pendekatan.\u201d<\/p>\n<p>Kegiatan seperti perhutanan kota, manajemen hutan berkelanjutan dan agroforesti tidak bisa hanya memitigasi dampak perubahan iklim, kata Sonwa, tetapi mereka juga bisa mengurangi kerentanan masyarakat hutan terhadap tekanan iklim dan non iklim\u2014jika mereka direncanakan secara baik.<\/p>\n<p>\u201cPendekatan holistik, lintas sektor yang melibatkan masyarakat, pemerintah dan ilmuwan diperlukan untuk menjamin projek meningkatkan mitigasi maupun adaptasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p><b>PERAN KEPEMILIKAN DAN MANFAAT BERKEADILAN<\/b><\/p>\n<p>Temuan lain menegaskan kembali <a href=\"http:\/\/www.wri.org\/publication\/voices-from-the-congo-basin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">riset sebelumnya<\/a> yang menyatakan bahwa kepemilikan\u2014atau hak pengelolaan\u2014lahan yang jelas mendorong masyarakat untuk terlibat dalam konservasi hutan.<\/p>\n<p>Anggota masyarakat mau mengikuti aktivitas mitigasi, misalnya, karena mereka percaya ada manfaat mengalir kembali pada mereka dibanding ke negara. Sebagai tambahan, kajian menggemakan <a href=\"http:\/\/www.wri.org\/publication\/voices-from-the-congo-basin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">kajian lain<\/a> mengenai pentingnya distribusi berkeadilan sumber daya dan manfaat hutan.<\/p>\n<p>Di Nomedjoh, 93 persen responden menyatakan mereka percaya keuntungan akan dibagi secara adil. Ini merupakan indikasi komunitas akan menerima larangan potong-dan-bakar dan kondisi lain, lanjut peneliti.<\/p>\n<p>Di Nkolenyeng, bagaimanapun, responden menyatakan mereka masih kecewa dengan salah-urus dan penggelapan dalam projek kehutanan sebelumnya, hanya 87 persen memiliki keyakinan projek sekarang bisa adil untuk semua. Perasaan ketidakpercayaan  ini, kata peneliti, berimplikasi pada kemauan penduduk untuk berpartisipasi dan mengikuti kondisi projek.<\/p>\n<p>\u201cIni merupakan projek percontohan jadi merupakan proses belajar,\u201d kata Sonwa. \u201cSebagai ilmuwan, kita mencoba untuk menilai kerentanan masyarakat, dan menawarkan pelajaran yang bisa membantu. Pesan kuncinya adalah kita perlu menjamin ketahanan aktivitas penghidupan, dan tidak membuat masyarakat lebih rentan.\u201d<\/p>\n<p><b>Untuk informasi lebih mengenai isu yang didiskusikan dalam artikel ini, silahkan hubungi <\/b><a href=\"mailto:d.sonwa@cgiar.org\"><b>d.sonwa@cgiar.org<\/b><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (6 September 2013) \u2014 Memahami kerentanan masyarakat yang bergantung-hutan adalah titik berangkat dalam membangun strategi efektif mitigasi dan adaptasi iklim, demikian temuan sebuah kajian. Di antara temuan yang ada, kajian melaporkan bahwa aktivitas mitigasi bisa membuat masyarakat menjadi lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim dan faktor sejenis. Kajian ini juga menyatakan bahwa hasil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":107,"featured_media":36641,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,137,13,1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12225],"tag-bahasa":[2476,2708,2895,4813,2516,2670,2678,2550,2604,4779,2623,2480,3166],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1141],"class_list":["post-18968","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-forest-management-restoration","category-governance","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-cameroon","tag-bahasa-adaptasi","tag-bahasa-cekungan-kongo","tag-bahasa-denis-sonwa","tag-bahasa-eugene-chia","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-kepemilikan-dan-hak-atas-lahan","tag-bahasa-kerentanan","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-mitigasi","tag-bahasa-norwegian-university-of-life-sciences","tag-bahasa-pembayaran-jasa-lingkungan","tag-bahasa-pertanian","tag-bahasa-tebas-dan-bakar","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Mitigasi tanpa adaptasi bisa berakibat masyarakat menjadi rentan \u2014 kajian - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mitigasi tanpa adaptasi bisa berakibat masyarakat menjadi rentan \u2014 kajian\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia (6 September 2013) \u2014 Memahami kerentanan masyarakat yang bergantung-hutan adalah titik berangkat dalam membangun strategi efektif mitigasi dan adaptasi iklim, demikian temuan sebuah kajian. Di antara temuan yang ada, kajian melaporkan bahwa aktivitas mitigasi bisa membuat masyarakat menjadi lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim dan faktor sejenis. Kajian ini juga menyatakan bahwa hasil [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-09-06T08:46:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-27T09:18:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/motor_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mark Foss\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian\"},\"author\":{\"name\":\"Mark Foss\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4d82a8658eb9f83e3855271ca0de667d\"},\"headline\":\"Mitigasi tanpa adaptasi bisa berakibat masyarakat menjadi rentan \u2014 kajian\",\"datePublished\":\"2013-09-06T08:46:30+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T09:18:42+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian\"},\"wordCount\":767,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/09\\\/motor_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Governance\",\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian\",\"name\":\"Mitigasi tanpa adaptasi bisa berakibat masyarakat menjadi rentan \u2014 kajian - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/09\\\/motor_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2013-09-06T08:46:30+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T09:18:42+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/09\\\/motor_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/09\\\/motor_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":333,\"caption\":\"Kegiatan seperti hutan kota, pengelolaan hutan lestari dan wanatani tidak hanya mengurangi dampak-dampak dari perubahan iklim, menurut Denis Sonwa, ilmuwan