{"id":17883,"date":"2013-07-16T11:09:39","date_gmt":"2013-07-16T04:09:39","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=17883"},"modified":"2015-10-27T16:25:45","modified_gmt":"2015-10-27T09:25:45","slug":"ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan","title":{"rendered":"Ekonomi Hijau akan mengangkat nilai sejati hutan"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, Indonesia (16 Juli 2013) \u2013 Dengan makin banyak negera berkembang berencana membuat transisi ke ekonomi hijau\u2014<a href=\"http:\/\/www.unep.org\/greeneconomy\/greeneconomyreport\/tabid\/29846\/default.aspx\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">didefinisikan sebagai rendah karbon, efisien sumber daya dan  inklusif sosial<\/a>\u2014lampu sorot mengarah pada nilai \u201csejati\u201d hutan.<\/p>\n<p>Dan jelas bahwa mereka bernilai lebih dari sekadar harga kayu.<\/p>\n<p>\u201cEkonomi hijau adalah menjadi lebih efisien dalam bagaimana Anda menggunakan sumber daya Anda,\u201d said Grace Wong, ilmuwan di Center for International Forestry Research (CIFOR) yang juga anggota Program Lingkungan PBB (U.N. Environment Programme\/UNEP) kelompok kerja REDD+ mengenai ekonomi hijau.<\/p>\n<p>\u201cIni soal memahami nilai sebenarnya sumber daya alam Anda jadi cara Anda memanfaatkannya dan keputusan kebijakan yang Anda buat merefleksikan semua nilai itu,\u201d kata Wong di sela <a href=\"http:\/\/www.unorcid.org\/index.php\/about-unorcid\/events\/147-global-green-economies-symposium\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Simposium Global UN-REDD<\/a> di Jakarta, Juni.<\/p>\n<p>\u201cMengakui nilai sejati hutan direfleksikan dalam ekonomi hijau berarti bahwa pengambil kebijakan membandingkan banyak piihan dan berpikir secara holistik mengenai hutan, jadi hutan tidak hanya dipertimbangkan semata pada kayu.\u201d<\/p>\n<p><b>UNTUK JASA YANG DIBERIKAN<\/b><\/p>\n<p>Hutan diperkirakan <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/forestry\/28812\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">berkontribusi lebih dari 400 miliar dolar AS bagi ekonomi dunia<\/a>, demikian menurut statistik PBB. Padahal angka ini hanya memasukkan produksi dan pengolahan kayu dan produk kayu.<\/p>\n<p>\u201cHutan selalu dinilai rendah karena total jasa yang mereka berikan tidak masuk hitungan,\u201d kata Wong.<\/p>\n<p>Daftar <a href=\"http:\/\/millenniumassessment.org\/en\/Reports.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">jasa ekosistem hutan<\/a> sebenarnya terentang panjang dan lebar, <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/1760.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">seperti<\/a> <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/2779.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">didokumentasikan<\/a> <a href=\"http:\/\/pubs.iied.org\/pdfs\/13555IIED.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dalam banyak<\/a> <a href=\"http:\/\/www.cfr.washington.edu\/classes.esrm.465\/2007\/readings\/WS_valuation.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">kajian<\/a>. <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/1199.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Hutan menyediakan<\/a> habitat dan air bersih, mengatur iklim lokal dan global, menyangga kejadian cuaca, melindungi limpasan air, aliran air dan tanah, menyimpan karbon, memproduksi oksigen dan mendukung penyerbukan serta siklus nutrisi. Mereka juga menyediakan sumber daya genetik untuk pertanian dan memiliki nilai spiritual, budaya, rekreasi dan pariwisata.<\/p>\n<p>Di balik kebutuhan krusial jasa hutan bagi keberlangsungan manusia, bagaimanapun, sifat alami yang bisa ditembus dan tak tampak membuat <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/1760.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mereka cenderung dianggap ada begitu saja dan dipersepsikan sebagai \u201cgratisan\u201d<\/a>, sementara <a href=\"http:\/\/www.cfr.washington.edu\/classes.esrm.465\/2007\/readings\/WS_valuation.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">beragam sistem penghitungan<\/a> memberi asesmen yang berbeda.<\/p>\n<p>Misalnya, ketika Anda menambahkan kerugian ekonomi emisi gas rumah kaca, kehilangan sumber daya alam, kehilangan jasa dasar alam seperti simpanan karbon, perubahan iklim dan kesehatan terkait polusi, peringkat 100 teratas biaya ekternalitas lingkungan global sekitar 4,7 triliun dolar per tahun, demikian menurut laporan terbaru dari <a href=\"http:\/\/www.teebforbusiness.org\/how\/natural-capital-risk.