{"id":17059,"date":"2013-06-11T10:58:08","date_gmt":"2013-06-11T03:58:08","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=17059"},"modified":"2015-10-27T16:43:03","modified_gmt":"2015-10-27T09:43:03","slug":"laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait","title":{"rendered":"Laporan tingkat tinggi mengusulkan SDGs \u2013 bagaimana kehutanan dan bentang alam terkait?"},"content":{"rendered":"<p>Pada 30 Mei 2013, laporan Tingkat Tinggi Panel para Pemimpin yang digelar Sekretaris Jenderal PBB tentang Agenda Pembangunan Pasca-215 diserahkan kepada Ban Ki-Moon oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.<\/p>\n<p>Laporan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Rio+20 tahun lalu. Bertujuan mendefinisikan prioritas pembangunan, tujuan dan sasaran serta usulan konkret untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals\/SDGs)<\/p>\n<p>Panel terdiri dari 27 orang dipimpin bersama oleh Presiden Indonesia dan Liberia, serta Perdana Menteri Inggris. Musyawarah panjang masih tersisa sebelum kita memiliki agenda pembangunan pasca-2015 yang disepakati seluruh negara di dunia; bagaimanapun, laporan merupakan satu tahapan penting dalam proses ini, sangat berharga untuk dibaca dan dianalisis.<\/p>\n<p>Di dalamnya, laporan ini melanjutkan proses dan kemajuan pemantauan Millenium Development Goals (MDGs). Saya merujuk pada latar belakang dan proses MDGs dalam artikel sebelumnya, mencatat bahwa masih banyak ruang peningkatan saat bergerak ke arah SDGs, seperti kebutuhan untuk mengurangi kompleksitas, lebih menjernihkan ukuran kemajuan dan lebih mengakui kebutuhan upaya lintas-sektoral.<\/p>\n<p>Apakah laporan baru ini berarti kemajuan? Ya. Hal ini mewakili elaborasi proses politik dan memberikan gambaran lebih lengkap dari sebuah agenda pembangunan masa depan. Dari pembacaan pertama, saya memberi catatan awal, terutama berkaitan dengan SDGs dan target terkait:<\/p>\n<p>Pertama, laporan ini menawarkan 12 SDGs dan 7 isu lintas-sektoral. Ini terlalu banyak untuk ditangani dengan nyaman sebagai sebuah paket dalam komunikasi atau dialog.<\/p>\n<p>Bagaimanapun, laporan ini juga memasukkan lima pergeseran tranformasional tingkat lebih tinggi. Dalam padangan saya, lima adalah angka yang bagus, dan mungkin lima pergeseran transformasi adalah sesuatu yang akanmenjadi rujukan utama kita. Saya mendeteksi beberapa korelasi dengan lima tujuan yang saya sarankan dalam artikel sebelumnya mengenai SDGs, dengan catatan bahwa mungkin banyak cara untuk memotong kue ini. Lima usulan pergeseran dirinci di bawah ini, dengan kaitan indikatif ke arah gagasan yang saya tawarkan:<\/p>\n<ol>\n<li><b>Jangan tinggalkan seorang pun<\/b> (sebanding dengan kesempatan setara, proteksi sosial)<\/li>\n<li><b>Tempatkan pembangunan berkelanjutan pada inti<\/b> (sebanding dengan bentang alam berkelanjutan)<\/li>\n<li><b>Transformasikan ekonomi untuk lapangan kerja dan pertumbuhan inklusif<\/b> (sebanding dengan pertumbuhan hijau dengan ekuitas, infrastruktur untuk semua)<\/li>\n<li><b>Membangun dengan damai dan efektif, institusi terbuka dan akuntabel untuk semua<\/b> (sebanding dengan proteksi sosial)<\/li>\n<li><b>Perkuat kemitraan global baru<\/b> (sebanding pertumbuhan hijau dengan ekuitas, proteksi sosial)<\/li>\n<\/ol>\n<p>Jadi bagaimana dengan 12 tujuan dan sasaran lebih rinci dalam laporan itu, dan bagaimana mereka berkaitan dengan kerja CIFOR dan CGIAR dalam kehutanan dan bentang alam? Saya memiliki observasi lanjutan:<\/p>\n<ol>\n<li><b>Menghapus kemiskinan.<\/b> Ini tetap menjadi sasaran pembangunan menyeluruh. Hal ini mencakup mengamankan hak atas lahan untuk masyarakat atau bisnis sejalan dengan sistem perlindungan bagi masyarakat miskin dan rentan, yang juga menjadi prioritas utama CIFOR dan CGIAR. Tetapi saya tidak mengerti mengapa ada indikator pengurangan kematian dari bencana alam termasuk dalam tujuan ini\u2014tampaknya lebih pas ditempatkan di bawah tujuan 9 (mengelola aset sumber alam secara berkelanjutan)<\/li>\n<li><b>Memberdayakan anak perempuan dan perempuan serta mencapai kesetaraan gender<\/b>. Usulan tujuan ini meninggikan isu dibanding MDGs, yang berarti perubahan positif. Isu gender dalam pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi jelas dan prioritas tinggi bagi CIFOR dan CGIAR.