{"id":12320,"date":"2012-11-27T09:43:44","date_gmt":"2012-11-27T09:43:44","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=12320"},"modified":"2015-10-29T09:50:14","modified_gmt":"2015-10-29T02:50:14","slug":"dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim","title":{"rendered":"Dinitrogen oksida dan metana: gas-gas yang dilupakan dalam debat hutan dan perubahan iklim"},"content":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (5 Oktober 2012)_Upaya para pembuat kebijakan dalam mengurangi gas rumah kaca dari deforestasi tidak dapat mengabaikan kadar dinitrogen oksida dan metana yang dilepaskan ke atmosfer sebagai bagian dari konversi lahan untuk kelapa sawit, kedelai dan tanaman pangan lainnya, ujar para ilmuwan.<\/p>\n<p>Meski gas-gas yang terlupakan ini hanya sebagian kecil dari total emisi gas rumah kaca dari deforestasi, dinitrogen oksida lebih efektif 300 kali menjebak panas di atmosfer bila dibandingkan dengan karbon dioksida dalam kurun waktu 100 tahun. Metana 25 kali lebih efektif, ujar Kristell Hergoualc&#8217;h, seorang peneliti di Center for International Forestry Research (CIFOR).<\/p>\n<p>Seharusnya, gas-gas ini mulai menjadi bagian yang lebih besar dalam debat perubahan iklim.<\/p>\n<p>Degradasi dan konversi hutan bertanggung jawab dari kurang lebih 12 persen total emisi gas rumah kaca \u2013 sebagian besar berupa  karbon dioksida yang dilepaskan dari kebakaran hutan dan deforestasi.<\/p>\n<p>Deforestasi sendiri bukanlah kontributor utama dari emisi gas nitrogen dan metana, namun konversi untuk keperluan tanaman pangan dan ternak (seekor sapi berukuran sedang diperkirakan mengeluarkan 600 liter gas metana per hari melalui bersendawa dan mengeluarkan napas), dan penggunaan pupuk berbasis nitrogen untuk meningkatkan hasil panen pertanian meningkatkan kadar kedua gas tersebut di atmosfer.<\/p>\n<p><strong>Emisi dari lahan gambut dan bakau<\/strong><\/p>\n<p>Lahan gambut dan bakau dikenal akan potensi besar penyimpanan karbonnya &#8211; tanah berbakau menyimpan karbon sampai 4 kali lebih banyak dari pepohonan &#8211; namun, tidak banyak diketahui tentang emisi metana dan dinitrogen oksida, yang mungkin penting karena potensi pemanasan globalnya, Hergoualc&#8217;h mengingatkan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita perlu mengetahui seberapa jauh perubahan tata guna lahan berkontribusi terhadap pemanasan global, karena hal ini tampaknya akan semakin cepat di masa depan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Akurasi pemantauan dan pelaporan karbon dioksida dan gas-gas rumah kaca lainnya penting bagi berbagai negara yang berpartisipasi dalam skema-skema mitigasi perubahan iklim, seperti pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (<a href=\"http:\/\/www.forestsclimatechange.org\/publications\/redd-101.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">REDD+)<\/a> \u2013 sebuah skema yang membayar negara-negara berkembang untuk karbon yang tersimpan di pepohonan dan tanah.<\/p>\n<p>\u201cAgar REDD+ berhasil, Anda harus membuktikan bahwa Anda memberi dampak dan hal itu berarti dapat mengkuantifikasi perpindahan karbon dan gas-gas rumah kaca lainnya dari ekosistem ke atmosfer,\u201d ujar Lou Verchot, kepala ilmuwan CIFOR dalam <a href=\"http:\/\/www.forestsclimatechange.org\/global-comparative-study-on-redd.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Studi Komparatif Global tentang REDD+<\/a><\/p>\n<p>Salah satu sasaran dari <a href=\"http:\/\/www.forestsclimatechange.org\/global-comparative-study-on-redd.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">studi<\/a> selama empat tahun tersebut ialah membantu negara-negara berkembang untuk membangun sistem  <a href=\"\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/Books\/BAngelsen080109.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pemantauan, pelaporan dan verifikasi (MRV<\/a>) agar dapat mengukur secara akurat efektivitasnya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca.<\/p>\n<p>Ini merupakan tantangan teknis yang sangat besar, ujar Verchot, khususnya untuk berbagai negara yang tidak memiliki data historis dan teknologi untuk memantau laju deforestasi, degradasi hutan dan stok karbon.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"The technicalities of measuring greenhouse gases in forests: Kristell Hergoualc&#039;h\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/PrAEzpQeZ74?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Di Indonesia, 60 persen dari emisi gas rumah kaca nasional berasal dari perubahan tata guna lahan, sebagiannya didorong oleh permintaan yang meningkat akan kelapa sawit dan tanaman pertanian. Lebih dari  <a href=\"\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/WPapers\/WP91Murdiyarso.