{"id":16631,"date":"2013-05-31T11:46:48","date_gmt":"2013-05-31T04:46:48","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=16631"},"modified":"2015-10-27T17:01:12","modified_gmt":"2015-10-27T10:01:12","slug":"hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global","title":{"rendered":"Hutan dan ketahanan pangan: kembali ke agenda global"},"content":{"rendered":"<p>Berita-<a href=\"http:\/\/www.guardian.co.uk\/global-development\/2013\/apr\/13\/climate-change-millions-starvation-scientists\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">berita terbaru<\/a>, sejumlah <a href=\"http:\/\/www.journals.elsevier.com\/global-food-security\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">publikasi ilmiah<\/a> dan pembentukan <a href=\"http:\/\/www.globalfood.cam.ac.uk\/index.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">wadah pemikir akademik yang baru<\/a>, semuanya mencerminkan keprihatinan tentang pencapaian ketahanan pangan global \u2013 sebuah inti komitmen para donor dan fokus dari banyak penelitian serta organisasi pembangunan.<\/p>\n<p>Penekanan tentang keamanan pangan global yang diperbarui ini didorong oleh proyeksi yang menunjukkan bahwa populasi manusia akan meningkat dari 7 miliar menjadi sekitar <a href=\"http:\/\/esa.un.org\/unpd\/wup\/Documentation\/final-report.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">9 miliar<\/a> orang pada tahun 2050.<\/p>\n<p>Bagian paling utama dari wacana saat ini terkait keamanan pangan adalah anggapan kebutuhan untuk meningkatkan produksi pangan untuk memberi makan sebanyak <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/news\/story\/en\/item\/161819\/icode\/http:\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">870 juta orang<\/a> \u2013 satu dari delapan orang di seluruh dunia, menurut Badan Pangan PBB, yang tidak memiliki cukup makanan.<\/p>\n<p>Kekhawatiran keamanan pangan juga muncul dalam pemberitaan karena dunia semakin mendekati tahun 2015, tahun Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) yang ditetapkan PBB tahun 2000 yang <a href=\"http:\/\/www.un.org\/millenniumgoals\/poverty.shtml\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">menargetkan<\/a> penurunan setengah dari proporsi orang yang kelaparan di seluruh dunia harus terpenuhi.<\/p>\n<p>Demikian juga halnya dengan berbagai literatur ilmiah maupun populer yang menyerukan peningkatan produksi pangan untuk mengatasi masalah kelaparan, yang menurut sejumlah perkiraan, akan meningkat sebanyak <a href=\"http:\/\/www.pnas.org\/content\/early\/2012\/06\/06\/1208240109\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">100 sampai dengan 110 persen<\/a>.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, dalam bukunya pada tahun 2012 \u201c<a href=\"http:\/\/canwefeedtheworld.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">One Billion Hungry: Can We Feed the World<\/a>?\u201d, penulis Gordon Conway, seorang profesor untuk pembangunan internasional dan direktur kelompok advokasi <a href=\"http:\/\/www3.imperial.ac.uk\/africanagriculturaldevelopment\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pertanian yang Berdampak<\/a> (<i>Agriculture for Impact<\/i>) pada Imperial College London, menekankan pentingnya menurunkan kelaparan dan kemiskinan sebagian dengan secara signifikan meningkatkan produksi pangan.<\/p>\n<p>Ini adalah konsep yang sangat menarik dan sederhana: lebih banyak mulut yang harus diberi  makan setara dengan kebutuhan untuk menghasilkan lebih banyak makanan.<\/p>\n<p>Namun demikian, model yang umum dari produksi pertanian adalah intensifikasi, telah menyebabkan meningkatnya kebutuhan pupuk, air, dan mungkin konversi ekosistem alami yang tersisa menjadi lahan pertanian yang dapat dibudidayakan.<\/p>\n<p>Intensifikasi pertanian dialami melalui revolusi hijau tahun 1940-an hingga 1970, yang menyebabkan pengembangan varietas unggul dari biji-bijian sereal, perluasan irigasi dan penggunaan yang lebih meluas atas benih hasil hibridisasi, pupuk sintetis dan pestisida, yang tentunya memberikan peningkatan hasil, tapi <a href=\"http:\/\/www.ifpri.org\/sites\/default\/files\/pubs\/pubs\/ib\/ib11.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">juga bersamaan dengan pengorbanan lingkungan yang lebih besar<\/a>.<\/p>\n<p>Selain itu, sebuah paradoks dari model produksi pangan yang ada saat ini adalah ketidaksetaraan yang mencirikannya.