{"id":155390,"date":"2025-12-24T00:20:00","date_gmt":"2025-12-23T17:20:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.forestsnews.org\/155390\/en-flooded-amazon-communities-adapt-climate-change"},"modified":"2026-01-22T17:48:23","modified_gmt":"2026-01-22T10:48:23","slug":"komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim","title":{"rendered":"Hidup di Amazon yang kian terendam, masyarakat belajar menyesuaikan diri dengan kondisi iklim"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dataran rendah Amazon Peru, ekosistem yang beragam dan unik bergerak dalam irama alam yang terus berdenyut. Memahami perubahan musim di Taman Nasional Pacaya Samiria bukanlah perkara mudah. Namun bagi masyarakat adat San Francisco dan Chanchamayo, yang hidup jauh di dalam hamparan hutan rawa yang luas, siklus alam bukan sekadar fenomena untuk diamati, melainkan fondasi kehidupan sehari-hari. Kini, siklus itu pun tengah berubah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sepanjang tepian Sungai Mara\u00f1\u00f3n, keluarga-keluarga di dua komunitas\u2014dari sekitar 140 komunitas yang berbatasan dengan kawasan konservasi\u2014telah lama menggantungkan hidup pada pasang surut sungai. Naik-turunnya air menjadi penentu kapan mereka menangkap ikan, menanam, berburu, dan memanen hasil alam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Saat permukaan sungai mulai surut, itu tanda musim menangkap ikan,\u201d jelas Alexandro Lache, Apu muda (pemimpin komunitas) San Francisco. \u201cIkan-ikan mulai bermunculan ke permukaan, lalu orang-orang menebar jaring\u2014untuk makan, kadang juga untuk penghasilan. Memang tidak selalu pasti, tapi begitulah cara kami hidup: memanfaatkan apa yang disediakan alam.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Suaka Alam Pacaya Samiria, kawasan lahan basah yang terdaftar sebagai situs Ramsar, kaya akan keanekaragaman hayati dan sumber daya hutan. Namun, banyak warga\u2014termasuk Apu Alexandro\u2014mulai khawatir karena ketersediaan sumber daya alam tersebut terus menurun. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPara tetua sering bercerita, dulu mereka bisa berburu tak jauh dari kampung. Kini kami harus berjalan berjam-jam menembus hutan yang tergenang air, dan tak jarang pulang dengan tangan kosong,\u201d tuturnya pelan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baru berusia 23 tahun, Apu Alexandro memikul tanggung jawab besar sebagai pemimpin komunitas. Di tengah tantangan yang semakin berat, ia berusaha menyalakan harapan\u2014mengajak generasi muda untuk bersama-sama menjaga tanah mereka. Baginya, dan bagi banyak warga lainnya, bertahan di tanah leluhur dan mengelolanya secara lestari bukan sekadar pilihan, melainkan satu-satunya jalan untuk bertahan hidup dan meraih masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignfull has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\" style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30)\">\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2048\" height=\"1365\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/41142627164_d7801a8892_k.jpg\" alt=\"Family arriving by canoe along a river in the Peruvian Amazon\" class=\"wp-image-154718\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/41142627164_d7801a8892_k.jpg 2048w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/41142627164_d7801a8892_k-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/41142627164_d7801a8892_k-623x415.jpg 623w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/41142627164_d7801a8892_k-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/41142627164_d7801a8892_k-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/41142627164_d7801a8892_k-220x147.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/41142627164_d7801a8892_k-900x600.jpg 900w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/41142627164_d7801a8892_k-1536x1024.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 2048px) 100vw, 2048px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sebuah keluarga tiba dengan kano di sepanjang sungai di Amazon, Peru, di mana jalur air tetap menjadi rute penting bagi kehidupan sehari-hari di lanskap yang tergenang. Foto oleh Marlon del \u00c1guila Guerrero \/ CIFOR-ICRAF<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\">\n<div class=\"wp-block-columns alignfull is-layout-flex wp-container-core-columns-is-layout-6b44f232 wp-block-columns-is-layout-flex\" style=\"border-top-style:dashed;border-top-width:1px;border-bottom-style:dashed;border-bottom-width:1px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30)\">\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"flex-basis:190px\">\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-left is-nowrap is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-4d114226 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button is-style-fill\"><a class=\"wp-block-button__link