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">60% bakau<\/a> dan <a href=\"\/\/www.cifor.org\/publications\/pdf_files\/WPapers\/WP91Murdiyarso.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">45% lahan gambut <\/a>musnah untuk memenuhi permintaan ini.<\/p>\n<p>Pada waktu bersamaan, pupuk yang digunakan untuk meningkatkan hasil pohon kelapa sawit di lansekap hasil konversi, seperti <a href=\"http:\/\/www.slideshare.net\/CIFOR\/carbon-dioxide-methane-and-nitrous-oxide-emissions-from-an-oil-palm-plantation-on-deep-peat-as-affected-by-nitrogen-fertilisation\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Sumatra<\/a>, menyebabkan emisi dinitrogen oksida yang signifikan.<\/p>\n<p>&#8220;Ketika gambut sudah dibersihkan, nitrogen alamiah yang dijumpai di tanah tidak tersedia untuk tanaman, maka untuk memastikan bahwa pohon kelapa sawit muda itu bertumbuh dengan baik, pupuk intensif ditambahkan selama tiga sampai empat tahun pertama penanamannya. Ketika pupuk ditambahkan, pupuk ini menstimulasi mikroba tanah yang mengubah nitrogen menjadi dinitrogen oksida&#8221; Hergoualc\u2019h menjelaskan.<\/p>\n<p>&#8220;Kita perlu mencari cara-cara pengurangan emisi yang disebabkan oleh pemupukan tanpa mengurangi produktivitas sistem&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Penelitian lebih jauh juga diperlukan untuk memahami bagaimana berbagai kegiatan mitigasi perubahan iklim mungkin berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, khususnya ketika mempertimbangkan produksi bahan bakar hayati.<\/p>\n<p>Misalnya, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bahan bakar hayati mungkin sebenarnya memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian tersebut memperingatkan bahwa tanaman-tanaman biodiesel (seperti Jatropha dan kedelai) yang memerlukan pemupukan nitrogen intensif dapat &#8220;berkontribusi sama banyaknya atau lebih kepada pemanasan global oleh emisi dinitrogen oksida daripada pendinginan dengan penghematan bahan bakar fosil.&#8221;<\/p>\n<p>Serupa dengan itu <a href=\"http:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/abs\/10.1080\/1943815X.2012.679282\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">penelitian CIFOR <\/a> menyarankan bahwa <a href=\"http:\/\/www.tandfonline.com\/doi\/abs\/10.1080\/1943815X.2012.679282\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">pembasahan kembali gambut yang sudah dikeringkan <\/a> \u2013 suatu tindakan untuk mencegah emisi karbon yang dilepaskan dari kebakaran hutan dan degradasi gambut- dapat meningkatkan kadar metana dari tanah. Secara menyeluruh, peningkatan potensi emisi metana mungkin akan diimbangi oleh pengurangan emisi karbon dioksida tetapi diperlukan banyak penelitian unuk mengkuantifikasi jumlah tersebut.<\/p>\n<p>Para pembuat kebijakan seharusnya memperhitungkan dampak penuh dari perubahan-perubahan tata guna lahan guna &#8220;menilai dampak yang sebenarnya&#8221; terhadap atmosfer, argumen Verchot.<\/p>\n<p>&#8220;Meskipun dalam pemahaman lahan gambut dan bakau, kisah besarya adalah tentang karbon dioksida, kita tidak boleh menganggap remeh kombinasi dampak dari ketiga gas tersebut dari ekosistem tadi.<\/p>\n<p><em>Artikel ini pertama kali dipublikasikan oleh <\/em><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/10945\/agricultural-expansion-an-either-or-more-factor-in-deforestation\/www.rtcc.org\"><em>Responding to Climate Change<\/em><\/a><em> sebagai bagian dari kisah hutan selama satu minggu. Ikuti laporan minggu tersebut di Twitter melalui <\/em><a href=\"https:\/\/twitter.com\/i\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\"><em>#ForestWeek<\/em><\/a><em> dan tinggalkan pandangan Anda di  <span style=\"text-decoration: underline;\"><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/10945\/agricultural-expansion-an-either-or-more-factor-in-deforestation\/www.facebook.com\/cifor\">halaman Facebook<\/a><\/span> <\/em>kami.<\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" style=\"border: 1px solid #CCC; border-width: 1px 1px 0; margin-bottom: 5px;\" src=\"http:\/\/www.slideshare.net\/slideshow\/embed_code\/11765112?rel=0\" width=\"427\" height=\"356\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>\n<div style=\"margin-bottom: 5px;\"><strong> <a title=\"Carbon dioxide, methane and nitrous oxide emissions from an oil palm plantation on deep peat as affected by nitrogen fertilisation\" href=\"http:\/\/www.slideshare.net\/CIFOR\/carbon-dioxide-methane-and-nitrous-oxide-emissions-from-an-oil-palm-plantation-on-deep-peat-as-affected-by-nitrogen-fertilisation\" target=\"_blank\">Carbon dioxide, methane and nitrous oxide emissions from an oil palm plantation on deep peat as affected by nitrogen fertilisation<\/a> <\/strong> from <strong><a href=\"http:\/\/www.slideshare.net\/CIFOR\" target=\"_blank\">CIFOR<\/a><\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BOGOR, Indonesia (5 Oktober 2012)_Upaya para pembuat kebijakan dalam mengurangi gas rumah kaca dari deforestasi tidak dapat mengabaikan kadar dinitrogen oksida dan metana yang dilepaskan ke atmosfer sebagai bagian dari konversi lahan untuk kelapa sawit, kedelai dan tanaman pangan lainnya, ujar para ilmuwan. Meski gas-gas yang terlupakan ini hanya sebagian kecil dari total emisi gas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":31504,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,11],"tags":[],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[2503,2522,2612,2567,2721,2616,2914,2680,2622,2916,2596,3127,2819,2952,2584],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[213],"class_list":["post-12320","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-mrv-2","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-cadangan-karbon","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-dinitrogen-oksida","tag-bahasa-gas-rumah-kaca","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-kelapa-sawit","tag-bahasa-kristell-hergoualch","tag-bahasa-lahan-basah","tag-bahasa-lahan-gambut","tag-bahasa-louis-verchot","tag-bahasa-mangrove","tag-bahasa-mrv","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-studi-komparatif-global-redd","tag-bahasa-tata-guna-lahan","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Dinitrogen oksida dan metana: gas-gas yang dilupakan dalam debat hutan dan perubahan iklim - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dinitrogen oksida dan metana: gas-gas yang dilupakan dalam debat hutan dan perubahan iklim\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"BOGOR, Indonesia (5 Oktober 2012)_Upaya para pembuat kebijakan dalam mengurangi gas rumah kaca dari deforestasi tidak dapat mengabaikan kadar dinitrogen oksida dan metana yang dilepaskan ke atmosfer sebagai bagian dari konversi lahan untuk kelapa sawit, kedelai dan tanaman pangan lainnya, ujar para ilmuwan. Meski gas-gas yang terlupakan ini hanya sebagian kecil dari total emisi gas [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-11-27T09:43:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-10-29T02:50:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/cow-500x375.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Catriona Moss\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim\"},\"author\":{\"name\":\"Catriona Moss\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34\"},\"headline\":\"Dinitrogen oksida dan metana: gas-gas yang dilupakan dalam debat hutan dan perubahan iklim\",\"datePublished\":\"2012-11-27T09:43:44+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-29T02:50:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim\"},\"wordCount\":792,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/11\\\/cow-500x375.jpg\",\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"MRV\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2012\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim\",\"name\":\"Dinitrogen oksida dan metana: gas-gas yang dilupakan dalam debat hutan dan perubahan iklim - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/11\\\/cow-500x375.jpg\",\"datePublished\":\"2012-11-27T09:43:44+00:00\",\"dateModified\":\"2015-10-29T02:50:14+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/11\\\/cow-500x375.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/11\\\/cow-500x375.jpg\",\"width\":500,\"height\":375,\"caption\":\"Seekor sapi berukuran sedang mengeluarkan 600 liter metan per hari melalui bersendawa dan ekshalasi (membuang napas). Apakah membabat hutan untuk tempat penggembalaan ternak merupakan kutukan ganda untuk perubahan iklim? Jill Matsuyama\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dinitrogen oksida dan metana: gas-gas yang dilupakan dalam debat hutan dan perubahan iklim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34\",\"name\":\"Catriona Moss\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=gdc56a385fbc9842c355ac3e587cb2edb\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Catriona Moss\"},\"description\":\"Catriona Moss studied journalism at Cardiff University in Wales, she then went on to travel around South America. It was during a conservation volunteer placement in the Amazon rainforest, Ecuador, that she gained a real passion for learning about and protecting rainforests. Since then her career has been in humanitarian and development communications having worked for the Big Issue magazine in South Africa, Muslim Aid UK, Oxfam UK and the Overseas Development Institute. As well as a love for blogging and creative writing, she is also a keen filmmaker.