{"id":16678,"date":"2013-05-31T16:56:34","date_gmt":"2013-05-31T09:56:34","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=16678"},"modified":"2015-10-27T16:38:17","modified_gmt":"2015-10-27T09:38:17","slug":"audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi","title":{"rendered":"AUDIO T+J: Apakah anak-anak yang tinggal di hutan memiliki pola makan lebih bernutrisi?"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (31 Mei 2013) \u2013 Para ilmuwan di Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (Center for International Forestry Research, CIFOR) berharap bahwa <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/4103.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penelitian baru<\/a> akan menjelaskan kaitan antara tutupan pohon dengan nutrisi anak-anak yang baik.<\/p>\n<p>Dalam wawancara berikut ini, <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/author\/amy-ickowitz\/?utm_source=search+result&amp;utm_medium=Search+URL&amp;utm_campaign=Blog+search+result#.UYcTEIJXJMg\">Amy Ickowitz<\/a>, ilmuwan ekonomi pembangunan dan sumber daya alam, menjelaskan tujuan penelitian CIFOR tentang pohon dan nutrisi anak di <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/forestry\/food-security\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Konferensi Internasional Hutan untuk Keamanan Pangan dan Nutrisi<\/a>.<\/p>\n<p>Pertemuan di kota Roma ini diselenggarakan oleh Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian (FAO), bertujuan mendalami peran penting yang dimainkan hutan dalam kehidupan masyarakat pedesaan dan ekonomi global.<\/p>\n<p>Mari kita dengarkan wawancara lisan berikut ini:<\/p>\n<p>[soundcloud url=&#8221;http:\/\/api.soundcloud.com\/tracks\/90928184&#8243; params=&#8221;&#8221; width=&#8221; 100%&#8221; height=&#8221;166&#8243; iframe=&#8221;true&#8221; \/]<\/p>\n<p><b>T<\/b>: <b>Konferensi Hutan dan Pangan yang akan berlangsung di Roma akan mencermati tema nutrisi dan hutan. Dapatkah anda menjelaskan maknanya dan apa kaitannya dengan pekerjaan anda?<\/b><\/p>\n<p><b>J<\/b>: \u201cTopik keamanan pangan telah cukup menjadi bahan diskusi selama beberapa tahun terakhir. Perkiraan peningkatan populasi dan jumlah makanan yang akan kita butuhkan untuk memberi makan 9 miliar orang di dunia seperti yang diperkirakan (pada tahun 2050) telah banyak berpusat pada memproduksi cukup kalori \u2013 cukup energi untuk memberi makan 9 miliar orang yang kita perkirakan.<\/p>\n<p>\u201cNamun terdapat aspek lain yang kadang-kadang tidak memperoleh cukup perhatian, yaitu aspek kualitas makanan yang dibutuhkan oleh manusia \u2013 bahkan juga oleh manusia yang hidup saat ini.<\/p>\n<p>\u201cSebuah komponen penting adalah memperoleh cukup mikronutrisi \u2013 khususnya, vitamin A, zat besi dan seng. Hal-hal tersebut adalah <a href=\"http:\/\/en.wikipedia.org\/wiki\/Micronutrient\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">mikronutrisi<\/a> penting yang sering kali tidak terpenuhi dalam makanan yang dikonsumsi manusia, khususnya di negara-negara berkembang.<\/p>\n<p>\u201cSaya adalah seorang ekonom pembangunan dan ekonom sumber daya alam, jadi saya mengamati berbagai isu terkait kemiskinan dan hubungannya dengan sebuah landasan sumber daya alam. Saya bekerja untuk CIFOR, Pusat Penelitian Kehutanan Internasional \u2013 yang menjadi wadah terintegrasinya isu-isu ini: potensi atau peran yang nyata \u2013 merupakan bagian yang kami amati \u2013 atas hutan dan kontribusinya bagi nutrisi.<\/p>\n<p>\u201cSejumlah kolega dan saya sendiri baru-baru ini melakukan beberapa penelitian dengan menggunakan data dari 21 negara di Afrika yang mengamati pola makan anak-anak di bawah lima tahun dan kami mendapatkan bahwa nampaknya terdapat hubungan yang menarik antara tutupan pohon dan sejumlah indikator nutrisi.<\/p>\n<p>\u201cKami menemukan bahwa anak-anak di Afrika yang tinggal dalam masyarakat yang di dalamnya terdapat lebih banyak tutupan hutan memiliki keragaman pola makan yang lebih tinggi serta mengkonsumsi lebih banyak buah dan sayur-sayuran sampai tiga kali lipat lebihnya. Jadi ketika tutupan hutan mencapai sekitar 50-60 persen, yang merupakan hutan sangat lebat, hubungan ini sedikit menurun namun kemudian meningkat \u2013 seperti ditunjukkan oleh data kami \u2013 semakin banyak pohon di sekitar masyarakat, semakin baik pola makan anak-anak.<\/p>\n<p><b>T<\/b>: <b>Apa makna dari hal tersebut<\/b>?<\/p>\n<p><b>J<\/b>: \u201cTerdapat dua aspek dari \u2018apa yang menentukan hubungan tersebut, dan mengapa demikian?