<\/p>\n<p>Terdapat hampir satu miliar penduduk bumi yang kelaparan dan kekurangan nutrisi, sementara lebih dari satu miliar penduduk mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, sebuah angka yang meningkat setiap harinya \u2013 sejalan dengan meningkatnya lingkar pinggang.<\/p>\n<p>Secara sederhana, setiap pagi jutaan orang mengalami <a href=\"http:\/\/panos.org.uk\/wp-content\/files\/2011\/03\/feast_famineAvz3hl.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">\u201cpesta atau kelaparan<\/a>\u201d harian.<\/p>\n<p>Sebagian berpendapat kita telah menumbuhkan cukup makanan untuk menyediakan makanan yang sehat dan bernutrisi bagi populasi manusia saat ini dan yang diperkirakan, namun distribusi yang tidak merata, kurangnya daya beli dan kebijakan yang mendukung industri pertanian menyebabkan makanan tersebut sering tidak menjangkau mereka yang paling membutuhkannya.<\/p>\n<p>Produksi pangan tidak perlu semata-mata didasarkan pada pertanian intensif yang difokuskan pada sejumlah kecil tanaman yang berdaya  hasil tinggi.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.fao.org\/fileadmin\/templates\/wsfs\/docs\/expert_paper\/How_to_Feed_the_World_in_2050.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Estimasi menunjukkan bahwa 40 persen makanan di negara berkembang diproduksi oleh petani kecil<\/a>, sering kali dalam lanskap multi-fungsional yang kompleks, yang tergantung pada pengelolaan tanaman terpadu.<\/p>\n<p>Selain itu, estimasi terkini dari Badan Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menunjukkan bahwa <a href=\"http:\/\/www.un.org\/esa\/forests\/pdf\/aheg\/aheg2\/AHEG2_Econ_Dev_Agrawal.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">sekitar 1,6 miliar penduduk bergantung pada hutan dan sistem alami lainnya untuk makanan, kesehatan dan penghidupan secara umum<\/a>.<\/p>\n<p>Hutan, dan lanskap yang lebih luas tempat mereka berada, berpotensi memiliki peran yang penting dalam strategi yang berkembang untuk mencapai keamanan pangan global.<\/p>\n<p>Hutan tidak hanya berkontribusi bagi keragaman dan nutrisi makanan, khususnya bagi anggota termiskin masyarakat, namun juga untuk menopang pertanian melalui penyediaan jasa-jasa ekosistem yang penting seperti halnya penyerbukan, stabilisasi tanah dan perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS).<\/p>\n<p>Namun demikian, pengakuan peran hutan dalam kemanan pangan bukan merupakan hal baru:  tahun 1985 ditetapkan sebagai <a href=\"http:\/\/foodsecurity\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">tahun Hutan dan Keamanan Pangan<\/a> dan sebuah <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/docrep\/t7750e\/t7750e00.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">edisi khusus jurnal<\/a> FAO, Unasylva kemudian dipublikasikan.<\/p>\n<p>Agenda hutan dan keamanan pangan perlahan-lahan digantikan oleh berbagai keprihatinan pembangunan yang terus menekan. Sampai saat ini, semua hal tersebut sudah hilang semuanya.<\/p>\n<p>Namun, dengan &#8220;pengarusutamaan&#8221; masalah keamanan pangan yang akan muncul di masa mendatang, <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/4103.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">peran hutan dalam mengamankan nutrisi dan keamanan pangan akan  kembali ke dalam kerangka kerja<\/a>.<\/p>\n<p>Bulan lalu, <a href=\"http:\/\/www.fao.org\/forestry\/food-security\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Konferensi Internasional Hutan untuk Keamanan Pangan dan Gizi<\/a> di Roma telah memunculkan pembahasan tentang bagaimana kita dapat memastikan terwujudnya produksi pangan yang berkelanjutan tanpa mengorbankan lingkungan yang lebih luas.<\/p>\n<p>Nampaknya kita telah kembali ke posisi semula. Dengan melihat bukti yang ada, tidak mengherankan bahwa masalah hutan dan ketahanan pangan sekali lagi berada di garis depan dalam agenda pembangunan internasional: tantangannya adalah untuk mempertahankan hal tersebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berita-berita terbaru, sejumlah publikasi ilmiah dan pembentukan wadah pemikir akademik yang baru, semuanya mencerminkan keprihatinan tentang pencapaian ketahanan pangan global \u2013 sebuah inti komitmen para donor dan fokus dari banyak penelitian serta organisasi pembangunan. Penekanan tentang keamanan pangan global yang diperbarui ini didorong oleh proyeksi yang menunjukkan bahwa populasi manusia akan meningkat dari 7 