{"id":156287,"date":"2026-01-21T09:00:00","date_gmt":"2026-01-21T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/156287\/when-clans-come-together-managalas-plateau"},"modified":"2026-02-27T20:33:10","modified_gmt":"2026-02-27T13:33:10","slug":"ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas","title":{"rendered":"Ketika klan-klan bersatu: Bisakah pengelolaan kolektif melindungi Dataran Tinggi Managalas?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami mendengar suara genderang jauh sebelum kami melihatnya. Saat itu pagi hari tanggal 15 Oktober 2025, dan tim <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF)<\/a> sedang mendaki lereng curam menuju Desa Kawowogi, sambil membawa perlengkapan kamera, wadah plastik berisi alat tulis, dan presentasi cetak berukuran besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kami telah berkendara hampir sepanjang perjalanan dari Stasiun Afore, di suatu daerah lain dari <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/?s=Managalas+Conservation+Area\">Kawasan Konservasi Managalas (Managalas Conservation Area\/MCA)<\/a> di Provinsi Oro, Papua Nugini. Namun jalan itu sangat rusak\u2014berlubang-lubang, penuh dengan jurang yang berbahaya dan genangan air yang licin\u2014sehingga kami terpaksa berjalan kaki di beberapa trayek. Setengah kilometer terakhir hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat kami melewati punggung bukit, sekelompok seniman lokal muncul. Mengenakan tapa bercorak, berhias kerang dan bermahkota hiasan kepala bulu berwarna cerah, mereka memandu kami maju dengan tarian, lagu, dan irama yang berulang. Kami melewati serangkaian lengkungan daun palem yang dihiasi bunga kembang sepatu berwarna merah dan kuning dalam perjalanan menuju balai pertemuan. Di atas kepala, seekor burung cenderawasih raggiana (<em>Paradisea raggiana<\/em>) melayang di langit, bulu-bulu ekornya yang berwarna senja berkibar di belakangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tampaknya itu adalah simbol yang tepat untuk pertemuan yang sedang berlangsung. Pertemuan ini bertujuan untuk mencapai kemajuan dalam aspirasi lama yang dimiliki bersama oleh masyarakat Managalas: untuk mengembangkan dan membangun mata pencaharian yang lebih berkelanjutan dan andal di dataran tinggi tersebut, seraya melestarikan lingkungan alam mereka yang kaya dan beragam secara hayati.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignfull has-global-padding is-layout-constrained wp-container-core-group-is-layout-aa2a43b6 wp-block-group-is-layout-constrained\" style=\"margin-top:0;margin-bottom:0;padding-top:0;padding-right:0;padding-bottom:0;padding-left:0\">\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-full\" style=\"margin-top:var(--wp--preset--spacing--30);margin-right:0;margin-bottom:var(--wp--preset--spacing--30);margin-left:0\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"1441\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/need-to-confirm-name-with-Will-speaks-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-scaled.jpg\" alt=\"Community members attending the Combined Forum in Kawowogi Village on the Managalas Plateau, discussing conservation and sustainable livelihoods in Papua New Guinea.\" class=\"wp-image-155493\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/need-to-confirm-name-with-Will-speaks-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-scaled.jpg 2560w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/need-to-confirm-name-with-Will-speaks-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-566x319.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/need-to-confirm-name-with-Will-speaks-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-737x415.jpg 737w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/need-to-confirm-name-with-Will-speaks-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-768x432.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/need-to-confirm-name-with-Will-speaks-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-220x124.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/need-to-confirm-name-with-Will-speaks-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/need-to-confirm-name-with-Will-speaks-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-2048x1153.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Para pemimpin komunitas dan peserta forum berkumpul di Desa Kawowogi dalam Forum Gabungan tahunan di Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, di mana para klan berkumpul untuk membahas konservasi, mata pencaharian, dan tata kelola bersama. Foto oleh Russell Wai \/ CIFOR-ICRAF.