<\/li>\n<li><b>Menyediakan pendidikan berkualitas dan pembelajaran sepanjang hayat. <\/b>Saya gembira jika pendidikan lebih tinggi dimasukkan di sini.<\/li>\n<li><b>Menjamin hidup sehat.<\/b> MDGs memiliki delapan tujuan didedikasikan untuk kesehatan; sekarang semua ini dikonsentrasikan menjadi satu tujuan, yang tampaknya beralasan. Walaupun, nutrisi, yang saya kategorisasikan sebagai sebuah faktor penting untuk hidup sehat, tidak masuk di sini.<\/li>\n<li><b>Menjamin keamanan pangan dan nutrisi baik.<\/b> Topik ini jelas sekali menjadi fokus CGIAR, dan ini bagus melihat sebuah tujuan mandiri pada keamanan pangan. Walaupun, fokus dalam lima usulan indikator masih bergantung pada suplai (kuantitas) produksi pangan, sementara nutrisi kurang dikedepankan.\u00a0Lebih penting lagi, aspek lebih luas keamanan pangan\u2014khususnya akses terhadap pangan\u2014tidak dibahas sama sekali. Patut dipertanyakan mengapa keamanan pangan diturunkan pada produksi kalori lahan ketika kita tahu bahwa ketidakamanan pangan terutama disebabkan oleh kemiskinan dan ketidaksetaraan. Dengan kata lain, formulasi tujuan tidak beresonansi dengan usulan indikator.<\/li>\n<li><b>Mencapai akses universal terhadap air dan sanitasi. <\/b>Ini merupakan fokus utama juga bagi CIFOR dan CGIAR. Peran hutan bagi suplai air yang aman dan stabil baik bagi konsumsi manusia maupun pertanian jelas menjadi prioritas puncak kerja kami.<\/li>\n<li><b>Menjamin energi berkelanjutan. <\/b>Ini merupakan tujuan penting, dan jelas menjadi pendorong untuk mencapai beberapa tujuan lain. Walaupun, peran biomasa dipandang remeh dan direndahkan dengan rujukan polusi udara dalam ruangan. Peran kayu dan biomasa untuk energi tetap dan akan sangat penting, khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan. Meningkatkan produksi dan kegunaan di bidang ini akan memberi imbalan tinggi bagi keberlanjutan dan seharusnya mendapat perhatian lebih tinggi dalam formulasi indikator.<\/li>\n<li><b>Ciptakan pekerjaan, penghidupan berkelanjutan dan pertumbuhan setara.<\/b> Tujuan ini memberi peluang untuk menekankan dan memperkaya peran buruh dan modal di sektor berbasis lahan\u2014pemberi lapangan kerja terbesar di dunia. Ini merupakan wilayah yang saya yakin CGIAR bisa berperan lebih. Lebih jauh lagi, CIFOR dan ICRAF terlibat dalam kerja mencari cara meningkatkan dan memperluas peluang investasi dalam praktik penggunaan lahan berkelanjutan\u2014bidang lain yang menaungi usulan tujuan.<\/li>\n<li><b>Mengelola aset sumber alam secara berkelanjutan.<\/b> Baik melihat tujuan mandiri pada topik ini, dengan peluang untuk memapankan pendekatan bentang alam di semua sektor\u2014sekali lagi sebuah fokus utama\u00a0 bagi CIFOR dan CGIAR. Indikator yang ada sedikit tanggung\u2014perspektif lebih holistik pada sumber alam akan berguna. Contohnya, menurunkan emisi gas rumah kaca dari penggunaan lahan dapat menjadi indikator, serta meningkatkan vegetasi dan biomasa tahan di bentang alam dapat menjadi indikator lain. Lebih jauh lagi, bio-ekonomi (bagian penting ekonomi hijau, dapat disorot dengan memasukkan indikator pemasukan atau imbal balik investasi dari produk dan jasa sumber alam berkelanjutan.<\/li>\n<li><b>Menjamin tata pemerintahan yang baik dan kelembagaan efektif. <\/b>Tujuan krusial kemajuan, dan bagus melihat penempatan yang istimewa dibanding MDGs. Khususnya, hal<b> <\/b>mendorong munculnya indikator menurunkan korupsi.<\/li>\n<li><b>Menjamin masyarakat stabil dan damai. <\/b>Penting, tetapi kurang secara langsung berkait dengan kerja CIFOR dan CGIAR, kecuali dengan pengecualian mengusung hukum berkaitan dengan perlindungan sumber alam.<\/li>\n<li><b>Menciptakan suasana global saling mendukung dan mengkatalisasi pendanaan jangka panjang. <\/b>Seperti disebutkan dalam tujuan 8 di atas, meningkatkan dan memperluas pembiayaan bagi penggunaan lahan berkelanjutan adalah faktor keberhasilan fundamental. Investasi dalam pertanian, kehutanan, dan perikanan berkelanjutan serta rantai nilai terkait bisa menjadi jalur langsung bagi pembangunan berkelanjutan. Tetapi di sini banyak rintangan. Dalam pandangan saya, CIFOR dan CGIAR bisa menekankan isu ini lebih banyak.