\u2019 Aspek lainnya bisa jadi merupakan aspek kebijakan. Hipotesis kami adalah bahwa orang yang tinggal dalam masyarakat dengan lebih banyak tutupan pohon memiliki akses yang lebih besar atas hutan dan makanan hutan, yang kebanyakan cenderung memiliki kandungan vitamin A yang tinggi, jadi buah-buahan liar dan sayuran, adalah terutama yang penting, daging hutan juga merupakan sumber zat besi yang penting, namun data yang kami gunakan masih merupakan data kasar sehingga kami tidak bisa benar-benar yakin tentang apa yang sebenarnya terjadi.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini CIFOR memulai proyek pada lima negara Afrika untuk lebih mendalami, untuk mewawancarai rumah tangga untuk mengetahui dari mana sebenarnya asal makanan mereka \u2013 \u2018apakah makanan dari hutan dalam hipotesis kami adalah penentu hubungan ini dan apakah hal ini berbeda pada jenis-jenis hutan yang berbeda?\u2019 \u2013 untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi \u2013<\/p>\n<p>\u201cSaya rasa apa yang anda maksud dengan pertanyaan:\u2019apakah sebenarnya makna dari hal ini?\u2019 \u2013 intinya, apabila hipotesis kami benar, adalah bahwa hutan dapat menjadi komponen keamanan pangan yang penting di dalam dan dari diri mereka sendiri. Sering kali orang \u2013 khususnya agronom dan para pembuat kebijakan \u2013 berbicara tentang hutan seolah-olah mereka merupakan penghambat untuk keamanan pangan, karena jika anda bermaksud menghasilkan kalori untuk memberi makan orang kemudian mereka menempati lahan yang berharga yang dapat digunakan untuk pertanian, untuk membudidayakan beras, atau bahan pokok lainnya.<\/p>\n<p>Apa yang akhirnya terjadi adalah hutan dibuka dengan mengatasnamakan keamanan pangan. \u201cNamun yang kita katakan adalah apabila anda melihat keamanan pangan secara lebih luas dan ikut memperhitungkan nutrisi makanan, maka hutan itu sendiri dapat memainkan sebuah peran yang sangat penting dalam keamanan pangan dari sisi nutrisi. Ini merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhitungkan oleh para pembuat kebijakan ketika mereka mengembangkan rencana pemanfaatan lahan.<\/p>\n<p><b>T: Ketika berbicara tentang meningkatkan keamanan pangan melalui makanan hutan, apakah anda berbicara tentang masyarakat setempat yang tinggal di dalam hutan, atau apakah anda berbicara tentang suatu proyek yang lebih global?<\/b><\/p>\n<p><b>J<\/b>: \u201cSekali lagi, saya rasa terdapat dua aspek. Pertama adalah hal-hal yang menjadi hipotesis kita yang mungkin merupakan pemicu dari hubungan \u2013 jika ini merupakan makanan hutan, kami pikir ini merupakan suatu ikatan yang bersifat lokal,  lebih memikirkan tentang masyarakat kecil, penduduk desa yang tinggal di wilayah hutan dan makanan yang menjadi sumber pangan mereka.<\/p>\n<p>\u201cKami bisa saja salah dan bahwa ini bukan merupakan pemicu hubungan \u2013 bisa jadi bahwa hutan menyediakan \u2013 kami pikir ini merupakan salah satu aspek dari isu yang dibahas juga \u2013 bahwa hutan menyediakan jasa ekosistem untuk pertanian.<\/p>\n<p>\u201cApabila memang demikian yang terjadi, bisa jadi bahwa orang yang hidup dekat dengan hutan tersebut kebetulan beruntung karena mereka berada langsung dan dekat dengan tempat dan memperoleh jasa lingkungan dan yang menyebabkan pertanian mereka lebih produktif, yang memungkinkan mereka untuk memiliki pola makan yang bergizi, namun (bisa juga) bahwa terdapat masyarakat lain yang juga dapat mengambil keuntungan dari jasa ekosistem tersebut.<\/p>\n<p>\u201cJadi saya rasa ini tetap bukan merupakan sesuatu yang bersifat global, namun ini merupakan sesuatu yang lebih dari sekedar lokal.<\/p>\n<p><b>Kontak Ilmuwan<\/b>:  <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/author\/amy-ickowitz\/?utm_source=search+result&amp;utm_medium=Search+URL&amp;utm_campaign=Blog+search+result\">Amy Ickowitz<\/a><\/p>\n<p><em>Penelitian CIFOR tentang hutan nutrisi merupakan bagian dari <a href=\"\/\/www.cifor.org\/crp6\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Program CGIAR untuk Hutan, Pohon dan Wanatani<\/a> dan didukung oleh Departemen untuk Pembangunan Internasional Inggris (Department for International Development\/DFID) dan Badan Pembangunan Austria (The Austrian Development Agency).