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n<div class=\"wp-block-columns alignfull is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-6b44f232 wp-block-columns-is-layout-flex\" style=\"border-top-style:dashed;border-top-width:1px;border-bottom-style:dashed;border-bottom-width:1px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30)\">\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:190px\">\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-left is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-4d114226 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button is-style-fill\"><a class=\"wp-block-button__link has-contrast-color has-text-color has-background has-link-color wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155628\/kacang-okari-konservasi-hutan-dataran-tinggi-managalas\" style=\"border-radius:3px;background-color:#bdedb9;padding-top:var(--wp--preset--spacing--20);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--20);font-style:normal;font-weight:700\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Baca juga<\/a><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"line-height:1.5\">\n<h2 class=\"wp-block-heading has-custom-green-dark-new-color has-text-color has-link-color wp-elements-13de3600b61fc183598f79b59d1e0869\" id=\"h-memecahkan-masalah-rantai-pasok-produk-hutan-satu-kacang-pohon-pada-satu-waktu-nbsp\" style=\"font-size:clamp(1.039rem, 1.039rem + ((1vw - 0.2rem) * 0.88), 1.6rem);font-style:normal;font-weight:600\"><a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155628\/kacang-okari-konservasi-hutan-dataran-tinggi-managalas\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Memecahkan masalah rantai pasok produk hutan: Satu kacang pohon pada satu waktu&nbsp;<\/a><\/h2>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-forum-untuk-mencapai-konsensus\"><strong><strong>Forum untuk mencapai konsensus<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertemuan semacam ini merupakan bagian lazim dari kehidupan di Dataran Tinggi Managalas. Selama beberapa dekade, Managalas Conservation Foundation (MCF) dan para mitranya telah menyelenggarakan Forum Gabungan (Combined Forum) tahunan, yang mempertemukan perwakilan dari seluruh wilayah. Di tempat di mana keputusan biasanya dibuat di tingkat klan, forum semacam ini sangat penting untuk <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91871\/konservasi-dataran-tinggi-managalas-papua-nugini\">membangun konsensus<\/a> dalam skala yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Upaya mereka telah membuahkan hasil. Pada tahun 2017, 152 klan Mangalas sepakat untuk <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/88884\/jalan-berliku-menuju-konservasi-berbasis-masyarakat-di-papua-nugini\">mendeklarasikan seluruh dataran tinggi tersebut sebagai sebuah kawasan konservasi<\/a>. Ini adalah sebuah hasil yang tampak sangat mencolok dalam konteks Papua Nugini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, pencapaian tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi manfaat nyata. Banyak orang mendukung visi konservasi dengan harapan bahwa hal itu akan <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155628\/kacang-okari-konservasi-hutan-dataran-tinggi-managalas\">menciptakan mata pencaharian alternatif<\/a> dan meningkatkan layanan yang sangat dibutuhkan di dataran tinggi tersebut. Kemajuan di kedua bidang tersebut lebih lambat dari yang diharapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMasyarakat masih menunggu untuk mengetahui kapan mereka akan mendapatkan manfaat dari apa yang telah dilakukan,\u201d kata Malchus Kajia, ketua MCF, dalam sambutan pembukaan forum tersebut.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignfull is-layout-flow wp-container-core-group-is-layout-b26833bd wp-block-group-is-layout-flow\" style=\"margin-top:0;margin-bottom:0;padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-right:0;padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30);padding-left:0\">\n<div class=\"wp-block-cover is-light has-custom-content-position is-position-bottom-left\" style=\"margin-top:0;margin-bottom:0;padding-top:0;padding-right:0;padding-bottom:0;padding-left:0;min-height:80vh;aspect-ratio:unset;\"><video class=\"wp-block-cover__video-background intrinsic-ignore\" autoplay muted loop playsinline src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/1080p-2.mp4\" data-object-fit=\"cover\"><\/video><span aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-cover__background has-background-dim-0 has-background-dim\" style=\"background-color:#FFF\"><\/span><div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-container-core-cover-is-layout-a2503c34 wp-block-cover-is-layout-flow\">\n<div class=\"wp-block-group has-background is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-0a36cb25 wp-block-group-is-layout-flex\" style=\"border-top-right-radius:10px;background-color:#07070780;margin-top:0;margin-bottom:0;padding-top:var(--wp--preset--spacing--20);padding-right:var(--wp--preset--spacing--20);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--20);padding-left:var(--wp--preset--spacing--20)\">\n<p class=\"has-text-align-right has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-cabda95e63599e93a81bab42aadf2542 wp-block-paragraph\" style=\"writing-mode:horizontal-tb\">Caption image here<\/p>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-barriers-on-the-ground\"><br><strong>Barriers on the ground<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Alasan di balik lambatnya kemajuan ini sangatlah kompleks. Managalas diberkahi dengan tanah vulkanik yang kaya dan subur serta iklim yang sangat cocok untuk produksi pangan dan kayu, serta produk hutan nonkayu bernilai tinggi seperti <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155628\/kacang-okari-konservasi-hutan-dataran-tinggi-managalas\">kacang okari<\/a> dan kulit kayu massoia atau mesoyi. Namun, mengubah potensi tersebut menjadi rantai nilai yang layak dan berkelanjutan merupakan tantangan yang menahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Infrastruktur