{"id":16270,"date":"2013-05-22T09:58:39","date_gmt":"2013-05-22T02:58:39","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=16270"},"modified":"2015-10-08T16:08:23","modified_gmt":"2015-10-08T09:08:23","slug":"meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka","title":{"rendered":"Rilis foto-foto terbaru memberikan harapan bagi habitat macan tutul Jawa yang langka"},"content":{"rendered":"<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Konflik antara manusia dan satwa liar di taman nasional di Indonesia\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/oF3qZroO_FA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>\u201cCantik bukan?\u201d seringai Age Kridalaksana, seorang ekologis muda Indonesia di sebuah pos penelitian di perbukitan berhutan lebat di Taman Nasional Gunung Salak, sebuah kawasan pegunungan hutan hujan tropis di Jawa, pulau utama di Indonesia.<\/p>\n<p>Dia memperhatikan komputernya dengan seksama.<\/p>\n<p>Foto-fotonya memang bagus, warnanya tajam; kulit yang bertotol dan mata keperakan langsung dapat dikenali milik mamalia paling dicari di kawasan tersebut, macan tutul Jawa (<i>Panthera pardus melas), <\/i>yang belum lama<i> <\/i>ini ditambahkan ke dalam <a href=\"http:\/\/www.iucnredlist.org\/details\/summary\/15962\/0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">International Union for the Conservation of Nature \u2018Red List\u2019<\/a> dari spesies-spesies paling langka di dunia.<\/p>\n<p>Kucing besar itu biasanya sangat pemalu dan misterius, namun jantan muda yang tertangkap kamera dalam jarak hanya dua km dari pos penelitian di Cikaniki di sisi timur taman nasional, sepertinya sedang menikmati ketenaran barunya.<\/p>\n<p>Dia meregangkan badannya, menunjukkan taringnya yang tajam dengan seringai lebar, kemudian melingkarkan badannya pelan-pelan.<\/p>\n<p>Inilah gambar yang membuat Age tertarik.<\/p>\n<p>\u201cKelihatannya dia sedang berpose dan sepertinya menyadari kalau kami sedang mengamatinya,\u201d ujarnya sambil menunjukkan gambar-gambar lain.<\/p>\n<p>Dikenal dengan sebutan \u2018gunung berkabut\u2019 bagi penduduk lokal Jawa, Taman Nasional Gunung Halimun-Salak memiliki luas 113,000 hektar dan termasuk salah satu dengan keanekaragaman hayati terkaya di Indonesia.<\/p>\n<p>Namun yang mengejutkan, terlepas dari kedatangan para peneliti dari seluruh dunia, hanya sebagian kecil dari <a href=\"\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/Books\/BTakao0101.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">61 spesies mamalia<\/a>, <a href=\"\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/Books\/BPriyadi1001.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">750<span style=\"text-decoration: underline;\"> tumbuhan<\/span><\/a> dan <a href=\"\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/Books\/BTakao0101.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">250 jenis burung<\/a> yang ada telah tercatat dengan baik.<\/p>\n<p>Jumlah macan tutul Jawa yang tersisa dan berada di alam liar masih belum diketahui, dengan prakiraan sekitar <a href=\"http:\/\/www.iucnredlist.org\/details\/summary\/15962\/0\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">2<span style=\"text-decoration: underline;\">50 hingga 700 ekor<\/span>.<\/a><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"Javan leopard caught on camera trap\" src=\"https:\/\/player.vimeo.com\/video\/65886739?dnt=1&amp;app_id=122963\" width=\"500\" height=\"281\" frameborder=\"0\" allow=\"autoplay; fullscreen; picture-in-picture; clipboard-write\"><\/iframe><\/p>\n<p>Inilah yang membuat Age dan rekan-rekannya dari CIFOR dan <a href=\"..\/..\/AppData\/Local\/Microsoft\/Windows\/Temporary%20Internet%20Files\/Content.Outlook\/AppData\/Local\/Microsoft\/Windows\/Temporary%20Internet%20Files\/Content.Outlook\/AppData\/Local\/Microsoft\/Windows\/Temporary%20Internet%20Files\/Content.Outlook\/AppData\/Local\/Microsoft\/Windows\/Temporary%20Internet%20Files\/Content.Outlook\/AppData\/Local\/Microsoft\/Windows\/Temporary%20Internet%20Files\/Content.Outlook\/FK3YL1NO\/Agricultural%20University%20of\">Institut Pertanian Bogor (IPB)<\/a> berada di sini. Dengan bantuan dari staf taman nasional, mereka telah memantau ukuran dan jangkauan populasi macan tutul dan mangsanya.