<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (31 Mei 2013) \u2013 Para ilmuwan di Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (Center for International Forestry Research, CIFOR) berharap bahwa penelitian baru akan menjelaskan kaitan antara tutupan pohon dengan nutrisi anak-anak yang baik. Dalam wawancara berikut ini, Amy Ickowitz, ilmuwan ekonomi pembangunan dan sumber daya alam, menjelaskan tujuan penelitian CIFOR tentang pohon dan nutrisi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":91,"featured_media":34742,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[182,188,95],"tags":[],"language":[2171],"location":[12245],"tag-bahasa":[2876,2509,2708,2497,2516,2569,2550,2553,2615],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3094],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[989],"class_list":["post-16678","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-community-forestry","category-food-and-diets","category-human-wellbeing","language-bahasa-indonesia","location-africa","tag-bahasa-amy-ickowitz","tag-bahasa-anak-anak","tag-bahasa-cekungan-kongo","tag-bahasa-daging-satwa-liar","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-kesehatan","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-makanan-hutan","tag-bahasa-nutrisi","type-bahasa-wawancara"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>AUDIO T+J: Apakah anak-anak yang tinggal di hutan memiliki pola makan lebih bernutrisi? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"AUDIO T+J: Apakah anak-anak yang tinggal di hutan memiliki pola makan lebih bernutrisi?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia (31 Mei 2013) \u2013 Para ilmuwan di Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (Center for International Forestry Research, CIFOR) berharap bahwa penelitian baru akan menjelaskan kaitan antara tutupan pohon dengan nutrisi anak-anak yang baik. Dalam wawancara berikut ini, Amy Ickowitz, ilmuwan ekonomi pembangunan dan sumber daya alam, menjelaskan tujuan penelitian CIFOR tentang pohon dan nutrisi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-05-31T09:56:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-27T09:38:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Terry.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Julie Mollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@jmollins\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi\"},\"author\":{\"name\":\"Julie Mollins\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\"},\"headline\":\"AUDIO T+J: Apakah anak-anak yang tinggal di hutan memiliki pola makan lebih bernutrisi?\",\"datePublished\":\"2013-05-31T09:56:34+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T09:38:17+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi\"},\"wordCount\":966,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/Terry.jpg\",\"articleSection\":[\"Community forestry\",\"Food &amp; diets\",\"Human well-being\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi\",\"name\":\"AUDIO T+J: Apakah anak-anak yang tinggal di hutan memiliki pola makan lebih bernutrisi? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/Terry.jpg\",\"datePublished\":\"2013-05-31T09:56:34+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T09:38:17+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/Terry.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/Terry.jpg\",\"width\":500,\"height\":375,\"caption\":\"Penelitian ilmiah menemukan bahwa kehidupan anak-anak Afrika yang tinggal di hutan lebih tinggi tingkat keragaman dietnya dan lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. CIFOR \\\/ Terry Sunderland\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"AUDIO T+J: Apakah anak-anak yang tinggal di hutan memiliki pola makan lebih bernutrisi?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467\",\"name\":\"Julie Mollins\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Julie Mollins\"},\"description\":\"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.\",\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/juliemollins\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/jmollins\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/jmollins\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16678\\\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"AUDIO T+J: Apakah anak-anak yang tinggal di hutan memiliki pola makan lebih bernutrisi? - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"AUDIO T+J: Apakah anak-anak yang tinggal di hutan memiliki pola makan lebih bernutrisi?","og_description":"BOGOR, Indonesia (31 Mei 2013) \u2013 Para ilmuwan di Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (Center for International Forestry Research, CIFOR) berharap bahwa penelitian baru akan menjelaskan kaitan antara tutupan pohon dengan nutrisi anak-anak yang baik. Dalam wawancara berikut ini, Amy Ickowitz, ilmuwan ekonomi pembangunan dan sumber daya alam, menjelaskan tujuan penelitian CIFOR tentang pohon dan nutrisi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-05-31T09:56:34+00:00","article_modified_time":"2015-10-27T09:38:17+00:00","og_image":[{"width":500,"height":375,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Terry.