yang buruk\u2014yang paling terlihat adalah jalan-jalan yang rusak yang telah memperlambat perjalanan kami sendiri\u2014meningkatkan biaya transportasi dan membatasi akses ke pasar. Pengiriman barang mahal, kapasitas bisnis tidak merata, dan banyak komunitas kekurangan pengalaman yang diperlukan untuk beroperasi dalam skala besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dinas-dinas pemerintah yang dapat membantu mengatasi banyak kendala ini pun kewalahan. Intervensi di masa lalu juga telah membentuk ekspektasi, terkadang mendorong ketergantungan pada dukungan eksternal tanpa disertai tanggung jawab yang diperlukan untuk mempertahankannya. Ketegangan internal masyarakat makin memperumit koordinasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-berbagi-manfaat\"><strong>Berbagi manfaat<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama forum tersebut, Will Unsworth, <a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/id\/lokasi\/asia\/papua-nugini\/\"\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">manajer program CIFOR-ICRAF untuk Papua Nugini (PNG)<\/a>, memimpin diskusi guna menentukan lokasi beberapa kegiatan mata pencaharian baru. Kegiatan-kegiatan ini meliputi budi daya ikan, produksi telur, peternakan babi, pemeliharaan bebek, dan pertanian sayuran \u2014 inisiatif yang dirancang untuk melengkapi pola makan lokal, menciptakan peluang ekonomi, dan mengurangi ketergantungan terhadap perburuan <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/?page_id=10713&#038;s=Satwa+liar\">satwa liar<\/a>. Setiap kegiatan dialokasikan ke desa-desa dan klan-klan yang spesifik untuk memastikan bahwa manfaatnya dirasakan secara luas di seluruh Managalas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cIni adalah bagian dari proyek yang akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,\u201d kata Unsworth. \u201cOleh karena itu, penting bagi kita untuk mendistribusikannya secara adil.\u201d<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignfull has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\" style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30)\">\n<div class=\"wp-block-columns alignwide is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-baaca9a6 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2306\" height=\"1722\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.30.28.png\" alt=\"CIFOR-ICRAF staff and local community members walking together in Kawowogi Village on the Managalas Plateau in Papua New Guinea during the Combined Forum.\" class=\"wp-image-155526\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.30.28.png 2306w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.30.28-536x400.png 536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.30.28-556x415.png 556w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.30.28-768x574.png 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.30.28-220x164.png 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.30.28-1536x1147.png 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.30.28-2048x1529.png 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2306px) 100vw, 2306px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Anggota tim CIFOR-ICRAF berjalan bersama para peserta dari komunitas di Desa Kawowogi, Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, yang mencerminkan kolaborasi erat antara masyarakat lokal dan mitra proyek selama Forum Gabungan berlangsung.<br>Foto oleh Monica Evans \/ CIFOR-ICRAF.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2308\" height=\"1730\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.17.27.png\" alt=\"Group of community representatives attending the Combined Forum in Kawowogi Village on the Managalas Plateau in Papua New Guinea.\" class=\"wp-image-155570\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.17.27.png 2308w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.17.27-534x400.png 534w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.17.27-554x415.png 554w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.17.27-768x576.png 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.17.27-220x165.png 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.17.27-1536x1151.png 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.17.27-2048x1535.png 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2308px) 100vw, 2308px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Para peserta berkumpul untuk foto bersama dalam Forum Gabungan di Desa Kawowogi, Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, menandai momen pengambilan keputusan bersama terkait konservasi dan mata pencaharian.<br>Foto oleh Russell Wai \/ CIFOR-ICRAF.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Unsworth juga menguraikan beberapa cara yang digunakan MCF, CIFOR-ICRAF, dan Kamapim \u2014 mitra sektor swasta yang berfokus pada pertanian berkelanjutan \u2014 untuk menyempurnakan pendekatan-pendekatan menuju profitabilitas. Para mitra bekerja sama dengan penyedia layanan pemerintah dan spesialis sektor swasta untuk mendukung para petani yang sudah memproduksi kakao, kopi, dan vanili.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nancy Irwin, direktur pelaksana Kamapim, menjelaskan kepada para peserta forum bahwa para petani komoditas ini di Dataran Tinggi Managalas perlu berfokus pada tanaman bernilai tinggi dan berkualitas tinggi: \u201cDi sini, biaya pengiriman jauh lebih tinggi daripada di tempat-tempat lain, jadi satu-satunya cara agar orang-orang mau membeli adalah jika Anda memiliki kualitas.