{"id":10840,"date":"2012-09-19T06:41:45","date_gmt":"2012-09-19T06:41:45","guid":{"rendered":"http:\/\/www.forestsnews.org\/?p=10840"},"modified":"2015-11-05T16:54:38","modified_gmt":"2015-11-05T09:54:38","slug":"proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut","title":{"rendered":"Proyek percontohan REDD+ Merang hasilkan teknik pendugaan cadangan karbon lahan gambut"},"content":{"rendered":"<p>Bogor, INDONESIA (14 September 2012)_Kerjasama pemerintah Indonesia dan Jerman dalam Proyek Percontohan REDD Merang (MRPP) di Sumatera Selatan, menghasilkan kontribusi penting berupa panduan \u201cTeknik Pendugaan Cadangan Karbon Lahan Gambut\u201d.<\/p>\n<p>Publikasi ini diterbitkan gratis untuk umum dalam <a href=\"http:\/\/forclime.org\/merang\/Tehnik%20Pendugaan%20Cadangan%20Karbon%20Hutan.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">bentuk cetak<\/a>.  <a href=\"http:\/\/merang-redd.org\/REDD\/phocadownload\/Software\/2_comingsoon.jpg\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer nofollow\">Perangkat lunak<\/a> juga akan disediakan setelah penghitungan karbon hutan guna meningkatkan akurasi data selesai dimodifikasi. Termasuk integrasi format data Inventarisasi Menyeluruh Berkala (IHMB) dan NFI.<\/p>\n<p>\u201cKami buat dengan sistim terbuka (<em>open source<\/em>), saling terkoneksi dengan sesama pengguna panduan ini,\u201d kata Solichin Manuri, penulis dan peneliti utama yang sekarang bekerja pada GIZ-FORCLIME. Praktisi kehutanan, termasuk komunitas hutan yang tertarik akan proyek REDD+ juga dapat belajar sendiri menghitung potensi karbon wilayah mereka, tambahnya.<\/p>\n<p>Diharapkan perangkat lunak tersebut dapat memfasilitasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk mengolah dan menganalis data-data hasil inventarisasi yang telah maupun yang akan dilakukan.<\/p>\n<p>Selain itu, metode ini juga bersifat tumbuh kembang. Artinya pihak \u2013 pihak yang terlibat dalam proyek REDD+ diharapkan aktif memasukkan informasi sebanyak-banyaknya dengan memakai perangkat ini.<\/p>\n<p>\u201cJadi makin banyak data masuk dan tersambung satu sama lain, makin kaya data yang bisa dibagikan dan digunakan bersama-sama,\u201d kata Chandra Agung Septiadi, rekan peneliti Solichin.<\/p>\n<p>Dalam publikasi ini, Agus Dwi Saputra rekan peneliti yang lain mengatakan, mereka juga membuat prosedur serta metode pengukuran cadangan inventarisasi karbon hutan. Termasuk  pengembangan persamaan alometrik biomassa pohon dan perhitungan dugaan cadangan karbon hutan.<\/p>\n<p><strong>Penyempurnaan Data<\/strong><\/p>\n<p>Menurut Solichin, publikasi ini menampilkan metode pengukuran karbon yang lebih  detil dibandingkan dengan publikasi di tahun 2009 berjudul Panduan Inventarisasi Karbon Hutan Rawa Gambut. Di publikasi terbaru ini dilengkapi dengan penjelasan teknik tentang akurasi penghitungan karbon, pengembangan persamaan alometrik hingga penghitungan total cadangan karbon di tingkat proyek.<\/p>\n<p>\u201cTidak hanya terfokus pada teknik inventarisasi hutan, pembuatan sampling desain plot dan pengukuran parameter plot,\u201c katanya dan menerangkan koreksi data terbaru menyangkut penambahan luas lahan pengukuran sampai di wilayah pemanfaatan hutan oleh pemegang ijin usaha di Areal Kerja Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu. \u201cSupaya pengusaha kayu tertarik terlibat dalam upaya pengurangan emisi di areal produksi mereka,\u201d ujarnya lagi.<\/p>\n<p><strong>Teknik Penelitian<\/strong><\/p>\n<p>Menurut Chandra, pengukuran karbon hutan mirip inventarisasi hutan. \u201cBedanya, pengukuran karbon lebih terperinci untuk menghasilkan data karbon pada biomasa pohon,\u201c katanya dan menerangkan penghitungan karbon dilakukan detil mulai dari kayu, pohon mati, serasah, tumbuhan di atas dan bawah pohon dan kandungan tanahnya.<\/p>\n<p>Penelitian ini dilakukan dengan cara menguji coba teknik melalui survei kedalaman gambut dan survei potensi karbon. \u201cKami menggunakan pendekatan Tier 3, yaitu pengukuran langsung di lokasi proyek.\u201d<\/p>\n<p>Tier adalah tingkat kerincian faktor emisi perubahan cadangan karbon. Tier 1 mengacu data global rujukan Panel Internasional Perubahan Iklim (IPCC) tidak memerlukan pengukuran di lapangan, dan Tier 2 menggunakan data-data yang diperoleh dari penelitian di tingkat nasional. \u201cKami ingin hasil data referensi level emisi (REL) yang lebih akurat dan kredibel,\u201d tambah Chandra.