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">The Economics of Ecosystems and Biodiversity (TEEB)<\/a>.<\/p>\n<p>Sebuah contoh yang sangat relevan dengan hutan adalah <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3851.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pertanian ternak di Amerika Selatan<\/a>, <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3274.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pendorong utama<\/a> deforestasi di wilayah itu, Pavan Sukhdev, direktur eksekutif <a href=\"http:\/\/gistadvisory.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">GIST Advisory<\/a> dan kepala riset <a href=\"http:\/\/ec.europa.eu\/environment\/nature\/biodiversity\/economics\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">TEEB<\/a>, mengatakan pada para delegasi ketika menjadi <a href=\"http:\/\/www.unorcid.org\/index.php\/about-unorcid\/events\/147-global-green-economies-symposium\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pembicara utama dalam Simposium Global UN-REDD<\/a>: industri ini memberi masukan tahunan sekitar 16,6 miliar dolar AS, tetapi mengorbankan modal alam yang diperkirakan 353,8 miliar dolar AS.<\/p>\n<p><b>BERGANTUNG PADA HUTAN<\/b><\/p>\n<p>Tidak adanya pasar formal, <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/2404.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">aset alami cenderung belum menjadi bagian dalam pengambilan keputusan<\/a>. Satu kekecualian adalah UN REDD+, mekanisme global dimaksudkan untuk memberikan manfaat finansial bagi negara yang menurunkan emisi karbon akibat deforestasi dan degradasi hutan. Dengan memberi harga pasar terhadap karbon, REDD menciptakan nilai bagi pentingnya jasa hutan bagi mitigasi perubahan iklim melalui sekuestrasi karbon.<\/p>\n<p>\u201cREDD+ adalah satu jalan untuk  mengkompensasi sebagian nilai hutan dan memperbaiki kegagalan pasar yang menggiring pada deforestasi,\u201d kata Wong.<\/p>\n<p>\u201cOleh karena itu, REDD+ bisa menjadi katalis menuju kebijakan keberlanjutan dengan menghargai hutan, dan ini cocok sekali dengan tujuan ekonomi hijau.\u201d<\/p>\n<p>Kenya menjadi satu negara yang menempatkan nilai ekonomi hutan lebih dari kayu semata, seperti ditampilkan dalam \u201cKenya Forest Resource Account\u201d oleh Samuel Muriithi, kepala ekonomi Kenya Forest Service, <a href=\"http:\/\/www.unorcid.org\/index.php\/about-unorcid\/events\/147-global-green-economies-symposium\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">dilaporkan pada simposium UN-REDD<\/a>.<\/p>\n<p>Muriithi menawarkan contoh dari sebuah asesmen jasa wilayah tangkapan yang terbangun dari kanopi hutan tertutup. Ketika jasa pemurnian air dan regulasi iklim lokal, suplai air, erosi, bencana alam dan penyakit masuk dalam hitungan,  kerugian berkaitan dengan penebangan jauh melebihi keuntungan 2,8 kali lipat.<\/p>\n<p>Kenya menjadi satu dari sejumlah negara berkembang yang terlibat baik dalam REDD+ maupun merencanakan ekonomi hijau, seperti tampak dalam strategi nasional, \u201cVisi 2030\u201d. Di Vietnam\u2014juga mengikuti aktivitas REDD+, penghitungan modal alam juga diarusutamakan dalam perencanaan, dan mulai 2014, GDP hijau digunakan sebagai indikator kunci pembangunan.<\/p>\n<p><strong>HARGA HIDUP NYAMAN<\/strong><\/p>\n<p>Manfaat sosial dan kenyamanan jasa hutan juga bisa ditempatkan sebagai nilai ekonomi, demikian ditunjukkan Chris Webb dari perusahaan profesional <a href=\"https:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/PricewaterhouseCoopers\" target=\"_blank\">Pricewaterhouse Coopers<\/a> dalam simposium UN-REDD.<\/p>\n<p>Webb mengutip <a href=\"http:\/\/www.sustainabletable.org\/246\/sustainable-agriculture-the-basics\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pertanian berkelanjutan<\/a>\u2014yang menghindari meluasnya deforestasi\u2014dan menyarankan bahwa manfaat sosial dan meningkatnya panen atau lebih efisiennya air bisa dikuantifikasi.<\/p>\n<p>\u201cMeningkatnya panen bisa meningkatkan nutrisi masyarakat lokal dan pekerja, meningkatkan kesehatan orang, berkurangnya hari sakit, memanjangkan usia hidup, meningkatkan produktivitas: itu adalah manfaat bagi ekonomi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cSaya pikir terdapat lebih banyak manfaat sosial, ekonomi dan lingkungan di sini yang perlu (kita) pahami bersama sehingga kita bisa benar-benar memahami nilai melakukan aktivitas (berkelanjutan),\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Tidak semuanya bisa dinilai, tambah Wong, walaupun pendekatan lebih menyeluruh akan mengungkap apa yang bisa. \u201cSaya tidak akan mencoba menempatkan satu dolar pada nilai budaya, misalnya, tetapi ada upaya untuk menggabungkan dengan nilai sosial lain seperti kesetaraan dan inklusivitas,\u201d katanya.