has-custom-green-dark-new-color has-custom-green-new-background-color has-text-color has-background has-link-color wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/93749\/rawa-palem-aguaje-aguaje-2\" style=\"border-radius:3px;padding-top:var(--wp--preset--spacing--20);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--20);font-style:normal;font-weight:700\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Baca juga<\/a><\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-column is-vertically-aligned-center is-layout-flow wp-block-column-is-layout-flow\" style=\"line-height:1.5\">\n<h2 class=\"wp-block-heading has-custom-green-dark-new-color has-text-color has-link-color wp-elements-fe0de13ea487b6a8ae247c44e8a38d51\" id=\"h-didominasi-pohon-palem-aguaje-dan-tradisi-amazon-apakah-pengelolaan-hutan-rawa-ini-bisa-terus-lestari\" style=\"font-size:clamp(1.039rem, 1.039rem + ((1vw - 0.2rem) * 0.88), 1.6rem);font-style:normal;font-weight:600\"><a href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/93749\/rawa-palem-aguaje-aguaje-2\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Didominasi pohon palem aguaje dan tradisi Amazon, apakah pengelolaan hutan rawa ini bisa terus lestari?<\/a><\/h2>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-hidup-bersama-sungai\"><strong>Hidup bersama sungai<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sungai Mara\u00f1\u00f3n adalah nadi yang mengalirkan kehidupan\u2014dapur yang memberi makan, jalan yang menghubungkan, dan ruang hidup bagi masyarakat di tepian air. Namun alirannya kini tak lagi sepenuhnya aman.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama puluhan tahun, tumpahan minyak dari pipa-pipa yang membelah sungai-sungai Amazon Peru telah meninggalkan luka\u2014pada tubuh manusia dan pada hutan yang diam menyaksikan. Apu Alexandro masih menyimpan ingatan pahit tentang bencana tahun 2014. \u201cDulu kami meneguk air langsung dari sungai. Ketika tumpahan itu datang, kami tak tahu apa artinya. Kini, racun itu tinggal di tubuh sebagian dari kami. Karena itu, kami belajar menadah hujan, menyimpan air dari langit untuk bertahan hidup,\u201d katanya lirih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belakangan ini, kekeringan terburuk yang pernah diingat kawasan ini membuat Sungai Mara\u00f1\u00f3n menyusut hingga nyaris tak bernyawa. Alirannya melemah, memutus komunitas-komunitas, mengeringkan ladang, dan meninggalkan ikan-ikan mati di dasar sungai yang retak.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSungai ini mengering,\u201d kenang Ostin Lomas, wakil gubernur Chanchamayo. \u201cGundukan pasir menahan kami. Yang tersisa hanya genangan kecil, airnya panas nyaris mendidih. Dari situlah kami minum. Kami tak bisa mandi, dan tanaman kami\u2014kakao, pisang, singkong\u2014lenyap.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Lache, itulah momen ketika sesuatu berubah. \u201cSaya belum pernah menyaksikan kekeringan seperti ini,\u201d katanya. San Francisco berjarak sepuluh jam perjalanan perahu dari Nauta, pelabuhan terdekat. Ketika sungai berhenti menjadi jalan, kehidupan pun ikut terhenti. \u201cRisikonya sederhana namun kejam: kehilangan panen,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di usia 53 tahun, Lomas telah menyaksikan perubahan lingkungan yang begitu drastis. \u201cSekarang, di musim hujan justru terasa seperti kemarau,\u201d katanya. Kekurangan hujan dan panas yang ekstrem mengusik keseimbangan alam, mengguncang seluruh ekosistem. Bahkan aguaje\u2014rawa palma yang didominasi pohon Mauritia flexuosa\u2014yang dulu selalu basah, kini ikut mengering.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignfull is-layout-flow wp-container-core-group-is-layout-05f276a1 wp-block-group-is-layout-flow\" style=\"margin-top:0;margin-bottom:0;padding-top:var(--wp--preset--spacing--20);padding-right:0;padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--20);padding-left:0\">\n<div class=\"wp-block-cover has-parallax has-custom-content-position is-position-bottom-left\" style=\"margin-top:0;margin-bottom:0;padding-top:0;padding-right:0;padding-bottom:0;padding-left:0;min-height:80vh;aspect-ratio:unset;\"><div role=\"img\" aria-label=\"Aguaje palms towering over a peatland forest in the Peruvian Amazon\" class=\"wp-block-cover__image-background wp-image-154711 size-full has-parallax\" style=\"background-position:50% 50%;background-image:url(https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/52434217027_8e58a237fa_k.jpg)\"><\/div><span aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-cover__background has-background-dim-0 has-background-dim\" style=\"background-color:#465353\"><\/span><div class=\"wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-container-core-cover-is-layout-a2503c34 wp-block-cover-is-layout-flow\">\n<div class=\"wp-block-group has-background is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-0a36cb25 wp-block-group-is-layout-flex\" style=\"border-top-right-radius:10px;background-color:#07070780;margin-top:0;margin-bottom:0;padding-top:var(--wp--preset--spacing--20);padding-right:var(--wp--preset--spacing--20);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--20);padding-left:var(--wp--preset--spacing--20)\">\n<p class=\"has-text-align-left has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-8bfbcb81bfc457b9a5c9c8e48729ab66 wp-block-paragraph\" style=\"writing-mode:horizontal-tb\">Palma aguaje menjulang di atas hutan gambut di Amazon, Peru, di mana ekosistem yang tergenang mendukung keanekaragaman hayati, mata pencaharian, dan penyimpanan karbon.