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.forestsnews.org\/9572\/new-approach-to-setting-reference-emissions-levels-a-crucial-first-step-for-redd\/#.UBIjWKOvS-U\">Penentuan REL adalah langkah pertama utama+<\/a>, kata Louis Verchot, peneliti perubahan iklim dari CIFOR. \u201cSelain berfungsi mengukur efektifitas pelaksanaan proyek REDD+, REL juga menghitung berapa besar uang yang harus dibayarkan dari kegiatan pengurangan emisi,\u201d kata Louis.<\/p>\n<p>Di dalam mekanisme insentif REDD+ pembayaran ditentukan beberapa hal. Seperti penilaian berdasarkan kinerja (<em>pay based on performance<\/em>), pemakaian standar perhitungan karbon yang absah, termasuk menentukan tingkat referensi emisi (REL).<\/p>\n<p><strong>Diadopsi menjadi salah satu contoh<\/strong><\/p>\n<p>Metodologi hasil Solichin dkk juga berhasil diadopsi menjadi salah satu model pengukuran dan pendugaan cadangan karbon hutan gambut oleh Kementerian Kehutanan. Keterangan ini berikan oleh Rolf Krezdorn, Direktur Program MRPP.<\/p>\n<p>Ia menerangkan, metode penelitian yang dipakai Solichin dkk bersesuaian dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), terutama mengenai pengukuran karbon dan pengembangan alometrik.<\/p>\n<p>Data IHMB dan national forest inventory (inventarisasi kehutanan nasional) milik Kemenhut tersebut, kami manfaatkan untuk peningkatan jumlah plot yang berkontribusi dengan tingkat akurasi pengukuran, penjelasan dari Agus. \u201cJadi tidak melenceng dan berada pada jalur yang sama dengan Kemenhut,\u201d katanya lagi.<\/p>\n<p>Lokasi uji coba dilakukan di areal seluas 24 ribu hektar di kawasan hutan Merang, salah satu kawasan hutan rawa gambut yang masih tersisa di Sumatera Selatan. Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin memberikan ijin daerah ini dijadikan proyek percontohan berdasarkan kesepakatan teknis antara Kementerian Kehutanan dan Lembaga Kerjasama Internasional Jerman (GIZ) MRPP, 26 Juli 2010 lalu.<\/p>\n<p>MRPP yang berakhir Desember 2011 lalu, adalah salah satu dari 44 program <em>demonstration  activity <\/em>atau proyek percontohan REDD+. Kerjasama bilateral dengan Jerman dalam MRPP ini terutama berkaitan dengan pengkajian metodologi dan teknologi dalam penerapan mekanisme REDD+.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bogor, INDONESIA (14 September 2012)_Kerjasama pemerintah Indonesia dan Jerman dalam Proyek Percontohan REDD Merang (MRPP) di Sumatera Selatan, menghasilkan kontribusi penting berupa panduan \u201cTeknik Pendugaan Cadangan Karbon Lahan Gambut\u201d. Publikasi ini diterbitkan gratis untuk umum dalam bentuk cetak. Perangkat lunak juga akan disediakan setelah penghitungan karbon hutan guna meningkatkan akurasi data selesai dimodifikasi. Termasuk integrasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":37271,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[462,182,161,137,95,180,11,151],"tags":[371,87,123],"language":[2171],"location":[12222],"tag-bahasa":[3553,2503,3552,2522,2721,2555,2680,2622,2916,3127,2819,3554,3551,2643],"tag-espanol":[],"tag-francais":[],"type-espanol":[],"type-bahasa":[3099],"type-english":[],"type-francais":[],"coauthors":[222],"class_list":["post-10840","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-climate-change-energy","category-community-forestry","category-deforestation","category-forest-management-restoration","category-human-wellbeing","category-mitigating-climate-change","category-mrv-2","category-redd-2","tag-deforestation","tag-indonesia","tag-redd","language-bahasa-indonesia","location-indonesia","tag-bahasa-agus-dwi-saputra","tag-bahasa-cadangan-karbon","tag-bahasa-chandra-agung-septiadi","tag-bahasa-deforestasi","tag-bahasa-indonesia","tag-bahasa-kesatuan-pengelolaan-hutan-indonesia","tag-bahasa-lahan-basah","tag-bahasa-lahan-gambut","tag-bahasa-louis-verchot","tag-bahasa-mrv","tag-bahasa-redd","tag-bahasa-rolf-krezdorn","tag-bahasa-solichin-manuri","tag-bahasa-tingkat-acuan-emisi","type-bahasa-berita"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.4 (Yoast SEO v28.4) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Proyek percontohan REDD+ Merang hasilkan teknik pendugaan cadangan karbon lahan gambut - Landscape Alliance Forests News<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Proyek percontohan REDD+ Merang hasilkan teknik pendugaan cadangan karbon lahan gambut\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bogor, INDONESIA (14 September 2012)_Kerjasama pemerintah Indonesia dan Jerman dalam Proyek Percontohan REDD Merang (MRPP) di Sumatera Selatan, menghasilkan kontribusi penting berupa panduan \u201cTeknik Pendugaan Cadangan Karbon Lahan Gambut\u201d. Publikasi ini diterbitkan gratis untuk umum dalam bentuk cetak. Perangkat lunak juga akan disediakan setelah penghitungan karbon hutan guna meningkatkan akurasi data selesai dimodifikasi. Termasuk integrasi [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Landscape Alliance Forests News\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2012-09-19T06:41:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2015-11-05T09:54:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/biomasa.