{"id":15015,"date":"2013-04-12T14:00:22","date_gmt":"2013-04-12T07:00:22","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=15015"},"modified":"2015-10-27T16:52:34","modified_gmt":"2015-10-27T09:52:34","slug":"dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam","title":{"rendered":"Dapatkah sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup bentang alam?"},"content":{"rendered":"<p>Minggu lalu <a href=\"http:\/\/post2015.org\/2012\/08\/01\/un-secretary-general-appoints-high-level-panel-on-post-2015-development-agenda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Panel Tingkat tinggi PBB tentang Pasca-2015<\/a> Agenda Pembangunan bertemu di Bali, Indonesia. Komitmen politik dari konferensi Rio+20 tahun lalu untuk menyetujui serangkaian sasaran pasca-2015 yang menangani tantangan besar dalam hal pengentasan kemiskinan, perlindungan lingkungan hidup dan konsumsi dan produksi berkelanjutan (Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, atau SDG) tetap kuat.<\/p>\n<p>Pada waktu yang sama, ada <a href=\"http:\/\/post2015.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">segudang gagasan<\/a> mengenai apa yang seharusnya menjadi sasarannya dan bagaimana mengukur kemajuannya. Sering kali berbagai proposal ini berasal dari banyak organisasi yang meneruskan topik-topik yang menjadi mandat mereka untuk menanganinya. Hal ini menjadikannya sukar untuk mempertahankan suatu tinjauan menyeluruh mengenai apa yang sebenarnya ingin kita capai di masa depan.<\/p>\n<p>Meskipun ada risiko menambahkan kebingungannya, di sini saya membagikan beberapa pemikiran mengenai konfigurasi yang mungkin dari SDG, termasuk sasaran mengenai lanskap. Meskipun <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/12517\/landscapes-for-sustainable-development\/\">topik bentang<\/a> alam jelas dekat dengan mandat CIFOR dan CGIAR, ambisi dalam blog ini ialah menyajikan beberapa pemikiran mengenai bagaimana memperluas sudut pandang mengenai SDG.<\/p>\n<p>Adalah bermanfaat untuk mengingat kembali bahwa proses pembangunan SDG telah jauh lebih ambisius daripada delapan <a href=\"http:\/\/www.un.org\/millenniumgoals\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Sasaran Pembangunan Milenium (MDG)<\/a> yang hendak digantikannya.  MDG tidak disebutkan dalam <a href=\"http:\/\/www.un.org\/millennium\/declaration\/ares552e.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Deklarasi Milenium<\/a> pada tahun  2000 \u2013 sasaran, target dan <a href=\"http:\/\/mdgs.un.org\/unsd\/mdg\/Host.aspx?Content=Indicators\/OfficialList.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">indikatornya<\/a> dipersiapkan sesudahnya, berdasarkan kesepakatan umum. Sementara <a href=\"http:\/\/daccess-dds-ny.un.org\/doc\/UNDOC\/GEN\/N05\/487\/60\/PDF\/N0548760.pdf?OpenElement\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Pertemuan Puncak Dunia tahun 2005 <\/a>mengakui MDG, hal tersebut adalah sebagai seperangkat dari sasaran pembangunan internasional yang lebih luas. Baru pada tahun 2010, Majelis Umum PBB lebih tegas menetapkan  <a href=\"http:\/\/www.un.org\/en\/mdg\/summit2010\/pdf\/outcome_documentN1051260.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">komitmen untuk mencapai MDG<\/a>. Sebaliknya, berbagai sasaran dan target SDG ditetapkan untuk disetujui lebih dulu, dengan demikian perhatian saat ini ditujuukan pada proses negosiasinya.<\/p>\n<p>Lebih jauh lagi, SDG diharapkan tidak terlalu berorientasi pada Bantuan Pembangunan Pemerintah (ODA). Sebagai perbandingan, salah satu sasaran MDG <a href=\"http:\/\/www.un.org\/millenniumgoals\/global.shtml\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">(nomor 8 \u2013 \u201cMengembangkan kemitraan global untuk pembangunan\u201d<\/a>) ditujukan untuk ODA. Dengan pendekatan yang lebih umum terhadap pembangunan, SDG dapat lebih mencakup potensi investasi yang jauh lebih besar dari sektor swasta , dan juga sektor pemerintah yang berada di luar lingkup ODA.<\/p>\n<p>Akhirnya, MDG dikonstruksikan dengan cara yang tidak selalu mendukung kontribusi potong-silang. Hutan dan kehutanan, misalnya, ditempatkan di bawah sasaran lingkungan hidup, dalam target yang terkait pembalikan kehilalngan sumber daya lingkungan, dan dengan satu indikator &#8220;Perbandingan lahan yang ditutupi hutan&#8221;.  Jelaslah, hal ini tidak menyampaikan pesan mengenai kontribusi yang lebih luas dari hutan dan kehutanan terhadap pembangunan, termasuk kemiskinan, keamanan pangan, ketahanan bentang alam dan pertumbuhan hijau. Sebaliknya, hal ini mungkin telah memperkuat pandangan bahwa hutan hanya mengenai perlindungan lingkungan hidup.<\/p>\n<p>Dengan latar belakang ini dalam pemikiran, saya sekarang ingin memaparkan beberapa pikiran mengenai konfigurasi SDG, dan bagaimana sasaran terhadap bentang alam dapat ditetapkan.<\/p>\n<p><b>Lima merupakan angka bagus untuk SDG<\/b><\/p>\n<p>&#8211;  Menetapkan SDG dan target-target global terkait dalam latar prioritas nasional dan lokal merupakan hal sukar karena banyak kepentingan khusus mempromosikan agenda mereka sendiri. Misalnya, lembaga\/politik negara-negara maju sering kali secara kuat menasihatkan dimensi lingkungan hidup dari pembangunan berkelanjutan.