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left has-base-color has-text-color has-link-color has-small-font-size wp-elements-b9b2b8bc2fe68cefcb5c8d7c1844c88f wp-block-paragraph\" style=\"writing-mode:horizontal-tb\">Foto oleh Junior Raborg \/ CIFOR-ICRAF<\/p>\n<\/div>\n<\/div><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hutan rawa palma<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rawa palma aguaje adalah penyangga kehidupan\u2014bagi keanekaragaman hayati dan bagi ekonomi masyarakat setempat. Buahnya menjadi pangan pokok sekaligus sumber penghasilan, sementara burung dan mamalia menggantungkan hidup pada hutan ini. Namun selama puluhan tahun, cara panen tradisional yang menebang pohon palma betina demi mencapai buah telah meninggalkan bentang alam yang rusak dan sunyi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Antara 2007 hingga 2018, lahan gambut rawa palma di Amazon Peru kehilangan rata-rata 17.650 hektare setiap tahun akibat degradasi, dan 4.200 hektare lainnya lenyap karena deforestasi\u2014sebagaimana dicatat dalam studi CIFOR-ICRAF dan para mitranya. Kehilangan ini bukan hanya mengurangi ketersediaan palma, tetapi juga mengubah iklim. Di dataran rendah Amazon Peru yang tergenang, rawa palma menyimpan cadangan karbon yang sangat besar di dalam tanahnya. Ketika lahan ini rusak, karbon dilepaskan ke udara, menambah panas yang kini kian terasa di seluruh dunia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di San Francisco, keluarga-keluarga mulai mengambil langkah. \u201cKami memikirkan anak-anak kami,\u201d ujar Belvi L\u00f3pez, agen komunitas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia mengingat masa ketika panen aguaje berlangsung tanpa aturan\u2014siapa pun bisa menebang, dan tak ada yang menegur. Namun sejak Suaka Alam Nasional Pacaya Samiria dibentuk pada 1972, masyarakat yang hidup di dalam kawasan lindung harus menyesuaikan diri dengan cara baru dalam memanfaatkan dan memperdagangkan sumber daya alam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini, panen aguaje diatur melalui rencana pengelolaan yang diawasi oleh Sernanp, badan pengelola kawasan konservasi nasional Peru. Berbagai pelatihan mengajarkan warga untuk memanjat pohon aguaje\u2014yang menjulang hingga 35 meter\u2014alih-alih menebangnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cAwalnya orang berkata, \u2018Bagaimana mungkin kami memanjat?\u2019\u201d kenang Apu Alexandro. \u201cTapi perlahan kami belajar. Tahun lalu, sekelompok anak muda memutuskan untuk memanen aguaje dengan cara ini.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun jalan perubahan tak sepenuhnya lapang. \u201cAda persyaratan yang sering kali menjadi penghalang,\u201d jelas Alonso P\u00e9rez, peneliti di Instituto del Bien Com\u00fan (IBC).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSebagian warga tidak memiliki GPS, tak mampu membiayai inventarisasi hutan, atau belum memahami prosedur administratif negara.\u201d<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group alignfull has-global-padding is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\" style=\"padding-top:var(--wp--preset--spacing--30);padding-bottom:var(--wp--preset--spacing--30)\">\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"2047\" height=\"1365\" src=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/35979542694_f7577b8a2e_k.jpg\" alt=\"Man fishing in a shallow river in the Peruvian Amazon\" class=\"wp-image-154706\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/35979542694_f7577b8a2e_k.jpg 2047w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/35979542694_f7577b8a2e_k-566x377.jpg 566w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/35979542694_f7577b8a2e_k-622x415.jpg 622w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/35979542694_f7577b8a2e_k-263x176.jpg 263w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/35979542694_f7577b8a2e_k-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/35979542694_f7577b8a2e_k-220x147.jpg 220w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/35979542694_f7577b8a2e_k-900x600.jpg 900w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/35979542694_f7577b8a2e_k-1536x1024.jpg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 