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Julie Mollins","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@jmollins","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi"},"author":{"name":"Julie Mollins","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467"},"headline":"AUDIO T+J: Apakah anak-anak yang tinggal di hutan memiliki pola makan lebih bernutrisi?","datePublished":"2013-05-31T09:56:34+00:00","dateModified":"2015-10-27T09:38:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi"},"wordCount":966,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Terry.jpg","articleSection":["Community forestry","Food &amp; diets","Human well-being"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi","name":"AUDIO T+J: Apakah anak-anak yang tinggal di hutan memiliki pola makan lebih bernutrisi? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Terry.jpg","datePublished":"2013-05-31T09:56:34+00:00","dateModified":"2015-10-27T09:38:17+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Terry.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Terry.jpg","width":500,"height":375,"caption":"Penelitian ilmiah menemukan bahwa kehidupan anak-anak Afrika yang tinggal di hutan lebih tinggi tingkat keragaman dietnya dan lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayuran. CIFOR \/ Terry Sunderland"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"AUDIO T+J: Apakah anak-anak yang tinggal di hutan memiliki pola makan lebih bernutrisi?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/18a6edef8169e1c81d3306a074a16467","name":"Julie Mollins","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=gd7b35bd5dbca81f466deabc370b98c72","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1f55707cf05d0244c435d770653d563d9e6e2d686bddc75b68dc920cf5031404?s=96&d=mm&r=g","caption":"Julie Mollins"},"description":"Since 2013, Julie Mollins has served in various editorial and outreach roles with CGIAR-affiliated organizations, including as editor of Forests News for CIFOR (2013-2014, 2018 and November 2019 to June 2022), editor of Landscape News for the Global Landscapes Forum (GLF) and news editor and media manager for the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT). She also works in communications at the World Bank. Previously, she worked for Reuters in Toronto and London, the former Reuters Foundation humanitarian website AlertNet in London, and several national news and business publications in Canada.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/juliemollins\/","https:\/\/x.com\/jmollins"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/jmollins"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16678\/audio-tj-apakah-anak-anak-yang-tinggal-di-hutan-memiliki-pola-makan-lebih-bernutrisi#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Terry.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16678","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/91"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16678"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16678\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16678"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16678"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16678"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=16678"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=16678"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=16678"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=16678"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=16678"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=16678"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=16678"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=16678"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=16678"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=16678"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}