{"id":14621,"date":"2013-03-26T08:59:46","date_gmt":"2013-03-26T08:59:46","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=14621"},"modified":"2019-10-08T10:58:45","modified_gmt":"2019-10-08T03:58:45","slug":"sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon","title":{"rendered":"\u2018Sains Kotor: Menggali kenyataan tentang mangrove dan karbon"},"content":{"rendered":"<div class=\"\"addv\" style=\"width:100%;float:none;margin-bottom:15px;\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"ILMU PENGETAHUAN KOTOR: Di dalam Hutan-hutan Mangrove (Bakau) Indonesia\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/0Jjhs2rDShA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div>\n<p>Dada terendam di payau, air berwarna teh kecoklatan, suatu kelompok ilmuwan, menembus muara menuju hutan mangrove raksasa di Kalimantan Barat.<\/p>\n<p>Tempat ini bukan tempat yang mudah untuk melakukan penelitian. Pepohonan dengan tinggi sampai 25 dengan kerapatan padat, dengan jaringan akar tunjang lebar seperti gaun  menjuntai dari masing-masing pokok. Pasang laut membanjiri hutan, sementara air surut berarti bernegosiasi dengan isapan lumpur dan kawanan serangga penggigit.<\/p>\n<p>Namun demikian, tim dari Center for International Forestry Research (CIFOR) dan Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (FORDA), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tetap berkomitmen untuk mencari tahu lebih jauh mengenai ekosistem yang unik ini.<\/p>\n<p>\u201cKami melakukan suatu penelitian dengan cara kotor,\u201d ujar pimpinan proyek penelitian, Joko Purbopuspito, post-doctoral fellow dari CIFOR. \u201cAnda akan basah, anda akan terkena lumpur dimana-mana, hal ini adalah tantangan.\u201d<\/p>\n<p>\u201cTapi pekerjaan ini krusial \u2013 kami tengah mengisi kesenjangan ilmu pengetahuan tentang total karbon yang tersimpan di ekosistem mangrove,\u201d katanya.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.nature.com\/ngeo\/journal\/v4\/n5\/abs\/ngeo1123.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Penelitian CIFOR yang terbit tahun lalu<\/a> mengungkapkan betapa pentingnya hutan mangrove bagaimana hutan mangrove bisa terpuruk dalam keadaan kritis di tengah perjuangan memperlambat perubahan iklim. Seperti halnya lahan gambut tropis, <a href=\"\/\/www.cifor.org\/online-library\/browse\/view-publication\/publication\/3233.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">hutan mangrove menyerap sejumlah besar karbon dioksida<\/a> dari atmosfer, menyimpan karbon di dalam pepohonan dan tanah.<\/p>\n<p>Jika hutan dialihfungsikan, semua karbon yang tersimpan akan terlepas menuju atmosfer dan memberi sumbangan pada pemanasan global.<\/p>\n<p>Penelitian membuktikan bahwa hutan mangrove mengandung rata-rata seribu ton karbon per hektar, tiga kali lebih besar dari kandungan hutan daratan.<\/p>\n<blockquote><p>Penelitian ini krusial &#8211;  kami mengisi kesenjangan ilmu pengetahuan tentang total karbon yang tersimpan di dalam ekosistem hutan-hutan mangrove.<\/p><\/blockquote>\n<p>Artinya, penggundulan hutan mangrove menyebabkan sekitar 10 persen emisi karbon dari deforestasi secara global. Padahal, luas global tutupan hutan mangrove hanyalah 0,7 persen.<\/p>\n<p><b>Menjelajahi bawah tanah<\/b><\/p>\n<p>Para ilmuwan CIFOR menemukan bahwa sekitar 49 \u2013 98 persen karbon di hutan mangrove disimpan di bawah tanah tempat material organik membusuk dengan amat perlahan.<\/p>\n<p>Mereka kini mencoba mencari tahu lebih detail mengenai jumlah karbon yang disimpan di bawah tanah \u2013 tidak hanya di tanah, namun juga pada akar.<\/p>\n<p>Untuk melakukannya, mereka mendatangi muara di daerah Kubu Raya, Kalimantan Barat, lokasi konsesi pembalakan milik PT Kandelia Alam \u2013 perusahaan yang bertujuan memanen kayu mangrove untuk produksi arang dan kayu potongan secara lestari.<\/p>\n<p>Ini merupakan awal dari proyek penelitian baru yang tujuannya mengukur kandungan karbon di setiap inci ekosistem mangrove \u2013 dedaunan, cabang pohon, batang pokok, tanah, sampah kayu yang terserak di lumpur \u2013 serta akar.<\/p>\n<p>Spesies mangrove di dalam ekosistem ini (ada beberapa, namun yang dominan adalah <i>Rhizopora apiculata<\/i>) memiliki dua jenis akar: akar tunjang yang bergantungan dari batang pokok hingga melesak ke dalam lumpur, dan akar-akar yang menyebar di bawah tanah.<\/p>\n<p>Banyak hal tentang akar tunjang telah mendapat jawaban. Namun, belum ada pengukuran yang akurat mengenai sistem akar bawah tanah mangrove pada tingkatan ekosistem (yakni mencakup seluruh spesies di wilayah tertentu).<\/p>\n<p>Yang penting, panduan yang kini digunakan oleh Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim PBB (IPCC) untuk menghitung cadangan karbon menunjukkan akar bawah tanah hanya menanggung sekitar 10 persen total biomassa pohon.<\/p>\n<p>\u201cNamun, kami percaya itu bukan angka sesungguhnya,\u201d ujar Purbopuspito. \u201cAngka itu berasal dari pengukuran hutan dataran tinggi \u2013 dan hutan mangrove berbeda.\u201d<\/p>\n<p>\u201cPada lahan basah, tanah yang halus dan berlumpur menunjukkan bahwa pepohonan yang tumbuh membutuhkan sistem akar bawah tanah yang luas untuk menopangnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Purbopuspito dan tim gabungan CIFOR dan Litbang Kehutanan mengumpulkan dan mengukur tiap material organik pada petak melingkar dengan radius tujuh meter \u2013 salah satu dari enam petak contoh sepanjang 150 meter itu mengarah ke hutan yang banjir.