<\/p>\n<p>Hal ini penting, kata Age, selain untuk membantu mengidentifikasi potensi ancaman yang ada, semisal pemburu atau perambah hutan yang sedang berada di sekitarnya, dan jika kucing besar ini mendekati kawasan yang kerap dilalui manusia.<\/p>\n<p>\u201cKita harus memahami bagaimana keberadaan manusia mempengaruhi persebaran macan tutul dan spesies-spesies lain di kawasan ini,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Keberadaan predator besar ini juga menjadi sebuah indikator tentang kondisi hutan; sebuah tanda bahwa ekosistemnya seimbang.<\/p>\n<p>Namun di Jawa, hutan tengah mengalami perubahan.<\/p>\n<p><b>Hutan di Jawa sedang terancam<\/b><\/p>\n<p>Rumah bagi separuh penduduk Indonesia dan pusat bagi ledakan ekonomi negara saat ini, Jawa kehilangan lebih dari <a href=\"http:\/\/news.mongabay.com\/2010\/01240hance_java.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><span style=\"text-decoration: underline;\">2,000 hektar<\/span><\/a> hutan hujan dalam setahunnya. Besarnya pembukaan hutan untuk pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, pertanian skala kecil dan perkebunan teh semakin menghabiskan sisanya yang hanya sedikit itu.<\/p>\n<p>Kondisi ini termasuk juga di kawasan lindung. <a href=\"http:\/\/lbprastdp.staff.ipb.ac.id\/files\/2010\/12\/Land-Use-and-Land-Cover-Change-GHSNP-1989-2004.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><span style=\"text-decoration: underline;\">Menurut laporan dari IPB<\/span><\/a>, antara tahun 1989 dan 2004, Taman Nasional Gunung Halimun-Salak kehilangan 25% hutannya akibat pembalakan liar dan aktivitas pembukaan hutan.<\/p>\n<p>\u201cJika kehilangan habitat, maka kita akan kehilangan predator utama yang akan berakibat buruk pada ekosistem yang tersisa,\u201d lanjut Age.<\/p>\n<p>\u201cMemantau populasi macan tutul saat ini akan membantu taman nasional untuk mengelola tempat ini beserta habitatnya dengan lebih efektif di masa depan.\u201d<\/p>\n<figure id=\"attachment_16316\" aria-describedby=\"caption-attachment-16316\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/15157\/despite-threats-to-habitat-new-photos-provide-hope-for-endangered-javan-leopard\/discussing\/\" rel=\"attachment wp-att-16316\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"  wp-image-16316 size-full\" src=\"\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/discussing.jpg\" alt=\"CIFOR reasercher, Age Kridalaksana and a national park officer discuss where to set up the camera trap. Mokhamad Edliadi\/CIFOR\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/discussing.jpg 640w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/discussing-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/discussing-566x378.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/discussing-622x415.jpg 622w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-16316\" class=\"wp-caption-text\">Ilmuwan CIFOR, Age Kridalaksana bersama seorang petugas taman nasional sedang berdiskusi menentukan lokasi kamera pengintai. Mokhamad Edliadi\/CIFOR<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sebagai contoh, staf taman nasional bisa meningkatkan upaya untuk melindungi lokasi yang diidentifikasi sebagai areal perkembangbiakan dan perburuan mangsa yang penting. Patroli untuk mencegah perburuan liar dan perambahan dapat ditargetkan dengan lebih baik untuk areal di mana satwa dan manusia kerap bersinggungan.<\/p>\n<p>Namun sejauh ini, tanda-tanda di sekitar pos penelitian Cikaniki cukup menggembirakan.<\/p>\n<p>30 kamera yang terpasang untuk memantau kondisi taman nasional telah menangkap lebih dari ribuan gambar kijang (<i>Muntiacus muntjak),<\/i> musang palem (<i>Paradoxurus hermaphroditus<\/i>), tupai (<i>Callosciurus notatus<\/i>),  dan tikus kayu malaysia <i>(Rattus tiomanicus)<\/i> \u2013 mangsa yang berlimpah untuk macan tutul yang kelaparan.<\/p>\n<p>Menambah suka cita para peneliti tersebut, dua ekor macan tutul \u2013 yang sebangsa dengan Macan tutul Jawa dengan kulit berwarna hitam karena mutasi gen yang resesif \u2013 juga ikut terekam dalam film.<\/p>\n<p>\u201cIni sangat menarik, mengingat ini terjadi di tempat yang hanya beberapa jam jauhnya dari kota besar seperti Jakarta dengan 20 juta orang penduduknya,\u201d tambah Ken Sugimura, seorang peneliti asal Jepang yang memimpin proyek CIFOR ini.<\/p>\n<p>Namun, meski populasi macan tutul terlihat sehat, lanjutnya, taman nasional masih harus tetap waspada.