{"id":14500,"date":"2013-03-18T06:49:06","date_gmt":"2013-03-18T06:49:06","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=14500"},"modified":"2015-10-28T15:55:45","modified_gmt":"2015-10-28T08:55:45","slug":"pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012","title":{"rendered":"Pemikiran-pemikiran mengenai Laporan Kebijakan Pangan Global 2012"},"content":{"rendered":"<p>Saya senang membaca <a href=\"http:\/\/www.ifpri.org\/gfpr\/2012\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Laporan Kebijakan Pangan Global 2012<\/a>, yang diterbitkan 14 Maret lalu oleh International Food Policy Insitute (IFPRI), salah satu mitra CIFOR dan CGIAR.<\/p>\n<p>Laporan ini menggambarkan dengan baik bagaimana sistem pangan harus dilihat sebagai bagian dari keberlanjutan keselarasan, dan sebaliknya bagaimana hutan dan lanskap lebih luas perlu berintegrasi dengan sistem pangan.<\/p>\n<p>Artikel utama, <a href=\"http:\/\/www.ifpri.org\/sites\/default\/files\/publications\/gfpr2012_ch01.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Walk the Talk<\/a>, oleh Direktur Jenderal IFPRI, Dr. Shenggen Fan, menggiring saya untuk membuat beberapa catatan dengan tambahan pendapat di bawah ini.<\/p>\n<ul>\n<li>Tidak ada komitmen-komitmen politik yang lemah soal pangan dan tata ruang lahan saat ini. Rio+20 telah menyuarakan tentang nol kelaparan dan nol degradasi lahan. G20 dan G8 telah menyoroti kebutuhan investasi di bidang pertanian dan nutrisi. Jadi bagaimana kita menerapkan komitmen-komitmen ini dan bagaimana kita mengukur kemajuan?<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Terdapat ekspektasi tinggi akan apa yang kita sebut sebagai \u201cekonomi hijau\u201d. Titik pusat aspirasi ini yaitu \u201cbioekonomi\u201d yang mengintegrasikan kontribusi dari sektor berbasis lahan untuk pertumbuhan hijau inklusif sebagai komponen kunci dari pembangunan berkelanjutan. Di sini terletak peluang besar bagi ekonomi pedesaan, termasuk kehutanan, dan masyarakat miskin pedesaan di seluruh dunia\u2014menyediakan akses modal dan pengembangan pasar, dengan kondisi relevan terhadap keberlanjutan hasil semua itu. Tetapi kita tampaknya lemah dalam peta jalan kebijakan. Haruskah kita melihat pada <a href=\"http:\/\/sustainabledevelopment.un.org\/index.php?menu=1300\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">proses SDG<\/a> (sustainable development goals) untuk mengatasi ini?<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Laporan ini menyoroti kebutuhan untuk berpindah dari pengukuran kuantitatif keamanan pangan yang berbasis umlah asupan kalori kepada pengukuran yang memasukan aspek kualitatif nutrisi. Pengukuran kalori dapat secara keliru memperlihatkan kebutuhan nutrisi yang penting serta mengecilkan peluang kehutanan berkontribusi pada nutrisi. Selain itu, terdapat risiko bahwa kebijakan pertanian yang berorientasi kalori bisa tidak terarah kepada tata kelola terbaik sumber daya alam.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Harga makanan terus menjadi faktor utama dalam kebijakan politik keamanan pangan, tetapi kita harus waspada terhadap perilaku proteksionis yang bisa meningkat dan bagaimana hal itu bisa mempengaruhi keberlanjutan tujuan-tujuan. Dalam jangka pendek, menjaga harga pangan tetap rendah bisa membantu pangan terbeli, tetapi implikasi pada kehidupan petani dan bagaimana sumber daya alam dikelola juga mungkin signifikan.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Kita mulai melihat sebuah fokus yang lebih jauh yang telah lama ditunggu, yaitu isu jender dalam pertanian dan ekonomi pedesaan.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Saya setuju dengan Dr. Fan, bahwa kita perlu lebih banyak informasi dan bukti mengenai jender yang tersebar untuk memastikan bahwa kebijakan-kebijakan seperti ini menjadi arus utama.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Kita harus memperhatikan mega-tren dan pendorong jangka panjang. Salah satunya adalah urbanisasi dan dampak dari peningkatan daya beli pada pola konsumsi, selain itu bagaimana daya tarik pertanian sebagai profesi. Pertanian dan kehutanan harus menguntungkan dan dinamis untuk menarik anak muda.<\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li>Pendorong besar lain adalah irisan antara pertanian dan kehutanan dengan produksi dan konsumsi energi. Dengan 30 persen energi dikonsumsi oleh sistem pangan, dan 10 persen keseluruhan energi disediakan dari biomassa terbarukan, kebutuhan dan ekspektasi energi dari sektor berbasis lahan akan menjadi topik kunci bagi keberlanjutan dan keamanan pangan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Saya sangat merekomendasikan Anda membaca laporan lengkapnya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saya senang membaca Laporan Kebijakan Pangan Global 2012, yang diterbitkan 14 Maret lalu oleh International Food Policy Insitute (IFPRI), salah satu mitra CIFOR dan CGIAR. Laporan ini menggambarkan dengan baik bagaimana sistem pangan harus dilihat sebagai bagian dari keberlanjutan keselarasan, dan sebaliknya bagaimana hutan dan lanskap lebih luas perlu berintegrasi dengan sistem pangan. Artikel utama, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":71,"featured_media":16949,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,188,173],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2565,2560,2550,2822],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[2967],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[680],"class_list":["post-14500","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-food-and-diets","category-gender-justice-tenure","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-ekonomi-hijau","tag-bahasa-jender","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-tujuan-pembangunan-berkelanjutan","type-bahasa-kolom-dirjen"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Pemikiran-pemikiran mengenai Laporan Kebijakan Pangan Global 2012 - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemikiran-pemikiran mengenai Laporan Kebijakan Pangan Global 2012\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saya senang membaca Laporan Kebijakan Pangan Global 2012, yang diterbitkan 14 Maret lalu oleh International Food Policy Insitute (IFPRI), salah satu mitra CIFOR dan CGIAR. Laporan ini menggambarkan dengan baik bagaimana sistem pangan harus dilihat sebagai bagian dari keberlanjutan keselarasan, dan sebaliknya bagaimana hutan dan lanskap lebih luas perlu berintegrasi dengan sistem pangan. Artikel utama, [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2013-03-18T06:49:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-28T08:55:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Mushroom-Berbak.