miliar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":16640,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[188,95],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2587,3234,2569,2550,2815],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3087],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[207],"class_list":["post-16631","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-food-and-diets","category-human-wellbeing","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-gordon-conway","tag-bahasa-kesehatan","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-milenium","type-bahasa-analisis"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Hutan dan ketahanan pangan: kembali ke agenda global - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hutan dan ketahanan pangan: kembali ke agenda global\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berita-berita terbaru, sejumlah publikasi ilmiah dan pembentukan wadah pemikir akademik yang baru, semuanya mencerminkan keprihatinan tentang pencapaian ketahanan pangan global \u2013 sebuah inti komitmen para donor dan fokus dari banyak penelitian serta organisasi pembangunan. Penekanan tentang keamanan pangan global yang diperbarui ini didorong oleh proyeksi yang menunjukkan bahwa populasi manusia akan meningkat dari 7 miliar [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-05-31T04:46:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-27T10:01:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/sagu.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Terry Sunderland\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@TCHSunderland\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global\"},\"author\":{\"name\":\"Terry Sunderland\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/19f9fac49c9f6390f787c3f02a53110d\"},\"headline\":\"Hutan dan ketahanan pangan: kembali ke agenda global\",\"datePublished\":\"2013-05-31T04:46:48+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T10:01:12+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global\"},\"wordCount\":701,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/sagu.jpg\",\"articleSection\":[\"Food &amp; diets\",\"Human well-being\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global\",\"name\":\"Hutan dan ketahanan pangan: kembali ke agenda global - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/sagu.jpg\",\"datePublished\":\"2013-05-31T04:46:48+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T10:01:12+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/sagu.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/sagu.jpg\",\"width\":500,\"height\":375,\"caption\":\"Sagu merupakan hasil hutan non kayu yang sejak dari dulu sudah dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Di Maluku, Sagu tumbuh dengan sendirinya hutan-hutan rawa, pada daerah dataran rendah tumbuh di belakang hutan mangrove. Nining Liswanti\\\/CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hutan dan ketahanan pangan: kembali ke agenda global\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/19f9fac49c9f6390f787c3f02a53110d\",\"name\":\"Terry Sunderland\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6acb2ec33870622974e5596a351588784b9aa47d2f1f87c6cf2c17f652c91ed0?s=96&d=mm&r=gc47b59bc99d133b77c2ff86ea5f18756\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6acb2ec33870622974e5596a351588784b9aa47d2f1f87c6cf2c17f652c91ed0?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/6acb2ec33870622974e5596a351588784b9aa47d2f1f87c6cf2c17f652c91ed0?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Terry Sunderland\"},\"description\":\"Terry Sunderland is a Principal Scientist with CIFOR's Forests and Livelihoods programme, and leads the research domain 'Managing trade-offs between conservation and development at the landscape scale'. Prior to joining CIFOR, Terry was based in Central Africa for many years. Terry holds a Ph.D. from University College London and has published extensively on conservation and livelihood issues.\",\"sameAs\":[\"\\\/\\\/www.cifor.org\\\/nc\\\/about-us\\\/cifor-scientist-profiles\\\/scientist-profile.html?tx_ciforwebse\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/@TCHSunderland\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/terrysunderland\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16631\\\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hutan dan ketahanan pangan: kembali ke agenda global - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hutan dan ketahanan pangan: kembali ke agenda global","og_description":"Berita-berita terbaru, sejumlah publikasi ilmiah dan pembentukan wadah pemikir akademik yang baru, semuanya mencerminkan keprihatinan tentang pencapaian ketahanan pangan global \u2013 sebuah inti komitmen para donor dan fokus dari banyak penelitian serta organisasi pembangunan. Penekanan tentang keamanan pangan global yang diperbarui ini didorong oleh proyeksi yang menunjukkan bahwa populasi manusia akan meningkat dari 7 miliar [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-05-31T04:46:48+00:00","article_modified_time":"2015-10-27T10:01:12+00:00","og_image":[{"width":500,"height":375,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/sagu.