<\/p>\n<p>Artinya, pohon ditebang menggunakan gergaji mesin, dedaunan dipisahkan dari ranting, dahan dan akar tunjang dipotong-potong, sampah kayu dihitung, dan akar bawah tanah dicabut dari dalam lumpur dengan tangan kosong.<\/p>\n<p>Lalu, mereka menimbang semua temuan di tempat serta mengumpulkan sampel-sampel kecil dari tiap jenis temuan untuk dibawa ke laboratorium. Di sana, mereka akan menganalisa kandungan karbon.<\/p>\n<p><b>Ketimpangan pengetahuan<\/b><\/p>\n<p>Dengan memiliki sekitar tiga juta hektar lahan mangrove, Indonesia menawarkan pasokan 21 persen kandungan yang tersisa di dunia.<\/p>\n<p>Selain menyimpan karbon, hutan mangrove menyokong hewan-hewan yang terancam punah, termasuk kera bekantan; menyediakan sumber makanan bagi ikan-ikan santapan masyarakat pesisir; dan melindungi garis pantai dari pasang akibat badai, tsunami, dan efek lain perubahan iklim.<\/p>\n<blockquote><p>Kita kehilangan hutan mangrove dengan cepat, jadi kita perlu tahu secara persis apa yang tengah terjadi tentang simpanan karbon, dan bagaimana dampaknya terhadap perubahan iklim.<\/p><\/blockquote>\n<p>Namun, tembok perbatasan hijau Indonesia kian rusak karena beralih fungsi menjadi tambak udang dan perkebunan sawit.<\/p>\n<p>Sayangnya, meskipun ancaman mengintip, hutan mangrove di Indonesia belum mendapat perhatian cukup untuk penelitian, kata  Adi Susmianto, Direktur Kepala Pusat Konservasi dan Rehabilitasi, Litbang Kehutanan.<\/p>\n<p>\u201cSejujurnya, penelitian mangrove sedikit tertinggal dibandingkan dengan masalah-masalah hutan tropis,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cTidak banyak pakar masalah mangrove \u2013 hanya sedikit sekali ilmuwan yang punya kapasitas mengkaji ekosistem mangrove.\u201d<\/p>\n<p>&#8220;Secara teknis, penelitian mangrove juga butuh banyak sumber daya. [Hutan mangrove] menjadi lokasi penelitian yang mahal,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ilmuwan senior CIFOR, Daniel Murdiyarso tengah bekerja dengan IPCC guna mengembangkan pedoman baru perhitungan cadangan gas rumah kaca di lahan basah \u2013 yang diharapkan mencakup hasil penelitian di Kalimantan.<\/p>\n<p>Menurut Murdiyarso, banyak negara \u2013negara dan para pengambil kebijakan kekurangan data tentang mangrove, bahkan data dasar tentang mangrove.<\/p>\n<p>\u201cEkosistem ini tidak diindahkan. Lahan ini telah lama dianggap sebagai tanah buangan, atau lahan pinggiran \u2013 dan orang cenderung tidak memperhatikannya secara serius.\u201d<\/p>\n<p>Namun, menurutnya, penemuan terbaru menunjukkan bahwa hutan mangrove terlalu penting untuk dilupakan.<\/p>\n<p>\u201cSituasinya gawat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u2018Kita kehilangan hutan mangrove dengan sangat cepat, jadi kita harus benar-benar tahu apa yang sedang terjadi terkait dengan cadangan karbon dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi perubahan iklim.\u201d<\/p>\n<p><em>Penelitian ini merupakan bagian dari <a href=\"\/\/www.cifor.org\/forests-trees-agroforestry\/crp.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Program Penelitian CGIAR tentang Forests, Trees and Agroforestry<\/a> dan didukung oleh USAID.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Untuk keterangan lebih lengkap tentang riset lahan basah CIFOR, kunjungi: Sustainable Wetlands Adaptation and Mitigation Program (<a href=\"\/\/www.cifor.org\/swamp\/home.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">SWAMP<\/a>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":63,"featured_media":36704,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,137,96,180,11],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[3131,3308,2503,2891,2522,2721,3128,2803,2499,2520,3656,2680,2596,3127,2958],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3085],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[545],"class_list":["post-14621","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-forest-management-restoration","category-mangroves","category-mitigating-climate-change","category-mrv-2","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-adi-susmianto","tag-bahasa-badan-penelitian-pengembangan-dan-inovasi-indonesia","tag-bahasa-cadangan-karbon","tag-bahasa-daniel-murdiyarso","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-joko-purbopuspito","tag-bahasa-kalimantan-barat","tag-bahasa-karbon-dioksida","tag-bahasa-konservasi","tag-bahasa-kubu-raya","tag-bahasa-lahan-basah","tag-bahasa-mangrove","tag-bahasa-mrv","tag-bahasa-program-lestari-dalam-kerangka-adaptasi-dan-mitigasi-lahan-basah","type-bahasa-video"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>\u2018Sains Kotor: Menggali kenyataan tentang mangrove dan karbon - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u2018Sains Kotor: Menggali kenyataan tentang mangrove dan karbon\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-03-26T08:59:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-10-08T03:58:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/mangroves_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"680\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kate Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon\"},\"author\":{\"name\":\"Kate Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e\"},\"headline\":\"\u2018Sains Kotor: Menggali kenyataan tentang mangrove dan karbon\",\"datePublished\":\"2013-03-26T08:59:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-08T03:58:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon\"},\"wordCount\":8,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/03\\\/mangroves_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Forest