senior Pusat Penelitian Kehutanan International, namun juga dapat mengurangi kerentanan masyarakat hutan terhadap tekanan dari iklim dan bukan iklim \u2013 jika kegiatan-kegiatan itu dirancang secara benar. Kredit foto: Carsten ten Brink\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mitigasi tanpa adaptasi bisa berakibat masyarakat menjadi rentan \u2014 kajian\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4d82a8658eb9f83e3855271ca0de667d\",\"name\":\"Mark Foss\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g4cd11896dd55f9648cc15e125890d23a\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Mark Foss\"},\"description\":\"Mark Foss is a Canadian freelance writer\\\/editor specializing in sustainable development issues. In 1995, following seven years as communications coordinator for the Canadian Organization for Development through Education (CODE) and Partnership Africa Canada (PAC), he began consulting for government, NGOs and international organizations. A collection of stories about a hapless NGO fundraiser appeared in 2005 followed by a novel, Spoilers, in 2011. He holds a Bachelor of Journalism (Highest Honours) and a Bachelor of Arts in Film Studies (With Distinction) from Carleton University in Ottawa.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/mark-foss\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18968\\\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mitigasi tanpa adaptasi bisa berakibat masyarakat menjadi rentan \u2014 kajian - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mitigasi tanpa adaptasi bisa berakibat masyarakat menjadi rentan \u2014 kajian","og_description":"BOGOR, Indonesia (6 September 2013) \u2014 Memahami kerentanan masyarakat yang bergantung-hutan adalah titik berangkat dalam membangun strategi efektif mitigasi dan adaptasi iklim, demikian temuan sebuah kajian. Di antara temuan yang ada, kajian melaporkan bahwa aktivitas mitigasi bisa membuat masyarakat menjadi lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim dan faktor sejenis. Kajian ini juga menyatakan bahwa hasil [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-09-06T08:46:30+00:00","article_modified_time":"2015-10-27T09:18:42+00:00","og_image":[{"width":500,"height":333,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/motor_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Mark Foss","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian"},"author":{"name":"Mark Foss","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4d82a8658eb9f83e3855271ca0de667d"},"headline":"Mitigasi tanpa adaptasi bisa berakibat masyarakat menjadi rentan \u2014 kajian","datePublished":"2013-09-06T08:46:30+00:00","dateModified":"2015-10-27T09:18:42+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian"},"wordCount":767,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/motor_bhs.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Forest management &amp; restoration","Governance","Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian","name":"Mitigasi tanpa adaptasi bisa berakibat masyarakat menjadi rentan \u2014 kajian - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/motor_bhs.jpg","datePublished":"2013-09-06T08:46:30+00:00","dateModified":"2015-10-27T09:18:42+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/motor_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/motor_bhs.jpg","width":500,"height":333,"caption":"Kegiatan seperti hutan kota, pengelolaan hutan lestari dan wanatani tidak hanya mengurangi dampak-dampak dari perubahan iklim, menurut Denis Sonwa, ilmuwan senior Pusat Penelitian Kehutanan International, namun juga dapat mengurangi kerentanan masyarakat hutan terhadap tekanan dari iklim dan bukan iklim \u2013 jika kegiatan-kegiatan itu dirancang secara benar. Kredit foto: Carsten ten Brink"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mitigasi tanpa adaptasi bisa berakibat masyarakat menjadi rentan \u2014 kajian"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4d82a8658eb9f83e3855271ca0de667d","name":"Mark Foss","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g4cd11896dd55f9648cc15e125890d23a","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/990d924cb514898e2592729ab92b8a225ce0680b7c84aefef7d55aaa20c65939?s=96&d=mm&r=g","caption":"Mark Foss"},"description":"Mark Foss is a Canadian freelance writer\/editor specializing in sustainable development issues. In 1995, following seven years as communications coordinator for the Canadian Organization for Development through Education (CODE) and Partnership Africa Canada (PAC), he began consulting for government, NGOs and international organizations. A collection of stories about a hapless NGO fundraiser appeared in 2005 followed by a novel, Spoilers, in 2011. He holds a Bachelor of Journalism (Highest Honours) and a Bachelor of Arts in Film Studies (With Distinction) from Carleton University in Ottawa.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/mark-foss"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18968\/mitigasi-tanpa-adaptasi-bisa-berakibat-masyarakat-menjadi-rentan-kajian#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/motor_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/107"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18968"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18968\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36641"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18968"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=18968"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=18968"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=18968"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=18968"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=18968"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=18968"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=18968"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=18968"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=18968"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=18968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}