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"332\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Budhy Kristanty\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@CIFOR_ICRAF\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut\"},\"author\":{\"name\":\"Budhy Kristanty\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733\"},\"headline\":\"Proyek percontohan REDD+ Merang hasilkan teknik pendugaan cadangan karbon lahan gambut\",\"datePublished\":\"2012-09-19T06:41:45+00:00\",\"dateModified\":\"2015-11-05T09:54:38+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut\"},\"wordCount\":700,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/09\\\/biomasa.jpg\",\"keywords\":[\"deforestation\",\"Indonesia\",\"REDD+\"],\"articleSection\":[\"Climate change &amp; energy\",\"Community forestry\",\"Deforestation\",\"Forest management &amp; restoration\",\"Human well-being\",\"Mitigation\",\"MRV\",\"REDD+\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#respond\"]}],\"copyrightYear\":\"2012\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut\",\"name\":\"Proyek percontohan REDD+ Merang hasilkan teknik pendugaan cadangan karbon lahan gambut - Landscape Alliance Forests News\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/09\\\/biomasa.jpg\",\"datePublished\":\"2012-09-19T06:41:45+00:00\",\"dateModified\":\"2015-11-05T09:54:38+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/09\\\/biomasa.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2012\\\/09\\\/biomasa.jpg\",\"width\":500,\"height\":332,\"caption\":\"Pengukuran karbon menghasilkan data karbon pada biomassa pohon. Foto oleh James Maiden\\\/ CIFOR.\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Proyek percontohan REDD+ Merang hasilkan teknik pendugaan cadangan karbon lahan gambut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"name\":\"Landscape Alliance Forests News\",\"description\":\"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#organization\",\"name\":\"CIFOR-ICRAF\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/CIFORICRAF\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/CIFOR_ICRAF\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id#\\\/schema\\\/person\\\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733\",\"name\":\"Budhy Kristanty\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg23bc88b7d2728bdf8c186603339d3390\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg\",\"caption\":\"Budhy Kristanty\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/author\\\/budhykristanty\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/id\\\/10840\\\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.forestsnews.org\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/12\\\/cifor-icraf-logo.png\",\"width\":596,\"height\":250,\"caption\":\"CIFOR-ICRAF\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Proyek percontohan REDD+ Merang hasilkan teknik pendugaan cadangan karbon lahan gambut - Landscape Alliance Forests News","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Proyek percontohan REDD+ Merang hasilkan teknik pendugaan cadangan karbon lahan gambut","og_description":"Bogor, INDONESIA (14 September 2012)_Kerjasama pemerintah Indonesia dan Jerman dalam Proyek Percontohan REDD Merang (MRPP) di Sumatera Selatan, menghasilkan kontribusi penting berupa panduan \u201cTeknik Pendugaan Cadangan Karbon Lahan Gambut\u201d. Publikasi ini diterbitkan gratis untuk umum dalam bentuk cetak. Perangkat lunak juga akan disediakan setelah penghitungan karbon hutan guna meningkatkan akurasi data selesai dimodifikasi. Termasuk integrasi [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut","og_site_name":"Landscape Alliance Forests News","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","article_published_time":"2012-09-19T06:41:45+00:00","article_modified_time":"2015-11-05T09:54:38+00:00","og_image":[{"width":500,"height":332,"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/biomasa.