2047px) 100vw, 2047px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Masyarakat lokal memanen ikan di Amazon, Peru, di mana sungai dan lahan basah mendukung ketahanan pangan dan mata pencaharian. Foto oleh Marlon del \u00c1guila \/ CIFOR-ICRAF<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mendampingi langkah itu, proyek Sustainable management of palm swamp peatlands by local communities\u2014yang dipimpin CIFOR-ICRAF bersama para mitra\u2014mulai bekerja sejak Juni tahun ini di San Francisco dan Chanchamayo. Lebih dari sekadar membantu menavigasi berkas dan persyaratan administratif, proyek ini berupaya merancang bersama strategi pengelolaan aguaje, melibatkan komunitas dan lembaga-lembaga yang bertanggung jawab atas pengawasannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melindungi rawa palma, kata Apu Alexandro, \u201cbukan hanya menjaga buahnya, tetapi juga satwa yang bergantung padanya dan menopang pangan kami.\u201d Pemantauan berbasis komunitas juga diyakini dapat menahan laju pembalakan ilegal. \u201cOrang luar datang menebang tanpa izin, merusak apa yang sedang kami jaga,\u201d ujarnya mengingatkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di dalam ekosistem ini, pengetahuan tradisional pun berakar. \u201cKami menggunakan tanaman obat, dan kami tak ingin itu lenyap,\u201d kata Lache. Ia menyebut shirisanago\u2014akar yang direndam dalam minuman beralkohol, digunakan untuk meredakan rematik di hutan yang tergenang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Chanchamayo, Roberto N\u00fa\u00f1ez memanen sekaligus menanam aguaje. \u201cSaya menanam palma pertama 20 tahun lalu, saat anak saya lahir\u2014agar suatu hari ia juga bisa memetik buahnya,\u201d kenangnya. Hingga kini, pohon-pohon itu masih berdiri. Roberto terus menanam, dengan keyakinan sederhana namun dalam: \u201cAguaje harus dirawat seperti kehidupan itu sendiri.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kristell Hergoualc\u2019h at <a href=\"mailto:k.hergoualch@cifor-icraf.org\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">k.hergoualch@cifor-icraf.org<\/a><em> <\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-acknowledgements\"><strong><em><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#87d552\" class=\"has-inline-color\">Acknowledgements<\/mark><\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-the-project-nbsp-sustainable-management-of-nbsp-palm-swamp-nbsp-peatlands-by-local-communities-nbsp-is-led-by-cifor-icraf-in-partnership-with-the-instituto-del-bien-comun-ibc-the-peruvian-society-for-environmental-law-spda-and-the-peruvian-amazon-research-institute-iiap-it-is-nbsp-funded-nbsp-by-the-darwin-initiative-of-the-uk-government-nbsp\">The project&nbsp;<em><a href=\"https:\/\/www.cifor-icraf.org\/project\/ed9eac3ef68d4d036c5d08dcb0737e28\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sustainable management of&nbsp;palm swamp&nbsp;peatlands by local communities<\/a><\/em>&nbsp;is led by CIFOR-ICRAF in partnership with the Instituto del Bien Com\u00fan (IBC), the Peruvian Society for Environmental Law (SPDA), and the Peruvian Amazon Research Institute (IIAP). It is&nbsp;funded&nbsp;by the Darwin Initiative of the UK Government.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-the-research-team-thanks-the-nbsp-pacaya-nbsp-samiria-national-reserve-and-the-communities-of-san-francisco-and-nbsp-chanchamayo-nbsp-for-their-support-during-field-visits-and-workshops-in-june-2025-nbsp\">The research team thanks the&nbsp;Pacaya&nbsp;Samiria National Reserve and the communities of San Francisco and&nbsp;Chanchamayo&nbsp;for their support during field visits and workshops in June 2025.&nbsp;<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di dataran rendah Amazon Peru, ekosistem yang beragam dan unik bergerak dalam irama alam yang terus berdenyut. Memahami perubahan musim di Taman Nasional Pacaya Samiria bukanlah perkara mudah. Namun bagi masyarakat adat San Francisco dan Chanchamayo, yang hidup jauh di dalam hamparan hutan rawa yang luas, siklus alam bukan sekadar fenomena untuk diamati, melainkan fondasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":324,"featured_media":154698,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[12114,12077,12060,12088,12065],"tags":[12578,12579,12130,12544,12580,12581,12582,12583,12584,12427,12585,12586],"language":[2171],"location":[12237,12227],"tag-bahasa":[2688,2680,12587,3680],"tag-espanol":[12201,12027,3321,3498,3868,11046,4885,12026,3450],"tag-francais":[],"type-espanol":[7250],"type-bahasa":[],"type-english":[2431],"type-francais":[],"coauthors":[9322],"class_list":["post-155390","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-forests-news-id","category-hutan-produksi-2","category-kesejahteraan-masyarakat","category-lahan-gambut","category-makanan-diet","tag-aguaje-palm","tag-amazon","tag-biodiversity-id","tag-climate-change-