{"id":18033,"date":"2013-07-22T17:06:51","date_gmt":"2013-07-22T10:06:51","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=18033"},"modified":"2018-02-07T15:16:11","modified_gmt":"2018-02-07T08:16:11","slug":"tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd","title":{"rendered":"Tata kelola yang baik menjadi \u201ckritikal\u201d untuk melibatkan sektor swasta dalam REDD+"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, Indonesia (22 Juli 2013) \u2013 Sejalan dengan tekanan kebutuhan pembiayaan sektor swasta untuk membantu mendukung REDD+ menjadi nyata, begitu pula dengan titik masalah utama: pebisnis menyatakan mereka perlu bukti tata kelola hutan efektif sebelum berinvestasi.<\/p>\n<p>Gagasan REDD+, atau pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, adalah memberi insentif finansial untuk menjaga tegakan hutan dan mengurangi emisi karbon. Walaupun pengambil kebijakan pada awalnya menginginkan pendanaan jangka panjang datang dari pasar, sejauh ini sebagian besar aktivitas dibiayai anggaran pembangunan luar negeri.<\/p>\n<p>Tetapi dengan dugaan UN Environment Programme (UNEP) bahwa rata-rata tambahan investasi 40 miliar dolar per tahun dibutuhkan untuk mengurangi separuh deforestasi global pada 2030, dan sumber pendanaan publik tertahan oleh krisis finansial global, modal sektor swasta, apakah dalam bentuk kemitraan publik-swasta atau investasi korporasi, menjadi penting bagi skema ini.<\/p>\n<p>\u201cPendanaan sektor swasta diharapkan menyediakan jumlah signifikan bagi semua pembiayaan REDD+,\u201d kata Chris Webb dari perusahaan jasa profesional, Pricewaterhouse Coopers di sesi panel mengenai penyertaan sektor swasta dalam REDD+ dalam <a href=\"http:\/\/www.unorcid.org\/index.php\/about-unorcid\/events\/147-global-green-economies-symposium\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">UN-REDD Global Symposium<\/a> di Jakarta, Juni.<\/p>\n<p>\u201cAncaman sektor swasta tidak terlibat makin besar dan besar,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Meningkatkan keterlibatan akan membutuhkan perubahan lingkungan bisnis di negara REDD+ agar membuatnya makin menarik, kata Ravi Prabhu, wakil direktur jenderal <a href=\"http:\/\/www.worldagroforestrycentre.org\/\" target=\"_blank\">World Agroforestry Centre<\/a> pada sesi panel tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu fokus untuk menciptakan kondisi yang di dalamnya jenis-jenis bisnis yang kita inginkan berkembang jadi berkembang,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dan untuk itu, \u201ctata kelola yang baik menjadi kritikal,\u201d kata Yaya Junardy, presiden Indonesia Global Compact Network, yang melaporkan temuan dari pertemuan sektor swasta mengenai isu pembangunan di Indonesia awal tahun ini.<\/p>\n<p>\u201cSatu hal sangat penting yang secara konsisten disebut oleh sektor swasta dan bisnis swasta adalah tata kelola, aturan hukum dan kebijakan publik,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Prinsip tata kelola yang ingin dilihat sektor swasta, lanjut Junardy, adalah \u201cnilai dasar\u201d transparansi, akuntabilitas, respon dan sikap melayani, sejalan dengan etika, partisipasi, keadilan dan inklusivitas.<\/p>\n<p>Pebisnis Australia Nigel Turvey dari <a href=\"http:\/\/www.keepthehabitat.com.au\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Keep The Habitat<\/a> menyuarakan pandangan sektor swasta.<\/p>\n<p>\u201cMenciptakan lingkungan yang memungkinkan adalah menciptakan lingkungan ketika investor bisa datang dan merasa cukup yakin bahwa mereka setidaknya bisa mendapat uangnya kembali, bahwa di sana tidak ada dua buku berjalan, bahwa ini tidak masuk ke saku seseorang, ini masuk ke pekerjaan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cSaat Anda bisa membangun tata kelola yang baik, maka itu memungkinkan Anda berinvestasi.\u201d<\/p>\n<p>Temuan sama muncul dari <a href=\"http:\/\/environment.yale.edu\/blog\/2013\/04\/scaling-up-private-sector-investment-in-forests-the-risks-and-re\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">even sampingan Yale\/IUFRO<\/a> dalam <a href=\"http:\/\/www.un.org\/esa\/forests\/reports-unff10.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">U.N. Forum on Forests 10<\/a> pada April, pelaku sektor swasta membahas kebutuhan keamanan kepemilikan lahan, kontrak legal, peningkatan transparansi dan pengurangan korupsi dan kolusi, bersama dengan risiko terkait dengan kemungkinan perubahan aturan.<\/p>\n<p>Riset dari <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3052.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Center for International Forestry Research<\/a> (CIFOR) mengidentifikasi pentingnya sistem tata kelola hutan yang kuat dan efektif untuk REDD+. Analisis CIFOR dalam <a href=\"http:\/\/www.forestsclimatechange.org\/global-comparative-study-on-redd\/national-redd-processes-and-policies\/the-context-for-redd-drivers-agents-and-institutions.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">konteks politik-ekonomi tujuh negara REDD+<\/a>  mengungkap bahwa sebagian besar memiliki kelemahan di area ini\u2014bagi kepentingan bisnis keuntungan berasal dari ekstraksi sumber daya yang bisa dieksploitasi atau bahkan dikontribusikan.