<\/p>\n<p>\u201cContohnya, jika Anda inklusif dalam bagaimana merencanakan pemanfaatan hutan atau bagaimana Anda mengekstraksi sumber daya, nilainya ada dalam potensi pengurangan konflik di masa depan, dan karena itu berpotensi menghindari <a href=\"http:\/\/www.wri.org\/publication\/development-without-conflict\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">biaya<\/a> operasi tinggi dan risiko selama implementasi. Ini soal cara berpikir lebih luas mengenai dampak utuh sebuah keputusan.\u201d<\/p>\n<p><i>Untuk informasi lebih pada isu yang didiskusikan dalam artikel ini, silahkan hubungi Grace Wong di <a href=\"mailto:g.wong@cgiar.org\">g.wong@cgiar.org<\/a><\/i><\/p>\n<p><em>Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Riset CGIAR mengenai Hutan, Pohon dan Agroforestri.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, Indonesia (16 Juli 2013) \u2013 Dengan makin banyak negera berkembang berencana membuat transisi ke ekonomi hijau\u2014didefinisikan sebagai rendah karbon, efisien sumber daya dan inklusif sosial\u2014lampu sorot mengarah pada nilai \u201csejati\u201d hutan. Dan jelas bahwa mereka bernilai lebih dari sekadar harga kayu. \u201cEkonomi hijau adalah menjadi lebih efisien dalam bagaimana Anda menggunakan sumber daya Anda,\u201d [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":94,"featured_media":36660,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,161,13,151],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[4822,2522,2565,4821,4818,2532,2542,4820,4252,4823,2819,4819,2868],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3086],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[1048],"class_list":["post-17883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-deforestation","category-governance","category-redd-2","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-chris-webb","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-ekonomi-hijau","tag-bahasa-gist-advisory","tag-bahasa-grace-wong","tag-bahasa-jasa-ekosistem","tag-bahasa-jasa-lingkungan","tag-bahasa-kenya-forest-service","tag-bahasa-pavan-sukhdev","tag-bahasa-pricewaterhouse-coopers","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-samuel-muriithi","tag-bahasa-un-redd","type-bahasa-peliputan-acara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Ekonomi Hijau akan mengangkat nilai sejati hutan - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ekonomi Hijau akan mengangkat nilai sejati hutan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"JAKARTA, Indonesia (16 Juli 2013) \u2013 Dengan makin banyak negera berkembang berencana membuat transisi ke ekonomi hijau\u2014didefinisikan sebagai rendah karbon, efisien sumber daya dan inklusif sosial\u2014lampu sorot mengarah pada nilai \u201csejati\u201d hutan. Dan jelas bahwa mereka bernilai lebih dari sekadar harga kayu. \u201cEkonomi hijau adalah menjadi lebih efisien dalam bagaimana Anda menggunakan sumber daya Anda,\u201d [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-07-16T04:09:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-27T09:25:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/ekonomi-hijau.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"378\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Imogen Badgery-Parker\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan\"},\"author\":{\"name\":\"Imogen Badgery-Parker\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433\"},\"headline\":\"Ekonomi Hijau akan mengangkat nilai sejati hutan\",\"datePublished\":\"2013-07-16T04:09:39+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T09:25:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan\"},\"wordCount\":842,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/07\\\/ekonomi-hijau.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Deforestation\",\"Governance\",\"REDD+\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan\",\"name\":\"Ekonomi Hijau akan mengangkat nilai sejati hutan - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/07\\\/ekonomi-hijau.jpg\",\"datePublished\":\"2013-07-16T04:09:39+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T09:25:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/07\\\/ekonomi-hijau.