\u201d<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignfull has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\" style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30)\">\n<div class=\"wp-block-columns alignwide is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-baaca9a6 wp-block-columns-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"1920\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Nancy-Irwin-of-Kamapim-speaks-on-sustainable-livelihoods-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-scaled.jpg\" alt=\"Forum participants listening to a presentation on sustainable livelihoods during the Combined Forum in Kawowogi Village on the Managalas Plateau in Papua New Guinea.\" class=\"wp-image-155544\" style=\"aspect-ratio:16\/9;object-fit:cover\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Nancy-Irwin-of-Kamapim-speaks-on-sustainable-livelihoods-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-scaled.jpg 2560w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Nancy-Irwin-of-Kamapim-speaks-on-sustainable-livelihoods-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-533x400.jpg 533w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Nancy-Irwin-of-Kamapim-speaks-on-sustainable-livelihoods-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-553x415.jpg 553w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Nancy-Irwin-of-Kamapim-speaks-on-sustainable-livelihoods-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-768x576.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Nancy-Irwin-of-Kamapim-speaks-on-sustainable-livelihoods-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-220x165.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Nancy-Irwin-of-Kamapim-speaks-on-sustainable-livelihoods-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Nancy-Irwin-of-Kamapim-speaks-on-sustainable-livelihoods-during-the-Combined-Forum.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF-2048x1536.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Para mitra bekerja sama dengan penyedia layanan pemerintah dan spesialis sektor swasta untuk mendukung petani yang telah memproduksi kakao, kopi, dan vanili.<br>Foto oleh Russell Wai \/ CIFOR-ICRAF.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\">\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2304\" height=\"1722\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.04.54.png\" alt=\"Cocoa beans drying in Kawowogi Village on the Managalas Plateau in Papua New Guinea as part of local livelihood activities.\" class=\"wp-image-155559\" style=\"aspect-ratio:16\/9;object-fit:cover\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.04.54.png 2304w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.04.54-535x400.png 535w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.04.54-555x415.png 555w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.04.54-768x574.png 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.04.54-220x164.png 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.04.54-1536x1148.png 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.04.54-2048x1531.png 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2304px) 100vw, 2304px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Biji kakao dijemur di Desa Kawowogi, Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, tempat para petani bekerja sama dengan mitra untuk meningkatkan kualitas dan mengakses pasar bernilai lebih tinggi.<br>Foto oleh Monica Evans \/ CIFOR-ICRAF.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kamapim juga membantu para anggota komunitas untuk membuat rekening bank berbasis telepon seluler. Dan, pada tahun mendatang, para mitra berencana untuk mengatur transportasi traktor dan membangun fasilitas penyimpanan pusat untuk meningkatkan akses ke pasar. Namun, proses tersebut terhambat oleh <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/91964\/ketika-lapangan-adalah-hutan-nuansa-pengumpulan-data-di-dataran-tinggi-managalas-2\">keengganan banyak anggota komunitas untuk berbagi informasi<\/a> tentang apa yang mereka tanam dan jual. \u201cOrang-orang tidak mau mengatakan di mana kopi mereka berada,\u201d kata Irwin. \u201cNamun begitulah cara Anda membuat keputusan tentang bagaimana mempergunakan uang Anda: dengan data.\u201d Unsworth menegaskan kembali: \u201cKetika kita tahu di mana volumenya, kita tahu apa yang harus dibangun dan di mana itu harus dibangun.