management &amp; restoration\",\"mangroves\",\"Mitigation\",\"MRV\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon\",\"name\":\"\u2018Sains Kotor: Menggali kenyataan tentang mangrove dan karbon - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/03\\\/mangroves_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2013-03-26T08:59:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-10-08T03:58:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/03\\\/mangroves_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/03\\\/mangroves_bhs.jpg\",\"width\":1024,\"height\":680,\"caption\":\"Mempelajari mangrove itu kotor, namun penting untuk mengetahui lebih jauh mengenai ekosistem yagn unik ini. Kate Evans\\\/CIFOR\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u2018Sains Kotor: Menggali kenyataan tentang mangrove dan karbon\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e\",\"name\":\"Kate Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g3f27c3c2db0b6432a0c0a78c2749a7a0\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kate Evans\"},\"description\":\"Kate Evans is a freelance journalist originally from New Zealand. After studying journalism at the University of Sydney and international relations at the Australian National University, she worked as a multimedia journalist at the Australian Broadcasting Corporation for three years...and then ran off to West Africa armed with a video camera and a love of African dance. She is now a writer, filmmaker and photographer.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/kate-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14621\\\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"\u2018Sains Kotor: Menggali kenyataan tentang mangrove dan karbon - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u2018Sains Kotor: Menggali kenyataan tentang mangrove dan karbon","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-03-26T08:59:46+00:00","article_modified_time":"2019-10-08T03:58:45+00:00","og_image":[{"width":1024,"height":680,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/mangroves_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kate Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon"},"author":{"name":"Kate Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e"},"headline":"\u2018Sains Kotor: Menggali kenyataan tentang mangrove dan karbon","datePublished":"2013-03-26T08:59:46+00:00","dateModified":"2019-10-08T03:58:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon"},"wordCount":8,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/mangroves_bhs.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Forest management &amp; restoration","mangroves","Mitigation","MRV"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon","name":"\u2018Sains Kotor: Menggali kenyataan tentang mangrove dan karbon - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/mangroves_bhs.jpg","datePublished":"2013-03-26T08:59:46+00:00","dateModified":"2019-10-08T03:58:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/mangroves_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/mangroves_bhs.jpg","width":1024,"height":680,"caption":"Mempelajari mangrove itu kotor, namun penting untuk mengetahui lebih jauh mengenai ekosistem yagn unik ini. Kate Evans\/CIFOR"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u2018Sains Kotor: Menggali kenyataan tentang mangrove dan karbon"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e","name":"Kate Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g3f27c3c2db0b6432a0c0a78c2749a7a0","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kate Evans"},"description":"Kate Evans is a freelance journalist originally from New Zealand. After studying journalism at the University of Sydney and international relations at the Australian National University, she worked as a multimedia journalist at the Australian Broadcasting Corporation for three years...and then ran off to West Africa armed with a video camera and a love of African dance. She is now a writer, filmmaker and photographer.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/kate-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14621\/sains-kotor-menggali-kenyataan-tentang-mangrove-dan-karbon#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/mangroves_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14621","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/63"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14621"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14621\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62321,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14621\/revisions\/62321"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36704"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14621"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14621"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14621"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=14621"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=14621"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=14621"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=14621"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=14621"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=14621"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=14621"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=14621"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=14621"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=14621"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}