{"id":12840,"date":"2012-12-03T08:10:10","date_gmt":"2012-12-03T08:10:10","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=12840"},"modified":"2015-10-28T16:44:27","modified_gmt":"2015-10-28T09:44:27","slug":"dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi","title":{"rendered":"Dunia baru yang berani: kecenderungan global mengubah masa depan deforestasi"},"content":{"rendered":"<p>DOHA, Qatar (30 November 2012)_Kecenderungan global akan mengintensifkan penyebab deforestasi selama dekade mendatang \u2013 kecuali semua negara mengambil tanggung jawab untuk mengatasinya, ungkap para ahli di sela-sela konferensi iklim PBB di Doha, Qatar.<\/p>\n<p>Dunia sedang dilanda perubahan besar yang akan mengubah tekanan terhadap hutan: urbanisasi, semakin meningkatnya makanan berbasis daging, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya permintaan untuk kayu dan produk pertanian.<\/p>\n<p>\u201cSemua kekuatan ini bersekongkol bersama-sama untuk memengaruhi pembukaan hutan,\u201d ujar Gabrielle Kissinger dari Lexeme Consulting, pada acara COP 18 yang diadakan untuk menyajikan laporan di Doha.<\/p>\n<p>Kissinger adalah salah seorang penulis sintesis <a href=\"http:\/\/www.decc.gov.uk\/assets\/decc\/11\/tackling-climate-change\/international-climate-change\/6316-drivers-deforestation-report.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">laporan<\/a> baru pada pemicu deforestasi dan degradasi hutan yang bertujuan untuk memberikan saran kepada pembuat kebijakan dan negosiator pada konferensi Doha yang membahas REDD+ \u2013 skema global yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dengan mencegah hilangnya hutan.<\/p>\n<p>Meski pertanian, penebangan kayu, kayu bakar, dan produksi arang, dan pertambangan <a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/12350\/scientists-pinpoint-activities-driving-deforestation-and-urge-countries-to-take-action-at-doha\/#.ULYmK3OkQXw\">adalah beberapa penyebab langsung utama deforestasi dan degradasi hutan di daerah tropis<\/a>, para ilmuwan juga telah mengidentifikasi pemicu yang mendasari atau tidak langsung dari deforestasi.<\/p>\n<p>Ini didorong oleh interaksi yang kompleks dari proses sosial, ekonomi, politik, demografi, budaya, dan teknologi fundamental yang mendorong pembukaan hutan \u2013 sering terjadi di sisi lain dunia.<\/p>\n<p>Selama 20 tahun ke depan tidak akan menjadi seperti 20 tahun terakhir&#8230; kita akan melihat tekanan yang lebih besar dari perdagangan komoditas internasional, khususnya produk pertanian yang ditujukan untuk pasar perkotaan.<\/p>\n<p>Kissinger mengatakan ini berarti bahwa pola-pola historis dari pemicu deforestasi belum tentu terulang di masa depan.<\/p>\n<p>\u201c20 tahun ke depan tidak akan menjadi seperti 20 tahun terakhir,\u201d ujarnya.<\/p>\n<blockquote><p>Selama 20 tahun ke depan tidak akan menjadi seperti 20 tahun terakhir&#8230; kita akan melihat tekanan yang lebih besar dari perdagangan komoditas internasional, khususnya produk pertanian yang ditujukan untuk pasar perkotaan.<\/p><\/blockquote>\n<p>\u201cMeski pola historis deforestasi memberi kita satu gambaran kecenderungan pemicu, di sebagian besar dunia, gambaran tersebut akan berubah di masa depan.<\/p>\n<p>\u201cKita akan melihat tekanan yang lebih besar dari perdagangan komoditas internasional, khususnya produk pertanian yang ditujukan untuk pasar perkotaan, yang semakin meningkat di negara berkembang.\u201d<\/p>\n<p>Negara-negara berkembang akan melihat pertumbuhan ekonomi terbesar di masa depan, sementara pertumbuhan di negara maju cenderung datar.<\/p>\n<p>\u201cIni berarti permintaan untuk sumber daya alam \u2013 produk pertanian, kayu, mineral, biofuel \u2013 akan terjadi pada skala yang berbeda dibandingkan yang kita lihat di masa lalu, dengan permintaan datang dari pasar yang berbeda dengan yang dominan di masa lalu,\u201d ujar Kissinger.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari laporan, Kissinger dan koleganya melakukan survey program REDD+ di 31 negara.<\/p>\n<p>Sekitar setengah pertumbuhan penduduk dianggap sebagai pemicu utama yang mendasari deforestasi.<\/p>\n<p>Populasi global akan mencapai 8,2 milyar orang pada tahun 2030, dengan 235 juta orang tambahan di Afrika di tahun itu. Hal tersebut, dikombinasikan dengan meningkatnya pendapatan masyarakat, berarti bahwa permintaan global untuk produk makanan diperkirakan akan meningkat sebesar 70 persen pada tahun 2050.<\/p>\n<p>\u201cHampir semua makanan tambahan akan dikonsumsi oleh negara-negara berkembang, berdasarkan populasi dan peningkatan standar hidup, dan negara-negara berkembang akan menanggung beban tekanan untuk melayani pasar yang baru muncul tersebut,\u201d ujar Kissinger.