adaptation","tag-community-livelihoods","tag-drought","tag-indigenous-communities","tag-oil-spills","tag-pacaya-samiria-national-reserve","tag-peatlands","tag-peru","tag-sustainable-resource-management","language-bahasa-indonesia","location-latin-america","location-peru","tag-bahasa-amazon","tag-bahasa-lahan-basah","tag-bahasa-palma","tag-bahasa-perubahan-iklim","tag-espanol-aguajal","tag-espanol-aguaje","tag-espanol-amazonia","tag-espanol-comunidades-nativas","tag-espanol-humedales","tag-espanol-manejo-sostenible","tag-espanol-peru","tag-espanol-reserva-nacional-pacaya-samiria","tag-espanol-turberas-turbera-centro-internacional-de-turberas-tropicales-turberas-tropicales-turberas-peruanas","type-espanol-ensayo-fotografico","type-english-news"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Masyarakat Amazon belajar menyesuaikan diri dengan kondisi iklim<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dukungan terhadap pemanfaatan sumber daya berkelanjutan kunci ekosistem Amazon dan mata pencaharian masyarakat\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hidup di Amazon yang kian terendam, masyarakat belajar menyesuaikan diri dengan kondisi iklim\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dukungan terhadap pemanfaatan sumber daya berkelanjutan kunci ekosistem Amazon dan mata pencaharian masyarakat\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-23T17:20:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-22T10:48:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/36004362413_33ef270451_k.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2048\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1152\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Marjorie Ramos\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim\"},\"author\":{\"name\":\"Marjorie Ramos\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b1ce00fe72e4598a95ae9c523e79b167\"},\"headline\":\"Hidup di Amazon yang kian terendam, masyarakat belajar menyesuaikan diri dengan kondisi iklim\",\"datePublished\":\"2025-12-23T17:20:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-22T10:48:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim\"},\"wordCount\":1245,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/36004362413_33ef270451_k.jpg\",\"keywords\":[\"Aguaje palm\",\"Amazon\",\"biodiversity\",\"climate change adaptation\",\"Community livelihoods\",\"drought\",\"indigenous communities\",\"Oil spills\",\"Pacaya Samiria National Reserve\",\"peatlands\",\"Peru\",\"Sustainable resource management\"],\"articleSection\":[\"Forests News\",\"Hutan produksi\",\"Kesejahteraan masyarakat\",\"Lahan gambut\",\"Makanan &amp; diet\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim\",\"name\":\"Masyarakat Amazon belajar menyesuaikan diri dengan kondisi iklim\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/36004362413_33ef270451_k.jpg\",\"datePublished\":\"2025-12-23T17:20:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-22T10:48:23+00:00\",\"description\":\"Dukungan terhadap pemanfaatan sumber daya berkelanjutan kunci ekosistem Amazon dan mata pencaharian masyarakat\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/36004362413_33ef270451_k.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/36004362413_33ef270451_k.jpg\",\"width\":2048,\"height\":1152,\"caption\":\"Hutan gambut yang tergenang di Amazon Peru, di mana siklus air musiman membentuk ekosistem dan mata pencaharian. Foto oleh Kristell Hergoualc\u2019h \\\/ CIFOR-ICRAF\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hidup di Amazon yang kian terendam, masyarakat belajar menyesuaikan diri dengan kondisi iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/b1ce00fe72e4598a95ae9c523e79b167\",\"name\":\"Marjorie Ramos\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f27a2dfc27cfb32c854744ea2e6828aa7669cda341676f06df8d4ea0cb11d5f5?s=96&d=mm&r=g9b293bc3b19dcbb29fdb6067314bb313\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f27a2dfc27cfb32c854744ea2e6828aa7669cda341676f06df8d4ea0cb11d5f5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/f27a2dfc27cfb32c854744ea2e6828aa7669cda341676f06df8d4ea0cb11d5f5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Marjorie Ramos\"},\"description\":\"Marjorie Ramos es consultora en comunicaciones de CIFOR y del Global Landscapes Forum, con base en Lima, Per\u00fa. Marjorie tiene especial contribuci\u00f3n en el contenido editorial de Forests News como redactora, Landscapes News como editora de estilo, y es especialista de redes sociales de los canales CIFOR y GLF en espa\u00f1ol.