<\/p>\n<p>&#8211; Diperlukan berbagai sasaran\/target\/parameter yang disederhanakan, dapat dipahami, terintegrasi, dan dapat diukur.<\/p>\n<ul>\n<li>Kerangka kerja MDG tidak memberikan titik awal yang meyakinkan.<\/li>\n<li>Harusnya tidak ada lebih dari empat sampai enam SDG.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&#8211; Kepemimpinan politik diperlukan untuk memutus kepentingan-kepentingan lintas sektor\/khusus dan bergerak dari MDG.<\/p>\n<ul>\n<li>Khususnya terkait situasi berbagai negara baru\/berkembang di mana perhubungan pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup nyata dan penting.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&#8211; Ekonomi pedesaan mencakup pertanian, kehutanan dan perikanan sering kali tidak sepenuhnya diwakili dalam kerangka kerja pembangunan seperti MDG. Namun, hal-hal tersebut mewakili beberapa isu dan potensi terbesar untuk semua dimensi pembangunan berkelanjutan di semua wilayah.<\/p>\n<p>&#8211; Dengan hal-hal tersebut dalam pikiran, seperangkat SDG yang mungkin adalah:<\/p>\n<ol>\n<li><b>Lanskap berkelanjutan<\/b>\u00a0(pertanian, kehutanan, perikanan, pangan, keanekaragaman hayati, air, iklim)<\/li>\n<li><b>Perlindungan sosial<\/b>\u00a0(layanan kesehatan, undang-undang dasar, kelepasan dari ketidakamanan pangan dan kemiskinan ekstrem)<\/li>\n<li><b>Pertumbuhan hijau dengan kesetaraan<\/b>\u00a0(semua sektor ekonomi termasuk keuangan, emisi gas rumah kaca)<\/li>\n<li><b>Infrastruktur untuk semua<\/b>\u00a0(energi, jalan raya, internet, pasar, air yang aman dan sanitasi)<\/li>\n<li><b>Kesempatan yang setara<\/b>\u00a0(jender, pendidikan, kesempatan kerja, hak-hak asasi manusia)<\/li>\n<\/ol>\n<p>&#8211; Setiap sasaran dapat memiliki paradigma pembangunannya sendiri, memberi ruang untuk adanya sedikit tumpang tindih antara berbagai sasaran tersebut.<\/p>\n<p>&#8211; Setiap sasaran dapat memiliki seperangkat yang terdiri atas tiga sampai lima target, dengan satu ukuran per target.<\/p>\n<p>&#8211; Implementasi dari berbagai sasaran melalui target, indikator, perencanaan dan investasi harus dapat disesuaikan dari tingkat global ke tingkat lokal, dan harus dapat diukur pada setiap tingkat dan skala.<b> <\/b><b> <\/b><\/p>\n<p><b>Sebuah sasaran mengenai bentang alam berkelanjutan<\/b><b><\/b><\/p>\n<p>&#8211; Kita memerlukan sebuah paradigma baru untuk pembangunan dan lingkungan hidup yang menetralkan kemandirian masa kini di antara pertanian, kehutanan, perikanan dan konservasi.<\/p>\n<p>&#8211; Meskipun konsep lanskap bukan sesuatu yang baru, konsep tersebut dapat didefinisikan ulang menjadi:<\/p>\n<ul>\n<li>Sesuai dalam kerangka kerja SDG sebagai salah satu sasarannya.<\/li>\n<li>Berhubungan dengan sasaran pembangunan lebih luas seperti misalnya kemiskinan, keamanan pangan, perubahan iklim, pertumbuhan hijau, hak-hak, tata kelola dan jender.<\/li>\n<li>Memungkinkan pengukuran kemajuan yang jelas dan dapat dipahami.:\n<ul>\n<li>Sasaran lanskap yang generik, dapat diterapkan di mana saja.<\/li>\n<li>Ukuran yang sedikit dan dapat disesuaikan terhadap berbagai sasaran.<\/li>\n<li>Mencari solusi yang lebih baik selain metode ekonomi neoklasik.<\/li>\n<li>Memfasilitasi setting (persiapan) dan perencanaan multi-sasaran, prioritas banyak pemangku kepentingan<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&#8211; Dengan paradigma semacam itu kita juga dapat:<\/p>\n<ul>\n<li>Menarik investasi swasta berskala besar (dengan sebagian pengelolaan risiko publik)<\/li>\n<li>Melanjutkan proses-proses tenurial lahan dan sumber daya.<\/li>\n<li>Merangsang pasar untuk ekonomis berbasis bio<\/li>\n<\/ul>\n<p>&#8211; Beberapa persyaratan yang diperlukan adalah:<\/p>\n<ul>\n<li>Penerapan kepemimpinan politik untuk memotong silang kemandirian pada setiap tingkatan\n<ul>\n<li>Misalnya menghubungkan kehutanan dan pertanian dalam negosiasi tahunan UNFCCC (jangan melupakan Forum Bentang Alam Global dalam COPR 19 di Warsawa).<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Investasi jangka panjang dalam penelitian potong silang untuk mendukung berbagai kebijakan berdasar bukti<\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_14790\" aria-describedby=\"caption-attachment-14790\" style=\"width: 504px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/14788\/could-the-sustainable-development-goals-include-landscapes\/slide1\/\" rel=\"attachment wp-att-14790\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-14790 \" src=\"\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/Slide1.jpg\" alt=\"caption\" width=\"504\" height=\"378\" srcset=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/Slide1.jpg 720w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/Slide1-533x400.jpg 533w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/Slide1-553x415.jpg 553w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/Slide1-115x85.jpg 115w, https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/Slide1-105x80.jpg 105w\" sizes=\"auto, (max-width: 504px) 100vw, 504px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-14790\" class=\"wp-caption-text\">Figure 1<\/figcaption><\/figure>\n<p>&#8211; Empat sasaran <b>Bentang Alam <\/b>yang diajukan dengan pengukuran kinerja ditunjukkan dalam gambar di atas.