\u201d<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n<div class=\"wp-block-columns alignfull is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-6b44f232 wp-block-columns-is-layout-flex\" style=\"border-top-style:dashed;border-top-width:1px;border-bottom-style:dashed;border-bottom-width:1px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30)\">\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:190px\">\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-left is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-4d114226 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button is-style-fill\"><a class=\"wp-block-button__link has-contrast-color has-text-color has-background has-link-color wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/93885\/family-farmers-agroecology-climate-resilience\" style=\"border-radius:3px;background-color:#bdedb9;padding-top:var(--wp--preset--spacing--20);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--20);font-style:normal;font-weight:700\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Baca juga<\/a><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"line-height:1.5\">\n<h2 class=\"wp-block-heading has-custom-green-dark-new-color has-text-color has-link-color wp-elements-2fa2f0d0e1a4a4fcd6e72b8097746f2f\" id=\"h-why-family-farming-matters-beyond-food-production-and-how-we-can-help\" style=\"font-size:clamp(1.039rem, 1.039rem + ((1vw - 0.2rem) * 0.88), 1.6rem);font-style:normal;font-weight:600\"><a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/93885\/family-farmers-agroecology-climate-resilience\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Why family farming matters beyond food production\u2014and how we can help<\/a><\/h2>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-bukti-terdekat\"><strong><strong>Bukti terdekat<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi petani lokal Grace Juo, manfaat dari pendekatan ini sudah terlihat. Dengan dukungan Kamapim, ia telah mengembangkan sebuah model pertanian sayuran dan memasok kubis untuk makanan yang disajikan selama forum tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalian bisa menjadi seseorang di kebun kalian sendiri,\u201d katanya kepada para peserta. \u201cHari ini di lahan pertanian percontohan, saya sedang memanen hasil panen kedua saya dan memberi makan kalian semua. Kalian bisa menciptakan sesuatu di sini yang akan bermanfaat bagi kalian dan anak-anak kalian juga.\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignfull has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\" style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30)\">\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2310\" height=\"1730\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.05.12.png\" alt=\"Local farmer Grace Juo standing in her vegetable garden in Kawowogi Village on the Managalas Plateau in Papua New Guinea.\" class=\"wp-image-155564\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.05.12.png 2310w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.05.12-534x400.png 534w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.05.12-554x415.png 554w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.05.12-768x575.png 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.05.12-220x165.png 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.05.12-1536x1150.png 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-10.05.12-2048x1534.png 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2310px) 100vw, 2310px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Petani lokal Grace Juo menjelaskan kebun sayur percontohan yang ia kelola di Desa Kawowogi, Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, yang menggambarkan bagaimana pertanian skala kecil dapat mendukung mata pencaharian dan ketahanan pangan.<br>Foto oleh Monica Evans \/ CIFOR-ICRAF.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-konservasi-tetap-utama\"><strong><strong>Konservasi tetap utama<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"h-conservation-still-central-while-livelihoods-dominated-much-of-the-discussion-biodiversity-conservation-remained-firmly-on-the-agenda-particular-attention-was-given-tp-the-queen-alexandra-birdwing-butterfly-ornithopthera-alexandreae-the-world-s-largest-known-butterfly-which-lives-only-in-managalas-and-one-other-site-in-oro-province\">Meskipun topik mata pencaharian mendominasi sebagian besar diskusi, konservasi keanekaragaman hayati tetap menjadi agenda utama. Perhatian khusus diberikan pada <a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/92424\/a-butterfly-country-2\">kupu-kupu sayap burung ratu alexandra atau Queen Alexandra Birdwing Butterfly<\/a> (<em>Ornithopthera alexandreae<\/em>), kupu-kupu terbesar di dunia yang hanya hidup di Managalas dan satu lokasi lain di Provinsi Oro.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\" id=\"h-conservation-still-central-while-much-of-the-discussion-focused-on-livelihoods-biodiversity-conservation-was-also-on-the-agenda-particularly-that-of-the-queen-alexandra-birdwing-butterfly-ornithopthera-alexandreae-qabb-which-is-the-largest-known-butterfly-in-the-world-and-lives-only-in-managalas-and-one-other-site-in-oro-province-christine-pokana-a-postgraduate-student-at-png-unitech-presented-the-results-of-her-research-into-qabb-populations-on-the-plateau-which-indicates-population-decline-since-the-last-formal-surveys-in-1991\">Christine Pokana, seorang mahasiswi pascasarjana di PNG Unitech, mempresentasikan penelitian yang menunjukkan bahwa populasi kupu-kupu tersebut di Dataran Tinggi Managalas telah menurun sejak survei formal terakhir pada tahun 1991.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Joshua Ombo, seorang petugas proyek CIFOR-ICRAF, membagikan data dari investigasinya yang sedang berlangsung tentang pengelolaan berkelanjutan pohon mesoyi (<em>Cryptocarya massoia<\/em>), pohon liar yang dihargai karena kulit kayunya yang aromatik, yang digunakan dalam pembuatan parfum, penyedap rasa, dan pengobatan tradisional. Meski industri ini bisa menguntungkan bagi Managalas, industri ini harus dikelola dengan hati-hati, kata Ombo: \u201cJika orang-orang terus memanennya dengan laju saat ini, tidak akan ada lagi yang tersisa untuk generasi berikutnya.