<\/p>\n<figure id=\"attachment_16166\" aria-describedby=\"caption-attachment-16166\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"  wp-image-16166 size-full\" src=\"\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/age.jpg\" alt=\"Ilmuwan CIFOR, Age Kridalaksana dan seorang petugas taman nasional mempersiapkan kamera pengintai di taman nasional Gunung Halimun-Salak. Mokhamad Edliadi\/CIFOR\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/age.jpg 640w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/age-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/age-566x378.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/age-622x415.jpg 622w\" sizes=\"auto, (max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-16166\" class=\"wp-caption-text\">Ilmuwan CIFOR, Age Kridalaksana dan seorang petugas taman nasional tengah mempersiapkan kamera pengintai di taman nasional Gunung Halimun-Salak. Mokhamad Edliadi\/CIFOR<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cSarang macan tutul bisa berpindah sangat jauh, meski biasanya dalam rentang 10 km persegi. Jika habitat mereka semakin menyempit, persaingan untuk mendapatkan makanan dan sarang akan meningkat.\u201d<\/p>\n<p>\u201cIni berisiko mereka dapat tersesat di permukiman penduduk di dalam dan sekitar taman nasional kemudian memangsa ternak dan anjing kecil.\u201d<\/p>\n<p><b>Kawan atau lawan? Populasi macan tutul dan permukiman sekitar<\/b><\/p>\n<p>Meski kemunculan macan tutul dan kasus konflik dengan 300 penduduk di dalam kawasan taman nasional jarang terjadi, para penduduk masih saja khawatir.<\/p>\n<p>\u201cKami khawatir macan tutul mungkin tidak hanya menyerang ternak,\u201d terang Pak Adwa, yang tinggal di Sentral, sebuah desa dekat pos penelitian. \u201cJika lapar, mungkin saja mereka akan menyerang manusia.\u201d<\/p>\n<p>Meski rekaman foto-foto memperlihatkan bahwa macan tutul juga melewati jalan setapak yang digunakan penduduk untuk mengumpulkan kayu bakar, bambu, dan sumber daya hutan lain, Sugimura menyatakan bahwa ancaman konflik masih tetap rendah.<\/p>\n<p>Terjadi persinggungan habitat, lanjutnya, namun sejauh ini sangat jarang terjadi kontak.<\/p>\n<p>Namun kondisi ini bisa jadi berubah, jika macan tutul dan manusia terpaksa terlibat kontak yang lebih dekat.<\/p>\n<p>\u201cDeforestasi dan perambahan hutan adalah ancaman paling utama yang dihadapi,\u201d terang Iwan Ridwan, seorang teknisi kehutanan di taman nasional.<\/p>\n<p>Selain meningkatkan patroli serta menegakkan peraturan dan hukum antiperburuan liar, para petugas taman nasional juga bekerja sama dengan penduduk setempat untuk membatasi dampak aktivitas di sekitar taman nasional.<\/p>\n<p>\u201cKami terus-menerus mendorong mereka (penduduk) untuk mengelola lahan secara lestari, terutama di kawasan yang boleh mereka manfaatkan,\u201d jelas Iwan. \u201cKami juga mencoba meningkatkan kondisi perekonomian mereka agar memiliki alternatif penghidupan lain, mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam di dalam taman nasional.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSelama habitat macan tutul masih terjaga, saya rasa konflik antara binatang buas dan penduduk sekitar tidak akan terjadi.\u201d<\/p>\n<p><i>Makalah mengenai proyek ini akan segera tersedia. <\/i><\/p>\n<p><i>Proyek ini dipimpin oleh Dones Rinaldi dari <\/i><i><a href=\"http:\/\/www.ipb.ac.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Institut Pertanian Bogor<\/a><\/i><i> dan Ken Sugimura dari CIFOR dengan dukungan dari Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Proyek ini didanai oleh Kementerian Luar Negeri Jepang dan<\/i> <a href=\"http:\/\/www.ffpri.affrc.go.jp\/en\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Forestry and Forest Products Research Institute<\/a><i> (FFPR).<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cCantik bukan?