<\/p>\n<p>Produksi daging terutama \u2013 <a href=\"ftp:\/\/ftp.fao.org\/docrep\/fao\/010\/A0701E\/A0701E00.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">bertanggung jawab atas emisi gas rumah kaca yang signifikan dan polusi air serta deforestasi<\/a> \u2013 diperkirakan akan melambung, dengan meningkatnya permintaan sebesar 85 persen selama 30 tahun ke depan.<\/p>\n<p>Produksi kelapa sawit akan naik sebesar 45 persen selama dekade mendatang, dan biji minyak sebesar 23 persen. Negara-negara berkembang, khususnya di Asia, mendorong sebagian besar peningkatan permintaan minyak nabati.<\/p>\n<p>Lantas, apa yang bisa dilakukan?<\/p>\n<p>\u201cNegara-negara harus melihat ke luar sektor kehutanan dalam merancang intervensi untuk mengubah tekanan pemicu,\u201d ujar Kissinger.<\/p>\n<p>Sejauh ini, penelitian menunjukkan, sebagian besar negara telah mengalami kesulitan melakukan hal ini \u2013 tapi sebagaimana yang ditunjukkan oleh Kissinger, menangani pemicu yang terkait dengan permintaan internasional tidak mudah dicapai oleh satu negara saja.<\/p>\n<p>\u201cAgar REDD+ berhasil, insentif, disinsentif, dan langkah-langkah yang memungkinkan harus mencapai aktor-aktor yang bertanggung jawab untuk mengatasi pemicu deforestasi. REDD+ menawarkan pengungkit kepada negara-negara untuk mempersiapkan sekarang untuk tekanan pemicu masa depan ini, dan untuk bergerak ke arah koordinasi lintas sektoral yang bermakna.\u201d<\/p>\n<p>\u201cSelain itu, meningkatnya urbanisasi di masa depan memperkuat kecenderungan deforestasi yang semakin didorong oleh pasar komoditas global, dan bukan oleh penduduk setempat.<\/p>\n<p>\u201cMaka ini berarti negara-negara REDD+ harus menemukan cara untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan deforestasi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" style=\"border: 1px solid #CCC; border-width: 1px 1px 0; margin-bottom: 5px;\" src=\"http:\/\/www.slideshare.net\/slideshow\/embed_code\/15364057?rel=0\" width=\"427\" height=\"356\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<p><strong>Pertanyaan yang tak diajukan<\/strong><\/p>\n<p>Berbicara di acara COP 18 lain, Megan Dickie dari Environmental Investigation Agency mengatakan semua negara perlu mengambil tanggung jawab atas peran mereka dalam membantu pemicu tidak langsung dari deforestasi.<\/p>\n<p>\u201cKebutuhan konsumsi negara maju dan negara berkembang pesat semakin mendorong deforestasi \u2013 dan skalanya sangat besar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u201cMisalnya, pasar kayu saja bernilai lebih dari US$220 miliar per tahun, dan permintaan ekspor produk pertanian kian melonjak.\u201d<\/p>\n<p>\u201cTerlalu sering, permintaan berasal dari pasar internasional yang tidak &#8216;dipertanyakan lagi.\u2019 Dampak nyata dari produk ini, dan keberlanjutannya atau ilegalitasnya diabaikan.\u201d<\/p>\n<p>Dia mengatakan ini berarti bahwa tindakan untuk mengurangi deforestasi seharusnya tidak terbatas pada negara-negara berhutan tropis.<\/p>\n<p>\u201c<a href=\"http:\/\/unfccc.int\/bodies\/body\/6399.php\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">SBSTA<\/a> [lembaga teknis dan ilmiah yang memberikan nasihat kepada Para Pihak Konferensi UNFCCC] harus mengeksplorasi cara yang dapat diandalkan oleh semua negara dan bertindak untuk mengatasi peran khusus mereka dalam mengendalikan deforestasi dan degradasi hutan.<\/p>\n<p>\u201cKita perlu mendorong kepemimpinan pemerintah yang lebih aktif dan kolaborasi dengan sektor swasta untuk membantu memandu pasar menuju keberlanjutan rantai pasokan yang lebih baik,\u201d ujar Dickie.<\/p>\n<p align=\"center\"><strong>Untuk kabar lain dari pertemuan iklim PBB di Doha, <\/strong><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/12736\/brave-new-world-the-global-trends-changing-the-future-of-deforestation\/www.forestsnews.cifor.org\/cop18\"><strong>klik di sini.<\/strong><\/a><strong> <\/strong><\/p>\n<p align=\"center\"><strong>Untuk melihat presentasi lainnya tentang pemicu deforestasi, <\/strong><a href=\"http:\/\/www.youtube.com\/watch?v=SXdp_tj0RrE\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><strong>klik di sini<\/strong><\/a><strong>.