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Budhy Kristanty","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@CIFOR_ICRAF","twitter_site":"@CIFOR_ICRAF","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut"},"author":{"name":"Budhy Kristanty","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733"},"headline":"Proyek percontohan REDD+ Merang hasilkan teknik pendugaan cadangan karbon lahan gambut","datePublished":"2012-09-19T06:41:45+00:00","dateModified":"2015-11-05T09:54:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut"},"wordCount":700,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/biomasa.jpg","keywords":["deforestation","Indonesia","REDD+"],"articleSection":["Climate change &amp; energy","Community forestry","Deforestation","Forest management &amp; restoration","Human well-being","Mitigation","MRV","REDD+"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#respond"]}],"copyrightYear":"2012","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut","name":"Proyek percontohan REDD+ Merang hasilkan teknik pendugaan cadangan karbon lahan gambut - Landscape Alliance Forests News","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/biomasa.jpg","datePublished":"2012-09-19T06:41:45+00:00","dateModified":"2015-11-05T09:54:38+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#primaryimage","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/biomasa.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/biomasa.jpg","width":500,"height":332,"caption":"Pengukuran karbon menghasilkan data karbon pada biomassa pohon. Foto oleh James Maiden\/ CIFOR."},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Proyek percontohan REDD+ Merang hasilkan teknik pendugaan cadangan karbon lahan gambut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#website","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","name":"Landscape Alliance Forests News","description":"The latest news on REDD+, climate change, biofuels, gender, conservation, trade, deforestation, indigenous &amp; community groups, dry forests, food security, illegal logging, governance and biodiversity.","publisher":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#organization","name":"CIFOR-ICRAF","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id","logo":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/CIFORICRAF","https:\/\/x.com\/CIFOR_ICRAF"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id#\/schema\/person\/efc3b3f26fad9fee6f2e88f95fe69733","name":"Budhy Kristanty","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg23bc88b7d2728bdf8c186603339d3390","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/Budhy-2023_3-copy-263x176.jpg","caption":"Budhy Kristanty"},"url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/author\/budhykristanty"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/10840\/proyek-percontohan-redd-merang-hasilkan-teknik-pendugaan-cadangan-karbon-lahan-gambut#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2024\/12\/cifor-icraf-logo.png","width":596,"height":250,"caption":"CIFOR-ICRAF"}]}},"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.forestsnews.org\/wp-content\/uploads\/2012\/09\/biomasa.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10840","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10840"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10840\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37271"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10840"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10840"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10840"},{"taxonomy":"language","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/language?post=10840"},{"taxonomy":"location","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/location?post=10840"},{"taxonomy":"tag-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-bahasa?post=10840"},{"taxonomy":"tag-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-espanol?post=10840"},{"taxonomy":"tag-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tag-francais?post=10840"},{"taxonomy":"type-espanol","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-espanol?post=10840"},{"taxonomy":"type-bahasa","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-bahasa?post=10840"},{"taxonomy":"type-english","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-english?post=10840"},{"taxonomy":"type-francais","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/type-francais?post=10840"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.forestsnews.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/coauthors?post=10840"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}