\u201d seringai Age Kridalaksana, seorang ekologis muda Indonesia di sebuah pos penelitian di perbukitan berhutan lebat di Taman Nasional Gunung Salak, sebuah kawasan pegunungan hutan hujan tropis di Jawa, pulau utama di Indonesia. Dia memperhatikan komputernya dengan seksama. Foto-fotonya memang bagus, warnanya tajam; kulit yang bertotol dan mata keperakan langsung dapat dikenali milik mamalia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":16226,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[182,161,95],"tags":[31,328,371,1029,4373,1069,369,254],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[4856,2522,2489,2516,2520,2540,2769],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[213],"class_list":["post-16270","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-community-forestry","category-deforestation","category-human-wellbeing","tag-biodiversity","tag-community","tag-deforestation","tag-gunung-halimun-salak-national-park","tag-livelihoods","tag-macam-tutal","tag-monitoring","tag-protected","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-age-kridalaksana","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-keanekaragaman-hayati","tag-bahasa-kehutanan-masyarakat","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-spesies-langka","tag-bahasa-taman-nasional-gunung-halimun-salak","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Rilis foto-foto terbaru memberikan harapan bagi habitat macan tutul Jawa yang langka - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rilis foto-foto terbaru memberikan harapan bagi habitat macan tutul Jawa yang langka\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cCantik bukan?\u201d seringai Age Kridalaksana, seorang ekologis muda Indonesia di sebuah pos penelitian di perbukitan berhutan lebat di Taman Nasional Gunung Salak, sebuah kawasan pegunungan hutan hujan tropis di Jawa, pulau utama di Indonesia. Dia memperhatikan komputernya dengan seksama. Foto-fotonya memang bagus, warnanya tajam; kulit yang bertotol dan mata keperakan langsung dapat dikenali milik mamalia [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-05-22T02:58:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-08T09:08:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Leopard-resize.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"956\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"677\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Catriona Moss\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka\"},\"author\":{\"name\":\"Catriona Moss\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34\"},\"headline\":\"Rilis foto-foto terbaru memberikan harapan bagi habitat macan tutul Jawa yang langka\",\"datePublished\":\"2013-05-22T02:58:39+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-08T09:08:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka\"},\"wordCount\":1016,\"commentCount\":1,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/Leopard-resize.jpg\",\"keywords\":[\"biodiversity\",\"community\",\"deforestation\",\"Gunung Halimun-Salak National Park\",\"livelihoods\",\"macam tutal\",\"monitoring\",\"protected\"],\"articleSection\":[\"Community forestry\",\"Deforestation\",\"Human well-being\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka\",\"name\":\"Rilis foto-foto terbaru memberikan harapan bagi habitat macan tutul Jawa yang langka - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/Leopard-resize.jpg\",\"datePublished\":\"2013-05-22T02:58:39+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-08T09:08:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/Leopard-resize.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/05\\\/Leopard-resize.jpg\",\"width\":956,\"height\":677},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rilis foto-foto terbaru memberikan harapan bagi habitat macan tutul Jawa yang langka\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34\",\"name\":\"Catriona Moss\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=gdc56a385fbc9842c355ac3e587cb2edb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Catriona Moss\"},\"description\":\"Catriona Moss studied journalism at Cardiff University in Wales, she then went on to travel around South America. It was during a conservation volunteer placement in the Amazon rainforest, Ecuador, that she gained a real passion for learning about and protecting rainforests. Since then her career has been in humanitarian and development communications having worked for the Big Issue magazine in South Africa, Muslim Aid UK, Oxfam UK and the Overseas Development Institute. As well as a love for blogging and creative writing, she is also a keen filmmaker.