<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DOHA, Qatar (30 November 2012)_Kecenderungan global akan mengintensifkan penyebab deforestasi selama dekade mendatang \u2013 kecuali semua negara mengambil tanggung jawab untuk mengatasinya, ungkap para ahli di sela-sela konferensi iklim PBB di Doha, Qatar. Dunia sedang dilanda perubahan besar yang akan mengubah tekanan terhadap hutan: urbanisasi, semakin meningkatnya makanan berbasis daging, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya permintaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":63,"featured_media":36881,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_hide_featured_image":false,"_jetpack_featured_image_duplicate_dismissed":0,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,161,188,180,151],"tags":[],"language":[2171],"location":[12215],"tag-bahasa":[2452,2522,2523,4929,4896,2550,4897,4928,2525,2480,2530,2819],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[545],"class_list":["post-12840","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-deforestation","category-food-and-diets","category-mitigating-climate-change","category-redd-2","language-bahasa-indonesia","location-global","tag-bahasa-cop18","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-degradasi","tag-bahasa-environmental-investigation-agency","tag-bahasa-gabrielle-kissinger","tag-bahasa-ketahanan-pangan","tag-bahasa-lexeme-consulting","tag-bahasa-megan-dickie","tag-bahasa-pemicu-deforestasi","tag-bahasa-pertanian","tag-bahasa-pertumbuhan-ekonomi","tag-bahasa-redd","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.8 (Yoast SEO v28.8) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Dunia baru yang berani: kecenderungan global mengubah masa depan deforestasi - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dunia baru yang berani: kecenderungan global mengubah masa depan deforestasi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"DOHA, Qatar (30 November 2012)_Kecenderungan global akan mengintensifkan penyebab deforestasi selama dekade mendatang \u2013 kecuali semua negara mengambil tanggung jawab untuk mengatasinya, ungkap para ahli di sela-sela konferensi iklim PBB di Doha, Qatar. Dunia sedang dilanda perubahan besar yang akan mengubah tekanan terhadap hutan: urbanisasi, semakin meningkatnya makanan berbasis daging, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya permintaan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-12-03T08:10:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-28T09:44:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/12\/8137849767_b471559f55_b-500x261_bhs.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"261\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kate Evans\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi\"},\"author\":{\"name\":\"Kate Evans\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e\"},\"headline\":\"Dunia baru yang berani: kecenderungan global mengubah masa depan deforestasi\",\"datePublished\":\"2012-12-03T08:10:10+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-28T09:44:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi\"},\"wordCount\":853,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/12\\\/8137849767_b471559f55_b-500x261_bhs.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Deforestation\",\"Food &amp; diets\",\"Mitigation\",\"REDD+\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2012\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi\",\"name\":\"Dunia baru yang berani: kecenderungan global mengubah masa depan deforestasi - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/12\\\/8137849767_b471559f55_b-500x261_bhs.jpg\",\"datePublished\":\"2012-12-03T08:10:10+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-28T09:44:27+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/12\\\/8137849767_b471559f55_b-500x261_bhs.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/12\\\/8137849767_b471559f55_b-500x261_bhs.jpg\",\"width\":500,\"height\":261,\"caption\":\"Dunia sedang dilanda perubahan besar yang akan mengubah tekanan terhadap hutan. s gendera\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dunia baru yang berani: kecenderungan global mengubah masa depan deforestasi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e\",\"name\":\"Kate Evans\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g3f27c3c2db0b6432a0c0a78c2749a7a0\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kate Evans\"},\"description\":\"Kate Evans is a freelance journalist originally from New Zealand. After studying journalism at the University of Sydney and international relations at the Australian National University, she worked as a multimedia journalist at the Australian Broadcasting Corporation for three years...and then ran off to West Africa armed with a video camera and a love of African dance. She is now a writer, filmmaker and photographer.