\u201d Asisten proyek, Swancy Saiva, juga membagikan beberapa hasil pekerjaannya dalam menyelidiki rantai nilai kayu di dataran tinggi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignfull has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\" style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--20);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--20)\">\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-full\" style=\"margin-right:var(--wp--preset--spacing--40);margin-left:var(--wp--preset--spacing--40)\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2560\" height=\"1441\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Ecologist-and-CIFOR-ICRAF-consultant-Mellie-Musonera-shares-wildlife-images-from-local-camera-traps.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF1-scaled.jpg\" alt=\"Ecologist presenting camera-trap images of wildlife during the Combined Forum in Kawowogi Village on the Managalas Plateau in Papua New Guinea.\" class=\"wp-image-155532\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Ecologist-and-CIFOR-ICRAF-consultant-Mellie-Musonera-shares-wildlife-images-from-local-camera-traps.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF1-scaled.jpg 2560w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Ecologist-and-CIFOR-ICRAF-consultant-Mellie-Musonera-shares-wildlife-images-from-local-camera-traps.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF1-566x319.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Ecologist-and-CIFOR-ICRAF-consultant-Mellie-Musonera-shares-wildlife-images-from-local-camera-traps.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF1-737x415.jpg 737w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Ecologist-and-CIFOR-ICRAF-consultant-Mellie-Musonera-shares-wildlife-images-from-local-camera-traps.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF1-768x432.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Ecologist-and-CIFOR-ICRAF-consultant-Mellie-Musonera-shares-wildlife-images-from-local-camera-traps.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF1-220x124.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Ecologist-and-CIFOR-ICRAF-consultant-Mellie-Musonera-shares-wildlife-images-from-local-camera-traps.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF1-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Ecologist-and-CIFOR-ICRAF-consultant-Mellie-Musonera-shares-wildlife-images-from-local-camera-traps.-Photo-by-Russell-Wai_CIFOR-ICRAF1-2048x1153.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><br>Seorang ahli ekologi dan konsultan CIFOR-ICRAF mempresentasikan gambar dari kamera jebak (camera trap) dalam Forum Gabungan di Desa Kawowogi, berbagi bukti mengenai satwa liar dan tren keanekaragaman hayati di Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini.<br>Foto oleh Russell Wai \/ CIFOR-ICRAF.<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-siapa-yang-berhak-dan-kapan\"><strong><strong>Siapa yang berhak\u2014dan kapan<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para peserta juga membahas permintaan dari klan-klan di sekitarnya untuk bergabung dengan MCA. Beberapa orang berpendapat bahwa perluasan MCA dapat memperkuat hasil konservasi, menarik pendanaan, dan meningkatkan keamanan \u2014 khususnya di sepanjang jalan yang digunakan untuk mengangkut hasil panen ke pasar, yang melewati lahan tetangga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami memiliki masalah terkait keselamatan di jalan, jadi kami ingin memastikan kami memiliki hubungan yang baik dengan mereka,\u201d kata petugas kesetaraan gender Matilda Duga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, sebagian yang lain mempertanyakan apakah memasukkan lebih banyak orang ke dalam MCA bisa mengurangi manfaatnya sebelum komitmen yang ada sepenuhnya terwujud. \u201dKupu-kupu kita masih belum terbang tinggi di sini,\u201d kata Solomon Kotuba. \u201cKita perlu melakukan lebih banyak hal, barulah kita bisa membicarakan klan-klan tetangga. Ketika semua orang di sini terbang tinggi, barulah kita bisa fokus pada tetangga.\u201d<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-melihat-ke-depan\"><strong><strong>Melihat ke depan<\/strong><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Forum tersebut diakhiri dengan diskusi tentang pengembangan jaringan Wi-Fi di seluruh Dataran Tinggi Managalas untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan menyediakan akses ke layanan seperti perbankan daring dan Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh yang Fleksibel (Flexible Open and Distance Education\/FODE) di daerah pedesaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada hari terakhir, Dewan MCF dipilih kembali di bawah sebuah struktur yang direvisi dan diperbarui untuk memastikan bahwa semua wilayah Managalas terwakili. Dalam pidatonya kepada dewan yang baru, Kajia menghargai usaha para anggota sebelumnya dan mendesak para anggota baru untuk menetapkan standar yang tinggi: \u201cKita telah mengangkat banyak hal sejauh ini,\u201d katanya; \u201csekarang kalian akan datang dengan energi baru untuk menjadikan Managalas tempat yang lebih baik bagi kita dan generasi mendatang.