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/catriona-moss\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/16270\\\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rilis foto-foto terbaru memberikan harapan bagi habitat macan tutul Jawa yang langka - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rilis foto-foto terbaru memberikan harapan bagi habitat macan tutul Jawa yang langka","og_description":"\u201cCantik bukan?\u201d seringai Age Kridalaksana, seorang ekologis muda Indonesia di sebuah pos penelitian di perbukitan berhutan lebat di Taman Nasional Gunung Salak, sebuah kawasan pegunungan hutan hujan tropis di Jawa, pulau utama di Indonesia. Dia memperhatikan komputernya dengan seksama. Foto-fotonya memang bagus, warnanya tajam; kulit yang bertotol dan mata keperakan langsung dapat dikenali milik mamalia [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-05-22T02:58:39+00:00","article_modified_time":"2015-10-08T09:08:23+00:00","og_image":[{"width":956,"height":677,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Leopard-resize.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Catriona Moss","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka"},"author":{"name":"Catriona Moss","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34"},"headline":"Rilis foto-foto terbaru memberikan harapan bagi habitat macan tutul Jawa yang langka","datePublished":"2013-05-22T02:58:39+00:00","dateModified":"2015-10-08T09:08:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka"},"wordCount":1016,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Leopard-resize.jpg","keywords":["biodiversity","community","deforestation","Gunung Halimun-Salak National Park","livelihoods","macam tutal","monitoring","protected"],"articleSection":["Community forestry","Deforestation","Human well-being"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka","name":"Rilis foto-foto terbaru memberikan harapan bagi habitat macan tutul Jawa yang langka - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Leopard-resize.jpg","datePublished":"2013-05-22T02:58:39+00:00","dateModified":"2015-10-08T09:08:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Leopard-resize.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Leopard-resize.jpg","width":956,"height":677},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rilis foto-foto terbaru memberikan harapan bagi habitat macan tutul Jawa yang langka"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34","name":"Catriona Moss","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=gdc56a385fbc9842c355ac3e587cb2edb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g","caption":"Catriona Moss"},"description":"Catriona Moss studied journalism at Cardiff University in Wales, she then went on to travel around South America. It was during a conservation volunteer placement in the Amazon rainforest, Ecuador, that she gained a real passion for learning about and protecting rainforests. Since then her career has been in humanitarian and development communications having worked for the Big Issue magazine in South Africa, Muslim Aid UK, Oxfam UK and the Overseas Development Institute. As well as a love for blogging and creative writing, she is also a keen filmmaker.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/catriona-moss"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/16270\/meski-habitatnya-terancam-foto-foto-terbaru-memberikan-harapan-pada-macan-tutul-jawa-yang-langka#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/05\/Leopard-resize.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16270"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16270\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16226"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16270"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=16270"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=16270"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=16270"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=16270"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=16270"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=16270"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=16270"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=16270"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=16270"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=16270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}