\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/catriona-moss\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/12320\\\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dinitrogen oksida dan metana: gas-gas yang dilupakan dalam debat hutan dan perubahan iklim - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Dinitrogen oksida dan metana: gas-gas yang dilupakan dalam debat hutan dan perubahan iklim","og_description":"BOGOR, Indonesia (5 Oktober 2012)_Upaya para pembuat kebijakan dalam mengurangi gas rumah kaca dari deforestasi tidak dapat mengabaikan kadar dinitrogen oksida dan metana yang dilepaskan ke atmosfer sebagai bagian dari konversi lahan untuk kelapa sawit, kedelai dan tanaman pangan lainnya, ujar para ilmuwan. Meski gas-gas yang terlupakan ini hanya sebagian kecil dari total emisi gas [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2012-11-27T09:43:44+00:00","article_modified_time":"2015-10-29T02:50:14+00:00","og_image":[{"width":500,"height":375,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/cow-500x375.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Catriona Moss","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim"},"author":{"name":"Catriona Moss","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34"},"headline":"Dinitrogen oksida dan metana: gas-gas yang dilupakan dalam debat hutan dan perubahan iklim","datePublished":"2012-11-27T09:43:44+00:00","dateModified":"2015-10-29T02:50:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim"},"wordCount":792,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/cow-500x375.jpg","articleSection":["Climate change &amp; energy","MRV"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#respond"]}],"copyrightYear":"2012","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim","name":"Dinitrogen oksida dan metana: gas-gas yang dilupakan dalam debat hutan dan perubahan iklim - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/cow-500x375.jpg","datePublished":"2012-11-27T09:43:44+00:00","dateModified":"2015-10-29T02:50:14+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/cow-500x375.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/cow-500x375.jpg","width":500,"height":375,"caption":"Seekor sapi berukuran sedang mengeluarkan 600 liter metan per hari melalui bersendawa dan ekshalasi (membuang napas). Apakah membabat hutan untuk tempat penggembalaan ternak merupakan kutukan ganda untuk perubahan iklim? Jill Matsuyama"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dinitrogen oksida dan metana: gas-gas yang dilupakan dalam debat hutan dan perubahan iklim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/8cc71df6edb901e6a73a591b9e895c34","name":"Catriona Moss","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=gdc56a385fbc9842c355ac3e587cb2edb","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/296853558a16f8fde2e8a0fe842ffff42d0287f7861a4f0d1915d4134c2a9850?s=96&d=mm&r=g","caption":"Catriona Moss"},"description":"Catriona Moss studied journalism at Cardiff University in Wales, she then went on to travel around South America. It was during a conservation volunteer placement in the Amazon rainforest, Ecuador, that she gained a real passion for learning about and protecting rainforests. Since then her career has been in humanitarian and development communications having worked for the Big Issue magazine in South Africa, Muslim Aid UK, Oxfam UK and the Overseas Development Institute. As well as a love for blogging and creative writing, she is also a keen filmmaker.","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/catriona-moss"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/12320\/dinitrogen-oksida-dan-metana-gas-gas-yang-dilupakan-dalam-debat-hutan-dan-perubahan-iklim#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/11\/cow-500x375.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12320"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12320\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31504"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12320"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=12320"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=12320"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=12320"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=12320"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=12320"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=12320"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=12320"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=12320"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=12320"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=12320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}