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai proyek ini, silakan hubungi William Unsworth (CIFOR-ICRAF): <\/em><a href=\"mailto:w.unsworth@cifor-icraf.org\">w.unsworth@cifor-icraf.org<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kami mendengar suara genderang jauh sebelum kami melihatnya. Saat itu pagi hari tanggal 15 Oktober 2025, dan tim Center for International Forestry Research and World Agroforestry (CIFOR-ICRAF) sedang mendaki lereng curam menuju Desa Kawowogi, sambil membawa perlengkapan kamera, wadah plastik berisi alat tulis, dan presentasi cetak berukuran besar. Kami telah berkendara hampir sepanjang perjalanan dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":264,"featured_media":155539,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[188,137,6090,12114,12065,12052],"tags":[12638,12639,12640,12610,12641,12549],"language":[2171],"location":[12251,12340],"tag-bahasa":[11958,2575,2741],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[],"type-english":[2423],"type-francais":[],"coauthors":[7144],"class_list":["post-156287","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-food-and-diets","category-forest-management-restoration","category-forests-news","category-forests-news-id","category-makanan-diet","category-pengelolaan-restorasi-hutan","tag-community-conservation","tag-indigenous-governance","tag-managalas-conservation-area","tag-managalas-plateau","tag-papua-new-guinea","tag-sustainable-livelihoods","language-bahasa-indonesia","location-asia-pacific","location-papua-new-guinea","tag-bahasa-managalas","tag-bahasa-masyarakat-adat","tag-bahasa-papua-nugini","type-english-event-coverage"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Ketika klan-klan bersatu: Bisakah pengelolaan kolektif melindungi Dataran Tinggi Managalas? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Di Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, para klan berkumpul untuk menyeimbangkan konservasi dan mata pencaharian melalui dialog, kepemimpinan lokal, dan pengambilan keputusan bersama.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ketika klan-klan bersatu: Bisakah pengelolaan kolektif melindungi Dataran Tinggi Managalas?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Di Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, para klan berkumpul untuk menyeimbangkan konservasi dan mata pencaharian melalui dialog, kepemimpinan lokal, dan pengambilan keputusan bersama.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-21T02:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-27T13:33:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.45.47-553x415.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"553\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"415\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Monica Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas\"},\"author\":{\"name\":\"Monica Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\"},\"headline\":\"Ketika klan-klan bersatu: Bisakah pengelolaan kolektif melindungi Dataran Tinggi Managalas?\",\"datePublished\":\"2026-01-21T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-27T13:33:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas\"},\"wordCount\":1625,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Screenshot-2026-01-26-at-09.45.47.png\",\"keywords\":[\"Community conservation\",\"Indigenous governance\",\"Managalas Conservation Area\",\"Managalas Plateau\",\"Papua New Guinea\",\"sustainable livelihoods\"],\"articleSection\":[\"Food &amp; diets\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Forests News\",\"Forests News\",\"Makanan &amp; diet\",\"Pengelolaan &amp; restorasi hutan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2026\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas\",\"name\":\"Ketika klan-klan bersatu: Bisakah pengelolaan kolektif melindungi Dataran Tinggi Managalas? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Screenshot-2026-01-26-at-09.45.47.png\",\"datePublished\":\"2026-01-21T02:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-02-27T13:33:10+00:00\",\"description\":\"Di Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, para klan berkumpul untuk menyeimbangkan konservasi dan mata pencaharian melalui dialog, kepemimpinan lokal, dan pengambilan keputusan bersama.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Screenshot-2026-01-26-at-09.45.47.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Screenshot-2026-01-26-at-09.45.47.png\",\"width\":2300,\"height\":1726,\"caption\":\"Para penampil lokal menyambut para peserta di Forum Gabungan di Desa Kawowogi, di Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, tempat para klan berkumpul untuk membahas konservasi, mata pencaharian, dan masa depan Kawasan Konservasi Managalas. Foto oleh Monica Evans \\\/ CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ketika klan-klan bersatu: Bisakah pengelolaan kolektif melindungi Dataran Tinggi Managalas?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70\",\"name\":\"Monica Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Monica Evans\"},\"description\":\"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/monica-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/156287\\\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ketika klan-klan bersatu: Bisakah pengelolaan kolektif melindungi Dataran Tinggi Managalas? - Landscape Alliance Forests News","description":"Di Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, para klan berkumpul untuk menyeimbangkan konservasi dan mata pencaharian melalui dialog, kepemimpinan lokal, dan pengambilan keputusan bersama.