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/kate-evans\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12840\\\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dunia baru yang berani: kecenderungan global mengubah masa depan deforestasi - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dunia baru yang berani: kecenderungan global mengubah masa depan deforestasi","og_description":"DOHA, Qatar (30 November 2012)_Kecenderungan global akan mengintensifkan penyebab deforestasi selama dekade mendatang \u2013 kecuali semua negara mengambil tanggung jawab untuk mengatasinya, ungkap para ahli di sela-sela konferensi iklim PBB di Doha, Qatar. Dunia sedang dilanda perubahan besar yang akan mengubah tekanan terhadap hutan: urbanisasi, semakin meningkatnya makanan berbasis daging, pertumbuhan penduduk, dan meningkatnya permintaan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2012-12-03T08:10:10+00:00","article_modified_time":"2015-10-28T09:44:27+00:00","og_image":[{"width":500,"height":261,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/12\/8137849767_b471559f55_b-500x261_bhs.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kate Evans","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi"},"author":{"name":"Kate Evans","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e"},"headline":"Dunia baru yang berani: kecenderungan global mengubah masa depan deforestasi","datePublished":"2012-12-03T08:10:10+00:00","dateModified":"2015-10-28T09:44:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi"},"wordCount":853,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/12\/8137849767_b471559f55_b-500x261_bhs.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","Deforestation","Food &amp; diets","Mitigation","REDD+"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#respond"]}],"copyrightYear":"2012","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi","name":"Dunia baru yang berani: kecenderungan global mengubah masa depan deforestasi - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/12\/8137849767_b471559f55_b-500x261_bhs.jpg","datePublished":"2012-12-03T08:10:10+00:00","dateModified":"2015-10-28T09:44:27+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/12\/8137849767_b471559f55_b-500x261_bhs.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/12\/8137849767_b471559f55_b-500x261_bhs.jpg","width":500,"height":261,"caption":"Dunia sedang dilanda perubahan besar yang akan mengubah tekanan terhadap hutan. s gendera"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dunia baru yang berani: kecenderungan global mengubah masa depan deforestasi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/4876a00a383e40d407811a87baf4130e","name":"Kate Evans","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g3f27c3c2db0b6432a0c0a78c2749a7a0","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b9d6bfe3bf6898ca5dd59ede60b0498880dbc1baa454f47ca9bb4d6f757f0b8c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kate Evans"},"description":"Kate Evans is a freelance journalist originally from New Zealand. After studying journalism at the University of Sydney and international relations at the Australian National University, she worked as a multimedia journalist at the Australian Broadcasting Corporation for three years...and then ran off to West Africa armed with a video camera and a love of African dance. She is now a writer, filmmaker and photographer.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/kate-evans"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12840\/dunia-baru-yang-berani-kecenderungan-global-mengubah-masa-depan-deforestasi#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/12\/8137849767_b471559f55_b-500x261_bhs.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12840","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/63"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12840"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12840\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12840"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=12840"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=12840"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=12840"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=12840"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=12840"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=12840"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=12840"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=12840"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=12840"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=12840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}