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/07\\\/ekonomi-hijau.jpg\",\"width\":500,\"height\":378,\"caption\":\"Ekonomi hijau adalah menjadi lebih efisien dalam bagaimana Anda menggunakan sumber daya Anda, kata Grace Wong, ilmuwan di Center for International Forestry Research. Kredit foto: remusse\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ekonomi Hijau akan mengangkat nilai sejati hutan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433\",\"name\":\"Imogen Badgery-Parker\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g6675a1af9465017a6fbbf119288326cc\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Imogen Badgery-Parker\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/imogen\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17883\\\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ekonomi Hijau akan mengangkat nilai sejati hutan - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ekonomi Hijau akan mengangkat nilai sejati hutan","og_description":"JAKARTA, Indonesia (16 Juli 2013) \u2013 Dengan makin banyak negera berkembang berencana membuat transisi ke ekonomi hijau\u2014didefinisikan sebagai rendah karbon, efisien sumber daya dan inklusif sosial\u2014lampu sorot mengarah pada nilai \u201csejati\u201d hutan. Dan jelas bahwa mereka bernilai lebih dari sekadar harga kayu. \u201cEkonomi hijau adalah menjadi lebih efisien dalam bagaimana Anda menggunakan sumber daya Anda,\u201d [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-07-16T04:09:39+00:00","article_modified_time":"2015-10-27T09:25:45+00:00","og_image":[{"width":500,"height":378,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/ekonomi-hijau.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Imogen Badgery-Parker","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan"},"author":{"name":"Imogen Badgery-Parker","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433"},"headline":"Ekonomi Hijau akan mengangkat nilai sejati hutan","datePublished":"2013-07-16T04:09:39+00:00","dateModified":"2015-10-27T09:25:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan"},"wordCount":842,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/ekonomi-hijau.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Deforestation","Governance","REDD+"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan","name":"Ekonomi Hijau akan mengangkat nilai sejati hutan - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/ekonomi-hijau.jpg","datePublished":"2013-07-16T04:09:39+00:00","dateModified":"2015-10-27T09:25:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/ekonomi-hijau.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/ekonomi-hijau.jpg","width":500,"height":378,"caption":"Ekonomi hijau adalah menjadi lebih efisien dalam bagaimana Anda menggunakan sumber daya Anda, kata Grace Wong, ilmuwan di Center for International Forestry Research. Kredit foto: remusse"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ekonomi Hijau akan mengangkat nilai sejati hutan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b432e2c85d34ce3bae91c0c84bc7a433","name":"Imogen Badgery-Parker","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g6675a1af9465017a6fbbf119288326cc","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2c9801e9b043138c20307eaae570c03a49ddce371b8519ba3d0a16ccd0b4a55e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Imogen Badgery-Parker"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/imogen"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17883\/ekonomi-hijau-akan-mengangkat-nilai-sejati-hutan#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/07\/ekonomi-hijau.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/94"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17883"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17883\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17883"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=17883"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=17883"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=17883"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=17883"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=17883"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=17883"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=17883"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=17883"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=17883"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=17883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}