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ketika klan-klan bersatu: Bisakah pengelolaan kolektif melindungi Dataran Tinggi Managalas?","og_description":"Di Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, para klan berkumpul untuk menyeimbangkan konservasi dan mata pencaharian melalui dialog, kepemimpinan lokal, dan pengambilan keputusan bersama.","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2026-01-21T02:00:00+00:00","article_modified_time":"2026-02-27T13:33:10+00:00","og_image":[{"width":553,"height":415,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.45.47-553x415.png","type":"image\/png"}],"author":"Monica Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas"},"author":{"name":"Monica Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70"},"headline":"Ketika klan-klan bersatu: Bisakah pengelolaan kolektif melindungi Dataran Tinggi Managalas?","datePublished":"2026-01-21T02:00:00+00:00","dateModified":"2026-02-27T13:33:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas"},"wordCount":1625,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.45.47.png","keywords":["Community conservation","Indigenous governance","Managalas Conservation Area","Managalas Plateau","Papua New Guinea","sustainable livelihoods"],"articleSection":["Food &amp; diets","Forest management &amp; restoration","Forests News","Forests News","Makanan &amp; diet","Pengelolaan &amp; restorasi hutan"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#respond"]}],"copyrightYear":"2026","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas","name":"Ketika klan-klan bersatu: Bisakah pengelolaan kolektif melindungi Dataran Tinggi Managalas? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.45.47.png","datePublished":"2026-01-21T02:00:00+00:00","dateModified":"2026-02-27T13:33:10+00:00","description":"Di Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, para klan berkumpul untuk menyeimbangkan konservasi dan mata pencaharian melalui dialog, kepemimpinan lokal, dan pengambilan keputusan bersama.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.45.47.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.45.47.png","width":2300,"height":1726,"caption":"Para penampil lokal menyambut para peserta di Forum Gabungan di Desa Kawowogi, di Dataran Tinggi Managalas, Papua Nugini, tempat para klan berkumpul untuk membahas konservasi, mata pencaharian, dan masa depan Kawasan Konservasi Managalas. Foto oleh Monica Evans \/ CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ketika klan-klan bersatu: Bisakah pengelolaan kolektif melindungi Dataran Tinggi Managalas?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/bbc4f31739de12be65a7163dcd213d70","name":"Monica Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g471b7862f77b1a636c78ad3c8970bfeb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8562fa393abdbd087bc88878fca914a643ddcdc460ce2de59f8fa7e1436c429d?s=96&d=mm&r=g","caption":"Monica Evans"},"description":"Monica Evans is a writer and community development practitioner based in Aotearoa New Zealand. Since completing her Masters in Development Studies in 2010, she has worked on environmental and community development projects in NZ, the Pacific and Latin America. She's particularly passionate about participation, creativity and well-being, and has a keen interest in ecology and sustainability. She lives in a small town on New Zealand's wild West Coast, where she teaches dance, grows vegetables and tends to her pet alpacas.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/monica-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/156287\/ketika-klan-bersatu-di-dataran-tinggi-managalas#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Screenshot-2026-01-26-at-09.45.47.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156287","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/264"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=156287"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156287\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":156531,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/156287\/revisions\/156531"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/155539"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=156287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=156287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=156287"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=156287"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=156287"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=156287"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=156287"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=156287"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=156287"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=156287"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=156287"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=156287"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=156287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}