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, pendahuluan dari apa yang disebut <a href=\"\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/Books\/BAngelsen120117.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">REDD+ safeguards<\/a>\u2014kebijakan dan langkah untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko terkait projek REDD+&#8211;memungkinkan investor untuk terlibat dalam kontek tersebut. Satu dari <a href=\"http:\/\/unfccc.int\/files\/meetings\/cop_16\/application\/pdf\/cop16_lca.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">tujuh pengaman dalam daftar Cancun Agreements<\/a> adalah \u201cstruktur tata kelola hutan nasional yang transparan dan efektif\u201d.<\/p>\n<p>\u201cManfaat pengaman ini dapat membantu memitigasi atau bahkan mencegah dampak negatif terkait dengan investasi dalam iklim tata kelola yang lemah,\u201d kata Maria Brockhaus, ilmuwan senior CIFOR.<\/p>\n<p>\u201cJika pengaman ini digunakan secara efektif, mereka memungkinkan investasi swasta mengalir masuk sebagai kebutuhan dan kenyataan potensi mereka untuk memberi kontribusi signifikan terhadap pembiayaan REDD+.\u201d<\/p>\n<p><b>Untuk informasi lebih pada isu yang didiskusian dalam artikel ini, silahkan hubungi Maria Brockhaus di <a href=\"mailto:m.brockhaus@cgiar.org\">m.brockhaus@cgiar.org<\/a><\/b><\/p>\n<p><em>Karya ini bagian dari kerjasama Program Riset CGIAR mengenai Hutan, Pohon dan Agroforestri.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, Indonesia (22 Juli 2013) \u2013 Sejalan dengan tekanan kebutuhan pembiayaan sektor swasta untuk membantu mendukung REDD+ menjadi nyata, begitu pula dengan titik masalah utama: pebisnis menyatakan mereka perlu bukti tata kelola hutan efektif sebelum berinvestasi. Gagasan REDD+, atau pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, adalah memberi insentif finansial untuk menjaga tegakan hutan dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":94,"featured_media":36417,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,13,151,184],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[4822,4828,4830,2547,4199,4829,4823,3017,4826,2819,2635,2864,4827],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1048],"class_list":["post-18033","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-governance","category-redd-2","category-value-chains-finance","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-chris-webb","tag-bahasa-indonesia-global-compact-network","tag-bahasa-keep-the-habitat","tag-bahasa-keuangan","tag-bahasa-maria-brockhaus","tag-bahasa-nigel-turvey","tag-bahasa-pricewaterhouse-coopers","tag-bahasa-pusat-penelitian-agroforestri-dunia","tag-bahasa-ravi-prabhu","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-sektor-swasta","tag-bahasa-unep","tag-bahasa-yaya-junardy","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Tata kelola yang baik menjadi \u201ckritikal\u201d untuk melibatkan sektor swasta dalam REDD+ - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tata kelola yang baik menjadi \u201ckritikal\u201d untuk melibatkan sektor swasta dalam REDD+\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, Indonesia (22 Juli 2013) \u2013 Sejalan dengan tekanan kebutuhan pembiayaan sektor swasta untuk membantu mendukung REDD+ menjadi nyata, begitu pula dengan titik masalah utama: pebisnis menyatakan mereka perlu bukti tata kelola hutan efektif sebelum berinvestasi. Gagasan REDD+, atau pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, adalah memberi insentif finansial untuk menjaga tegakan hutan dan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-07-22T10:06:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-02-07T08:16:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Ryan-Woo_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"334\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Imogen Badgery-Parker\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd\"},\"author\":{\"name\":\"Imogen Badgery-Parker\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433\"},\"headline\":\"Tata kelola yang baik menjadi \u201ckritikal\u201d untuk melibatkan sektor swasta dalam REDD+\",\"datePublished\":\"2013-07-22T10:06:51+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:16:11+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd\"},\"wordCount\":595,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/07\\\/Ryan-Woo_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Governance\",\"REDD+\",\"Value chains &amp; finance\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd\",\"name\":\"Tata kelola yang baik menjadi \u201ckritikal\u201d untuk melibatkan sektor swasta dalam REDD+ - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/07\\\/Ryan-Woo_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2013-07-22T10:06:51+00:00\",\"dateModified\":\"2018-02-07T08:16:11+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/07\\\/Ryan-Woo_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/07\\\/Ryan-Woo_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":334,\"caption\":\"Jika