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Terry Sunderland","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@TCHSunderland","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global"},"author":{"name":"Terry Sunderland","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/19f9fac49c9f6390f787c3f02a53110d"},"headline":"Hutan dan ketahanan pangan: kembali ke agenda global","datePublished":"2013-05-31T04:46:48+00:00","dateModified":"2015-10-27T10:01:12+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global"},"wordCount":701,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/sagu.jpg","articleSection":["Food &amp; diets","Human well-being"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global","name":"Hutan dan ketahanan pangan: kembali ke agenda global - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/sagu.jpg","datePublished":"2013-05-31T04:46:48+00:00","dateModified":"2015-10-27T10:01:12+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/sagu.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/sagu.jpg","width":500,"height":375,"caption":"Sagu merupakan hasil hutan non kayu yang sejak dari dulu sudah dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Di Maluku, Sagu tumbuh dengan sendirinya hutan-hutan rawa, pada daerah dataran rendah tumbuh di belakang hutan mangrove. Nining Liswanti\/CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hutan dan ketahanan pangan: kembali ke agenda global"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/19f9fac49c9f6390f787c3f02a53110d","name":"Terry Sunderland","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6acb2ec33870622974e5596a351588784b9aa47d2f1f87c6cf2c17f652c91ed0?s=96&d=mm&r=gc47b59bc99d133b77c2ff86ea5f18756","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6acb2ec33870622974e5596a351588784b9aa47d2f1f87c6cf2c17f652c91ed0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6acb2ec33870622974e5596a351588784b9aa47d2f1f87c6cf2c17f652c91ed0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Terry Sunderland"},"description":"Terry Sunderland is a Principal Scientist with CIFOR's Forests and Livelihoods programme, and leads the research domain 'Managing trade-offs between conservation and development at the landscape scale'. Prior to joining CIFOR, Terry was based in Central Africa for many years. Terry holds a Ph.D. from University College London and has published extensively on conservation and livelihood issues.","sameAs":["\/\/www.cifor.org\/nc\/about-us\/cifor-scientist-profiles\/scientist-profile.html?tx_ciforwebse","https:\/\/x.com\/@TCHSunderland"],"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/terrysunderland"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16631\/hutan-dan-ketahanan-pangan-kembali-ke-agenda-global#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/sagu.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16631","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16631"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16631\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16640"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16631"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16631"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16631"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=16631"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=16631"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=16631"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=16631"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=16631"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=16631"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=16631"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=16631"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=16631"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=16631"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}