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/marjorie-ramos\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/155390\\\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Masyarakat Amazon belajar menyesuaikan diri dengan kondisi iklim","description":"Dukungan terhadap pemanfaatan sumber daya berkelanjutan kunci ekosistem Amazon dan mata pencaharian masyarakat","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Hidup di Amazon yang kian terendam, masyarakat belajar menyesuaikan diri dengan kondisi iklim","og_description":"Dukungan terhadap pemanfaatan sumber daya berkelanjutan kunci ekosistem Amazon dan mata pencaharian masyarakat","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2025-12-23T17:20:00+00:00","article_modified_time":"2026-01-22T10:48:23+00:00","og_image":[{"width":2048,"height":1152,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/36004362413_33ef270451_k.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Marjorie Ramos","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim"},"author":{"name":"Marjorie Ramos","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b1ce00fe72e4598a95ae9c523e79b167"},"headline":"Hidup di Amazon yang kian terendam, masyarakat belajar menyesuaikan diri dengan kondisi iklim","datePublished":"2025-12-23T17:20:00+00:00","dateModified":"2026-01-22T10:48:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim"},"wordCount":1245,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/36004362413_33ef270451_k.jpg","keywords":["Aguaje palm","Amazon","biodiversity","climate change adaptation","Community livelihoods","drought","indigenous communities","Oil spills","Pacaya Samiria National Reserve","peatlands","Peru","Sustainable resource management"],"articleSection":["Forests News","Hutan produksi","Kesejahteraan masyarakat","Lahan gambut","Makanan &amp; diet"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim","name":"Masyarakat Amazon belajar menyesuaikan diri dengan kondisi iklim","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/36004362413_33ef270451_k.jpg","datePublished":"2025-12-23T17:20:00+00:00","dateModified":"2026-01-22T10:48:23+00:00","description":"Dukungan terhadap pemanfaatan sumber daya berkelanjutan kunci ekosistem Amazon dan mata pencaharian masyarakat","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/36004362413_33ef270451_k.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/36004362413_33ef270451_k.jpg","width":2048,"height":1152,"caption":"Hutan gambut yang tergenang di Amazon Peru, di mana siklus air musiman membentuk ekosistem dan mata pencaharian. Foto oleh Kristell Hergoualc\u2019h \/ CIFOR-ICRAF"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hidup di Amazon yang kian terendam, masyarakat belajar menyesuaikan diri dengan kondisi iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/b1ce00fe72e4598a95ae9c523e79b167","name":"Marjorie Ramos","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f27a2dfc27cfb32c854744ea2e6828aa7669cda341676f06df8d4ea0cb11d5f5?s=96&d=mm&r=g9b293bc3b19dcbb29fdb6067314bb313","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f27a2dfc27cfb32c854744ea2e6828aa7669cda341676f06df8d4ea0cb11d5f5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f27a2dfc27cfb32c854744ea2e6828aa7669cda341676f06df8d4ea0cb11d5f5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Marjorie Ramos"},"description":"Marjorie Ramos es consultora en comunicaciones de CIFOR y del Global Landscapes Forum, con base en Lima, Per\u00fa. Marjorie tiene especial contribuci\u00f3n en el contenido editorial de Forests News como redactora, Landscapes News como editora de estilo, y es especialista de redes sociales de los canales CIFOR y GLF en espa\u00f1ol.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/marjorie-ramos"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/155390\/komunitas-amazon-tergenang-adaptasi-perubahan-iklim#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/36004362413_33ef270451_k.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155390","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/324"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=155390"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155390\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":155393,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/155390\/revisions\/155393"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/154698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=155390"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=155390"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=155390"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=155390"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=155390"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=155390"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=155390"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=155390"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=155390"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=155390"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=155390"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=155390"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=155390"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}