<\/p>\n<ul>\n<li>Pengukuran kinerja dapat diterapkan di mana saja pada skala manapun, termasuk skala global.<\/li>\n<li>Bila keempatnya stabil atau meningkat, kita dapat mengatakan bahwa kita memiliki lanskap yang \u00a0<b>lestari <\/b>yang berkontribusi terhadap sasaran-sasaran pembangunan.<\/li>\n<li>Keempat sasaran dan pengukuran kinerja ini dapat juga digunakan untuk menetapkan target, seperti misalnya:<\/li>\n<\/ul>\n<div style=\"padding-left: 105px; float: left; width: 80%;\">\n<p style=\"text-indent: -54px;\"><b>Target 1: <\/b><b>Penyediaan penghidupan:<\/b> Pendapatan petani dua kali lipat pada [tahun]. <i>[year]<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-indent: -54px;\"><b>Target 2: <\/b><b>Layanan ekosistem:<\/b> Biomassa di bentang alam meningkat menjadi [angka] pentagram (Pg) karbon pada <em>[tahun].<\/em><\/p>\n<p style=\"text-indent: -54px;\"><b>Target 3: <\/b><b>Produk:<\/b> : Pasokan makanan pokok utama dan komoditas meningkat sebesar[angka]% pada [tahun]<\/p>\n<p style=\"text-indent: -54px;\"><b>Target 4: <\/b><b>Efisiensi sumber daya:<\/b> Emisi GRK dari kegiatan bentang alam berkurang sebesar [angka] Pg\/tahun pada [tahun]<\/p>\n<\/div>\n<p>Hal ini, tentu saja, hanya kontribusi terhadap diskusi tersebut, banyak pandangan yang harus dikonsolidasikan. CIFOR dan para mitranya saat ini sedang menggarap berbagai pendekatan bentang alam sebagai sebuah cara untuk mencari solusi yang lebih baik untuk sektor-sektor berbasis lahan, bekerja melintasi batas-batas pertanian dan kehutanan. Dengan demikian, berpikir mengenai bentang alam dalam konteks SDG merupakan hal yang alami untuk kami.<\/p>\n<p>Saya nantikan dialog yang berkesinambungan!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minggu lalu Panel Tingkat tinggi PBB tentang Pasca-2015 Agenda Pembangunan bertemu di Bali, Indonesia. Komitmen politik dari konferensi Rio+20 tahun lalu untuk menyetujui serangkaian sasaran pasca-2015 yang menangani tantangan besar dalam hal pengentasan kemiskinan, perlindungan lingkungan hidup dan konsumsi dan produksi berkelanjutan (Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, atau SDG) tetap kuat. Pada waktu yang sama, ada segudang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":36719,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,188,137,95],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2587,2822],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[2967],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[680],"class_list":["post-15015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-food-and-diets","category-forest-management-restoration","category-human-wellbeing","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-bentang-alam","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-berkelanjutan","type-bahasa-kolom-dirjen"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Dapatkah sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup bentang alam? - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dapatkah sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup bentang alam?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Minggu lalu Panel Tingkat tinggi PBB tentang Pasca-2015 Agenda Pembangunan bertemu di Bali, Indonesia. Komitmen politik dari konferensi Rio+20 tahun lalu untuk menyetujui serangkaian sasaran pasca-2015 yang menangani tantangan besar dalam hal pengentasan kemiskinan, perlindungan lingkungan hidup dan konsumsi dan produksi berkelanjutan (Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, atau SDG) tetap kuat. Pada waktu yang sama, ada segudang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-04-12T07:00:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-27T09:52:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/landscape-SGDs-500x375_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Peter Holmgren\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam\"},\"author\":{\"name\":\"Peter Holmgren\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\"},\"headline\":\"Dapatkah sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup bentang alam?