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Peter Holmgren\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012\"},\"author\":{\"name\":\"Peter Holmgren\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\"},\"headline\":\"Pemikiran-pemikiran mengenai Laporan Kebijakan Pangan Global 2012\",\"datePublished\":\"2013-03-18T06:49:06+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-28T08:55:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012\"},\"wordCount\":467,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/03\\\/Mushroom-Berbak.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Food &amp; diets\",\"Gender, justice &amp; tenure\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2013\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012\",\"name\":\"Pemikiran-pemikiran mengenai Laporan Kebijakan Pangan Global 2012 - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/03\\\/Mushroom-Berbak.jpg\",\"datePublished\":\"2013-03-18T06:49:06+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-28T08:55:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/03\\\/Mushroom-Berbak.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2013\\\/03\\\/Mushroom-Berbak.jpg\",\"width\":332,\"height\":500,\"caption\":\"Jamur, di Berbak.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pemikiran-pemikiran mengenai Laporan Kebijakan Pangan Global 2012\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122\",\"name\":\"Peter Holmgren\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Peter Holmgren\"},\"description\":\"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/peter-holmgren\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/14500\\\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemikiran-pemikiran mengenai Laporan Kebijakan Pangan Global 2012 - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pemikiran-pemikiran mengenai Laporan Kebijakan Pangan Global 2012","og_description":"Saya senang membaca Laporan Kebijakan Pangan Global 2012, yang diterbitkan 14 Maret lalu oleh International Food Policy Insitute (IFPRI), salah satu mitra CIFOR dan CGIAR. Laporan ini menggambarkan dengan baik bagaimana sistem pangan harus dilihat sebagai bagian dari keberlanjutan keselarasan, dan sebaliknya bagaimana hutan dan lanskap lebih luas perlu berintegrasi dengan sistem pangan. Artikel utama, [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2013-03-18T06:49:06+00:00","article_modified_time":"2015-10-28T08:55:45+00:00","og_image":[{"width":332,"height":500,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Mushroom-Berbak.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Peter Holmgren","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012"},"author":{"name":"Peter Holmgren","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122"},"headline":"Pemikiran-pemikiran mengenai Laporan Kebijakan Pangan Global 2012","datePublished":"2013-03-18T06:49:06+00:00","dateModified":"2015-10-28T08:55:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012"},"wordCount":467,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Mushroom-Berbak.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Food &amp; diets","Gender, justice &amp; tenure"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#respond"]}],"copyrightYear":"2013","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012","name":"Pemikiran-pemikiran mengenai Laporan Kebijakan Pangan Global 2012 - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Mushroom-Berbak.jpg","datePublished":"2013-03-18T06:49:06+00:00","dateModified":"2015-10-28T08:55:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Mushroom-Berbak.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Mushroom-Berbak.jpg","width":332,"height":500,"caption":"Jamur, di Berbak."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pemikiran-pemikiran mengenai Laporan Kebijakan Pangan Global 2012"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4c6a8d0ab7b85160a0d57a15381a8122","name":"Peter Holmgren","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g0c3481ae3266f4336ce557c5eb1271ec","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/aa69ea55c5eb3ce7e51b7a48f9770470173b080e13f619a8240df8f0566c2ccb?s=96&d=mm&r=g","caption":"Peter Holmgren"},"description":"Dr. Peter Holmgren was the Director General of the Center for International Forestry Research (CIFOR) from 2012 to October 2017. Under his leadership, CIFOR updated its strategy in 2016, emphasizing the role of forestry in achieving each of the 17 Sustainable Development Goals. Dr. Holmgren has a PhD in Forestry and 26 years of experience in international forestry and agriculture. Prior to CIFOR, Dr. Holmgren worked at the Food and Agriculture Organization (FAO), where he led FAO\u2019s work on climate change and its contributions to the UNFCCC process. While at FAO he also coordinated the Global Forest Resources Assessment, played a leading role in establishing the UN-REDD program and led the development of the Climate Smart Agriculture concept. Dr. Holmgren is credited for leading the dialogue to enhance and broaden the role of forestry in the Global Development Agenda to address the major challenges of our time: poverty, food security, climate change and green economy. An early champion of the landscape approach, Dr. Holmgren launched the Global Landscapes Forum, which is today the world\u2019s largest conference on integrated land use.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/peter-holmgren"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/14500\/pemikiran-pemikiran-mengenai-laporan-kebijakan-makanan-pangan-global-2012#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2013\/03\/Mushroom-Berbak.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14500","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/71"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14500"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14500\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16949"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14500"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14500"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14500"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=14500"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=14500"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=14500"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=14500"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=14500"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=14500"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=14500"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=14500"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=14500"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=14500"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}