pengaman digunakan secara efektif, mereka memungkinkan investasi swasta mengalir masuk sebagai kebutuhan dan kenyataan bahwa potensi mereka bisa memberi kontribusi signifikan pembiayaan REDD+, kata Maria Brockhaus, ilmuwan Center for International Forestry Research. CIFOR\\\/Ryan Woo\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tata kelola yang baik menjadi \u201ckritikal\u201d untuk melibatkan sektor swasta dalam REDD+\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433\",\"name\":\"Imogen Badgery-Parker\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g6675a1af9465017a6fbbf119288326cc\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Imogen Badgery-Parker\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/imogen\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/18033\\\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tata kelola yang baik menjadi \u201ckritikal\u201d untuk melibatkan sektor swasta dalam REDD+ - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tata kelola yang baik menjadi \u201ckritikal\u201d untuk melibatkan sektor swasta dalam REDD+","og_description":"JAKARTA, Indonesia (22 Juli 2013) \u2013 Sejalan dengan tekanan kebutuhan pembiayaan sektor swasta untuk membantu mendukung REDD+ menjadi nyata, begitu pula dengan titik masalah utama: pebisnis menyatakan mereka perlu bukti tata kelola hutan efektif sebelum berinvestasi. Gagasan REDD+, atau pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, adalah memberi insentif finansial untuk menjaga tegakan hutan dan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-07-22T10:06:51+00:00","article_modified_time":"2018-02-07T08:16:11+00:00","og_image":[{"width":500,"height":334,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Ryan-Woo_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Imogen Badgery-Parker","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd"},"author":{"name":"Imogen Badgery-Parker","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433"},"headline":"Tata kelola yang baik menjadi \u201ckritikal\u201d untuk melibatkan sektor swasta dalam REDD+","datePublished":"2013-07-22T10:06:51+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:16:11+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd"},"wordCount":595,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Ryan-Woo_bhs.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Governance","REDD+","Value chains &amp; finance"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd","name":"Tata kelola yang baik menjadi \u201ckritikal\u201d untuk melibatkan sektor swasta dalam REDD+ - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Ryan-Woo_bhs.jpg","datePublished":"2013-07-22T10:06:51+00:00","dateModified":"2018-02-07T08:16:11+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Ryan-Woo_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Ryan-Woo_bhs.jpg","width":500,"height":334,"caption":"Jika pengaman digunakan secara efektif, mereka memungkinkan investasi swasta mengalir masuk sebagai kebutuhan dan kenyataan bahwa potensi mereka bisa memberi kontribusi signifikan pembiayaan REDD+, kata Maria Brockhaus, ilmuwan Center for International Forestry Research. CIFOR\/Ryan Woo"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tata kelola yang baik menjadi \u201ckritikal\u201d untuk melibatkan sektor swasta dalam REDD+"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433","name":"Imogen Badgery-Parker","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g6675a1af9465017a6fbbf119288326cc","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Imogen Badgery-Parker"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/imogen"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/18033\/tata-kelola-yang-baik-menjadi-kritikal-untuk-melibatkan-sektor-swasta-dalam-redd#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/Ryan-Woo_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18033","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/94"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18033"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18033\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36417"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18033"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18033"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18033"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=18033"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=18033"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=18033"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=18033"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=18033"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=18033"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=18033"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=18033"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=18033"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=18033"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}