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kesimpulannya, pergeseran transformasional, sasaran dan indikator yang diusulkan memberikan landasan kokoh bagi prioritas masa depan CIFOR dan CGIAR. Terjadi diskusi dalam konsorsium apakah kita seharusnya lebih bersatu dengan SDGs daripada membangun sasaran terpisah bagi CGIAR. Kemudian kami akan lebih memiliki jalur langsung terhadap pembangunan politik utama dan peluang projek yang lebih terkait dengan agenda bagi audiens lebih luas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada 30 Mei 2013, laporan Tingkat Tinggi Panel para Pemimpin yang digelar Sekretaris Jenderal PBB tentang Agenda Pembangunan Pasca-215 diserahkan kepada Ban Ki-Moon oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Laporan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Rio+20 tahun lalu. Bertujuan mendefinisikan prioritas pembangunan, tujuan dan sasaran serta usulan konkret untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals\/SDGs) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":36702,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[1072],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2679,2509,2587,2541,2560,2633,2569,2550,2589,2564,2536,2822],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[2967],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[680],"class_list":["post-17059","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-landscapes","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-air","tag-bahasa-anak-anak","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-energi","tag-bahasa-jender","tag-bahasa-kemiskinan","tag-bahasa-kesehatan","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-mata-pencaharian","tag-bahasa-pemerintahan","tag-bahasa-pendidikan","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-berkelanjutan","type-bahasa-kolom-dirjen"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Laporan tingkat tinggi mengusulkan SDGs \u2013 bagaimana kehutanan dan bentang alam terkait? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Laporan tingkat tinggi mengusulkan SDGs \u2013 bagaimana kehutanan dan bentang alam terkait?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada 30 Mei 2013, laporan Tingkat Tinggi Panel para Pemimpin yang digelar Sekretaris Jenderal PBB tentang Agenda Pembangunan Pasca-215 diserahkan kepada Ban Ki-Moon oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Laporan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Rio+20 tahun lalu. Bertujuan mendefinisikan prioritas pembangunan, tujuan dan sasaran serta usulan konkret untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals\/SDGs) [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-06-11T03:58:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-27T09:43:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/SDG-post-foto_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"832\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"415\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Peter Holmgren\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait\"},\"author\":{\"name\":\"Peter Holmgren\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\"},\"headline\":\"Laporan tingkat tinggi mengusulkan SDGs \u2013 bagaimana kehutanan dan bentang alam terkait?\",\"datePublished\":\"2013-06-11T03:58:08+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T09:43:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait\"},\"wordCount\":1066,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/06\\\/SDG-post-foto_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Landscapes\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait\",\"name\":\"Laporan tingkat tinggi mengusulkan SDGs \u2013 bagaimana kehutanan dan bentang alam terkait? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/06\\\/SDG-post-foto_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2013-06-11T03:58:08+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T09:43:03+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/06\\\/SDG-post-foto_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/06\\\/SDG-post-foto_bhs.jpg\",\"width\":832,\"height\":415,\"caption\":\"Bentang alam hutan tropis di Uganda. Douglas Sheil\\\/CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Laporan tingkat tinggi mengusulkan SDGs \u2013 bagaimana kehutanan dan bentang alam terkait?