\",\"datePublished\":\"2013-04-12T07:00:22+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T09:52:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam\"},\"wordCount\":1078,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/04\\\/landscape-SGDs-500x375_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Food &amp; diets\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Human well-being\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam\",\"name\":\"Dapatkah sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup bentang alam? - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/04\\\/landscape-SGDs-500x375_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2013-04-12T07:00:22+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-27T09:52:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/04\\\/landscape-SGDs-500x375_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/04\\\/landscape-SGDs-500x375_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":375,\"caption\":\"Tujuan Pembangunan Berkelanjutan perlu mengakui bahwa kehutanan adalah lebih luas daripada perlindungan lingkungan - itu juga berkaitan dengan kemiskinan, ketahanan pangan, bentang alam tangguh dan pertumbuhan hijau. Mindy McAdams\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dapatkah sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup bentang alam?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\",\"name\":\"Peter Holmgren\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Peter Holmgren\"},\"description\":\"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/peter-holmgren\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/15015\\\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dapatkah sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup bentang alam? - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dapatkah sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup bentang alam?","og_description":"Minggu lalu Panel Tingkat tinggi PBB tentang Pasca-2015 Agenda Pembangunan bertemu di Bali, Indonesia. Komitmen politik dari konferensi Rio+20 tahun lalu untuk menyetujui serangkaian sasaran pasca-2015 yang menangani tantangan besar dalam hal pengentasan kemiskinan, perlindungan lingkungan hidup dan konsumsi dan produksi berkelanjutan (Sasaran Pembangunan Berkelanjutan, atau SDG) tetap kuat. Pada waktu yang sama, ada segudang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-04-12T07:00:22+00:00","article_modified_time":"2015-10-27T09:52:34+00:00","og_image":[{"width":500,"height":375,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/landscape-SGDs-500x375_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Peter Holmgren","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam"},"author":{"name":"Peter Holmgren","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122"},"headline":"Dapatkah sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup bentang alam?","datePublished":"2013-04-12T07:00:22+00:00","dateModified":"2015-10-27T09:52:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam"},"wordCount":1078,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/landscape-SGDs-500x375_bhs.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Food &amp; diets","Forest management &amp; restoration","Human well-being"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam","name":"Dapatkah sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup bentang alam? - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/landscape-SGDs-500x375_bhs.jpg","datePublished":"2013-04-12T07:00:22+00:00","dateModified":"2015-10-27T09:52:34+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/landscape-SGDs-500x375_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/landscape-SGDs-500x375_bhs.jpg","width":500,"height":375,"caption":"Tujuan Pembangunan Berkelanjutan perlu mengakui bahwa kehutanan adalah lebih luas daripada perlindungan lingkungan - itu juga berkaitan dengan kemiskinan, ketahanan pangan, bentang alam tangguh dan pertumbuhan hijau. Mindy McAdams"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dapatkah sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup bentang alam?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122","name":"Peter Holmgren","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Peter Holmgren"},"description":"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/peter-holmgren"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/15015\/dapatkah-sasaran-pembangunan-berkelanjutan-mencakup-bentang-alam#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/04\/landscape-SGDs-500x375_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15015","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15015"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15015\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36719"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15015"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=15015"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=15015"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=15015"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=15015"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=15015"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=15015"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=15015"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=15015"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=15015"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=15015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}