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\",\"name\":\"Peter Holmgren\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Peter Holmgren\"},\"description\":\"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/peter-holmgren\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/17059\\\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Laporan tingkat tinggi mengusulkan SDGs \u2013 bagaimana kehutanan dan bentang alam terkait? - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Laporan tingkat tinggi mengusulkan SDGs \u2013 bagaimana kehutanan dan bentang alam terkait?","og_description":"Pada 30 Mei 2013, laporan Tingkat Tinggi Panel para Pemimpin yang digelar Sekretaris Jenderal PBB tentang Agenda Pembangunan Pasca-215 diserahkan kepada Ban Ki-Moon oleh Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Laporan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Rio+20 tahun lalu. Bertujuan mendefinisikan prioritas pembangunan, tujuan dan sasaran serta usulan konkret untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals\/SDGs) [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-06-11T03:58:08+00:00","article_modified_time":"2015-10-27T09:43:03+00:00","og_image":[{"width":832,"height":415,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/SDG-post-foto_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Peter Holmgren","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait"},"author":{"name":"Peter Holmgren","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122"},"headline":"Laporan tingkat tinggi mengusulkan SDGs \u2013 bagaimana kehutanan dan bentang alam terkait?","datePublished":"2013-06-11T03:58:08+00:00","dateModified":"2015-10-27T09:43:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait"},"wordCount":1066,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/SDG-post-foto_bhs.jpg","articleSection":["Landscapes"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait","name":"Laporan tingkat tinggi mengusulkan SDGs \u2013 bagaimana kehutanan dan bentang alam terkait? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/SDG-post-foto_bhs.jpg","datePublished":"2013-06-11T03:58:08+00:00","dateModified":"2015-10-27T09:43:03+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/SDG-post-foto_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/SDG-post-foto_bhs.jpg","width":832,"height":415,"caption":"Bentang alam hutan tropis di Uganda. Douglas Sheil\/CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Laporan tingkat tinggi mengusulkan SDGs \u2013 bagaimana kehutanan dan bentang alam terkait?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122","name":"Peter Holmgren","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Peter Holmgren"},"description":"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/peter-holmgren"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/17059\/laporan-tingkat-tinggi-mengusulkan-sdgs-bagaimana-kehutanan-dan-bentang-alam-terkait#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/06\/SDG-post-foto_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17059","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17059"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17059\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36702"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17059"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17059"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17059"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=17059"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=17059"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=17059"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=17059"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=17059"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=17059"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=17059"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=17059"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=17059"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=17059"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}